
Mulai hari itu Pangeran Panji hidup bersama dengan Denis di alam manusia. Dedi dan Amber merasa senang karena mereka bisa berkumpul bersama cucunya yang berasal dari alam gaib yaitu pangeran kucing yang gagah perkasa.
Butuh energi besar bagi Pangeran Panji untuk bisa menampakan dirinya di hadapan kedua kakek dan neneknya.
Hal itu membuat Pangeran Panji harus sering bermeditasi dan memakan bunga kantil sebagai makanannya.
Baru satu minggu hidup di alam manusia Pangeran Panji sudah merasa bosan karena tidak memiliki kegiatan apapun.
" Pada saat jam segini, pada waktu di istana kerajaan kucing, Aku sedang berlatih ilmu silat bersama dengan Ayahanda dan Kakekku. Disini kesibukanku hanya nonton televisi benar-benar membosankan! di sini tidak ada prajurit yang bisa aku latih tidak ada dayang-dayang yang akan melayani semua keinginanku!" ucap Pangeran Panji sambil melihat ke arah Langit.
Deniz yang memperhatikan putranya sejak tadi merasa tergelitik hatinya untuk bertanya.
" Putraku. Ada apa denganmu? Kenapa dari tadi ibunda memperhatikan Kau tampak tidak bahagia?" tanya Deniz merasa khawatir dengan keadaan putranya yang dari pagi hanya melamun saja di teras rumah mereka.
Saat ini yang bisa melihat Pangeran Panji hanyalah Deniz karena Pangeran Panji sedang malas untuk memperlihatkan dirinya kepada semua orang.
Membutuhkan energi yang sangat besar untuk bisa menampakan wujudnya di hadapan semua manusia.
Oleh karena itu Pangeran Panji hanya muncul sesekali disaat yang penting untuk menampakan diri di hadapan banyak orang.
" Ibunda aku merasa bosan berada di alam manusia. Sepertinya aku ingin kembali ke alam siluman dan menjalankan Tugasku sebagai putra mahkota!" ucap Pangeran Panji sambil tertunduk karena dia khawatir kalau ibunya akan sedih mendengar dirinya mengatakan hal seperti itu.
" Baiklah nanti bunda akan menyampaikan kepada ayahmu untuk menjemputmu kemari. Ibunda tidak akan memaksamu untuk bersama ibunda di alam manusia. ibunda tahu kalau kau memiliki tugas penting dan lebih mulia di alam siluman sebagai putra mahkota!" ucap Deniz sambil tersenyum kepada Pangeran Panji yang merasa lega karena ibunya ternyata tidak marah kepadanya karena ingin kembali ke alam Siluman.
" Terima kasih bunda karena ibunda mau mengerti perasaanku!" Pangeran Panji sangat senang sekali karena akhirnya dirinya bisa kembali ke alam siluman dan berkumpul dengan para prajuritnya yang biasanya selalu dia latih untuk kemampuan berperang.
Sementara itu Deniz hatinya merasa nelongso karena putranya tidak bisa betah tinggal bersamanya di alam manusia.
' Ini salahku karena setiap hari hanya mengurung Pangeran Panji di dalam rumah. Sehingga membuat dia merasa bosan. Coba kalau aku membawa dia berjalan-jalan ke dunia luar dan melihat indahnya dunia manusia, pasti Pangeran Panji akan lebih senang tinggal di sini daripada di alam siluman!' bathin Deniz menyesali apa yang sudah terjadi.
Tetapi Deniz tidak mau memaksakan kehendaknya untuk pangeran Panji menetap bersamanya.
Bagaimanapun Deniz sadar bahwa putranya memiliki banyak tanggung jawab di alam siluman. Mengingat statusnya adalah putra mahkota yang di banggakan istana kerajaan kucing yang melegenda.
" Baiklah sekarang kau mandi dulu nanti ibunda akan mengantarkanmu ke kyai Rasyid agar beliau bisa mengantarkanmu ke alam siluman atau meminta kepada ayahmu untuk menjemputmu disini?" tanya Deniz kepada putranya.
" Minta Ayahanda untuk menjemput kemari. Ayahanda juga pasti merindukan ibunda!" ucap Pangeran Panji senang.
Tetapi Deniz tetap diam saja dan dia tidak menanggapi ucapan putranya.
