Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
176. Haruskah??


__ADS_3

Deniz dan Pangeran Narendra saat ini sedang duduk di dalam kamar mereka sambil menggendong Pangeran Andalas yang saat ini sedang lucu-lucunya.


" Sayang, Aku kira Lebih baik kau terima saja keinginan kedua orang tuamu untuk menjadi raja dari Istana Kerajaan Kucing!" Deniz sedang berusaha untuk membujuk suaminya sesuai dengan janjinya kepada sang ratu sebelum mereka meninggalkan kediamannya.


Pangeran Narendra terlihat begitu asik bermain dengan pangeran Andalas.


" Sayang!" Deniz memanggil Pangeran Arena menyentuh lengan Pangeran Narendra agar suaminya mau memperhatikan apa yang dia katakan pada Pangeran Narendra.


Pangeran Narendra kemudian mendekati Deniz yang saat ini sedang menunduk sedih.


Pangeran Narendra tahu bahwa perasaan istrinya saat ini benar-benar sedang kacau.


Kedatangan kedua orang tuanya ke alam manusia yang meminta kepada dirinya untuk mau menjadi raja benar-benar membuat suasana di dalam rumah mereka menjadi tidak nyaman.


Dedi dan Amber yang menyadari bahwa mereka butuh ruang privasi untuk bisa berdiskusi akhirnya memilih untuk pulang ke kediaman mereka sendiri.


" Masih banyak pangeran lainnya yang bisa menggantikanku untuk menjadi raja. Sayang, kau tidak usah memaksakan diri untuk membuat aku benar-benar menerima tugas itu. Karena aku tahu hatimu tidak siap dan tidak menginginkannya." Pangeran Narendra menyentuh telapak tangan Deniz.


Mengecupnya secara perlahan. Menyalurkan segala perasaan cinta yang dia miliki untuk wanita yang sudah begitu banyak berkorban untuk bisa membuat cinta mereka bersatu sehingga saat ini.


" Percayalah aku tidak selemah itu. Aku pasti bisa menahan diriku ketika melihatmu bersama selir-selirmu ataupun para pengabdi kamu yang harus berhubungan badan dengan kamu. Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa menerima kenyataan itu. Sungguh suamiku! Aku mohon! Jangan membuat aku menjadi seorang pendosa karena istana kerajaanmu kehilangan rajanya yang pasti akan mengganggu stabilitas istana." Deniz menitiskan air matanya.


Pangeran Narendra mencium pipi istrinya yang saat ini sedang sedih karena memikirkan tentang keinginan kedua orang tuanya agar dirinya menjadi seorang Raja.


" Sayang! Aku tidak butuh status maupun Jabatan itu. Aku hanya mau kamu dan keluarga kita. Bagiku itu sudah cukup." Pangeran Narendra kemudian memeluk Deniz yang saat ini sedang menangis terisak.


Deniz benar-benar merasa bingung dengan apa yang harus dia lakukan saat ini.

__ADS_1


Sungguh hatinya tidak mengizinkan untuk sang suami berbagi cinta dengan wanita lain. Akan tetapi sebagai seorang istri Pangeran Narendra, Deniz sadar bawa Itu adalah konsekuensi di dirinya sebagai seorang putri mahkota. Hal itu sudah diingatkan oleh yang mulia Ratu jauh-jauh hari sebelumnya.


Mengenai tugas Pangeran Narendra yang kelak, suatu saat nanti pasti akan dan harus menggantikan sang ayah untuk menduduki tahta Singgasana kerajaan siluman kucing.


" Percaya sama aku, suamiku. Aku pasti bisa melewati ujian ini. Mengikhlaskan kamu untuk berbagi cinta dan perhatian dengan wanita lain!" Deniz masih berusaha untuk mensugesti dirinya sendiri.


Pangeran Narendra tidak mengatakan apa-apa karena dia memang belum tertutup hatinya untuk mau menerima tugas itu.


Pangeran Narendra sangat tahu bahwa menjadi seorang radiah tidaklah mudah dan banyak sekali tantangan dan rintangan yang harus dihadapi di masa yang akan datang.


" Sudahlah sayang kau istirahatlah. Aku akan berdzikir dulu karena energi sejak tadi sudah habis total. Tadi di acara akikahan Pangeran Andalas begitu banyak tamu yang kita undang. Sehingga membuatku benar-benar sangat lelah dan kehabisan energi!" Deniz kemudian melepaskan diri dari pelukan suaminya.


