
Dani merasa terkejut dan juga senang bahwa dirinya bisa menikah dengan Deniz.
" Sebelum waktu untuk menepati perjanjian itu tiba, kau harus sudah menikah dengan Deniz. Berusahalah untuk membuat dia jatuh cinta kepadamu sehingga perjanjian itu akan batal dengan sendirinya!" ucap Kyai Rasyid yang memberikan option lain kepada Dani untuk bisa melepaskan Deniz dari Narendra.
Nendengarkan penuturan ayahnya seketika Dani kembali mengingat tentang taruhannya bersama Narendra.
" Babah aku ingat kalau aku memiliki perjanjian atau taruhan dengan Narendra!" ucap Dani antusias.
Kyai Rasyid terkejut mendengarkan perkataan putranya.
" Taruhan apa yang kau lakukan dengan siluman itu?" tanya Kyai Rasyid sambil mengerutkan keningnya.
Dani jemudian menceritakan semua kepada ayahnya tentang taruhannya bersama Narendra yang dilakukan sehari sebelum keberangkatan mereka untuk mendaki puncak Gunung Pangrango.
" Baguslah kalau Pangeran itu memiliki taruhan denganmu. Sekarang kau tinggal berusaha untuk membuat Deniz jatuh cinta kepadamu dan lebih memilih untuk menikah denganmu!" ucap Kyai Rasyid sambil menatap Dani yang tampak ragu-ragu.
Kyai Rasyid merasa heran dengan gelagat putranya yang tidak seperti biasanya.
" Ada apa Dani? Katakanlah!" tanya Kyai Rasyid sambil menatap tajam kepada Dani yang tampaknya masih memikirkan apa yang akan dia katakan kepada ayahnya.
Berkali-kali Dani menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya dengan begitu saja.
" Apa yang akan kulakukan Baba? Kalau sampai Deniz suatu saat menjadi gila ketika dia sudah menjadi istriku? Bukankah akan sangat sulit untuk kita mengurusnya?" Dani tampak ragu dengan keputusannya sendiri.
Kyai Rasyid mengerti dengan kegelisahan Dani saat ini mengenai masa depannya bersama Deniz.
__ADS_1
" Tenanglah Dani Babah dan juga pamanmu pasti akan selalu membantu untuk bisa menyembuhkan diri secara total dan menjadi istrimu yang seutuhnya!" ucap Kyai Rasyid mengulas senyum kepada putranya yang masih ragu-ragu dan belum yakin dengan keputusannya sendiri untuk menikahi Deniz.
Dani sendiri merasa aneh dengan dirinya sendiri. Dulu dia begitu mencintai Deniz dan seakan dunianya tidak akan lengkap kalau sehari saja dia tidak bertemu dengan wanita itu. Wanita hebat pertama yang pernah bertahta di hatinya.
Disaat mereka sedang serius berdiskusi tentang Deniz, tiba-tiba ponsel Kyai Rasyid berdering.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" ucap Kyai Rasyid memberikan salam kepada seseorang yang saat ini tengah menghubunginya.
Mereka pun kemudian terlibat pembicaraan yang sangat serius dan akhirnya Kyai Rasyid langsung bergegas pergi ke rumah sakit bersama dengan Dani dan juga beberapa orang santrinya.
" Syukurlah kalau Deniz sekarang sudah kembali sadar dari komanya. Kita harus segera datang ke rumah sakit Dani. Siapa tahu ada yang bisa kita bantu di sana!" ucap Kyai Rasyid ketika mereka sudah berada di dalam mobil dalam perjalanannya menuju rumah sakit.
Ketika mereka sudah sampai di rumah sakit. Abigail dan juga ayahnya sudah hadir di sana.
Abigail yang sebenarnya mencintai Dani dia merasa senang melihat kedatangan Dani.
Ayahnya Abigail waktu itu sudah berjanji kepada mereka semua. Dia akan berusaha untuk bernegosiasi dengan keluarga istana kerajaan kucing.
" Sangat sulit sekali Kyai. Mereka bersikeras ingin tetap melaksanakan pernikahan itu. Karena mereka juga memiliki kepentingan di dalam pernikahan ini!" ucapnya dengan suara serius.