" Ibunda apakah ada masalah?" tanya Pangeran Panji merasa heran.
Deniz terkesiap mendapatkan dirinya di tepuk tangannya oleh putranya.
" Panjo kalau ibunda mengajakmu jalan-jalan. Apakah kau mau sayang? Nanti kita akan menonton di bioskop, makan-makan di restoran, main ke berbagai wahana permainan yang ada di Jakarta. Kau pasti akan suka bagaimana?" tanya Deniz kepada Pangeran Panji yang tampak antusias menyambut tawaran ibundanya.
" Baiklah ibunda. Ayo kita lakukan itu semua sebelum aku kembali ke alam siluman!" Denis tersenyum melihat antusias yang begitu besar di wajah Pangeran panji.
Walaupun hatinya pilu karena harus berpisah lagi dengan putranya tetapi Denis berusaha sekuat tenaga untuk tersenyum agar Panji tidak merasakan kesedihan di hatinya.
Tidak mudah bagi keluarga Mereka bisa berkumpul bersama. Tetapi selalu saja ada hal yang membuat tidak bahagia sehingga mereka kembali harus berpisah.
__ADS_1
Deniz bisa memahami rasa bosan yang dirasakan oleh pangeran Panji berada di rumahnya.
Di alam siluman, Pangeran Panji mempunyai kegiatan segudang sebagai seorang putra mahkota. Dia memiliki banyak tanggung jawab di sana. Akan tetapi selama berada di rumahnya, Pangeran Panji kerjanya hanya tidur dan nonton televisi serta main game di ponsel yang di belikan oleh Deniz. Jelas kalau dia merasa bosan dengan kegiatan monoton setiap hari seperti itu.
Pada hari itu mereka berdua memutuskan untuk kencan bersama antara Deniz dan Panji. Raut wajah mereka berdua tampak begitu bahagia. Karena akan menjalani perjalanan yang menyenangkan.
Pangeran Panji tampak begitu excited dengan jalan-jalan mereka kali ini. Semenjak dia tinggal di alam manusia. Baru kali ini dia berjalan-jalan bersama dengan ibunya.
" Wah ibunda ternyata kota Jakarta banyak sekali gedung-gedung tinggi yang menjulang dan hawanya begitu panas membara! Tidak seperti di istana kerajaan kucing yang sejuk dan juga menyenangkan!" bocah Pangeran Panji ketika mereka berada di mobil bersama dengan Deniz.
Deniz merasa getir karena mendengarkan ucapan putranya yang selalu saja membandingkan dunia manusia dengan alam siluman.
Deniz bisa memahami semua itu. Karena Pangeran Panji sedari kecil memang hidup di sana. Jadi sangat wajar kalau dia merasa lebih terbiasa dengan alam siluman. Dan menganggap istana kerajaan kucing adalah rumahnya yang sesungguhnya.
" Kau sudah terbiasa dengan alam siluman Nak. Jadi wajar kalau kau merasa tidak bahagia ketika berada di alam manusia!" ucap Denis berusaha untuk bersikap wajar terhadap putranya sendiri yang saat ini sedang merasakan rindu untuk kembali ke alam siluman.
Setelah mereka sampai di bioskop, terlihat Pangeran Panji begitu antusias melihat mall yang begitu besar dengan beraneka ragam barang-barang yang untuk dijual. Deniz langsung membawa pangeran Panji ke bioskop untuk menonton film yang terbaru yang saat ini sedang tayang di bioskop.
" Sebentar ya Nak. Kamu tunggu dulu sini. Ibunda mau membeli dulu makanan dan minuman untuk kita nanti berada di bioskop supaya tidak bosan!" ucap Denis sambil meninggalkan pangeran Panji yang hanya menganggukan kepala kepada ibunya.
Pangeran Panji pun kemudian duduk di kursi yang disediakan oleh pihak pengelola mall.
Sambil menunggu kedatangan Deniz. Pangeran Panji melihat ke sekeliling di mana lautan manusia begitu banyak dan membuat kepalanya pening.
Pangeran Panji melihat makhluk-makhluk tak kasat mata yang berada di mall tersebut dan secara mudah dia mengusir mereka semua dari mall itu.
