
Narendra membimbing Deniz ketika mereka sudah sampai di depan rumah kedua orang tua Deniz yang sudah menunggunya bersama beberapa orang ustad dan juga Dani.
" Ayo aku antarkan kamu sampai kepada kedua orang tua kamu!" Narendra melangkah dengan begitu gagah dalam penampilannya sebagai seorang pangeran dihadapan kedua orang tua Deniz dan semua orang yang sudah menunggu kedatangan Deniz.
Para ustadz dan kyai yang hadir di sana adalah untuk berjaga-jaga barangkali Narendra tidak menepati janjinya Untuk mengantarkan Deniz ke alam manusia.
Kedua orang tua Deniz tampak takjub melihat penampilan dan penampakan Narendra yang begitu tampan dan menawan.
" Apakah kita masih akan bertemu setelah ini?" tanya Deniz ketika dirinya di antarkan oleh Narendra sampai di hadapan kedua orang tuanya.
" Kau panggilan saja namaku kalau kamu ingin bertemu denganku. Maka aku pasti akan muncul di hadapanmu!" ucap Narendra ketika mereka berdua sudah berdiri di hadapan kedua orang tua Deniz.
Amber langsung memeluk putrinya yang tampak berat berpisah dengan Narendra yang sudah mulai mencuri hatinya.
" Akhirnya kamu pulang Deniz, Papa dan Mama sangat mengkhawatirkanmu!" ucap Amber sambil mencium dan memeluk Deniz dengan air mata yang berderai karena sangking terharunya akhirnya bertemu kembali dengan putrinya setelah menghilang selama satu minggu.
Dani mendekat kepada Deniz dan langsung menyalaminya. Dia merasa senang akhirnya wanita yang dia cintai kembali lagi ke dunia manusia.
" Akhirnya kamu pulang juga. Kami semua benar-benar sangat khawatir dengan kondisi dan keadaanmu!" ucap Dani sambil menepuk bahu Deniz yang menatapnya dengan lembut.
Abigail tidak ketinggalan dia pun memeluk sahabatnya dan merasa lega karena akhirnya Deniz ditemukan juga.
Sementara itu Narendra yang sudah berhasil mengantarkan Denis ke pihak keluarganya dia bersiap untuk meninggalkan dunia manusia.
" Deniz aku kembali dulu ke istana kerajaanku kalau kau merindukanku panggillah namaku maka aku pasti akan datang untukmu!" ucap Narendra sambil tersenyum melihat Deniz yang tampak berbahagia berkumpul kembali dengan keluarganya.
__ADS_1
Suasana di kediaman Deniz tampak riuh rendah gara-gara kedatangan Narendra yang begitu luar biasa. Narendra hadir dengan kereta kencana yang ditarik oleh kuda 3 ekor putih yang gagah dan luar biasa.
Mendengar Narendra akan segera pergi dari rumahnya, Deniz langsung berlari kepadanya dan memeluknya dengan erat.
" Apakah kau bisa sebentar saja di sini aku masih merindukanmu!" ucap Denis sambil menatap wajah Narendra yang tersenyum kepadanya.
Kedua orang tua Deniz merasa tidak senang putri mereka yang sepertinya tidak rela melepaskan kepergian Narendra.
" Kita akan bertemu lagi kapan?" tanya Deniz dengan mata berkaca-kaca.
Narendra yang merasa terharu melihat Deniz yang keberatan untuk berpisah dengannya. Dia mengelus pipi Deniz dan menghapus air matanya dengan penuh cinta dan kasih.
" Deniz! Cepatlah masuk ke dalam kamarmu jangan berlama-lama kau dekat dengan siluman itu!" ucap Dedi dengan emosi karena bagaimanapun Dia tidak rela kalau sampai putrinya menikah dengan Narendra.
Deniz hanya menatap ayahnya dengan sendu. Dia benar-benar merasa sedih karena harus berpisah dengan Narendra yang akhirnya masuk ke kereta kencana dan menghilang di kegelapan malam.
" Tampaknya Pangeran kucing itu sangat mencintai Deniz dan memperlakukannya dengan baik. Buktinya dia mau mengantarkan Deniz sendiri kemari tanpa membawa bala tentaranya!" ucap Kyai Rasyid yang sejak tadi terus memperhatikan Denis yang terus saja menundukkan kepalanya.
