Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
181. Kuatlah


__ADS_3

Hari-hari yang dilalui oleh Raja Narendra dan Ratu Deniz setelah menjadi raja dari istana kerajaan kejam begitu sibuk bahkan mereka nyaris tidak punya waktu untuk melakukan hal yang lain selain tugas kerajaan yang seakan tiada habisnya.


" Ternyata menjadi putra mahkota masih jauh lebih baik daripada menjadi seorang Raja yang begitu sibuk. Nyaris setiap malam kau selalu kelelahan." Ratu Deniz memandang wajah suaminya yang baru saja masuk ke dalam kamar mereka.


Raja Narendra mendekati istrinya yang selama seharian ini baru bertemu dengannya.


" Ada begitu banyak tugas dan tanggung jawab yang harus aku selesaikan di istana kerajaan. Apakah Kau keberatan, sayang?" tanya Raja Narendra sambil menggenggam telapak tangan istrinya.


Hari-hari yang mereka lewati selama menjadi seorang raja dan ratu sungguh adalah sesuatu yang berat dan juga sangat penuh dengan tanggung jawab.


" Aku tidak keberatan sayang, selama itu adalah tugasmu sebagai seorang raja. Aku hanya merasa kasihan denganmu yang kekurangan waktu untuk beristirahat. Sayang, delegasikanlah beberapa pekerjaan yang bisa kau percaya kepadakan pada abdi dalem yang lainnya. Aku hanya takut kalau kau nanti jatuh sakit karena terlalu kelelahan," Ratu Deniz memandang suaminya dengan begitupun cinta kasih.


Raja Narendra sangat tahu bahwa cinta istrinya begitu besar untuknya dan dia tahu kalau Ratu Deniz selalu memperdulikan dirinya walaupun apa yang terjadi kepadanya.


" Sudah beberapa hari kau bahkan tidak bertemu dengan pangeran Andalas. Kasihan dia. Setiap hari selalu menanyakanmu sayang. Karena ingin berlatih ilmu memanah dan juga berkuda dengan ayahnya." Raja Narendra merasa bersalah karena sejak dia menjadi seorang raja sudah sangat jarang berkumpul dengan istri dan anaknya.


Ratu Deniz sebenarnya tidak mau mengeluh hanya saja dia sudah tidak tega dan merasa kasihan kepada putra mereka yang sekarang semakin murung karena merindukan ayahnya.


" Pangeran Andalas hanya sendiri bersama denganku di sini. Sementara Pangeran Panji dan juga yang lainnya ada di alam manusia." Ratu Deniz terlihat bersedih.

__ADS_1


" Aku akan mengantarkan Pangeran Andalas ke pegunungan Pelangi untuk bisa dididik oleh Mahaguru seperti dulu Pangeran Panji. dia akan dididik secara profesional oleh maha guru dan aku yakin maha guru kasih sangat senang mendapatkan murid sepintar putra kita yang berharga," Ratu Deniz terkejut mendengar apa yang dikatakan suaminya.


Ratu Deniz sebenarnya belum tega untuk berpisah dengan putranya yang baru berusia 5 tahun. " Dia masih kecil. Apakah tidak bisa kalau denganmu saja, sayang? Aku rasanya belum siap untuk berpisah dengannya." Ratu Deniz terlihat semakin murung wajahnya.


" Sayang di sini kita berdua sama-sama sibuk. Kau sibuk dengan tugamu sebagai seorang Ratu dengan mengatur rumah tangga istana yang sebesar ini dan aku juga sibuk mengatur pemerintahan yang saat ini dalam tahap masih penguatan dan juga pengembangan. Putra kita jauh akan lebih terkendali di sana," Ratu Deniz menyetujui apa yang dikatakan oleh suaminya. Tapi tetap saja hatinya masih belum tega untuk melakukan itu.


" Dulu Pangeran Panji sudah diserahkan kepada Mahaguru ketika dia masih berusia 2 tahun. Pangeran Andalas sekarang sudah berusia 5 tahun itu sudah termasuk terlambat sekali. Percayalah Sayang bahwa pendidikan itu sangat penting bagi putra kita. Apalagi dia sebagai seorang pangeran yang kelak akan membantu kakaknya untuk menjadi raja di istana kerajaan ini untuk menggantikan kekuasaanku," Ratu Deniz menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


Bahu yang selalu menjadi tempat ternyaman untuknya selama ini.


