
Pangeran Andalas yang sudah kembali ke pegunungan Pelangi. Akhirnya menceritakan semua yang terjadi kepada dirinya selama berada di alam manusia. Kepada Mahaguru dia menceritakan semuanya tanpa menyembunyikan apapun.
"Tampaknya akan terjadi peperangan di istana kerajaan kucing. Sejak dulu, Raja Abiyaksa selalu mencari gara-gara dengan kedua orang tuamu. Bagaimana kau bisa berurusan dengan Putri Ayuningtyas?" tanya Mahaguru kepada muridnya.
"Aku juga tidak tahu,Mahaguru. Tiba-tiba saja dia datang menggangguku dan menyerangku. Dia memfitnahku akan berbuat jahat pada Mawar. Temanku di alam manusia. Untung saja Kakakku, Pangeran Panji dan istrinya datang menolongku. Kalau tidak, aku pasti sudah binasa gara-gara dia." Pangeran Andalas bergidik ngeri ketika membayangkan yang terjadi kepada dirinya.
Mahaguru menatap muridnya dengan lekat. Dia tahu bahwa Pangeran Andalas tidak berniat jahat kepada Mawar. "Pangeran, kau tidur dengan gadis itu di dalam kamarnya, dengan wujudmu sebagai kucing. Kau yakin kalau kau tidak melakukan apapun padanya?" Mahaguru mengintrogasi Pangeran Andalas yang sontak terkejut. Karena ternyata Mahagurunya mengetahui apa yang dia lakukan di alam manusia, di rumah Mawar.
Pangeran Andalas kemudian menceritakan semuanya kepada Sang Guru tanpa dia sembunyikan apapun padanya. "Aku bersumpah, Guru! Aku tidak melakukan apapun dengannya. Aku hendak tidur di sofa, tetapi Mawar yang membawa aku ke kasurnya. Aku tidak salah apa-apa." Pangeran Andalas mengatakan semuanya dengan jujur.
Mahaguru tidak memperpanjang masalahnya bersama Pangeran Andalas. "Baiklah sekarang kita harus segera pergi ke istana kerajaan untuk memberitahukan kedua orang tuamu tentang ancaman dari Putri Ayuningtyas. Dia pasti tidak akan tinggal diam dengan masalah ini. Ayo, Pangeran Andalas! Jangan sampai kita terlambat sampai ke sana." Pangeran Andalas kemudian bergegas bersama Mahaguru pergi ke istana kerajaan kucing.
Pangeran Andalas dan Mahaguru terkejut ketika melihat peperangan sudah pecah dan terlihat mayat-mayat dari kedua belah pihak sudah mulai binasa dan menjadi abu.
"Pangeran Andalas, kita terlambat! Kedua orang tuamu pasti bingung dengan peperangan ini. Ayo! Kita harus segera sampai untuk bertemu dengan kedua orang tuamu." Pangeran Andalas kemudian mengikuti Mahaguru yang langsung bertemu dengan raja Narendra dan Ratu Deniz.
Di sana juga terlihat Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan. Dia diutus oleh Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan untuk membantu setelah di panggil oleh Minsi untuk membantu peperangan itu.
Pangeran Andalas langsung meminta maaf kepada kedua orang tuanya karena insiden itu terjadi karena dirinya yang sudah berbuat macam-macam di dunia manusia.
Walaupun sesungguhnya sang pangeran tidak merasa bersalah. Akan tetapi Putri Ayuningtyas yang terlalu berburuk sangka terhadapnya sehingga berpikir bahwa dia sedang memanfaatkan Mawar.
__ADS_1
"Maafkan anakmu, Ayahanda Raja. Karena aku peperangan ini sampai terjadi." Pangeran Andalas terlihat begitu menyesal dengan kejadian itu.
Raja Narendra dan istrinya mengerti bahwa semua itu bukanlah kesalahan fotonya tetapi memang mereka yang sedang mencari gara-gara dengan istana kerajaan mereka.
" Tenanglah putraku. Kita pasti bisa menghadapi ini semua. Sekarang bergabunglah dengan para prajurit dan komandan kita untuk membantu mereka. Kakak kamu sudah di medan perang bersama Kakak iparmu juga." Raja Narendra memerintahkan kepada Pangeran Andalas untuk ikut berperang.
