
Dani segera diajak ke rumah sakit oleh Deniz dan juga Minsi.
" Tampaknya akan sangat sulit untuk menyembuhkan Dhani. Siluman monyet itu sangat licik pasti dia sudah melakukan sesuatu yang buruk terhadap Dani." ucap Deniz yang merasa sedih melihat keadaan Dani yang sejak tadi masih juga belum sadarkan diri.
" Aku akan menghubungi Kyai Rasyid. Semoga saja beliau bisa menyembuhkan Dani." ucap Deniz begitu khawatir.
" Jangan khawatir untuk masalah siluman monyet itu, saya tadi sudah membersihkan semua racun yang ada di dalam tubuh Dani. Sekarang kita tinggal menyelesaikan sakit Dani yang secara medis!" ucap Minsi.
Setelah sampai di rumah sakit Mereka pun kemudian membawa Dani ke ruangan IGD.
" Aku akan menghubungi Kyai Rasyid dulu. Khawatirnya mereka mencari Dani!" setelah mengatakan itu Deniz kemudian segera menghubungi Kyai Rasyid yang sedang mencari Dani kepada teman-teman kampus Dani.
" Assalamualaikum Pak Kyai. Saya ingin mengabarkan kalau saat ini Dani sedang berada di rumah sakit." ucap Deniz menerangkan kepada Kyai Rasyid.
" Waalaikumsalam kalian berada di rumah sakit mana? Saya dari selesaikan segera ke sana!" ucap Kyai Rasyid dengan perasaan was-was dan juga khawatir dengan keadaan putranya yang belum jelas.
Setelah mendapatkan informasi tentang rumah sakit di mana Dani saat ini dirawat Kyai Rasyid dan istrinya langsung datang kesana.
" Bagaimana mungkin Dani bisa mengalami kejadian seperti ini lagi?" tanya ibunya Dani begitu cemas dengan keadaan putranya yang sampai saat ini masih belum sadarkan diri.
Deniz kemudian menceritakan semua kejadian yang mereka alami ketika diserang oleh pangeran mahkota kerajaan monyet.
" Maafkan saya Paman. Gara-gara saya Dani jadi mengalami Kejadian ini. Pangeran mahkota kerajaan monyet itu ingin saya untuk menjadi sanderanya karena dia ingin melahap jiwa saya untuk meningkatkan ilmunya!" ucap Minsi merasa bersalah.
Dani dan Minsi memang sepupu. Karena Kyai Ilham adalah kakak dari Kyai Rasyid.
" Sudahlah Minsi. Jangan dipikirkan tentang hal itu. Sekarang yang lebih penting Dani sudah mendapatkan perawatan dari tim medis. Kita berdoa semoga Dani segera sadar dan bisa segera sembuh!" ucap ibunya Dani yang walaupun hatinya sedih mangan keadaan putranya Tetapi dia pun tidak mau membuat Minsi merasa bersalah atas kejadian yang pastinya semua orang tidak ingin hal itu terjadi.
" Baiklah Paman. Minsi mau pulang dulu takutnya Babah mencari Minsi. Sejak pagi saya belum pulang ke rumah. Sejak tadi Babah terus menghubungiku dan meminta Minsi untuk pulang!" dusta Minsi.
Padahal yang sebenarnya Minsi ingin mengunjungi alam siluman untuk datang ke kerajaan monyet untuk meminta penawar racun dari pangeran Wangen.
Minsi tidak bisa membiarkan sepupunya mati konyol gara-gara dia. Deniz yang melihat gelagat tidak biasa dari Minsi, dia kemudian mengikuti gadis itu dari belakang tanpa sepengetahuan Minsi.
Bagaimanapun Deniz tidak mau kalau sampai terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap Gadis itu yang kemungkinan besar telah dicintai oleh putranya.
" Mau apa sebenarnya Gadis itu? Kenapa dia mengendap-ngendap seperti itu? Apa sebenernya yang dia inginkan?" tanya Deniz kepada dirinya sendiri.
Deniz melihat Minsi yang masuk ke dalam mushola Rumah Sakit. Kemudian Deniz melihat gadis itu yang mengambil air wudhu, lalu sholat shunah dua rakaat dan setelah itu Minsi duduk bersila dengan khusuk.
" Mau apa gadis itu?" tanya Deniz mulai khawatir. Deniz kemudian duduk bersila disamping Minzi dan menggenggam telapak tangan Gadis itu agar Deniz bisa mengikuti kemana pun perginya gadis itu.
Saat jiwa Minsi keluar dari tubuhnya Minsi melihat Deniz yang juga mengikutinya.