Amber memeluk Denis dan bertanya keadaan putrinya yang langsung dijawab oleh Deniz tanpa merasa tertekan sama sekali.
" Bagaimana keadaanmu Deniz? Apakah kau baik-baik saja?" tanya Amber sambil memeluk Deniz karena sangking bahagianya dia bertemu lagi dengan putrinya yang sudah menghilang 7 hari sejak kepergiannya untuk mendaki puncak Gunung Pangrango.
" Deniz baik-baik saja Mah. Deniz di sana diperlakukan sangat baik layaknya seorang Tuan putri yang di cintai. Bahkan raja dan permaisuri istana kucing menyambut kedatangan Deniz dengan sangat baik!" ucap Deniz menerangkan segalanya kepada kedua orang tuanya dan semua orang yang hadir di ruangan itu.
Dani dan Abigail, mereka berdua terus memperhatikan Deniz yang tampak begitu bercahaya wajahnya. Pancaran kebahagiaan jelas-jelas terlihat di wajah gadis muda belia yang sedang jatuh cinta itu.
__ADS_1
" Aku baik-baik saja kalian bisa pulang aku ingin beristirahat!" ucap Deniz yang kemudian bangun dan langsung masuk ke dalam kamarnya yang ada di lantai dua. Deniz tidak mempedulikan panggilan siapapun.
Abigail mengajar Deniz karena dia benar-benar sangat penasaran tentang kisah Deniz yang sudah masuk ke alam gaib untuk bertemu dengan calon suaminya dan calon mertuanya.
" Deniz cepatlah kau ceritakan padaku! Ya ampun! Bagaimana bisa kau masuk ke alam gaib tanpa sepengetahuan kami?" tanya Abigail begitu dia sudah berada di kamar Deniz yang tampak membaringkan tubuhnya di atas ranjang yang sudah dia rindukan.
Deniz menatap Abigail yang begitu penasaran ingin mengetahui kisah dan pengalamannya berada di negeri pangeran kucing, calon suaminya yang baru dia kunjungi tempatnya.
" Ayolah Abigail. Aku sangat lelah sekali saat ini. Pulanglah! Nanti kalau aku sudah lebih baik aku pasti akan bercerita semuanya kepadamu. Aku janji!" ucap Deniz sambil menatap kepada Abigail yang merasa kecewa dengan ucapan Deniz.
Abigail kemudian bangkit dari duduknya dan bersiap untuk meninggalkan Deniz yang mulai memejamkan matanya.
" Baiklah kalau begitu. Istirahatlah Deniz. Banti kalau kau sudah siap untuk bercerita kepadaku, kau telepon aku ya? Aku pasti akan datang kemari!" ucap Abigail sambil memeluk sahabatnya yang tampak begitu lelah dan mengantuk.
Setelah Abigail keluar dari kamarnya Deniz duduk dan menatap langit malam yang terlihat begitu indah melalui jendela kamarnya.
" Nare, kita baru berpisah sebentar. Tapi kenapa aku rasanya sangat merindukanmu?" ucap Deniz sambil mengelus telapak tangannya yang selama perjalanan kembali ke alam manusia terus digenggam oleh Narendra tanpa dilepaskan sama sekali.
Sementara itu Narendra yang saat ini sudah berada di istananya tampak sedang memperhatikan Deniz yang sedang melamun di dalam kamar melalui Kaca Benggala miliknya.
Narendra merasa geram ketika melihat Dani yang berada di dalam kamar calon istrinya.
Terlihat Dani yang hendak berpamitan kepada Deniz yang tadi terlihat melamun saja.
" Aku pamit pulang dulu ya Deniz. Besok sore Babahku akan meruqyahmu karena kami khawatir kalau tubuhmu telah dimasuki oleh jin-jin jahat yang bersarang di tempat mereka yang merupakan siluman." ucap Dani ketika dia berpamitan dengan Deniz.
__ADS_1
Deniz merasa terkejut ketika mendengarkan penuturan Dani yang mengatakan bahwa dirinya akan diruqyah oleh Kyai Rasyid yang memang terkenal sebagai seorang kyai yang selalu menolong orang-orang yang tengah berhubungan dengan hal-hal gaib.