"Saat ini kerajaan kita sedang diserang dari segala penjuru. Rupanya penyerangan Raja Abiyaksa digunakan oleh kerajaan lain yang juga memiliki masalah dengan kita untuk membantunya. Mereka tidak suka karena kita telah menjadi perantara pernikahan Dani dan Putri Seruni." Raja Narendra merasa sangat tenang, karena banyak kerajaan lain yang sudah membantu mereka.
Raja Abi Saka dan Raja Abimana bahkan sudah datang membantu dan memberikan pasukan yang banyak untuk mereka bisa memenangkan peperangan tersebut.
Pangeran Andalas dengan gagah berani maju ke medan perang dia bahkan sampai berhadapan secara langsung dengan Putri Ayuningtyas.
"Weh, urusan kita berdua tempo hari, kenapa harus kau ajak kerajaan kakakmu untuk menyerang kerajaan ayahku? Dasar sembrono dan arogant!" Putri Ayuningtyas merasa tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh Pangeran Andalas.
Putri Ayuningtyas terus menyerang Pangeran Andalas dan tidak memberikan kesempatan kepadanya untuk balik melawan dirinya.
Untung saja, Pangeran Andalas memiliki ketahanan tubuh yang kuat dan juga kekuatan mental yang hebat sehingga dia tidak terlalu kewalahan menghadapi amarah Putri Ayuningtyas.
Karena begitu bersemangatnya mereka bertarung untuk saling mengalahkan, sehingga mereka tidak sadar, ketika mereka telah memasuki area terlarang dari istana kerajaan kucing.
Mereka semakin dalam saja masuk ke area terlarang itu. Di mana hanya raja dan ratu yang diperbolehkan untuk memasuki tempat itu.
__ADS_1
Sebuah hutan larangan yang berbahaya. Karena di sana ada kucing raksasa yang memenjarakan dirinya sendiri di tempat itu karena telah melakukan dosa besar pada istana kerajaan kucing.
Kucing raksasa itu sedang tidur dan dia merasa terganggu dengan pertarungan yang dilakukan oleh Pangeran Andalas dan Putri Ayuningtyas.
Kucing itu dulu adalah kakak dari Raja Narendra akan tetapi dia jatuh cinta kepada musuh bebuyutan dari istana kerajaan kucing. Dia di manfaatkan oleh kekasihnya dengan memberitahukan jalur rahasia untuk bisa sampai ke istana kerajaan kucing tanpa diketahui oleh pengawal. Sehingga pihak musuh datang menyerang kerajaan kucing tanpa ampun. Sehingga pada saat itu terjadi pembantaian besar-besaran akibat perang itu.
Selama ratusan tahun raja dan permaisuri istana kerajaan kucing berjuang untuk bangkit kembali akibat dari peperangan itu. Sang anak yang waktu itu masih remaja merasa sangat bersalah kepada kedua orang tuanya dan juga rakyatnya yang binasa.
Kakak dari Raja Narendra akhirnya menghukum dirinya sendiri di tempat itu dan dia telah bersumpah bahwa dia tidak akan merubah wujudnya menjadi manusia selama dia masih hidup. Selama dia hidup, dia akan tetap berwujud seekor kucing raksasa yang sangat menakutkan dan menyeramkan.
Dia terkurung di tempat itu selamanya. Dia bahkan makan dengan usahanya sendiri. Dia benar-benar memisahkan dan memutuskan hubungannya dengan istana kerajaan kucing.
Sejak hari di mana Dia memutuskan untuk menetap di tempat itu, hutan itu di tutup dan menjadi area terlarang bagi semua warga kerajaan kucing.
Mereka semua tahu tentang sang pangeran yang menghukum dirinya sendiri di hutan itu. Jadi tidak ada yang berani untuk masuk ke hutan itu. Karena hukumannya adalah kematian yang akan diberikan oleh sang pangeran di tempat itu.
Pangeran Andalas dan Putri Ayuningtyas masih saja bertarung dengan sengit. Tanpa merasa takut ataupun berpikir bahwa diri mereka saat ini sedang ada dalam bahaya. Karena sejak tadi sang pangeran yang berwujud sebagai kucing raksasa sudah mengintai mereka dari balik semak-semak.
"Siapa mereka berdua kenapa berani sekali masuk ke area larangan ini?" sang pangeran bermonolog sendiri dan terus memperhatikan mereka berdua yang terlihat begitu sakti.
Akan tetapi Pangeran itu bisa melihat bahwa dirinya jauh lebih unggul daripada mereka berdua.
__ADS_1
"Dengan ilmu seperti itu, mereka berani sekali menerobos tempat tinggalku? Cari mati saja!"