
"Siapa?" tanya Jenderal Anom terlihat tidak suka mendengar apa yang dikatakan oleh wanita yang dia cintai.
"Aku adalah keturunan putra mahkota Istana Kerajaan Kucing. Mulai sekarang aku akan mengikuti aturan Istana Kerajaan Kucing. Leluhurku dan leluhur istana kerajaan ular hijau, ternyata dulu adalah sahabat. Mereka memiliki janji bahwa salah satu di antara Putra dan putri dari keturunan mereka, suatu saat nanti akan dinikahkan." ucapan Putri Ayuningtyas seperti petir di siang bolong bagi keduanya.
Raja Abiyaksa terlihat masih membeku dan tidak percaya dengan semuanya.
"Berhenti bicara omong kosong!" Putri Ayuningtyas terkejut mendengar apa yang dikatakan Raja Abiyaksa yang jelas-jelas murka dengan hal itu.
Hati Putri Ayuningtyas tiba-tiba saja sangat nelongso ketika memikirkan Raja Abiyaksa yang menolak perjodohan yang dicetuskan oleh kakeknya.
"Apakah kau menolak Perjodohan ini? Tapi kenapa? Bukankah selama ini kau selalu baik padaku? Kau selama ini selalu memperlakukanku dengan begitu istimewa. Aku tidak pernah mengharapkan penolakan dirimu!" suara Putri Ayuningtyas mulai sumbang dan gemetar.
Raja Abiyaksa terlihat gugup dan tidak senang. Bagaimana pun juga, dirinya sangat menyayangi Putri Ayuningtyas sebagai adiknya selama ratusan tahun lamanya.
"Bagaimana mungkin aku bisa menikahimu yang sudah aku anggap sebagai adikku sendiri? Kamu tolong berhenti untuk mengatakan hal-hal yang absurd dan tidak masuk akal. Mereka pasti sudah berbuat sesuatu yang buruk kepadamu ketika kamu ada disini. Sehingga kamu mempercayai hal yang tidak masuk akal itu!" Putri Ayuningtyas malah semakin deras air matanya.
Hati Putri Ayuningtyas saat ini seakan tertusuk sembilu dan merasa sedih sekali. 'Kenapa aku mempermalukan diriku sendiri seperti ini? Kalau memang Raja Abiyaksa tidak mau untuk menikah denganku, maka lupakan saja! Pantang bagiku untuk mengemis cinta pada seseorang!' Putri Ayuningtyas kemudian langsung meninggalkan Raja Abiyaksa dan Jenderal Anom yang terlihat masih tidak bisa mencerna semua kejadian hari ini.
"Sekarang kita kembali dulu dan tarik semua pasukan kita. Adikku!! Aku mohon ikutlah pulang bersamaku!" Raja Abiyaksa terlihat mengejar Putri Ayuningtyas yang sedang berlari kepada ayahnya.
Pangeran Surya Kelana menatap tajam kepada Raja Abiyaksa yang mengejar putrinya sehingga sekarang berhadapan dengannya.
__ADS_1
"Bukankah kamu sudah menolak untuk menikahi putriku? Lalu apa yang sedang kau lakukan ini?" tanya Pangeran Surya Kelana terlihat tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Raja Abiyaksa pada putri yang bahkan sekarang sedang menangis di dalam pelukannya.
Pangeran Surya Kelana kemudian mengelus rambut Putri Ayuningtyas yang terlihat begitu halus. Tubuh Putri Ayuningtyas bergetar karena sedang menangis pilu dengan suara yang tertahan.
Bagaimanapun juga Putri Ayuningtyas tidak mau kalau sampai suara tangisannya akan membuat Raja Abiyaksa menjadi meremehkannya sebagai seorang wanita yang bermartabat dan terhormat.
Apabila ayahnya mau menerima posisinya sebagai Putra mahkota Istana Kerajaan Kucing, maka dia bisa dipastikan akan menjadi pewaris dari istana kerajaan kucing. Tentu saja Putri Ayuningtyas tidak rela kalau dirinya direndahkan oleh siapapun.
"Aku sampai saat ini tidak mengerti tentang status dari adikku yang terkasih, kini tiba-tiba saja menjadi putrimu. Selama hampir 500 tahun aku telah menganggapnya sebagai adikku. Bagaimana mungkin tiba-tiba dia menjadi calon istriku? Apakah ada hal yang lebih membagongkan dari hari ini?" tanya Raja Abiyaksa kepada Pangeran Surya Kelana.
Pangeran Surya Kelana bisa menerima alasan yang dikatakan Raja Abiyaksa padanya.
"Kau tariklah semua pasukanmu dari Istana Kerajaan Kucing untuk kembali ke kerajaanmu. Aku akan mengundangmu untuk datang ke hutan larangan dari kerajaan Istana Kerajaan Kucing. Aku akan menjelaskan semuanya kepadamu di sana, sampai kau jelas dan tidak meragukan lagi apa yang aku katakan padamu!" Pangeran Surya Kelana masih berusaha bersabar. Karena bagaimanapun juga leluhur mereka sudah berencana akan menjodohkan putrinya dengan Raja Abiyaksa.
