Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
124. Malu


__ADS_3

Panji langsung masuk ke dalam kamarnya setelah melihat Minsi yang meninggalkan rumah ibunya.


Niatnya untuk kembali ke alam siluman dia batalkan sementara waktu. Karena dia harus menyelesaikan sebuah urusan yang membuat jantungnya berdebar sampai saat ini.


Pangeran Wangen dan Putri Hana tampak terkejut melihat apa yang dilakukan Panji kepada Minsi.


" Berani sekali dia mencium calon istriku! Aku pasti akan membuat perhitungan kepada Pangeran panji yang sudah lancang!!" ucap Pangeran Wangen tampak begitu murka.


Putri Hana hanya menggelengkan kepalanya melihat emosi di mata Pangeran Wangen.


Deniz dan kedua orang tuanya Hanya bisa menarik nafas dengan dalam ketika melihat kelakuan nekat panji yang mengatakan akan melamar mimpi kepada Kyai Ilham.


Padahal Deniz sangat tahu bahwa pernikahan Panji dan Hana sudah di tetapkan. Deniz benar-benar frustasi dengan masalah yang sedang dihadapi oleh putranya.


" Aku akan bicara dengan panji. Aku yakin pasti dia hanya terbawa Suasana saja. Aku yakin kalau Panji pasti tidak serius dengan apa yang dia katakan kepada Minsi." ucap Deniz sambil menatap kepada Pangeran Wangen dan Putri Hana yang saat ini sedang saling menatap satu sama lain.


Hana sebenarnya merasa senang kalau Panji benar-benar akan menikah dengan Minsi. Maka artinya Dia akan memiliki kesempatan untuk dekat dengan pangeran Wangen, laki-laki yang memang dia cintai sejak dulu.


" Putri Deniz, kalau memang Pangeran Panji mencintai Minsi. Saya akan rela untuk melepaskan pertunangan kami. Karena sejujurnya hati saya pun lebih condong mencintai Pangeran Wangen daripada Pangeran Panji. Bagaimanapun kita tidak bisa memaksakan sebuah cinta apalagi sebuah pernikahan bukanlah mainan!" ucap Hana sambil melirik sekilas ke arah Pangeran Wangen yang terkejut mendengarkan pengakuannya.


Pangeran Wangen tampak menggelengkan kepalanya." Cinta yang kau maksud itu adalah sesuatu yang sangat mustahil! Kau tahu sendiri bukan? Sejak ratusan tahun kerajaan kucing dan kerajaan monyet selalu menjadi musuh abadi! Cinta yang kau katakan itu tidak akan pernah berhasil!" ucapnya terlihat marah.


Bagaimanapun Pangeran Wangen merasa kalau harga dirinya merasa terinjak karena seorang wanita yang mengungkapkan cinta terhadapnya.

__ADS_1


Dia yang merasa sebagai seorang laki-laki sejati berharap dirinyalah yang akan memegang kekuasaan di dalam sebuah hubungan. Bukan sebaliknya.


" Kita akan membuat hubungan dua kerajaan menjadi lebih baik dengan pernikahan kita!" ucap Hana dengan begitu yakin.


Tanpa disadari Hana terlihat menggenggam telapak tangan Pangeran Wangen yang sontak langsung terkejut dan menghempas kan tangannya begitu saja.


Hati Putri Hana benar-benar sakit akan tetapi dia berusaha untuk menguatkan hatinya dan mencoba mengerti apa yang sedang dirasakan oleh Pangeran Wangen saat ini.


" Kau tidak usah membangun mimpi yang terlalu indah!" ucap Pangeran Wangen yang bersiap untuk meninggalkan alam manusia.


" Eh, tunggu! Aku akan ikut denganmu untuk kembali ke alam siluman!" ucap Hana.


Akan tetapi Pangeran Wangen menolak untuk mengajak Putri Hannah bersamanya.


" Bukankah kau datang ke alam manusia bersama pangeran Panji yang merupakan calon suamimu? Kenapa kau malah ingin ikut denganku? Dasar gadis aneh!" ucap Pangeran Wangen sambil menggelengkan kepalanya.


" Apa kau tadi tidak mendengar kalau Pangeran panji akan melamar Minsi kepada kedua orang tuanya?" tanya Hana dengan memasang wajah sedih di hadapan Pangeran Wangen.