" Wah Kenapa mereka sampai tersesat berada di mall ini dan mengganggu kehidupan manusia?" tanya Pangeran Panji yang merasa heran dengan para roh-roh gentayangan yang banyak berkeliaran di dalam mall.
" Kau sudah mengusir setan-setan yang ada di mall ini ya? Pantesan tempat ini serasa jauh lebih sejuk dari sebelumnya!" ucap Deniz merasa bahagia sekali karena putranya telah banyak melakukan hal yang baik selama menunggunya.
" Itu hal yang paling mudah ibunda. Mereka hanyalah setan-setan jail yang tersesat di alam manusia dan tidak tahu bagaimana untuk kembali!" ucap Pangeran Panji sambil tersenyum kepada Deniz.
Mereka pun Kemudian bersiap-siap untuk masuk ke dalam bioskop.
Bagi orang-orang yang tidak memiliki ilmu batin mereka tidak bisa melihat kehadiran Pangeran Panji di mall tersebut.
Karena akan sangat berbahaya untuk pangeran Panji kalau dia memperlihatkan wujudnya di hadapan semua orang. Hal itu benar-benar membutuhkan energi yang sangat besar untuk pangeran Panji.
Hanya Deniz yang bisa melihat Pangeran Panji. Oleh karena itu sejak tadi banyak orang yang keheranan melihat Deniz yang tertawa dan berbicara sendiri.
Beda halnya dengan seorang gadis Indigo yang sejak tadi terus memperhatikan Pangeran Panji yang berdiri di samping Deniz.
Gadis cantik itu tersenyum kepada Pangeran Panji yang kebingungan, kenapa wanita itu tersenyum padanya? Padahal dia merasa tidak kenal dengan perempuan itu.
Oleh karena itu Pangeran Panji hanya diam saja tidak menanggapi apapun.
Pangeran Panji kemudian masuk bersama dengan Deniz ke dalam ruangan Bioskop yang terlihat begitu ramai.
" Ibunda Kenapa Gadis itu sejak tadi terus memperhatikanku? Sejak tadi matanya tidak mau beralih dariku!" ucap Pangeran Panji kepada Dennis yang seketika menoleh kepada gadis tadi.
Gadis cantik itu pun kemudian mendekati Deniz karena dia merasa penasaran dengan sosok tampan dan gagah perkasa di samping Deniz yang sangat cantik. rupanya.
__ADS_1
" Maafkan saya tante. Apa saya boleh bertanya kepada tante? Oh ya Perkenalkan nama saya adalah Minsi!" ucap Gadis itu memperkenalkan diri kepada Deniz sambil matanya terus menetap ke arah Pangeran panjo yang masih tidak mempercayai bahwa ada seorang wanita cantik yang bisa melihat dirinya diantara jutaan manusia yang tidak bisa melihat dirinya.
" Nama saya Deniz dan dia adalah Putraku bernama Pangeran panji!" ucap Deniz sambil melirik ke arah Pangeran Panji yang auto melotot karena ibunya memperkenalkan dia kepada gadis yang tidak dikenali oleh pangeran Panji.
" Oh jadi dia adalah seorang pangeran ghaib? Pantas saja wajahnya begitu tampan dan mempesona!" ucap Minsi sambil mengulurkan telapak tangannya untuk bisa bersalaman dengan pangeran Panji.
Akan tetapi Pangeran Panji cuek aja. Dia tidak mau menyambut uluran tangan itu. Karena itu sangat berbahaya untuknya apabila Gadis itu memiliki niat buruk kepadanya.
Minsi kemudian menarik kembali tangannya karena Pangeran panci yang tidak bergeming sama sekali untuk menyambut uluran tangannya yang mengajak bersalaman.
" Baiklah tante. Ayo kita mulai nonton filmnya jangan-jangan nanti kita dimarahin oleh penonton yang lain karena terlalu banyak berbicara!" ucap Gadis remaja berusia sekitar 19 tahun itu kepada Deniz dan dia tersenyum kepada Pangeran Panji sebelum meninggalkan mereka berdua.
" Ibunda jangan terlalu akrab dengan orang lain kita tidak tahu Apa motif Dia mendekati kita!" ucap Pangeran Panji kepada ibunya yang langsung tersenyum kepadanya.