Kyai Rasyid mengurutkan rekeningnya mendapatkan pernyataan dari ayahnya Abigail yang seorang dukun sakti. Orang bilang Kyai yang selalu berurusan dengan jin sebagai sekutunya di dalam pekerjaannya disebut dengan dukun putih.
Tidak terkecuali dengan ayahnya yang Abigail yang mengerahkan bantuan Jin peliharaannya untuk bisa menembus perlindungan alam kerajaan kucing dalam rangka bernegosiasi dengan kedua orang tuanya.
" Sangat sulit sekali Kyai. Karena kalau sampai Pangeran itu tidak menikah dengan Deniz maka dia akan binasa untuk selamanya dari muka bumi. Oleh karena itu raja dan ratu keberatan sekali untuk menggagalkan pernikahan itu karena bagaimanapun Narendra adalah pewaris dari kerajaan mereka!" ucapannya dengan nada sedih.
__ADS_1
Kyai Rasyid tampak menganggukkan kepalanya karena dia pun mengerti apa yang dikatakan oleh ayahnya Abigail adalah sebuah kebenaran.
Karena Kyai Rasyid pun pernah bernegosiasi sendiri berhadapan Face to Face dengan raja dan ratu di alam mereka.
Sementara itu Deniz yang sudah terbangun dari komanya masih agak linglung dengan situasi di sekitarnya.
" Mama kenapa aku berada di rumah sakit Bukankah Harusnya Aku ada di kampus dan sedang ujian?" tanya Deniz sambil memegang kepalanya yang terasa begitu sakit sekali.
Amber dan Dedi tampak menitikan air matanya melihat kondisi putrinya yang begitu lemah dan tampak masih linglung.
" Kau tidak usah memikirkan tentang kuliahmu sayang. Karena kami sudah meminta izin kepada dosenmu untuk mengizinkanmu pulih dulu baru nanti kembali masuk ke kampus!" ucap Dedi sambil menggenggam telapak tangan Deniz yang terasa begitu dingin.
Deniz menatap ke seluruh ruangan.
" Tolong kalian lepaskan pagar gaib yang kalian pasang di sekitarku. Karena aku ingin bertemu dengan kekasihku. Kalian sudah membuat kekasihku kesulitan untuk menemuiku sehingga kami berdua harus menanggung rasa rindu setiap hari!" ucap Deniz sambil menatap tajam ke Rasyid dan juga rekan-rekan yang lain.
Dedi dan Amber merasa tidak enak kepada para Kyai yang sudah membantu mereka untuk melindungi putrinya dari pengaruh siluman kucing yang selalu mengganggu jiwa dan mental Deniz.
Amber mendekati putrinya kemudian menggenggam telapak tangannya dengan lembut. Terlihat Amber mencium kening Denis ingin menyalurkan betapa besarnya perasaan cintanya terhadap putrinya.
" Dengarkan Mama putriku. Kalau kami melepaskan penjagaan yang ada di dalam tubuhmu. Maka pasti Pangeran kucing itu akan membawamu kembali ke istananya kami tidak mau kalau sampai kehilanganmu lagi nak!" Isak Amber dalam kesedihan yang tiada tara.
Deniz menatap ibunya yang sejak tadi terus menangis bahkan tubuhnya sekarang sudah kurus karena terlalu pusing memikirkan keadaan putrinya yang selama satu minggu, dan tidak sadarkan diri.
" Ayolah Ma! Aku ingin bertemu dengan calon suamiku Kenapa kalian bersikeras kali ingin memisahkan kami berdua?" ucap Deniz dengan melotot kepada ibunya yang langsung terkejut melihat temperamen putrinya yang berubah tiba-tiba.
__ADS_1
Tampaknya Kyai Rasyid sudah sangat paham dengan apa yang terjadi kepada Deni sekarang. Kyai Rasyid kemudian meminta kepada Dedi untuk mengambilkan segelas air minum yang akan dia gunakan untuk media penyembuhan agar Deniz bisa terlepas dan tidak terlalu terpesona dengan pangeran kucing yang tampan sebagai calon suaminya.
" Tenanglah Deniz kami semua pasti akan membantumu untuk bisa melewati hari yang sulit ini!" ucap Dani sambil tersenyum kepada Deniz yang mulai terlihat dingin kepada Dani.