Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
172. Sabarlah


__ADS_3

Pangeran Panji dan Minsi saat ini sedang berusaha untuk mencari keberadaan Pangeran Narendra yang sampai saat ini masih belum juga ditemukan.


Pangeran Panji benar-benar ketakutan dan juga tidak sanggup ketika melihat ibunya yang sekarang setiap hari selalu menangis mencari ayahnya.


" Aku benar-benar tidak mengerti dengan struktur tempat ini. Padahal jurang ini tidak terlalu luas. Kenapa kita tidak menemukan ayahku di manapun juga?" tanya Pangeran Panji sambil terus melihat ke sekeliling.


" Aku akan bertanya kepada Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan. Siapa tahu nenekku akan mengerti tentang situasi yang saat ini sedang kita hadapi." Minsi kemudian bersila dan mulai fokus dengan niatnya untuk berkomunikasi dengan Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan.


Tidak lama kemudian Minsi terlihat membuka matanya dan sangat bahagia.


" Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan bilang, kalau di dasar curang ini ada dua dimensi yang telah diciptakan oleh leluhurmu yang menetap di tempat ini. Kau bicaralah kepada ayahmu ataupun kepada leluhurmu agar mereka membukakan dimensi yang telah mereka kunci sehingga kita tidak bisa melihatnya!" Pangeran Panji benar-benar terkejut mendengarkan kenyataan itu.


Sungguh tidak disangka kalau ada seseorang yang mempunyai kekuatan sok hebat itu.


" Leluhurku? Ya Tuhan! Jadi Ayahku telah ditolong oleh leluhurku yang konon berdasarkan sejarah yang ada di perpustakaan istana kerajaan kucing, dia telah menghilang ratusan tahun lamanya. Setelah dia melakukan pertarungan dengan saudaranya dalam memperebutkan Tahta istana kerajaan istana kucing." Minsi terkejut mendengarkan cerita suaminya.


" Bicaralah kepada leluhurmu dan juga ayahmu. Aku yakin kalau mereka saat ini sedang memperhatikan kita di sini!" Minsi tersenyum kepada suaminya yang saat ini benar-benar sedang bahagia hatinya.


Pangeran Panji kemudian melihat ke sekeliling dan tersenyum dengan wajah sumringah dia berharap bahwa ayahnya ataupun leluhurnya saat ini sedang melihat ke arahnya.


Padahal saat ini Pangeran Narendra sedang berada di dalam gua dan menunggu sang leluhur untuk bangun dari meditasinya.


" Ayahanda. Kalau kau memang benar-benar ada di sini, tolong keluarlah! Kasihan ibunda dan juga kakek dan nenek. Setiap hari selalu menangis mencarimu!" Pangeran Panji berteriak dengan menggunakan tenaga dalamnya sehingga suaranya terdengar sampai ke dalam Goa.


Leluhur mereka yang saat ini sedang bersemedi pun kemudian membuka kelopak matanya.


" Narendra kau tekanlah batu yang berwarna merah yang ada di dalam dinding itu dan suruhlah anak dan menantumu untuk masuk ke dalam sini!" perintah sang leluhur sambil menatap tajam kepada Pangeran Narendra yang begitu bahagia mendengarkannya.


Sejak tadi Pangeran Narendra benar-benar sudah sangat frustasi. Karena dirinya seperti tidak dianggap di atas dunia ini. Karena anak dan menantunya tidak bisa melihatnya ataupun mendengar apa yang dia katakan.

__ADS_1


Pangeran Narendra pun kemudian menuruti apa yang dikatakan oleh luhurnya yaitu memencet sebuah batu berwarna merah yang terletak di dinding yang ada di dalam gua.


Secara ajaib tiba-tiba saja Pangeran Panji dan Minsi bisa menemukan Goa itu yang tadi hanya terlihat seperti pohon-pohon biasa saja dan tidak terlihat ada sebuah gua di sana.


Pangeran Panji merasa senang sekali melihat ayahnya yang sekarang sedang berjalan menuju ke arahnya.


" Ayah!!" Pangeran Panji langsung memeluk ayahnya dengan perasaan riang gembira dan penuh bahagia.


Pangeran Narendra sangat bahagia karena setelah selama 1 bulan lebih dirinya terkurung di dalam Goa akhirnya dia bisa bertemu kembali dengan putranya.


" Ayah Ayo kita pulang sebentar lagi ibunda akan melahirkan." Pangeran Narendra benar-benar terkejut mendengarnya padahal ketika dia meninggalkan Deniz, istrinya baru saja terdeteksi sedang hamil dan sekarang Pangeran Panji mengatakan kalau istrinya akan segera melahirkan.


" Apakah aku telah pergi selama itu? Padahal aku merasa bahwa aku disini hanyalah sebentar." Pangeran Narendra terlihat berkaca-kaca matanya.


" Ayah sudah pergi lebih dari satu bulan berdasarkan waktu yang ada di alam siluman. Bukankah dimensi waktu yang terjadi antara 2 dunia itu memiliki perbedaan yang sangat besar? Jadi wajar kalau sekarang ibunda sudah bersiap untuk melahirkan." Pangeran Panji menjelaskan semuanya kepada ayahnya yang saat ini sedang merasa sedih hatinya karena belum bisa keluar dari tempat itu.


" Ayo Ayah kita pulang! Bunda benar-benar sudah merindukanmu ayah!" Pangeran Panji terus membujuk Pangeran Narendra untuk ikut dengannya pulang.