" Kau mau ke mana Minsi? Kau jangan berbuat nekat yang nanti malah kamu sesali!" ucap Deniz berusaha untuk menasehati gadis itu agar tidak berbuat nekat.
__ADS_1
" Aku akan mendatangi Pangeran mahkota kerajaan monyet yang jahat dan licik itu. Aku akan meminta dia untuk memberikan penawar untuk racun yang telah dia berikan kepada Dani!" ucap Minsi dengan begitu yakin.
" Itu sangat berbahaya sekali Minsi. Apalagi kau tidak memiliki pengalaman berada di alam siluman." ucap Deniz benar-benar khawatir dengan keadaan Minsi.
" Jangan khawatir. Aku bisa menangani ini. Siluman monyet itu dia membutuhkanku bukan membutuhkan Dani. Aku yakin dia sengaja melakukan itu agar aku datang untuk menemuinya." ucap Minsi dengan keyakinan.
" Dengarkan Aku Minsi. Jangan berbuat nekat Pangeran Wangen. Bukan sesuatu yang bisa kau tangani sendiri. Ayo kita ke istana kerajaan kucing. Aku akan menemanimu untuk datang ke sana dan kita akan berdiskusi dengan seluruh keluargaku yang ada di sana!" ucap Deniz.
" Aku mohon kau tidak usah ikut campur dengan masalah ini. Aku tidak mau untuk melibatkan kerajaan kucing dan juga seluruh penduduknya dengan masalahku dan Pangeran Wangen. Percayalah padaku aku pasti bisa menghadapi ini!" ucap Minsi dengan keyakinan yang luar biasa.
Deniz bisa melihat bahwa gadis itu memang memiliki banyak kemampuan. Kemarin pun Pangeran Wangen meninggalkan arena pertarungan setelah Minsi menyerangnya.
" Baiklah aku hanya akan mengantarmu sampai ke kerajaan monyet saja. Setelah itu aku akan berkunjung ke kerajaan kucing untuk menemui keluargaku!" ucap Deniz pada akhirnya. Deniz tidak mau kalau sampai Gadis itu merasa kalau dia terlalu ikut campur dengan masalahnya.
Setelah Deniz mengatakan itu, Minsi pun akhirnya setuju dan mereka berdua pun langsung menuju ke alam siluman bersama.
Walaupun Deniz merasa khawatir sekali. Tetapi dia percaya bahwa Minsi pasti bisa menangani masalahnya dengan Pangeran Wangen yang jahat dan licik.
Begitu sampai di alam siluman. Deniz dan Minsi kemudian berpisah.
Minsi menuju ke wilayah kerajaan monyet dan Denis pergi menuju ke arah kerajaan kucing untuk menemui keluarganya di sana.
Denis berniat untuk berdiskusi dengan pangeran Narendra dan juga pangeran Panji.
" Istriku?" tanya Narendra merasa bahagia sekali melihat Deniz yang datang ke istananya tanpa pemberitahuan ataupun undangan darinya.
Deniz dan Narendra tampak berciuman dengan begitu lekat. Mereka sepertinya lupa kalau di sana ada pangeran panji yang saat ini sedang memperhatikan mereka berdua.
Ehem
Mendengarkan deheman dari pangeran Panji, seketika Pangeran Narendra pun melepaskan pagutan bibirnya terhadap Deniz.
" Aku rindu sama kamu sayang!" ucap Pangeran Narendra yang begitu bahagia melihat kedatangan Deniz ke istananya.
" Aku juga merindukanmu suamiku. Oh ya, aku datang ke mari karena ada sesuatu yang sangat penting sekali yang ingin kau bicarakan denganmu dan juga Putra kita!" ucap Deniz yang pipinya langsung memerah ketika berhadapan dengan Panji yang tadi melihat dirinya yang berciuman dengan suaminya yang amat dia rindukan.
Panji mengerti perasaan ibunya. Sehingga dia berpura-pura tidak mempermasalahkan hal itu agar suasana tidak menjadi canggung di antara mereka bertiga.
" Assalamualaikum ibunda!" ucap Pangeran Panji yang kemudian menyalami Deniz dan mencium telapak tangan ibunya.
" Waalaikumsalam Putraku! Bagaimana kabarmu sayang?" ucap Deniz sambil mengelus lembut pucuk rambut putranya dengan sayang. Panji sangat suka sekali dengan apa yang selalu dilakukan Deniz kepadanya.
" Babar Bunda baik-baik saja sayang. Oh ya suamiku aku datang kemari karena memiliki hal yang sangat penting yang ingin dibicarakan dengan kalian!" ucap Deniz dengan wajah serius.
Pangeran Panji dan Narendra saling menatap satu sama lain.
