Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 253


__ADS_3

"Maha guru! Apa yang sedang kalian lakukan di sini? Pantas saja kami sangat kesulitan untuk mencari keberadaan kalian. Ternyata kalian sedang dikurung di sini? Siapa yang sudah berbuat lancang seperti ini kepada kalian berdua?" tanya Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan yang merasa heran melihat Mahaguru yang sekarang diikat dengan menggunakan tali gaib.


"Semua ini gara-gara leluhur dari istana kerajaan ular hijau yang sudah membodohi kami berdua. Kami sedang berbaik hati untuk menyembuhkan penyakit mereka, tetapi ternyata mereka membohongi kami. Aih, nasib orang yang terlalu baik hati seperti kami akhirnya berada di dalam penjara ini. Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan! Apakah kau bisa mencoba untuk menolong kami?" tanya Mahaguru kepada sang ajudan yang kemudian mengerahkan semua kekuatannya ke pedang yang dia miliki.


Dengan satu kali tebasan kunci yang melingkupi penjara di mana Maha guru dan Hanin di kurung di sana. Tempat itu tidak dilingkupi dengan pagar gaib yang terlalu kuat sehingga bisa dengan mudah ditembus oleh Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan yang sakti.


"Syukurlah akhirnya kita bisa bebas juga dari penjara ini. Kita bisa membalaskan dendam ini kepada mereka bersepuluh yang sudah menghianati kita." ucap Mahaguru yang terlihat lebih terang kepada 10 orang leluhur dari istana kerajaan ular hijau yang begitu tidak tahu terima kasih karena mengurung mereka di penjara.


Hanin hanya menatap Mahaguru dia tidak terlalu banyak berkomentar tentang hal itu. Kesepuluh orang itu saat ini sedang memasuki ruangan rahasia tempat mereka melakukan semedi. Jadi wajar kalau mereka tidak mengetahui keberadaan Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan yang kini sudah membebaskan Mahaguru dan Hanin.


"Sudahlah tidak usah memperpanjang urusan itu lagi. Aku lelah! Sebaiknya sekarang kita selesaikan urusan untuk membebaskan jiwa Putri Ayuningtyas. Untuk masalah itu, kita lupakan saja. Anggap saja kita bersedekah kepada mereka. Beres bukan?" tanya Sang leluhur yang malas memusingkan tentang dendam dan kemarahan.


Maha guru menundukkan kepala. Karena dia merasa malu dengan sang leluhur yang begitu legowo mau menerima kejahatan yang sudah dilakukan sahabatnya kepada mereka.


"Baiklah, leluhur! Sekarang ayo ikut denganku! Aku akan menunjukkan kepadamu di mana keberadaan jiwa Putri Ayuningtyas. Aku yakin kalau sekarang dia sudah sadar dari pingsannya." ucap Mahaguru yang kemudian mengajak Leluhur dan Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan untuk menyusuri lorong lain yang ada di penjara bawah tanah itu.


Hingga saat ini Raja Abiyaksa belum pernah datang lagi ke penjara. Karena dia saat ini sedang sibuk untuk menyembuhkan luka dalamnya sendiri.

__ADS_1


"Ya ampun! Ternyata di sini jiwa Putri Ayuningtyas di sembunyikan oleh Raja Abiyaksa? aku mendapatkan tugas dari tuan putri Minsi, untuk menolong kalian dan juga membebaskan jiwanya. mundurlah aku akan melepaskan pagar gaib dan juga kuncinya agar kita bisa membawa dia pergi dari sini!" Putri Ayuningtyas yang saat ini sudah bangun, dia terlihat begitu senang. Melihat ada seseorang yang akan membantunya keluar dari penjara.


Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan kemudian melakukan hal yang sama ketika tadi dia membuka kunci ruangan yang mengurung Mahaguru dan leluhur Istana Kerajaan Kucing.


Dengan satu kali tebasan kunci itu pun terbuka dan pagar gaib yang melindungi ruangan itu pun pecah berhamburan.


Pada saat itu, ke-10 leluhur kerajaan ukar hijau bisa merasakan apa yang sedang terjadi di sana.


"Ayo kita ke penjara bawah tanah! Tampaknya ada yang membebaskan jiwa Putri Ayuningtyas yang akan di jadikan tumbal untuk memperkuat ilmu kita. Raja Abiyaksa sudah berjanji kepada kita akan menyerahkan jiwanya kepada kita demi memperdalam ilmu kita yang sedang kita pelajari sekarang." ucap Suliwa kepada semua saudaranya yang lain yang akhirnya mengikuti dirinya.


Sadewa sebenarnya Merasa tidak senang dengan rencana saudara-saudaranya yang telah mengkhianati maha guru dan leluhur yang sudah berbaik hati menyumbuhkan penyakit mereka.