" Anakku jangan selalu berpikir negatif kepada orang lain tidak semua orang jahat di dunia ini!" ucap Denis sambil tersenyum kepada Pangeran panji yang langsung meminta maaf padanya.
Suasana di dalam bioskop terasa hening dan mulai mencekam karena Pangeran Panji saat ini sedang melotot matanya ke arah bioskop yang sedang memperlihatkan film hantu yang dipilih oleh Deniz sebagai tontonan mereka.
" Ibunda. Kenapa setan-setan itu berada di dalam layar itu apakah aku boleh untuk mengusirnya?" tanya Pangeran Panji yang tangannya sudah gatal ingin sekali mengusir setan setan palsu yang ada di layar bioskop.
Deniz hanya terkekeh mendengarkan ucapan putranya yang begitu bersemangat untuk mengusir setan-setan yang ada di bioskop.
Mata Panji hanya tertuju kepada setan-setan yang dari tadi terus saja menggoda manusia untuk melakukan hal-hal yang tidak tercela.
Banyak pasangan yang sedang berciuman di tempat gelap, melakukan hal mesum kepada pasangannya. Pangeran Panji yang otaknya masih polos dan masih bersih hanya bisa menatap semua itu dengan nanar.
" Ibunda Kenapa mereka melakukan hal seperti itu di tempat seperti ini?" tanya Pangeran Panji sambil menunjuk ke arah mereka kepada Deniz.
Denis pun mengikuti pandangan mata Pangeran Pance dan sontak dia pun langsung menutup mata putranya saat melihat sepasang manusia yang sedang bercinta dengan pasangannya di pojok yang gelap.
" Mereka benar-benar tidak ada kerjaan! Apa tidak bisa menyewa hotel saja huh? Daripada melakukan hal itu di tempat umum seperti ini?" tanya Deniz yang merasa geram sekali dengan kelakuan mereka.
Pangeran Panji wajahnya sampai memerah karena malu. Karena kekuatan Pangeran Panji yang sangat hebat sehingga dia bisa melihat segala sesuatu walaupun dalam kegelapan dan kejauhan.
" Aku akan memberikan pelajaran kepada mereka Ibunda!" ucap Pangeran Panji menawarkan diri kepada Deniz yang tadi terlihat begitu marah dengan kekuatan mereka yang tidak tahu malu.
" Sudahlah nak. Biarkan saja itu bukan urusan kita!" ucap Denis yang akhirnya lebih memilih untuk fokus menonton film daripada melihat kelakuan mereka yang tidak senonoh di area publik.
' Ah kelakuan anak zaman sekarang memang sudah benar-benar tidak bisa ditolong lagi!' apalagi Deniz tadi melihat bahwa mereka masih menggunakan baju SMA. Deniz benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan mereka berdua yang sedang menggadaikan masa depan mereka untuk kenikmatan sesaat yang hanya semu.
" Sudahlah nak tidak usah diperhatikan lagi. Ayo kita menonton saja dan fokus dengan diri kita sendiri!" ucap Deniz yang kemudian menarik tangan putranya untuk tidak usah memperhatikan mereka lagi.
Tapi Pangeran Panji adalah sosok yang selalu penasaran dengan apapun.
" Nak dengarkanlah ibumu. Kalau sampai kau membuat masalah di alam manusia, maka ayahmu tidak akan pernah mengizinkanmu lagi untuk bertemu dengan ibumu!" ucap Deniz mengingatkan Pangeran Panji untuk tidak melakukan hal-hal yang akhirnya akan dia sesali.
" Tapi Bunda mereka harus diberikan pelajaran!" ucap Pangeran Panji tetap keukeuh dengan keinginannya.
" Lupakanlah sayang. Tolong kau dengarkan ibumu! Ibu tidak mau kalau kau nanti sampai ditegur oleh Kakek kamu gara-gara kau membuat masalah di tempat ini!" ucap Denis sambil menyentuh telapak tangan putranya agar Pangeran Panji tidak berbuat nekat.
Setelah berpikir keras akhirnya Pangeran Pance pun mendengarkan apa yang dikatakan oleh Deniz.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun selesai dengan menonton film. Pasangan mesum itu juga sudah selesai dengan aksi bejat mereka dan kini sudah duluan keluar sebelum penonton lainnya memergoki perbuatan buruk mereka.