
Pangeran Narendra merasa senang sekali karena akhirnya mereka berdua benar-benar hidup bersama di alam manusia.
" Panji dan Minsi Pasti akan sangat bahagia sekali melihat kedatangan kita di alam manusia!" Pangeran Narendra tersenyum begitu bahagia dengan keputusannya.
Deniz sangat senang sekali karena akhirnya suaminya bisa mengambil keputusan untuk menetap di alam manusia bersama dirinya dan juga keluarga kecil mereka.
" Untuk saat ini kita akan memberikan kejutan untuk Panji dan Minsi. Sebaiknya kita berdoa mencari tempat tinggal dulu. Aku tidak mau kalau kita harus menetap bersama dengan kedua orang tuaku. Pasti nanti kamu gak akan nyaman bersama mereka." Deniz tidak ingin memberikan tekanan batin kepada suaminya apabila tinggal bersama dengan kedua orang tuanya yang sejauh ini selalu merasa keberatan dengan pernikahannya dengan pangeran Narendra.
Pangeran hanya menemukan kepalanya dan menyetujui apapun pengaturan yang diberikan oleh Deniz.
Dia tidak terlalu banyak menentu karena dia percaya bahwa semuanya adalah untuk yang terbaik bagi mereka.
Deniz selama ini menyimpan semua tabungannya. Dan Dia sekarang sedang menggunakan itu untuk memberi sebuah apartemen dan mobil baru untuk mereka.
" Padahal kalau kau menginginkan sebuah rumah ataupun mobil. Aku bisa banget untuk memberikannya hanya dalam satu kali sentilan tanganku!" Pangeran Narendra senyum kepada Deniz.
Deniz hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan suaminya.
" Sudahlah tidak apa-apa. Sekarang sebaiknya kita beristirahat saja!" Deniz mengajak Pangeran Narendra untuk tidur.
Akan tetapi Pangeran Narendra menggalang dan kepalanya.
" Walaupun aku sekarang berada di alam manusia tetapi Aku tetaplah seorang siluman. Aku tidak membutuhkan tidur untuk istirahatku. Aku akan bermeditasi untuk memulihkan energiku sambil menjaga kamu!" Deniz seketika menepuk keningnya karena lupa bahwa suaminya tetaplah Pangeran kucing yang terhormat.
" Baiklah Pangeran Narendra! Aku akan tidur dulu karena aku adalah manusia biasa yang membutuhkan tidur dan juga makan sebagai kebutuhan pokokku!" Deniz kemudian memejamkan matanya.
Narendra benar-benar tidak percaya. Bahwa dirinya saat ini benar-benar ada di alam manusia dan menghirup udara yang sama dengan istrinya yang seorang manusia biasa.
__ADS_1
" Aku akan melihat berapa lama kemampuan ku menatap di alam manusia. Apakah selama Pangeran panji yang sampai saat ini tidak mengeluh apapun sejak dia memutuskan untuk menetap di alam manusia?" monolog Pangeran Arema ketika dia melihat istrinya yang begitu lelap dalam tidur.
Pangeran Narendra merasa bahagia akhirnya Setelah sekian Purnama dirinya bisa berkumpul kembali dengan istrinya.
Sementara itu Dedi dan Amber mereka terus menunggu kedatangan Deniz dan Pangeran Narendra di depan rumah mereka.
" Panji kau bilang kalau Ibumu dan Ayahmu akan menetap di dunia manusia kenapa sampai sekarang mereka belum datang juga? Apakah informasi yang kau terima itu valid ataukah hanya hoax saja?" Dedi terlihat mempertanyakan apa yang di katakan oleh cucunya.
" Berita yang Aku terima itu valid kakek. Aku mendengarnya langsung dari Mahaguru yang kemarin mendatangiku di alam mimpi. Coba tunggulah. Aku akan berusaha untuk berkomunikasi dengan ayahku!" Pangeran Panji kemudian masuk ke dalam kamarnya yang ada di kediaman kakek dan neneknya.
Sekitar satu jam kemudian Panji kemudian keluar dari ruangan itu dan tersenyum kepada kakek dan neneknya dan juga istrinya.
" Ibu dan ayahku sekarang sudah memiliki apartemen sendiri. Kita diminta untuk datang ke sana. Ayahku sudah memberikan alamatnya kepadaku!" Pangeran Panji kemudian membimbing mensih yang saat ini sedang hamil besar.
" Hati-hatilah sayang!" Pangeran Panji menuntun tangan Minsi dengan begitu hati-hati.
" Seharusnya aku yang mendapatkan itu semua dari pangeran Panji. kalau bukan karena Pangeran Wangen yang sudah mengacau aku pasti sekarang sudah menjadi istrinya!" monolog Putri Hannah yang begitu cemburu melihat semua adegan yang dia lihat di dalam kaca ajaib Miliknya.
" Putri Pangeran Panji benar-benar sangat mencintai istrinya dia bahkan rela meninggalkan statusnya sebagai calon putra mahkota di istana kerajaan kucing. bahkan sekarang kedua orang tuanya pun menetap di alam manusia." dayang Putri Hana memberikan informasi kepadanya.
" Aku sudah mendengar itu semua dan itu merupakan sebuah kerugian untuk istana kerajaan kucing. Aekarang musuh-musuh mereka pasti akan berusaha untuk menyerang istana itu. Karena dua orang penting dan kuat di sana sudah tidak ada lagi di istana mereka. Raja dan ratu kerajaan kucing benar-benar bodoh dan dungu!" terlihat Putri Hana yang merasa kesal sekali karena raja dan ratu siluman kucing tidak bersikeras untuk melanjutkan pernikahannya bersama pangeran Panji.