" Aih, kau sangat merepotkan!" akhirnya Pangeran wangen pun mengeluarkan tangannya untuk membawa Hannah bersamanya kembali ke alam siluman.


Hannah merasa bahagia sekali melihat Pangeran Wangen yang mau mengulurkan telapak tangannya untuk menggenggam tangannya agar mereka bisa kembali ke alam siluman bersama.


" Sungguh rumit sekali kisah percintaan mereka berempat! Sungguh benar-benar sangat memusingkan kepala!" ucap Dedi yang hanya bisa menggelengkan kepala melihat mereka berempat yang saat ini sedang terjebak dalam cinta segi empat yang benar-benar memusingkan.

__ADS_1


" Kita serahkan saja semuanya kepada yang maha kuasa. Semoga cucu kita diberikan jodoh yang terbaik dan akan membuat dia hidup bahagia!" ucap Amber sambil memeluk suaminya dengan lembut.


" Ayo kita ke kamar saya Mah! Siapa tahu nanti Deniz bisa punya adik! Setelah Pangeran Panji menikah, maka itu artinya Deniz akan menetap dalam siluman bersama keluarga dia di sana untuk selamanya. Hidup kita hanya tinggal berdua saja sejak saat itu! Ayo Mah kita harus kerja keras buat adik untuk Deniz. Siapa tahu ada keajaiban untuk kita berdua!" ucap Dedi yang sukses mendapatkan hadiah dari Amber berupa pukulan di perut nya.


" Papa ini ada-ada saja! Saya ini sudah tahu apa sudah tidak kuat untuk mengeden lagi!" ucap Amber sambil melengos dan meninggalkan suaminya yang hanya meringis mendengar ucapan istrinya.


" Sayang, zaman sekarang sudah canggih! Kau tidak usah ngeden! Kita akan caesar nanti! Ayolah sayang!! Apa kau mau kita menjalani hidup di masa tua kita kesepian tanpa memiliki anak?" tanya Dedi yang masih belum menyerah untuk menaklukkan Amber.


Mendengarkan ucapan suaminya seketika darah Amber berdesir begitu cepat.


' Apa Iya ya? Sebaiknya kami mempunyai anak lagi? Usiaku juga belum terlalu tua. kalau misalkan kami melakukan program kehamilan mungkin aku masih mempunyai kesempatan untuk bisa hamil kembali! Usiaku saat ini masih 43 tahun. Kayaknya tidak masalah kalau merencanakan kehamilan lagi. Biarlah besok aku akan ke rumah sakit dan berkonsultasi dengan dokter!' bathin Amber.


Dedi yang melihat istrinya sejak tadi hanya diam dia langsung menyerang sang istri dengan semangat 45 demi bisa mendapatkan anak lagi. Ya, mereka ingin mempersiapkan diri saat Deniz akhirnya memutuskan untuk menetap di alam siluman bersama dengan keluarganya yang selalu Deniz rindukan.


***


Sementara itu Deniz yang saat ini sedang berada di dalam kamar Panji terlihat sedang berbicara dengan putranya.


" Putraku, apa kita bisa bicara sebentar?" tanya Deniz kepada Panji yang saat ini masih menelungkupkan wajahnya di atas bantal.


Panji masih merasa malu dengan perbuatannya yang terlalu frontal di hadapan semua orang terhadap Minsi.


" Bicaranya nanti saja ya Bunda. Aku lelah, aku ingin tidur!" ucap Panji tidak mau menatap ke arah Deniz karena merasa malu sekali kepada ibunya.

__ADS_1


Terlihat Deniz menarik nafasnya dengan dalam. Mencoba untuk memahami perasaan putranya saat ini yang pasti sedang merasa malu dan juga bimbang untuk menghadapi rencana pernikahannya sendiri.


" Putraku. Bagaimanapun kakek dan nenekmu sudah mengatur pernikahanmu dengan putri dari kerajaan ular biru. Sayang! Kita tidak bisa memicu perang antara dua kerajaan dengan tindakan sembonomu yang akan menikahi Minsi!" ucap Deniz berusaha untuk menasehati putranya. Agar bisa bersikap lebih objektif dan bisa memandang kenyataan yang saat ini ada di hadapannya.


__ADS_2