Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
45. Berpisah


__ADS_3

Deniz kemudian mendekati kedua orang tuanya yang tampak begitu bahagia melihat putrinya kembali dalam keadaan sehat dan bahkan sekarang berpenampilan seperti putri raja pada zaman dahulu.


" Papa dan Mama renang saja. Aku baik-baik saja. Narendra dan semua anggota keluarga kerajaannya memperlakukanku dengan baik!" ucap Deniz sambil tersenyum kepada kedua orang tuanya yang sangat terharu ketika mereka melihat putri mereka kembali dalam keadaan baik-baik saja.


Amber memeluk tubuh Denis dengan begitu erat seakan tidak ingin lagi melepaskan putrinya dari pelukannya.


Hati seorang ibu yang kehilangan anaknya itu sangatlah menyakitkan. Sekarang, ketika dia melihat Deniz di hadapannya dengan wajah cantik dan bercahaya, Amber merasa sangat bahagia sekali.


" Bagaimana kabarmu Deniz? Apakah kau bahagia dengan pernikahanmu sekarang?" tanya Dedi dengan suara yang tercekat di tenggorokan.


Deniz tersenyum kepada ayahnya membuat hati Dedi mencelos seketika karena dia merasa sedih. Karena sebentar lagi mereka akan berpisah lagi dengan putrinya yang pasti akan kembali ikut dengan suaminya kembali ke alam ghaub.


" Cepatlah berpamitan kepada mereka sayang karena kita harus segera kembali. Waktu kita sudah sempit sekali!" ucap Narendra sambil mengelus rambut Deniz dengan penuh kasih sayang.


Apa yang dilakukan Narendra kepada Deniz tertangkap mata oleh Amber dan Dedi. Mereka bisa melihat seberapa besar cinta Narendra untuk Putri mereka.

__ADS_1


" Baiklah Papa Mama. Deniz harus segera kembali bersama suami Deniz. Tolong agar Mama segera sembuh ya? Dan jangan lagi memikirkan tentang Deniz. Deniz di sana baik-baik saja!" ucap Deniz sambil tersenyum kepada kedua orang tuanya yang matanya mulai berkaca-kaca karena akan kembali berpisah dengan Putri mereka satu-satunya.


Sementara itu istrinya Kyai Rasyid sudah mulai gelisah hatinya. Karena melihat keringat di dahi suaminya sudah semakin banyak bahkan wajah suaminya sekarang memerah tampak begitu kelelahan dan menahan kesakitan.


" Cepatlah kalian berdua pergi dari sini dan bawalah kembali jiwa suamiku ke dalam wadagnya. Aku tidak akan pernah memaafkan kalian kalau sampai terjadi apa-apa dengan suamiku di alam sana!" ucap istri kyai Rasyid dengan suara gemetar sambil menatap tajam kepada Narendra yang tersenyum kepadanya.


" Tenanglah bu nyai maha guru tidak akan mencelakai suami Anda mereka hanya sedang saling mengenal satu sama lain untuk bisa lebih dekat!" ucap Narendra dengan suara lembutnya yang benar-benar mampu menghipnotis siapapun yang mendengarnya.


Ketampanan Hakiki yang dimiliki oleh Narendra benar-benar seakan menghipnotis semua orang yang berada di dalam ruangan itu. Bahkan para santri yang mengiringi Kyai Rasyid pun tampak begitu terpesona melihat pasangan yang saling mencintai itu sekarang saling menggenggam satu sama lain dan kemudian menghilang dari hadapan mereka.


Amber seketika menangis melihat putrinya yang sekarang kembali menghilang di hadapannya tanpa dia bisa melakukan apapun untuk mencegah kepergian Deniz yang lebih memilih suaminya daripada keluarganya.


" Sudahlah Bu ikhlaskanlah Deniz untuk hidup bersama dengan suaminya. Karena bagaimanapun seorang Istri memang harus mengikuti di manapun keberadaan suaminya. Karena itu adalah jalan yang terbaik yang harus ditempuh oleh Deniz dalam memenuhi baktinya sebagai seorang istri pangeran kucing itu. Deniz harus menjalani semua konsekuensinya sendiri atas pilihan hidup yang sudah dia pilih. Kami semua sudah berusaha untuk menarik Deniz ke alam manusia, tetapi Deniz lah yang menolak untuk ikut dengan kami!" tiba-tiba saja Kyai Rasyid membuka kelopak matanya dan memberikan nasehat kepada Ambar dan Dedi.