" Selama ini Pangeran Andalas selalu berlatih dengan komandan dan jenderal istana. Aku rasa itu juga sama-sama belajar kan?" tanya Ratu Deniz kepada suaminya yang sekarang sibuk untuk menghibur dirinya.


" Pangeran Andalas adalah seorang anak yang sangat cerdas dan juga pintar belajar dengan siapapun sebenarnya tidak masalah. Komandan dan Jenderal bisa mengajarkan Pangeran Andalas strategi kemiliteran dan juga pemerintahan. Kelak itu juga akan berguna untuknya. Akan tetapi sebagai seorang Ksatria dia butuh untuk belajar ilmu kanuragan dari Mahaguru." Ratu Deniz mengangguk dengan apa yang di katakan oleh suaminya.


Pangeran Panji sewaktu kecil dididik oleh kedua orang tua suaminya. Sementara dirinya berada di alam manusia dan hidup dalam keterasingan. Karena tidak sadarkan diri atau kehilangan kesadaran secara mental dan kewarasan yang terganggu.


Ratu Deniz selama bertahun-tahun hidup di pondok pesantren milik Kyai Rasyid yang selalu menjaganya dari gangguan para makhluk ghaib yang selalu usil dan jahil terhadapnya.


Pangeran Narendra di kala itu juga berjuang sangat keras untuk bisa menolong istrinya agar baik-baik saja dan kembali seperti saat ini sehat dan waras.

__ADS_1


" Sayang, atau aku akan membawa pangeran Andalas ke dunia manusia dan membiarkan dia sekolah seperti kebanyakan manusia lainnya. Bukankah dulu dia terlahir di dunia manusia? Jadi aku rasa aura manusianya jauh lebih kuat dibandingkan aura silumannya." Ratu Deniz memberikan ide kepada suaminya untuk mereka tinggal di alam manusia.


Raja Narendra terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya. Hal yang selama ini benar-benar dihindari olehnya.


" Sayang kalau kau tinggal di alam manusia. Lalu siapa yang akan mendampingiku sebagai raja di sini dan menjalankan tugas sebagai seorang Ratu?" tanya Raja Narendra yang benar-benar tidak ingin ditinggalkan oleh istrinya.


" Sudah sangat baik Pangeran Andalas kita titipkan kepada Mahaguru untuk dididik di sana. Kalau kita merindukannya akan sangat mudah untuk menemuinya di sana. Kalau Pangeran Andalas berada di alam manusia. Aku hanya takut kalau dia akan kesulitan untuk beradaptasi di sana." Raja Narendra berusaha untuk meyakinkan istrinya kalau hal itu mengandung banyak sekali resiko untuk putra mereka.


Ratu Deniz mengerti semua yang dikatakan oleh suaminya.


" Apakah Pangeran Andalas dititipkan kepada ibuku saja? Biarkan mereka saja yang akan merawatnya. Mereka di sana pasti kesepian." Ratu Deniz sepertinya bertekad menginginkan putranya untuk tinggal di alam manusia.


Raja Narendra tidak menyetujui apa yang diinginkan oleh istrinya.


" Keluarga Pangeran Panji sudah berada di alam manusia bersama dengan keluargamu. Bagaimana kalau aku mengirimkan Pangeran Andalas kepada ayah dan ibuku saja untuk menjadi teman mereka di sana?" tanya Raja Narendra dengan mata berbinar.


" Leluhurku memiliki ilmu yang sangat tinggi dan juga merupakan siluman terkuat di istana kerajaan kucing. Aku yakin sekali kalau dia bisa mengajarkan banyak hal kepada Pangeran Andalas!" Raja Narendra memberikan opsi lain kepada istrinya.


" Baiklah kita akan tanyakan kepada Pangeran Andalas. Diantara semua opsi itu mana yang akan dia pilih. Karena bagaimanapun dialah yang akan menjalani semua pendidikan itu!" Ratu Deniz akhirnya mengambil keputusan yang tidak bisa diganggu gugat oleh suaminya. Walaupun dia seorang raja sekalipun. Hak seorang ibu untuk menentukan masa depan anak-anaknya.

__ADS_1


__ADS_2