
" Biasa!!" ujar Pangeran Panji yang kemudian meninggalkan Hana sendirian di sana.
" Maksud kamu?" tanya Hana yang penasaran sekali dengan apa yang dikatakan oleh Pangeran Panji tentang kedua orang tuanya.
" Mereka itu sudah biasa melakukan itu. Suka sekali menodai mata suciku dengan perbuatan mesum mereka berdua di mana pun! Ckck!" ucap Pangeran Panji berdecak kesal sekali ketika dia mengingat tentang kelakuan kedua orang tuanya yang selalu saja membuat dia salah tingkah.
" Ya ampun! Aku bisa membayangkan penderitaanmu memiliki orang tua seperti mereka. Kedua orang tuaku bisa dikatakan tidak pernah bertemu karena Ayahku setelah mengetahui bahwa ibuku adalah siluman dia langsung meninggalkan dia begitu saja. Ayahku malah membenci ibuku," ucap Hana tampak begitu sedih.
Panji melirik sekilas ke arah Hana yang matanya mulai berkabut dan gerimis mulai terlihat di kelopak matanya.
" Untung saja Kakek dan nenekku masih mau menerima ibuku di kerajaan ular biru. Kalau tidak entah bagaimana kami akan menjalani hidup!" Pance menjadi merasa bersalah karena sudah membuat Putri Hana menjadi sedih karena mengingat tentang kedua orang tuanya yang tampaknya sudah berpisah karena beda alam dan beda bangsa.
Panji kemudian mengajak Hana untuk ikut bersamanya. " Ayo ikutlah denganku. Aku akan menunjukkan padamu tempat yang paling indah yang ada di istana kerajaan kucing!" ucap Panji sambil menarik telapak tangan putri Hannah agar mengikutinya.
Sementara itu raja dan ratu dari kerajaan ular biru dan raja dan permaisuri kerajaan kucing merasa senang melihat kedekatan antara Putri Hana dan Pangeran Panji.
" Syukurlah kalau cucu kita sudah mau legwo menerima perjodohan ini. Kelihatannya mereka cukup akrab," ucap Raja ular biru tampak begitu bahagia melihat perkembangan tersebut.
Raja dan permaisuri kerajaan kucing saling menatap satu sama lain.
" Syukurlah kalau memang benar mereka sudah saling menyukai dan sudah legowo dengan perjodohan ini. Maka pernikahan mereka bisa kita percepat sebelum nantinya mereka berubah pikiran!" ucap Ratu ular biru.
Raja dan ratu ular biru memang benar-benar menginginkan untuk berbesan dengan kerajaan kucing yang terkenal kuat dan sakti mantra guna. Mereka benar-benar membutuhkan kekuatan kerajaan itu untuk sama-sama melawan kerajaan monyet yang selama ini selalu mencari perkara dengan mereka.
" Mari kita bicarakan setelah mendengarkan pendapat mereka nanti untuk sekarang biarkan mereka saling mengenal dulu!" ucap raja kucing sambil tersenyum kepada mereka.
__ADS_1
Suasana di kerajaan benar-benar sangat meriah dengan kedatangan tamu dari kerajaan ular biru yang ingin mengikat pernikahan dengan pangeran mereka.
Pangeran Narendra sampai saat ini masih sibuk di dalam kamar bersama dengan Deniz. Pangeran Narendra yang memang memiliki nafsu yang besar dan sangat sulit untuk dipuaskan. Dia nampak berkeringat saat sedang memacu kenikmatan bersama dengan istrinya yang harus segera kembali ke alam manusia.
" Bagaimana aku bisa kembali ke alam manusia kalau tubuhku remuk redam begini, gara-gara perbuatanmu?" tanya Deniz sambil memukul dada pejal milik Narendra.
Narendra terlihat begitu bahagia. " Aku memang sengaja melakukannya agar kau tidak usah kembali ke alam manusia," ucap Pangeran Narendra sambil mencium bibir istrinya yang sangat dia cintai.
" Kalau begitu, artinya aku akan mati di alam manusia. Apakah kau ingin aku menjadi hantu penasaran?" tanya Deniz sambil memukul pelan dada pejal milik Narendra.
Narendra yang tidak menginginkan hal itu terjadi, akhirnya mau melepaskan istrinya agar bisa beristirahat.