Pangeran Narendra membaringkan tubuh istrinya yang masih gemetar karena tangis.


" Tidurlah sayang dengan tenang kau tidak usah memikirkan hal-hal yang lainnya. Percayalah padaku aku akan mengurusnya dengan baik!" Pangeran Narendra kemudian mengecup kening Deniz dengan lembut. Sebelum dia pergi menuju ke tempat dia akan berdzikir dan bersemedi untuk kembali memulihkan energinya yang terkuras habis.


Malam ini adalah malam bulan purnama. Sesuai dengan janjinya bahwa dia akan menemui sang leluhur di dasar jurang untuk memperdalam ilmu yang dia miliki yang telah diturunkan dan diwariskan oleh sang leluhur.


Setelah Pangeran Narendra berhasil merogo Sukmo. Dia meninggalkan wadagnya yang berbentuk kucing di tempat sholat kemudian dia langsung pergi ke alam siluman dan menemui kakek leluhurnya.


Pangeran Narendra ingin berdiskusi dengan sang kakek tentang penawaran kedua orang tuanya yang memintanya untuk menjadi seorang raja istana kerajaan kucing.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" Pangeran Narendra memberikan salam ketika pertama kali dia datang ke dasar jurang.


" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh!" Seraya dengan ucapan itu tiba-tiba di hadapan Pangeran Narendra terbentang sebuah istana yang tidak pernah dilihat sebelumnya oleh pangeran Narendra di tempat itu.


Pangeran Narendra begitu takjub Melihat istana yang ditunjukkan oleh leluhurnya yang memiliki kekuatan dan kesaktian yang luar biasa bagi Pangeran Narendra.

__ADS_1


" Kakek apa maksudnya ini?" tanya Pangeran Narendra kepada sang kakek.


Pangeran Narendra tidak mengerti kenapa ada istana di dasar jurang. Padahal kemarin selama 1 bulan full dia berada di situ dia tidak melihat ada istana di sana.


" Ayo Masuklah ke dalam istana ini akan aku tunjukkan kepadamu semua yang ada di dalam sini." Pangeran Narendra mengikuti arahan yang dikatakan oleh leluhurnya.


Pangeran Narendra mengikuti kakeknya untuk masuk ke dalam istana tersebut yang sangat indah sekali.


" Istana apa ini kakek? Perasaan kemarin tidak ada di sini!" tanya Pangeran Narendra yang benar-benar penasaran.


Sang leluhur pun kemudian menjelaskan bahwa istana itu sengaja dia bangun untuk dirinya bisa menunjukkan kepada Pangeran Narendra bahwa ketika dia ingin mempunyai sebuah istana dengan menggunakan kekuatannya dia bisa membangun istana semegah apapun juga.


Pangeran Narendra benar-benar takjub dengan apa yang dikatakan oleh sang leluhur.


" Kamu jangan khawatir walaupun kamu tidak menerima tawaran ayahmu untuk menjadi raja dari istana kerajaan kucing. Apabila kamu ingin mempunyai istana sendiri, kamu bisa menciptakannya dengan kekuatanmu." Pangeran Narendra benar-benar terkejut mendengarkan hal itu.


" Apakah itu benar kek kalau aku bisa membuat istanaku sendiri?" Pangeran Narendra merasa begitu excited dengan berita itu.


" Tapi tetap saja Kek. Aku mempunyai kewajiban untuk menerima tugasku sebagai putra mahkota. Ayah sudah merasa lelah untuk bertugas sebagai raja dan ingin segera pensiun." Pangeran Narendra terlihat menundukkan kepalanya.


Sang leluhur hanya mengelus jenggotnya yang semakin panjang dan putih seperti kapas benar-benar sangat menakjubkan.


" Istikharahlah dan bertanya kepada Allah. Apakah memang kamu harus menjadi raja ataukah sebaiknya kau mengikhlaskan status itu untuk putranu ataupun pangeran yang lain yang ada di istana kerajaan kucing!" Pangeran Narendra menerima apa yang dikatakan oleh sang leluhur.


" Apapun hasil istikharah itu kau harus legowo untuk menerimanya dan siap untuk menerima semua konsekuensinya!" Pangeran Narendra mengangguk dan kemudian setuju.


" Baiklah Kek. Sepulang dari sini aku pasti akan beristiharah." Pangeran Narendra merasa bersyukur setelah berdiskusi dengan sang leluhur hatinya menjadi lebih lapang.

__ADS_1


__ADS_2