Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
27. Mencari Deniz


__ADS_3

Sementara itu di alam manusia saat ini Dani dan beberapa orang teman yang lain sedang sibuk mencari Deniz yang sejak tadi malam menghilang dari tenda tempat dia tidur.


" Jangan-jangan Deniz dibawa pergi oleh Narendra. Pangeran bangsa kucing itu! Aku akan segera menyusul Deniz ke istana mereka. Tapi bagaimana caranya aku bisa pergi ke istana itu? Aku tidak mengetahui di mana pintu masuk kerajaannya!" monolog Dhani ketika dia berusaha mencari Deniz di tengah hutan bersama dengan para senior yang mondok di pondok pesantren ayahnya.


Semua orang tampak sibuk siang itu mencari Deniz yang raib tanpa jejak.


" Abigail kau kan yang tidur dengan Deniz. Apa kau tidak mendengar apapun pada malam tadi?" tanya Dani sambil menatap tajam kepada Abigail sahabat Deniz.


Abigail menggelengkan kepalanya karena dia memang benar-benar tidak mengetahui tentang kepergian Deniz yang tiba-tiba.


" Dia tidur di sebelahku. Aku tidak tahu kalau tiba-tiba saja dia tidak ada ketika pagi-pagi aku terbangun!" ucap Abigail merasa khawatir dengan keadaan Deniz.


Dani kemudian menghubungi ayahnya untuk bertanya tentang keberadaan Deniz saat ini.


" Aku bisa merasakan bahwa tadi malam tempat ini memang didatangi oleh makhluk yang memiliki Aura sangat kuat!" ucap Amin.


Dani melihat seniornya itu dengan wajah serius dia tahu bahwa laki-laki itu memiliki kekuatan yang hebat dan selalu menjadi andalan ayahnya.


" Kang saya akan menelpon Babah untuk bertanya tentang keberadaan Deniz saat ini." Dani pun kemudian segera menelpon ayahnya.


Begitu tersambung Dani langsung menceritakan semua yang terjadi di area perkemahan. Bahkan mereka belum memulai mendaki tetapi Deniz sudah menghilang dari hadapan mereka.


" Tenanglah Babah akan mencoba untuk menerawang keberadaan Deniz saat ini nanti Babah akan menghubungimu lagi. Untuk peserta yang lainnya kirimkan mereka kembali ke rumah masing-masing. Karena sangat berbahaya untuk berada di sana. Kalau benar Deniz dibawa pergi ke kerajaan kucing, maka kita akan melakukan pertarungan untuk menarik dia kembali ke dunia manusia!" perintah Kyai Rasyid kepada Dhani yang langsung menyetujui.


Dani kemudian menyuruh kepada wakil nya untuk mengembalikan para anggota yang lainnya untuk pulang ke rumah mereka masing-masing. Karena saat ini dirinya dan juga seniornya akan fokus untuk mencari Deniz sampai ketemu.


" Kami akan membantumu untuk mencari Deniz kami tidak mungkin membiarkanmu hanya sibuk sendiri. Kita di sini semuanya adalah keluarga dan Deniz adalah bagian dari kita semua. Bagaimana mungkin kami akan lepas tangan ketika kami tahu bahwa Deniz menghilang di antara kita?" tanya wakil kepala Dani dia bersikeras untuk tidak pulang dan meminta kepada semua anggota pecinta alam untuk membantu Dani mencari keberadaan Deniz.


" Tolong dengarkan apa yang saya katakan. Saat ini kondisi di hutan ini benar-benar sangat berbahaya untuk teman-teman yang lainnya. Kita saat ini sedang berurusan dengan makhluk gaib dan saya tidak mau menambah kepusingan dengan hilangnya teman-teman yang lain. Tolonglah kau mengerti keputusan saya ini!" ucap Dani berusaha untuk meyakinkan wakilnya agak menuruti apa perkataannya.


Setelah dibujuk oleh beberapa anggota yang lain. Akhirnya wakil Dani pun mengalah dan Dia kemudian mengawal semua anggota yang lain untuk kembali ke rumah mereka masing-masing.


" Kami semua sekarang akan pulang dulu. Percayalah saya akan membawa bantuan untuk membantu kalian mencari keberadaan Deniz. Saya yakin ayahnya Abigail pun pasti akan bersedia untuk membantu mencari Deniz. Bukankah dia adalah seorang Ustadz yang sangat hebat?" tanyanya sambil melirik sekilas kepada Abigail yang langsung menganggukkan kepala.


