Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
121. Kedatangan Hana


__ADS_3

Setelah Deniz selesai makan dari arah pintu rumah terlihat Pangeran panji bersama Hana memasuki area rumah Deniz.


Akan tetapi keduanya tidak bisa masuk ke dalam rumah karena terpasang pagar gaib.


" Ibu, bukalah pagar gaibmu agar kami bisa masuk!" ucap Panji yang berteriak dari luar pintu gerbang rumah Deniz.


Deniz kemudian bangun dari tempat duduknya. Setelah membaca sesuatu, Deniz kemudian menyambut kedatangan putranya dan calon menantunya.


" Kenapa ibunda meninggalkan dia? Aihh... benar-benar sangat merepotkan!" protes Panji yang langsung masuk ke dalam rumah ibunya setelah pagar gaib terbuka.


Deniz hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku putranya.


" Putri maafkan saya, saat saya hendak kemari, Putri sedang tertidur. Saya tidak tega untuk mengganggu Putri!" ucap Deniz meminta maaf kepada Hana.


Hannah kemudian berpelukan dengan Deniz. " Tidak apa-apa Putri Deniz. Pangeran Panji sudah mau mengantarkanku kemari! Apakah aku boleh masuk?" tanya Hana yang tampaknya begitu bahagia dan sangat excited berada di rumah Deniz.


Ini adalah kali pertama Hana menginjakkan kakinya di alam manusia. Hana sangat terharu dengan keberadaannya di alam manusia.


" Syukurlah kalau tuan Putri senang!" ucap Deniz yang merasa bahagia melihat senyum Putri Hannah sejak tadi terus merekah di bibirnya.


" Ini adalah kali pertama aku menginjakkan kakiku di alam manusia. Sampai saat ini ibuku tidak pernah memberitahukan kepadaku siapa Ayah kandungku. Karena ayahku yang tidak mau menerima aku dan juga ibuku sebagai bagian dari keluarganya mengingat Kami hanyalah siluman ular biru." terlihat Putri Hanna yang tampak begitu sedih dan juga tidak bahagia.


Deniz kemudian mengajak Putri Hana untuk masuk ke dalam rumahnya. Deniz juga memperkenalkan Hana kepada kedua orang tuanya yang terlihat begitu bahagia mengetahui kalau Hana adalah calon istri Panji cucu mereka.


" Wah cucuku Kau sangat beruntung sekali karena calon istrimu sepertinya sangat mencintaimu dan juga sangat cantik!" ucap Amber sambil menggenggam telapak tangan Hanna.


Tidak ada ketakutan ataupun menjaga jarak yang diperlihatkan oleh Amber maupun Dedi. Padahal Deniz sudah mengatakan kalau Hana adalah siluman ular biru.


" Apakah benar kalau kau mencintaiku?" tanya Panji kepada Hanna.


Gara-gara ucapan neneknya membuat panji menjadi penasaran dengan perasaan Hana kepadanya.


Karena yang Panji tahu Salah satu alasan Hanna datang ke dunia manusia adalah karena ingin bertemu dengan Minsi yang akan dilamar oleh pangeran wangen.


Putri Hannah tanpa gugup dan tidak berani menatap Panji yang sejak tadi terus mendesaknya untuk menjawab pertanyaan darinya.


" Ya ampun panji kau ini apa-apaan sih? Sudahlah tidak usah kekanakan kalau memang Putri Hana mencintaimu, suatu saat dia pasti akan mengungkapkannya padamu!" ucap Deniz kepada Panji.


Panji terlihat cemberut mendengarkan perkataan ibunya yang seperti lebih membela Putri Hana.

__ADS_1


Setelah panji tidak lagi mendesaknya Putri Hana pun berani untuk mengangkat wajahnya.


" Ayo aku akan mengajakmu untuk berjalan-jalan dan melihat situasi di alam manusia!" ucap Deniz dengan begitu bersemangat untuk mengajak Hana berjalan-jalan di alam manusia.


Panji hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku ibunya yang sepertinya sangat menyukai Hana.


" Apakah ibunda benar-benar menginginkan wanita itu sebagai calon istriku?" tanya Panji saat mereka hanya berdua saja.


Putri Hannah saat ini sedang mengobrol bersama Ambar dan Dedi di ruang tamu. Sambil menunggu Deniz yang mau mandi dan juga berganti Pakaian dulu sebelum mereka pergi untuk berjalan-jalan.


" Sudahlah anakku! Ibu mau tidur mandi dulu. Kasihan Hana kalau harus menunggu ibumu terlalu lama!" ucap Deniz yang kemudian masuk ke kamar mandi.


Panji hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam melihat kelakuan ibunya yang seakan tidak perduli padanya.


Panji merasakan kecemburuan kepada Hana yang baru berkenalan dengan ibunya sebentar saja sudah menarik perhatian sang Ibu begitu banyak.