Apabila Raja Abiyaksa sudah menikah dan bisa mencintai putrinya, maka peperangan dua ketajaan bisa ditekan untuk waktu yang lama. Dua kerajaan bisa hidup dalam damai tanpa diliputi kebencian terhadap satu dengan yang lainnya.
Jenderal Anom menatap kepada Raja Abiyaksa yang sejak tadi terlihat merenung dan sibuk untuk mempertimbangkan semua perkataan Pangeran Surya Kelana padanya.
'Apakah benar kalau Putri Ayuningtyas adalah putri dari Pangeran Surya Kelana? Yang kau dengar dia adalah putra mahkota istana kerajaan kucing. Bukankah, itu artinya Putri Ayuningtyas suatu saat akan memiliki kesempatan untuk menjadi seorang raja untuk menggantikan ayahnya yang suatu saat pasti akan mangkat atau mundur dari kerajaan?' batin Jenderal Anom yang mulai tertarik dengan status baru Putri Ayuningtyas.
Dia menjadi semakin bersemangat untuk menjadikan gadis yang dia cintai sebagai istrinya.
__ADS_1
"Baiklah aku akan meminta kepada pasukan kami untuk segera mundur ke kerajaan kami. Di sini aku adalah calon suami dari Putri Ayuningtyas. Jadi aku rasa Aku memiliki hak untuk ikut dengan kalian ke hutan larangan untuk mendengar penjelasanmu." Jenderal Anom menatap kepada raja Abiyaksa yang sejak tadi hanya menatap Putri Ayuningtyas.
Putri Ayuningtyas terlihat jengah dan kesal ketika melihat Jenderal Anom yang tidak tahu malu dengan mengaku sebagai calon suaminya. Padahal selama ini dia tidak pernah menerimanya untuk menjadi tunangannya.
Yang menjadi alasan dirinya kabur dari istana kerajaan ular hijau adalah karena dia menolak untuk menikahi pemuda itu yang usianya berapa ratus tahun di atas Sang Putri.
Jenderal Anom memang merupakan seorang jenderal yang berbakat dan menjadi kepercayaan Raja Abiyaksa yang terkenal sebagai raja yang lalim dan suka bermain perempuan.
Akan tetapi Putri Ayuningtyas yang sudah mengenalnya sejak lama dan tahu sifat asli dari Raja Abiyaksa dia tidak memperdulikan sama sekali tentang reputasi yang dibangun oleh Raja Abiyaksa di luar sana. Baginya selama Raja Abyaksa memperlakukan dia dengan baik itu sudah cukup.
Putri Ayuningtyas sendiri selama hidupnya selalu di cap sebagai siluman yang jahat dan nakal. Dia dan Raja Abiyaksa sebenarnya memiliki nasib yang sama. Sama-sama selalu dipandang rendah oleh siapapun yang mengenal mereka dan berpikir bahwa mereka adalah siluman yang berbahaya dan harus dihindari oleh siapapun yang mengatasnamakan diri mereka sebagai aliran kebenaran di alam siluman.
Mereka tidak sedikit memiliki musuh di alam siluman. Karena kelakuan mereka yang suka sekali membuat keonaran di mana-mana. Apalagi tabiat dan karakter keduanya yang aneh dan sangat sulit ditebak keinginannya.
"Aku tidak pernah menganggapmu sebagai calon suamiku. Jadi berhentilah untuk mengklaim dirimu sendiri sebagai calon suamiku." Putri Ayuningtyas menatap kepada Raja Abiyaksa yang masih ragu untuk mengikuti keinginan ayahnya agar mereka pergi ke Hutan Larangan.
"Ikutlah bersama kami dan kau akan mengetahui semua kebenarannya tentang identitasku yang sesungguhnya. Aku mohon!" Putri Ayuningtyas masih berusaha memupuk kembali harapannya untuk bisa bersama Raja Abiyaksa yang selalu baik padanya dan tidak pernah memperlakukan dia dengan buruk.
Tidak seperti saudara-saudara lainnya yang selalu menyepelekan dan menganggapnya sebagai siluman yang tidak layak untuk didekati. Ya, selama ini Putri Ayuningtyas memang lebih dekat dengan Raja Abiyaksa ketimbang yang lainnya.
Bahkan Putri Ayuningtyas tidak terlalu dekat hubungannya dengan Raja Abimana ataupun istrinya yang masih merupakan adik dari Raja Narendra.
__ADS_1
"Baiklah aku akan ikut dengan kalian ke hutan larangan Istana Kerajaan Kucing. Tapi aku tidak menjanjikan akan menikahi Putri Ayuningtyas sebagai istriku. Karena aku hanya akan mencintai Ratu Deniz selama hidupku!" Putri Ayuningtyas merasa hatinya tercabik mendengarkan perkataan Raja Abiyaksa yang selalu keras kepala.