" Ya udah nih aku akan pulang dan membawa Ayahku kemarin untuk membantu kalian mencari keberadaan Deniz!" janji Abigail ketika mereka akhirnya memutuskan untuk meninggalkan lokasi perkemahan demi kebaikan semua anggota yang lainnya.


Setelah perkemahan semuanya dibereskan dan mobil bus yang akan membawa mereka kembali ke kampus datang mereka semua pun berpamitan kepada Dani dan 10 orang santri yang mengawal Dani untuk mencari Deniz di hutan itu.

__ADS_1


Dani kemudian menghubungi orang tua Denis mengenai menghilangnya Deniz di antara mereka.


" Maafkan saya om saya tidak bisa menjaga Denis dengan baik kami saat ini sedang berusaha untuk mencari keberadaan Deniz!" ucap Dani dengan suara gemetar karena dia merasa bersalah sekali kepada Dedi dan Amber yang sudah mempercayakan Deniz kepadanya.


Dedi sangat terkejut mendengarkan bahwa putrinya menghilang dalam acara pendakian ke Puncak Gunung Pangrango.


" Saya akan datang ke sana bersama dengan beberapa orang ustad untuk mencari keberadaan putri saya!" ucap Dedi Sampai akhirnya dia pun menutup panggilan telepon dan langsung mencari istrinya.


Amber yang saat ini sedang melihat televisi dia masih belum mengetahui bahwa sekarang Deniz sedang menghilang dan dicari keberadaannya oleh Dani dan beberapa santri yang lainnya.


" Mah, tunggulah di rumah. Papa akan mencari Deniz yang sekarang menghilang di area perkemahan. Papa akan mencari Ustadz yang bisa membantu kita untuk mencari keberadaan Deniz dan membawanya kembali ke rumah kita!" ucap Dedi sambil mencium kening istrinya sebelum dia keluar dari rumah.


Amber yang merasa terkejut mendengarkan putrinya menghilang dia bersikeras untuk ikut dengan suaminya mencari Ustadz yang akan membantu mereka menemukan putrinya.


Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Dani bahwa ada kemungkinan Denuz dibawa pergi oleh pangeran kucing.


" Kenapa Papa merasa bahwa Deniz sudah dijemput oleh calon suaminya yang telah diikat perjanjian pernikahan oleh ayahku?" tanya Dedi sambil fokus menyetir.


Amber terlihat sedang menangis, ketika dia memikirkan bahwa Deniz saat ini sedang berada di alam gaib bersama dengan calon suaminya.


Dedi melirik pada istrinya yang masih bersedih hatinya.


" Tenanglah Mah. Papa pasti akan berjuang untuk merebut kembali Deniz dari tangan mereka. Karena bagaimanapun masih belum waktunya Deniz untuk menikah dengan pangeran kucing itu. Ulang tahun Deniz yang ke-20 masih ada 6 bulan lagi. Kita akan berusaha mencari cara untuk memutuskan perjanjian itu!" ucap Dedi berusaha untuk menghibur istrinya yang terus menangis sesegukan karena sedih dengan kondisi Deniz yang belum ditemukan hingga saat ini.


Setelah mereka sampai di rumah seorang Ustadz yang terkenal memiliki kemampuan hebat dalam berurusan dengan ilmu gaib.


Mereka berdua langsung disambut oleh sang ustad dan Ustad itu pun kemudian membantu Dedi untuk mencari keberadaan Deniz.


Terlihat Ustad itu duduk bersila di atas sajadah dan dia tampak memejamkan matanya berusaha untuk menembus alam gaib dan mencari keberadaan Deniz.


Sekitar setengah jam Ustad Itu tampak begitu khusyuk dan berusaha menerawang keberadaan Deniz saat ini.


" Deniz berada di kerajaan kucing bersama dengan calon suaminya. Pangeran itu sudah berjanji kepada saya bahwa dia akan segera mengantarkan Deniz kembali ke rumah kalian. Pangeran itu meminta maaf kepada kalian karena sudah membawa Deniz tanpa izin kepada kalian. Dia mengatakan kepada saya dia hanya ingin memperkenalkan Deniz kepada keluarga dan juga rumahnya!" ucap Ustad itu sambil menatap Dedi yang seperti terkejut mendengarnya.


Ibunya Denis yang mendengar bahwa Dennis saat ini berada di kerajaan kucing Langsung histeris.