Pangeran Panji kemudian melirik ke arah pandangan sang ayah dan dia begitu terkejut melihat sosok yang menggunakan jubah putih rambut panjang dan juga jenggot yang panjang yang berwarna putih seluruhnya.


" Apakah dia leluhur kita yang dikabarkan telah menghilang Selama ratusan tahun yang lalu?" tanya Pangeran Panji kepada ayahnya yang hanya bisa menganggukkan kepala dan terus menatap kepada Panji dengan penuh Kerinduan.


" Jadi itu artinya Ayahanda masih belum bisa mengikuti kami untuk kembali ke alam manusia?" Minsi terlihat begitu sedih mengetahui fakta itu.


Sebagai seorang wanita, Minsi bisa merasakan bagaimana perasaan Deniz saat ini yang sedang hamil akan tetapi suaminya tiba-tiba saja menghilang begitu saja tanpa kabar berita.


" Ibunda Pasti akan sangat sedih sekali kalau mengetahui tentang hal ini!" Pangeran Panji menundukan kepalanya.


Pangeran Narendra kemudian melihat kepada Minsi dan bertanya tentang keadaan istrinya saat ini.

__ADS_1


" Bagaimana kabar ibumu? Kehamilannya baik-baik saja kan?" tanya Pangeran Narendra yang saat ini sedang merasakan kesedihan luar biasa karena perasaan rindu kepada sang istri yang sudah lama tidak dia temui.


Pangeran Panji melihat ke arah istrinya yang sekarang sedang menggenggam telapak tangannya.


" Ayah, Ibunda sangat merindukanmu. Setiap hari dia selalu menangis dan sedih. Kami berharap bisa membawa Ayahanda kembali untuk bertemu dengan ibunda di alam manusia!" Pangeran Panji masih berusaha untuk membujuk ayahnya agar mau mengikutinya.


Tiba-tiba saja terdengar suara batuk yang mengagetkan mereka bertiga.


" Pergilah Kalian bertiga dari tempat ini. Pangeran Narendra, Ingatlah setiap bulan purnama kau datanglah ke tempat ini untuk kembali berlatih ilmu yang sudah aku berikan kepadamu. Hal itu agar ilmu itu jauh lebih sempurna dan memperdalamnya menjadi lebih hebat!" Pangeran Narendra tiba-tiba merasakan kesedihan yang luar biasa ketika dia membayangkan akan berpisah dengan leluhurnya yang selama satu bulan ini sudah bersikap sangat baik kepadanya.


Pangeran Narendra bisa melihat kesedihan di wajah sang leluhur yang seperti keberatan untuk meninggalkannya.


" Kakek ikutlah bersama kami ke dunia ramai. Sebentar lagi anakku akan lahir ke dunia kau akan memiliki lebih banyak keturunan lagi." Pangeran Narendra berusaha membujuk leluhurnya untuk mau mengikuti dirinya ke alam manusia.


Pangeran Narendra merasa kecewa sekali melihat sang leluhur menggelengkan kepalanya.


" Tempatku adalah di sini dan aku sudah memutuskan akan mengasingkan diriku untuk selamanya di tempat ini sampai akhir hayatku. Aku sudah cukup puas dengan kedatanganmu kemarin sehingga aku bisa mewariskan ilmu yang sama ini aku pelajari kepadamu. Hidupku selama ratusan tahun ini terasa tidaklah sia-sia!" Pangeran Narendra bisa merasakan kesedihan luar biasa di dalam suara sang leluhur yang seperti tidak rela untuk melepaskan dirinya keluar dari dasar jurang itu.


" Pergilah Pangeran arena saat ini istrimu dan juga keluargamu sedang menunggu. Putramu yang lain akan segera lahir dan istrimu saat ini sedang menunggumu di alam manusia!" Pangeran Narendra terkejut mendengarkan hal itu.


" Benarkah itu Kakek?? Kalau aku akan mempunyai seorang Putra kembali?" tanya Pangeran Narendra yang seperti tidak percaya dengan pendengarannya.


Pangeran Narendra langsung memeluk leluhurnya. Ketika dia melihat sang kakek yang mengangguk dan tersenyum begitu manis kepadanya.


" Syukurlah kalau istriku akan kembali memberikan seorang buta untukku itu artinya istana kerajaan kucing masih akan kembali berjaya!" Pangeran Narendra merasa bahagia sekali.


" Pergilah istrimu di sana sedang menunggu kamu dengan penuh kecemasan. Jangan lupa pesanku tadi, kembalilah ke tempat ini setiap bulan purnama. Aku akan terus memperdalam ilmu yang sudah kau miliki dan menyempurnakannya secara bertahap." Pangeran Narendra kemudian berpamitan kepada leluhurnya setelah semua wejangan dan pesannya selesai disampaikan kepada mereka bertiga.


Minsi kembali merubah tubuhnya menjadi seekor ular berwarna emas yang sangat besar dan akhirnya membawa mereka berdua keluar dari dasar jurang itu.

__ADS_1


Pangeran Narendra sebenarnya cukup terkejut melihat menantunya yang ternyata memiliki wujud lain yaitu seekor siluman ular emas yang sudah lama punah di muka bumi. Sungguh tidak disangka kalau Minsi juga siluman seperti mereka berdua.


__ADS_2