"Aku benar-benar merasa malu untuk berhadapan dengan Hanin. Rasanya sudah tidak punya muka lagi diriku untuk menemui dia. Setelah apa yang sudah kita lakukan kepada dia." Sadewa terlihat begitu sedih dan murung wajahnya. Ketika mengingat kembali tentang kejahatan mereka.


"Sudahlah Sadewa ini bukan masalah besar! Aku yakin Hanin bisa mengerti apa yang kita lakukan ini. Kau tahu sendiri, sejak dulu dia tidak pernah mendendam dengan apapun yang kita lakukan kepadanya." ucap saudara Sadewa yang termuda.


"Ya! Dan kita selalu saja memanfaatkan kebaikan hatinya untuk kepentingan kita. Kita benar-benar makhluk yang tidak tahu diri dan tidak tahu berterima kasih. Aku malu! Kalian saja yang menemuinya dan pergi ke sana. Aku akan tetap di tempat ini dan semedi saja." Sadewa menolak untuk bersama-sama saudaranya yang lain untuk mengecek ruangan bawah tanah.

__ADS_1


Mereka pun kemudian Baru 9 meninggalkan Sadewa yang lebih memilih untuk semedi di tempat rahasia yang ada di goa tempat para jiwa manusia serakah yang sudah mati. Sewaktu mereka hidup, mereka mengabdi kepada kerajaan ular hijau yang dipimpin oleh Raja Abiyaksa.


Jiwa mereka akan dikurung di ruang bawah tanah itu untuk selamanya. Kadang, ada juga yang jiwanya diserap oleh kesepuluh leluhur kerajaan ular hijau untuk melatih ilmu mereka.


Raja Abiyaksa sudah memberikan izin itu semua kepada mereka. Selama mereka mau menuruti perintahnya dan mau menjaga tawanan yang dia bawa ke tempat itu.


Mereka terkejut ketika melihat penjara yang mengurung Mahaguru dan Hanin sudah terlihat kosong. "Gawat! Ke mana mereka berdua? Ya ampun! Kita bisa dikuliti oleh Raja Abiyaksa, kalau sampai jiwa Putri Ayuningtyas menghilang juga!" Mereka pun kemudian bergegas untuk menuju ruangan di mana Putri Ayuningtyas ditahan di sana.


Tubuh mereka lemas seketika. Ketika mendapatkan ruangan itu pun sudah kosong dan di sana sudah tidak ada siapapun lagi.


Rupanya tadi ketika Sadewa mengajak mereka mengobrol dan menolak pergi ke ruangan bawah tanah adalah kesempatan yang diberikan oleh Sadewa untuk mereka semua bisa kabur dari tempat itu. Sekarang kekuatan mereka bersepuluh sudah pulih 100% untuk menghadapi Mahaguru dan Hanin bukanlah perkara yang sulit untuk mereka.


Sadewa yang merasa berterima kasih dan memiliki hutang budi kepada Maha guru, dia sengaja memberikan kesempatan itu kepada mereka agar bisa kabur dan terbebas tanpa harus bertarung dengan mereka bersepuluh.


"Kurang ajar! Sekarang kita pasti akan dimarahin habis-habisan oleh Raja Abiyaksa yang jahat dan kejam itu!" terlihat wajah ketakutan pada Suliwa.


"Sudahlah sekarang kita temui Sadewa dan laporkan semua ini kepadanya! Sekarang sebaiknya kita mulai mengatur strategi untuk menghadapi Raja Abiyaksa! Aku sudah tidak tahan lagi diperbudak olehnya. Sekarang kekuatan kita sudah kembali 100% dan kita juga sudah tidak tergantung lagi kepada obat yang dimiliki oleh Raja Abiyaksa. Kita bisa melawan dia habis-habisan dan membebaskan diri dari perbudakan yang tidak berguna ini. Perbudakan yang telah menghancurkan harga diri kita sebagai leluhur istana kerajaan ular hijau!" ucapnya dengan amarah dan semangat yang membara.

__ADS_1


Mereka bersembilan saling menatap satu sama lain dan setuju dengan apa yang dikatakan oleh saudara mereka. "Benar juga apa yang kau katakan! Aku sudah tidak tahan lagi diperintah oleh anak nakal itu lagi! Sungguh lancang dan beran sekali dia! Karena dia berani untuk memanfaatkan leluhurnya sendiri untuk kepentingannya. Sungguh kurang ajar dan tidak memiliki adab sama sekali!" Suliwa terlihat begitu murka ketika mengatakan hal itu.


Tampaknya usaha Maha guru dan Leluhur Istana Kerajaan Kucing tidak terlalu sia-sia untuk menolong mereka bersepuluh karena sekarang mereka akan mulai melawan Raja Abiyaksa yang sudah jahat kepada mereka dan memanfaatkan mereka selama ratusan tahun lamanya.


__ADS_2