" Aku benar-benar tidak ikhlas kalau sampai benar putriku menikah dengan pangeran kucing. Ya Allah dosa apakah yang sudah kami lakukan sehingga engkau memberikan cobaan yang begitu berat kepada kami!" Amber terus menangis dan meraung memikirkan tentang nasib putrinya yang akan menikah dengan pangeran dari alam gaib.

__ADS_1


Ustad menatap Amber yang begitu sedih dia tahu bahwa sang Ibu pasti merasa sangat sedih memikirkan nasib putrinya yang akan menikah dengan makhluk gaib.


" Sabarlah Saya pasti akan mencari cara untuk memutuskan perjanjian yang sudah dibuat oleh ayah anda dengan siluman itu!" ucap Ustadz Hakiki menjanjikan kepada Dedi.


Dedi mendengarkan perkataan Ustad Hakiki benar-benar merasa seperti menemukan sebuah oase di Padang tandus.


" Terima kasih Ustad atas bantuan anda! Tolong saya saya tidak rela kalau sampai putri saya dijadikan tumbal dalam perjanjian itu! Saya tidak rela Dunia Akhirat putri saya menikah dengan makhluk gaib!" ucap Dedi berusaha untuk kuat dan tegar.


" Sekarang kalian pulanglah dan tunggulah kepulangan Putri kalian di rumah. Sebentar lagi mereka akan mengantarkan Denis untuk pulang ke rumah kalian!" ucap Ustad Hakiki sambil menatap Amber dan Dedi yang masih khawatir dengan keadaan Putri mereka.


" Kalian jangan khawatir. Pangeran kucing itu memperlakukan Putri kalian dengan baik. Bahkan raja dan ratu juga menerima kedatangan Putri kalian dengan baik. Sekarang pulanglah dan tunggulah kepulangan Putri kalian di rumah!" ucap Ustad Hakiki kepada Dedi dan Amber.


Setelah mendapatkan jaminan bahwa Dennis pasti akan kembali Dedi dan Ambar kemudian langsung pergi ke rumah mereka dan menunggu kepulangan Deniz.


" Pah kabarkan Dani, kalau Deniz akan diantarkan oleh mereka ke rumah kita. Suruh mereka untuk kembali, jangan sampai terjadi hal yang buruk terhadap mereka di sana!" ucap Amber berpesan kepada suaminya.


Dedi kemudian menghubungi Dani yang saat ini masih sibuk mencari keberadaan Deniz.


Sebetulnya Dani sudah mengetahui portal menuju alam gaib akan tetapi dia merasa ragu dan tidak berani untuk menembus tempat itu.


" Bagaimana kakak-kakak senior? Apakah kita akan menembus tempat ini?" tanya Dani ketika mereka sudah berada di depan Goa yang berada di belakang air terjun.


Ketika mereka sedang bimbang untuk memutuskan tiba-tiba ponsel Dani berdering.


" Angkat dulu ponselmu Dani! Siapa tahu itu penting!" ucap Amin.


Dani kemudian langsung mengangkat ponsel tersebut yang ternyata adalah dari ayahnya Deniz yang mengabarkan kalau Deniz akan di antarkan oleh Narendra ke rumah mereka.


" Nak Dani pulang saja bersama teman-teman yang lain. Karena mereka menjanjikan kepada kami akan segera mengantarkan Deniz ke rumah kami. Saya merasa khawatir kalau sampai terjadi hal yang buruk kepada kalian dalam rangka membantu kami untuk menemukan Deniz!" ucap Dedi.


Dani langsung menghembuskan nafasnya lega mendengarkan kabar dari Dedi tentang Deniz yang sudah diketemukan keberadaannya.


" Jadi mereka sudah berjanji pada Ustadz Hakiki, bahwa mereka akan mengantarkan Deniz malam ini juga ke rumah om dan tante?" tanya Dani seperti masih belum percaya dengan apa yang di katakan Dedi padanya.


" Benar menurut pendapat Ustad Hakiki bahwa mereka sudah dalam perjalanan Untuk mengantarkan Deniz kepada kami. Kalian cepatlah pulang. Jangan sampai nanti terjadi hal yang buruk kepada kalian, ketika mereka mengamuk karena merasa alam mereka diganggu oleh manusia!" ucap Dedi.


Setelah menutup telepon dari Dedi. Dani kemudian memutuskan untuk segera pulang bersama santri ayahnya. Dani dan yang lain kemudian membereskan semua peralatan perkemahan yang tadi masih tersisa yang niatnya akan digunakan oleh mereka untuk menginap sambil mencari Deniz di hutan.

__ADS_1


__ADS_2