Sementara itu di dalam manusia Pangeran Panji Minsi dan kedua orang tua Deniz sudah sampai di apartemen yang dibeli oleh Deniz dan juga pangeran Narendra.
Amber bahkan sampai menangis melihat putrinya lebih memilih untuk membeli apartemen daripada tinggal bersama dengan mereka.
" Kamu itu menganggap kami apa? Kenapa tinggal dalam manusia malah lebih memilih untuk membeli rumah sendiri daripada berkumpul bersama kami?" hati Amber rasanya sedih sekali melihat kenyataan itu.
__ADS_1
Deniz langsung membentuk ibunya karena begitu lembut.
" Ayolah Mamah! Mama tahu bukan hal seperti itu yang sedang terjadi disini. Kami hanya ingin mencoba untuk hidup mandiri dan tidak tergantung kepada mama dan papa. aku juga penasaran dengan kemampuan suamiku Apakah dia bisa Survive dalam manusia ataukah dia hanya seorang pangeran dari Andra yang hebat dalam siluman tetapi payah di alam manusia!" Deniz sengaja menggoda suaminya untuk membuatnya bersemangat dalam menata kehidupan mereka yang baru di alam manusia.
" Ayahku pasti akan menjadi seorang yang hebat dan dia pasti bisa menaklukkan alam manusia seperti alam siluman yang telah menjadi kekuasaannya!" Pangeran Panji benar-benar bangga terhadap ayahnya yang berani mengambil keputusan yang begitu besar untuk meninggalkan alam siluman dan menetap di alam manusia.
" Tenanglah Ayah. Nanti aku akan berusaha mengajarkan Ayah. Bagaimana untuk Survive dan tetap tidak kehabisan energi walaupun ayah lama hidup di alam manusia!" Pangeran Panji menjanjikan kepada ayahnya untuk mengajari ilmu yang sudah dipelajari dariNyi Ratu Penguasa Pantai Selatan.
" Terima kasih Putraku Aku percaya bahwa kau pasti akan melakukan itu untuk kebaikan kami selama berada di alam manusia!" Pangeran Narendra merasa sangat bangga kepada putranya yang sudah begitu bahagia hidup di alam manusia.
" Ayah dan ibu pasti akan betah tinggal di sini. Apalagi sebentar lagi kalian akan menjadi kakek dan nenek!" ucap Minsi dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
Pangeran Narendra dan Deniz bisa melihat ada begitu banyak kebahagiaan di wajah mereka berdua.
" Baiklah kalau kalian memang ingin hidup mandiri di tempat ini, tidak masalah. Tapi ingatlah! Kalian harus sering mengunjungi kami berdua. Kalau tidak, papa dan mama pasti akan marah dengan kalian!" ucap Dedi sambil menatap tajam ke arah Pangeran Narendra yang sejak tadi hanya bisa menundukkan kepalanya tidak berani menatap langsung kepada ayah mertuanya.
" Pangeran Narendra nanti akan aku ajarkan untuk bisa mengelola perusahaan sehingga kelak bisa meneruskan kepemimpinan perusahaan Papa!" Dedi berkata seperti itu kepada Deniz yang hanya bisa tersenyum untuk menanggapi ucapan ayahnya.
Pangeran Narendra sebenarnya tidak mengerti apa yang dikatakan oleh ayah mertuanya. Tetapi dia hanya menganggukkan kepala dan menyanggupinya. Hanya sekedar untuk menghormati laki-laki yang menjadi mertuanya.
" Percayalah Ayahku pasti bisa mempelajari semuanya dengan baik. Dia adalah pangeran terpintar di kerajaan kucing. Semua saudara ayahku takluk dan takut kepadanya!" Pangeran Panji begitu mengidolakan ayahnya dan dia tidak terima kalau Ayahnya sampai diragukan oleh siapapun.
Pangeran Panji melirik ke arah pangeran harendah yang saat ini sedang berjuang untuk tetap Survive dan bisa bertahan hidup dalam manusia tanpa mengalami kesulitan apapun.
" Berdasarkan rencana besok kami akan mendatangi Kyai Rasyid. Kami ingin bertanya kepada beliau Bagaimana caranya untuk suamiku bisa hidup di alam manusia secara utuh tanpa harus takut dengan aura siluman miliknya yang akan terendus oleh para pemburu siluman di alam manusia." Deniz benar-benar mengkhawatirkan kondisi suaminya jika berlama-lama tinggal di alam manusia tanpa perlindungan yang kuat di dalam tubuhnya.
Minsi memberikan pusaka miliknya.Warisan dari ayahnya. " Ayah selalu gunakan kalung mutiara ini Insya Allah. Aura siluman ayah bisa ditekan 80%. Selebihnya jangan lupa Ayah untuk selalu mewiridkan amalan yang akan aku tuliskan di kertas. Selama ini aku selalu melakukan itu dan Alhamdulillah selama bertahun-tahun tidak ada seorangpun yang mengetahui bahwa aku memiliki darah siluman dan jin." Minsi kemudian menuliskan sebuah amalan di dalam sebuah kertas yang kemudian diberikan kepada Pangeran Narendra.
__ADS_1
" Terimakasih putriku!" Pangeran Narendra merasa senang sekali memiliki menantu seperti Minsi.