
Raja Narendra menatap Putri Seruni dengan marah dia tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu kepada istrinya.
" Jangan pernah bermimpi untuk menjadi ratu di dalam istana ini karena kau pun tidak akan pernah menjadi selirku! Sekarang pulang kau bersama kedua orang tuamu!" Raja Narendra benar-benar murka dengan apa yang dilakukan oleh Putri Seruni.
Raja Abi Saka dan Ratu Trisna menggelengkan kepalanya melihat kejadian itu. Sebenarnya mereka marah dengan apa yang dilakukan oleh Raja Narendra yang sudah begitu lancang mengusir putrinya.
Akan tetapi mereka pun mengerti. Bagaimana perasaan Raja Narendra setelah melihat kelakuan putrinya yang sangat keterlaluan karena sudah menghina istri Raja Narendra.
" Tenanglah Raja jangan terpanjang emosi seperti itu jangan sampai hubungan baik kerajaan kita hancur karena masalah kecil seperti ini!" ucap Raja Abi saka mencoba untuk menenangkan Raja Narendra yang sejak tadi sudah melotot kepada putri Seruni.
Deniz yang tadi hendak pergi dari istana kerajaan kucing sontak menatap wajah suaminya.
" Sayang dari pada aku harus kehilanganmu. Lebih baik aku kehilangan status rajaku di istana ini dan menyerahkannya kepada Pangeran panji!" Raja Narendra kemudian menggenggam telapak tangan Deniz yang tadi hendak menangis karena mendengar semua yang dikatakan oleh Putri Seruni.
" Kenapa?" karena perasaan yang begitu sedih Deniz hanya bisa mengatakan hal itu dengan suara gemetar karena menahan tangisnya.
" Karena kau adalah hidupku, sayang. Kau separuh dari nyawaku. Kalau nanti Aku harus kehilanganmu, itu sama saja dengan Aku menuju kematianku!" Raja Narendra langsung mencium bibir Deniz di hadapan semua yang ada di tempat itu tanpa memperdulikan apapun tentang mereka.
Putri Seruni yang melihat kejadian itu benar-benar marah. Dia bahkan sampai menyerang Deniz karena merasa cemburu dan juga tersinggung sekali.
" Kurang ajar! Berani-beraninya kalian merendahkanku sebagai putri dari kerajaan alam gaib yang menguasai seluruh kerajaan di alam siluman ini!" Putri Seruni langsung menyerang keduanya yang tadi sedang fokus meluahkan perasaan cinta mereka berdua.
__ADS_1
Raja Abi Saka dan Trisna langsung menghentikan Putri Seruni dan mengajaknya pergi dari istana kerajaan kucing.
" Seruni!! Kenapa bisa kau tidak sopan seperti itu? Hmmm? Kita di sini adalah kamu jagalah martabat istana kerajaan kita!" tegur Raja Abi Saka yang benar-benar merasa marah dengan perbuatan putrinya yang tidak sopan kepada raja Narendra dan juga Ratu Deniz.
Raja Narendra tersenyum melihat Apa yang dilakukan oleh raja Abi Saka.
" Ayah!! Dia melakukan itu karena dia tidak memandang kehormatan istana kerajaan kita. Kita harus memberikan mereka pelajaran!" Putri Seruni benar-benar murkah dan juga marah kepada ayahnya yang ternyata membela orang luar.
" Sudahlah putriku Ayo kita pulang jangan membuat malu keluarga kita dan juga istana kita!" Ratu Trisna kemudian menarik tangan putrinya untuk mengikuti mereka yang bersiap untuk meninggalkan istana kerajaan kucing yang sudah memanas karena keributan itu.
Raja Abi Saka dan Ratu Trisna meminta maaf kepada Raja Narendra dan juga istrinya atas keributan yang sudah diperbuat oleh Putri mereka.
Semua kejadian itu begitu cepat sehingga tidak ada waktu bagi siapapun untuk mencerna kejadian yang ada di hadapan mereka saat ini.