Apalagi saat melihat Dedi dan Amber yang begitu bersemangat mengobrol dengan Hannah.


" Bahkan kakek dan nenekku lebih senang mengobrol dengan dia daripada denganku!" Pangeran Panji kelihatannya kesal.


Akan tetapi perasaannya mulai menghangat ketika melihat senyum Putri Hana yang saat ini sedang bercanda dan berkelakar dengan Amber dan Dedi.


Bagi panji saat ini dia hanya merasakan senang berada di samping sana dan suka mustika melihat gadis itu tersenyum kepadanya.


Begitu melihat Deniz sudah selesai dari kamar mandi dan sudah berganti pakaian mereka berlima kemudian pergi berjalan-jalan untuk menghibur Hana yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di alam manusia.


mereka mengajak Hannah berjalan-jalan ke mall, ke taman bermain, nonton, dan makan malam bersama di sebuah restoran ternama.


Akan tetapi Hana dan panji tidak terlihat oleh manusia lainnya. Sehingga mereka bertiga terlihat hanya bertiga saja.


Pelayan restoran tampak mengerutkan keningnya ketika mereka bertiga memesan 5 porsi makanan.


" Kalian cuma bertiga. Kenapa memesan 5 porsi makanan?" tanya pelayan restoran yang merasa heran sekali dengan mereka bertiga.


Deniz hanya tersenyum kepada pelayan tersebut tetapi Dedi langsung menjawab pertanyaan itu.


" Aku memang sangat menyukai makanan di restoran ini. Makanya aku suka sekali memakan banyak ketika kami makan di tempat ini!" ucap Dedi sambil tersenyum kepada pelayan yang menganggukkan kepalanya dan merasa senang mendapatkan jawaban dari Dedi seperti itu.


" Baiklah, Selamat menikmati!" pelayan itu pun kemudian meninggalkan mereka bertiga untuk bisa menikmati makanan mereka.

__ADS_1


Sementara itu Dedi hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat begitu banyak makanan yang ada di atas meja.


" Kalian berdua benar-benar ingin memakan makanan ini?" tanya Dedi kepada Hana dan juga Panji yang sejak tadi hanya menatap makanan-makanan itu yang saat ini ada di hadapan mereka.


" Tidak apa-apa. Kalau kami tidak makan juga. Kami hanya ingin mencicipi saja seperti apa makanan manusia!" ucap Hana sambil tersenyum kepada Dedi.


Dede kemudian mempersilahkan mereka untuk menyantap makanan yang sudah dipesan.


Terlihat mata Hana yang berbinar menyicipi makanan enak yang saat ini ada di hadapan mereka.


" Ya ampun aku suka ini!" Panji hanya memutar bola matanya dengan malas melihat kelakuan Hannah yang menurutnya sangat norak sekali.


Walaupun dirinya juga sama ketika pertama kali menyantap makanan seperti itu.


" Makanlah biasa saja tidak usah terburu-buru seperti itu tidak akan ada yang merebut!" ucap Panji menegur Hannah yang makan terlalu cepat sehingga makanan di piring cepat sekali habis.


Dedi dan Amber pun sampai terbelalak matanya melihat cara Hana makan.


" Kau biasa makan bunga kantil. Memakan makanan seperti ini kau tidak akan kenyang! Tunggulah di sini aku akan mencari bunga kantil untukmu!" setelah mengatakan itu Panji langsung melesat dan meninggalkan mereka semua di restoran.


Deniz hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putranya yang walaupun terlihat letus tetapi dia peduli dengan Hana.


Hana hanya bisa menundukkan kepalanya dan merasa malu dengan caranya makan.


Hanya dalam hitungan menit makanan 1 piring yang di pesan untuk Hana sudah habis dimakan oleh Hana dengan begitu lahap.


Akan tetapi persis seperti yang dikatakan oleh Panji. Hana sama sekali tidak merasakan kenyang akan tetapi semakin lapar.


Deniz mengerti tatapan mata Hana. Kemudian dia pun memberikan makanan miliknya kepada Hana.


" Makanlah banyak aku sambil menunggu Panji membawa bunga kantil untukmu!" ucap Deniz sambil tersenyum kepada Hana.


Akan tetapi Hana menggelengkan kepalanya.


" Tidak Putri Deniz kau makanlah kau yang jauh lebih membutuhkan makanan itu daripada aku. Aku akan menunggu panji membawakan bunga kantil untukku!" ucap Hannah mengulas senyum kepada Deniz.


Dedi dan Amber kemudian mulai memakan makanan mereka sambil terus memperhatikan interaksi antara Hana dan Deniz yang begitu akrab.


Hati mereka berdua mencolos seketika. Ketika mengingat apa yang dikatakan oleh Deniz yaitu ketika Pangeran Panji sudah menikah maka Deniz akan menetap di alam siluman untuk selamanya bersama dengan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2