Mendengar perkataan Kyai Rasyid, hati Amber sangat sakit sekali. Sebagai seorang ibu, bagaimana mungkin dia bisa mengikhlaskan putrinya menikah dengan pangeran dari alam gaib yang notabene adalah siluman kucing?

__ADS_1


" Tadi saya mencoba untuk berdiskusi dengan maha guru yang selama ini selalu melindungi Narendra dan juga Deniz di alam gaib. Dia meminta kepada saya untuk bisa mempertemukan kalian. Akan tetapi saya tidak bisa menerima itu. Karena hal itu akan sangat berbahaya bagi alam manusia. Kalau sampai portal alam gaib dan alam manusia selalu terbuka, pasti akan mengundang banyak siluman yang datang ke alam manusia!" ucapkan Rasyid mencoba untuk menjelaskan kepada kedua orang tua Deniz agar bisa mengerti keputusannya.


" Kenapa Kyai Rasyid menolak penawaran mereka? Mereka pasti memiliki solusi untuk masalah yang Kiai Rasyid katakan tadi!" ucap Dedi sedikit kecewa kepada Kyai Rasyid yang sudah bertindak tanpa berdiskusi dengannya.


Bagaimanapun itu adalah tentang kehidupan masa depan putrinya. Bagaimana mungkin Kyai Rasyid memutuskan kehidupan putrinya tanpa memandang dirinya sebagai ayah dari Deniz? Sungguh bikin kesal!


" Pak Dedi! Masalah ini sudah bukan hanya masalah kalian saja! Akan tetapi sudah menyangkut kepada alam manusia dan para penghuninya. Kalau sampai portal alam siluman dan alam manusia terbuka terus-menerus. Maka itu akan mengakibatkan para siluman lainnya juga akan keluar dari sarang mereka dan hal itu akan sangat mengganggu keseimbangan dunia ini! Apa kalian tidak mengerti masalah besar apa yang akan diakibatkan oleh keegoisan kalian huh? Hanya karena kalian berdua yang ingin selalu bertemu dengan Deniz yang sekarang sudah menjadi pengantin dari siluman kucing!" ucap Kyai Rasyid yang sudah mulai kehilangan kesabaran menghadapi Dedi yang tampaknya tidak suka dengan cara yang dia lakukan.


" Kalau kalian ingin bertemu dengan Deniz. Saya bisa membantu kalian untuk bertemu dengannya di dalam mimpi, tanpa harus mengganggu keseimbangan dunia ini! Datanglah ke pondok saya, ketika kalian ingin bertemu dengan Deniz. Saya pasti tidak akan keberatan untuk membantu kalian. Saya permisi! Ayo Umi kita kembali ke pondok!" ucap Kyai Rasyid yang langsung mengajak istrinya dan juga para santrinya yang tadi mengikutinya ke rumah sakit untuk kembali ke pondok pesantren miliknya.


Setelah kepergian Kiai Rasyid, tampak Dedi dan Amber begitu lemas karena sekarang mereka tidak memiliki orang kuat lagi yang akan membantu mereka untuk bisa melepaskan Deniz dari pengaruh pangeran yang begitu kuat terhadap Putri mereka.


" Mungkin yang dikatakan oleh Kyai Rasyid itu ada benar juga. Akan sangat berbahaya kalau portal alam manusia dan alam siluman terbuka terus gara-gara kita. Hal itu akan membuat semakin banyak kejahatan yang dilakukan oleh para siuman jahat itu di alam manusia!" ucap Dedi pada akhirnya sadar dan mengerti apa yang dimaksud oleh Kyai Rasyid yang tadi telah berbicara panjang kali lebar kali tinggi dengannya dan juga istrinya.


Amber tampak menitikan air matanya. Karena sepertinya dirinya akan semakin sulit untuk bertemu dengan Deniz. Melihat amarah yang diperlihatkan oleh Kyai Rasyid ketika tadi meninggalkan rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2