__ADS_1
" Ada urusan apa sayang? Kenapa tampaknya serius sekali?" tanya Pangeran Narendra merasa khawatir kepada istrinya.
Deniz kemudian menceritakan kepada Pangeran Narendra dan juga pangeran Panji. Mengenai kedatangan Pangeran Wangen ke alam manusia untuk menyerang Minsi guna melahap jiwanya untuk kepentingan meningkatkan ilmu yang sedang dia pelajari.
" Apa? Pangeran kurang ajar itu berani datang ke alam manusia?" Pangeran Panji terlihat begitu syok mendengarkan kabar itu.
Pangeran Narendra tahu kalau putranya memiliki ketertarikan kepada Minsi.
" Ayo kita berunding dengan Raja dan ibunda permaisuri. semoga saja mereka berdua memiliki solusi untuk kita berdua bisa membantu misi keluar dari kerajaan monyet." ucap Pangeran Narendra sambil terus menggenggam telapak tangan Deniz dengan begitu erat.
" Sungguh gadis bengal itu benar-benar sangat nekat! Sepertinya tidak ada hal yang dia takuti di dunia ini. Sampai kerajaan monyet saja berani dia datangi sendirian." Sepanjang jalan menuju aula kerajaan kucing, Pangeran Panji terus menggerutu.
Pangeran Narendra dan Deniz paham. Bahwa saat ini sebenarnya hati putranya sedang kalut dan juga bingung memikirkan wanita pujaannya yang saat ini sedang dalam bahaya.
" Tenanglah kita akan mencari solusi untuk menolong gadis itu!" ucap Pangeran Narendra berusaha menenangkan Pangeran Panji.
" Ayahanda kita segera Panggil Mahaguru. Untuk bisa mengumpulkan murid-murid yang lain dan membantu kita untuk menyerang kerajaan monyet yang kurang ajar itu!" ucap Pangeran Panji dengan wajah yang begitu geram kepada Pangeran kerajaan monyet.
Pangeran Narendra sebenarnya hatinya benar-benar kalut dan juga bingung. Dia tidak suka ada sebuah peperangan antara dua kerajaan yang pasti akan membuat Dua kerajaan mengalami banyak kerugian.
Terakhir kali kerajaan kucing bertarung dan berperang dengan kerajaan ular hijau telah memberikan banyak sekali kerugian terhadap kerajaan dan juga korban nyawa yang tidak sedikit. Bahkan hingga saat ini kerajaannya masih terus membenahi kerusakan yang diakibatkan oleh peperangan tersebut.
Pangeran Narendra sebagai Pangeran mahkota kerajaan kucing selama ini selalu berusaha untuk meminimalisir konflik yang terjadi di antara dua kerajaan.
Karena dirinya secara pribadi memang paling tidak suka keributan dan tidak senang dengan peperangan.
Karena itu pula selama ini Pangeran Narendra rela berpisah dengan istri tercintanya dan hidup di dua alam yang berbeda. Walaupun mereka adalah sepasang suami istri yang saling mencintai satu sama lain.
" Suamiku. Tenanglah! Aku yakin kita bisa menyelesaikan masalah ini tanpa perlu adanya peperangan!" ucap Deniz berusaha menenangkan suaminya yang sejak tadi terlihat begitu gugup dan khawatir.
Deniz lah yang paling mengerti tentang perasaan dan hati Narendra yang memiliki hati yang baik dan lembut. Deniz tahu kalau saat ini suaminya sedang pusing memikirkan kemungkinan perang yang akan pecah di antara dua kerajaan karena masalah itu.
Masalah yang sangat sensitif kalau sampai menyinggung perasaan Raja siluman monyet.
Masalah itu pasti akan sangat rumit dan tidak akan mudah untuk ditangani oleh mereka.
Sepanjang perjalanan menuju aula istana kerajaan kucing, pikiran mereka semua sibuk dan berkelana ke alam pikiran mereka masing- masing. Semua sama-sama pusing memikirkan masalah itu.
**
Sementara itu Minsi yang saat ini sudah berada di istana kerajaan monyet. Dia segera meminta kepada prajurit yang berjaga untuk bisa menemui Pangeran Wangen.
" Apa kau bisa mempertemukan aku dengan pangeran wangen aku ada keperluan dengan pangeran kalian!" ucap Minsi to the point dan tanpa basa basi kepada para prajurti.
" Pangeran Wangen tidak ada di istana kami. Karena dia saat ini sedang mengobati luka-lukanya. Gara-gara dia kalah bertarung dengan seorang manusia yang hebat di alam manusia!" ucap prajurit kepada Minsi.
__ADS_1