" Beristirahatlah sayang. Aku akan pergi mencari panji dan mau memeriksa. Apakah dia sudah melayani manusia yang ingin mengikat perjanjian dengan bangsa kita atau belum," ucap Pangeran Narendra sambil mengecup kening Deniz dan setelah itu dia langsung menghilang dari hadapan Deniz.
Deniz yang tubuhnya merasa remuk redam setelah bercinta dengan suaminya, dia mulia memejamkan matanya. akan berbahaya kalau dia kembali ke alam manusia sekarang Oleh karena itu dia memilih untuk beristirahat dulu untuk memulihkan tenaganya.
" Panji di mana kau?" Pangeran Narendra mengerahkan kekuatan batinnya untuk memanggil putranya yang saat ini sedang bermain di air terjun bersama dengan Putri Hana yang begitu penasaran dengan pemandangan paling indah yang ada di kerajaan kucing.
Pangeran Panji yang mendengar suara ayahnya yang sedang mencarinya, dia pun kemudian meminta kepada putri Hana untuk mengikutinya kembali ke istana kerajaan kucing yang tidak terlalu jauh jaraknya.
" Hana aku harus segera kembali ke istana karena Ayahku sedang mencariku." ucap Panji pada Hana yang sedang asyik bermain air terjun.
" Apakah boleh kalau aku tetap di sini saja? Pemandangan ini benar-benar sangat indah dan aku sangat menyukainya!" ucap putri Hana menolak ajakan dari Panji.
Akan tetapi Panji langsung menyambar tubuh Putri Hana kemudian menggendongnya dan dalam satu kali loncatan mereka sudah ada di hadapan pangeran Narendra.
__ADS_1
" Ya ampun Panji! Kenapa kau selalu saja membuatku kaget!" protes putri Hana sambil memukul dada Panji yang bidang dan amat gagah perkasa.
Pangeran Narendra, yang tengah melihat interaksi keduanya. Dia benar-benar sangat senang itu artinya telah ada kemajuan dalam hubungan mereka berdua.
" Kalian berdua dari mana? kenapa dari tadi aku mencari kalian, baru bertemu sekarang? Kalian Ingat kalian belum resmi menikah Jangan terlalu dekat seperti itu! Jangan sampai cucuku launcing duluan sebelum kalian menikah," ucap Pangeran Narendra sambil melotot ke arah Panji yang hanya bisa memutar bola matanya dengan malas.
" Ayahanda ini bicara apa sih? Nggak jelas banget!" ucap Panji sambil menurunkan tubuh Putri Hana dari gendongannya.
Wajah Putri Hana sampai memerah karena malu dilihat oleh pangeran Narendra ketika Panji melakukan hal seperti itu kepadanya.
" Lah itu, kamu sampai menggendong tubuh putri Hana segala di depan publik. Kalau tidak berhubungan lebih dari sekedar berteman, lalu apalagi namanya?" tanya Narendra yang malah lupa dengan tujuannya mencari Panji.
Pangeran Panji hanya menggelengkan kepalanya dan malas untuk menanggapi omongan ayahnya.
" Ayah mau apa mencariku?" tanya Panji.
Panji sekilas melirik ke arah Putri Hana yang sejak tadi hanya diam saja menyimak pembicaraan mereka berdua.
Pangeran Narendra yang sangat senang melihat putranya akhirnya mau membuka diri terhadap seorang perempuan. Dia pun lalu mengurungkan niatnya untuk meminta panji membantu dirinya untuk bertemu dengan manusia serakah yang ingin mengikat perjanjian dengan bangsa mereka.
" Tidak apa-apa anakku! Kau lanjutkanlah kegiatanmu bersama dengan Putri Hana. Biar Ayah yang akan mengerjakan tugas itu!" ucap Pangeran Narendra sambil tersenyum kepada putranya yang auto melotot mendengar perkataan ayahnya.
Putri Hana rasanya berdebar-debar jantung nya mendengarkan perkataan dari pangeran Narendra yang sepertinya juga telah menyetujui hubungan mereka berdua.
Perjodohan mereka berdua yang sudah diatur oleh penguasa istana kerajaan sepertinya telah berhasil dengan sukses melihat kedekatan Panji dan Hana yang bahkan sudah masuk ke tahap sentuhan fisik.
__ADS_1
" Sudahlah Hana! Ayo kita tinggalkan Ayahku saja. Semakin kita mendengarkan dia pasti akan berbicara semakin aneh!" ucap Panji mulai kesal pada ayahnya yang sudah berpikir tidak tidak tentang hubungannya dengan Hana yang masih dalam tahap persahabatan.