Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
116. Kesal??


__ADS_3

Terlihat Putri Hana Azizah terus menatap ke arah Pangeran Panji.


" Kakek aku permisi dulu ada urusan yang harus kulakukan!" Pangeran Panji berpamitan kepada kakeknya yang sedang sibuk berbicara dengan raja ular biru tentang rencana pernikahannya bersama putri Hana Azizah yang sejak tadi terus menetap ke arahnya dengan tidak berkedip.


" Baiklah Panji sana kau ajak Tuan Putri Hana Azizah untuk berjalan-jalan di istana kita," ucap raja kucing kepada cucunya.


Panji hanya mendengus kesal mendengarkan perintah dari kakeknya. Akan tetapi dia pun tidak mau dinilai sebagai cucu durhaka oleh sang kakek dengan membantah keinginan Kakeknya.


Dengan sangat terpaksa Panji pun kemudian mengajak Putri Hana Azizah untuk berkeliling ke kerajaan kucing.


" Katakan padaku! Kenapa kau sejak tadi terus menatapku dan dengan tatapan aneh seperti itu?" Panji langsung menodong Tuan Putri Hana ketika mereka sudah berada di tempat yang sepi.


Terlihat Tuan putri Hana Azizah menatap Panji dengan lekat.


" Apa kau bisa menolak Perjodohan kita berdua?" tiba-tiba saja Tuan Putri Hana bicara kepada Panji dengan suara yang perlahan.


Panji hanya tersenyum sinis mendengarkan pertanyaan tersebut, " Kau kan juga punya mulut Kenapa tidak kau suarakan keinginanmu itu kepada kedua orang tuamu? Kau tahu kan aku hanyalah cucu di istana ini tidak memiliki hak suara apapun. Semua tergantung kepada kedua orang tuaku dan juga kakek dan nenekku!" ucap Panji tanpa melirik sekilas pun kepada tuan putri Hana Azizah yang terlihat begitu murung.


Hana terlihat menarik nafasnya begitu berat. Panji bisa melihat kalau gadis itu sedang tertekan hatinya.


" Kau katakan saja kepada kedua orang tuamu kalau kau menolak perjuangan ini. Kenapa pusing sekali sih?" tanya Panji sambil menatap ke arah Tuan Putri Hana yang sejak tadi terus menundukkan kepalanya.


Panji sangat tahu kalau Gadis itu memang sedang menderita. Mungkin karena dipaksa untuk menikah dengannya.


" Aku sudah menyuarakan keinginanku untuk menolak rencana Perjodohan ini tapi mereka tidak peduli sama sekali. Kata mereka kalau kau menolak perjodohan ini, baru mereka akan mempertimbangkan keinginanmu!" Panji hanya terdiam ketika mendengarkan pernyataan itu.


Setelah berkeliling istana kerajaan kucing dan mereka berdua berbicara dari hati ke hati. Panji menjadi paham alasan kenapa Putri Hana Azizah menolak lerjodohan mereka berdua. Ternyata Putri Hana sudah menyukai laki-laki lain sebagai kekasih hatinya.


" Aku sangat mencintai Pangeran Wangen dari kerajaan Monyet. Akan tetapi kedua orang tuaku tidak mengizinkannya dengan alasan bahwa kerajaan kami bermusuhan sejak dulu. Aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri!" ucap Tuan Putri Hana yang begitu sedih.


Panji hanya mendengarkan cerita itu dengan perasaan biasa saja karena dia memang tidak merasa mencintai Putri Hana Azizah.

__ADS_1


" Apakah Pangeran Wangen juga mencintai kamu?" tanya Panji ingin mengkonfirmasi hubungan mereka berdua sudah sejauh apa.


Panji merasa terheran ketika melihat putri Hana yang menggelengkan kepalanya.


" Hanya aku yang mencintainya. Akan tetapi Pangeran Wangen tidak tahu tentang perasaanku. Kabar yang aku dengar di istana kerajaan monyet. Kalau Pangeran Wangen mencintai seorang manusia yang bernama Minsi. Saat ini Pangeran Wangen sedang berencana ingin melamar perempuan itu kepada kedua orang tuanya di alam manusia!" Panji sampai tidak bisa berkata-kata mendengarkan berita itu.


Seketika jantung Panji berdetak begitu cepat mendengarkan kabar tentang Minsi yang akan dilamar oleh Pangeran Wangen.


" Dari mana kau mendapatkan kabar seperti itu? Setahuku Minsi tidak ingin memiliki hubungan apapun dengan kaum siluman!" ucap Pangeran Panji yang tampak tidak nyaman dengan percakapan mereka berdua.


Mengetahui bahwa Panji mengenal tentang Minsi membuat Putri Hana menjadi tertarik untuk bercakap-cakap dengannya.


" Apakah kau mengenal Minsi maupun Pangeran Wangen?" terlihat Putri Hana Azizah yang menatap tajam ke arah mata Panji.


Panji menghentikan langkahnya kemudian dia melirik sekilas kepada Putri Hana.


" Aku tidak terlalu kenal dengan mereka. Tapi aku pernah bertemu dengan keduanya. Kebetulan Minsi adalah teman dari ibuku di dalam manusia. Aku pernah bertemu dengannya saat aku tinggal bersama ibuku di alam manusia!" ucapan menjelaskan segalanya kepada tuan putri Hana Azizah.


" Bagaimana pendapatmu tentang Minsi? Apakah dia seorang gadis yang cantik?" tanyanya dengan wajah penuh penasaran.


Panji yang terlihat keberatan untuk membicarakan tentang Minsi akhirnya berpamitan kepada Hana untuk kembali ke kediamannya.


" Aku tidak terlalu suka dengan gadis bawel itu yang terlalu banyak peraturan dan juga sombong! Aku pulang dulu ya ke istanaku. Kau kalau mau berkeliling di istana ini, lakukan saja! Aku pergi dulu!!" setelah itu Panji langsung menghilang dari hadapan Putri Hana yang masih membeku di tempatnya dengan perbuatan panji yang pergi begitu saja tanpa menunggu jawabannya.


" Eh Panji! Aku ingin ikut denganmu. Kenapa kau mau pergi begitu saja?" protes Putri Hana ketika melihat Panji yang sudah tidak ada di hadapannya.


Hana merasa kecewa dengan Panji yang kabur begitu saja dari hadapannya. Hana kemudian kembali ke aula istana kerajaan kucing untuk bertemu dengan keluarganya yang ada dia di sana.


Narendra dan Deniz tampak mengerutkan keningnya melihat putri Hana yang kembali ke aula sendirian tanpa Putra mereka.


" Ke mana Panji? Kenapa dia tidak kembali ke sini?" tanya Narendra sambil melirik ke arah Deniz yang mengerutkan keningnya.

__ADS_1


Deniz kemudian mendekati Putri Hana karena dia ingin bertanya sesuatu yang sejak tadi membuatnya penasaran.


" Putri Apakah kita bisa bicara berdua?" tanya Deniz mendekati Hana.


Putri Hana tersenyum manis kepada Deniz kemudian menganggukkan kepalanya.


Deniz kemudian minta izin kepada kedua mertuanya agar bisa berbicara secara bebas dengan Putri Hana tanpa harus merasa diawasi oleh siapapun juga.


" Ayo ikut denganku ke istanaku kita bisa berbicara di sana secara lebih bebas!" ucap Deniz kepada putri Hana.


Putri Hana merasa senang sekali karena bisa berbicara dengan Deniz secara langsung.


Kebetulan dia ingin bertanya tentang Minsi yang menjadi saingan cintanya untuk mendapatkan pangeran Wangen yang sangat dia cintai selama beberapa tahun terakhir.


Begitu mereka sampai di istana yang ditempati oleh pangeran Narendra. Deniz pun meminta kepada putri Hana untuk masuk ruang tamu mereka.


" Duduklah Tuan Putri. Ohh ya tahun Putri ingin minum apa??" tanya Deniz kepada Hana.


" Tidak usah kita bisa berbicara sesuai dengan keinginanmu!" Hana tertawa kepada Deniz dengan begitu lembut.


Deniz kemudian duduk di depan sana ya sejak tadi terus memperhatikannya dengan begitu terpesona.


" Katakan padaku! Kenapa sepanjang kunjungan kalian ke istana kami, aku terus memperhatikanmu menatap Putraku dengan tatapan aneh? Apakah ada hal yang mengganggu pikiranmu?" tanya Deniz kepada Hana yang terkejut sekali mendengarkan pertanyaan itu.


Terlihat Hana yang menarik nafasnya dengan dalam-dalam.


" Sebenarnya saya menolak perjodohan ini. Akan tetapi saya tidak tahu bagaimana caranya untuk menyampaikan hal ini kepada kedua orang tuaku!" ucap Putri Hana sambil menundukkan kepalanya.


Deniz tidak terkejut mendengarkan pengakuan tersebut. Deniz bisa melihat bahwa Putri Hana memang tidak menyimpan perasaan cinta kepada putranya.


" Apakah ada laki-laki yang menarik hatimu sehingga kamu berani untuk menolak keinginan kedua orang tuamu yang akan menjodohkan mu dengan Putraku!?" tanya Denis sambil menangisik perasaan Tuan Putri Hana yang sejujurnya membuatnya merasa penasaran.

__ADS_1


__ADS_2