Kedua orang tua Raja Narendra pun kemudian berpamitan karena mereka juga ingin mengasingkan diri di dasar jurang bersama leluhur mereka yang sudah pernah mendatangi mereka di dalam mimpi yang meminta mereka berdua untuk menemani di sana di sisa kehidupan mereka ke depannya.
" Putraku Ayah harap kau bisa menjadi raja yang lebih hebat daripada ayahmu. Kami berdua pamit. Karena sekarang leluhur kita sudah menunggu kami berdua di dasar jurang. Kami permisi!" setelah mengatakan itu mantan raja dan ratu istana kerajaan kucing pun akhirnya melakukan teleportasi dan meninggalkan tempat itu tanpa menunggu jawaban Raja Narendra.
Raja Narendra hanya menatap kepergian kedua orang tuanya dengan mata sendu.
Pangeran Panji dan Minsi mendekati Raja Narendra dan Deniz yang saat ini masih saling berpelukan satu sama lain.
__ADS_1
" Ayahanda dan Ibunda. Kami pun ingin berpamitan ke alam manusia sudah sangat lama kami berada di sini. Kasihan dengan Putra kami yang saat ini bersama dengan kakek dan nenek di alam manusia!" Raja Narendra memeluk Pangeran Panji dengan erat dan meminta kepada putranya untuk menjaga diri selama berada di alam manusia.
" Jagalah kakek dan nenekmu di sana. Ingat Pangeran Panji! Kau harus selalu menjaga dirimu karena kau sekarang adalah putra mahkota dari istana kerajaan ini! Apa kau paham?" Raja Narendra bertanya kepada putranya yang langsung tersenyum dan mengganggukan kepalanya.
" Ibunda Ratu, selamat Sekali lagi. Saya akan berdoa semoga panjang umur untuk kalian berdua. Kami akan hidup baik-baik di alam manusia dan mendoakan kebaikan untuk kalian." ucap Minsi kepada Deniz yang sampai saat ini masih berkaca-kaca matanya.
Deniz memeluk Putri menantunya dengan rak dan berpesan untuk menjaga Pangeran Panji di alam manusia dan juga cucu mereka berdua.
" Datanglah kemari supaya aku bisa mengobati rasa rinduku dengan cucuku." Pesan Deniz ketika Pangeran Panji dan juga Minsi berpamitan untuk meninggalkan istana kerajaan kucing yang sekarang terasa begitu sepi setelah kepergian mereka semua yang disayangi oleh keduanya.
Mahaguru juga berpamitan kepada Raja Narendra dan Deniz.
" Selamat sekali lagi untuk yang mulia raja dan juga Ratu semoga pemerintahan kalian akan diberkati dan menjadi kerajaan yang sukses dan berjaya!" Raja Narendra memeluk Mahaguru dengan berat begitu banyak rasa Terima kasih yang ingin disampaikan oleh sang raja kepada maha gurunya yang sejak dulu selalu membantunya tanpa pamrih.
" Mahaguru menetaplah di istana untuk menjadi guru negara dan tolonglah saya untuk mengatur pemerintahan ini." Raja Narendra meminta ke pada Mahaguru untuk tinggal di istana kerajaannya.
Mahaguru tersenyum kepada raja Narendra. Mahaguru tahu bahwa muridnya selalu ingin dia di sampingnya dan membantu tugas kenegaraan di istana kerajaan kucing.
" Raja Narendra hamba ini adalah siluman yang kasar dan juga senang dengan kebebasan. Hamba akan selalu membantu Raja Narendra kalau membutuhkan pertolongan. Tetapi untuk menjadi guru negara itu adalah lain hal. Hamba tidak siap untuk melakukan itu!" Raja Narendra merasa sedih dengan jawaban dari Mahaguru. Tetapi dia pun tidak bisa memaksa apa yang menjadi keputusan Maha gurunya.
" Baiklah Mahaguru Terima kasih banyak. Saya pasti akan selalu menghubungi Mahaguru ketika istana kami membutuhkan bantuan." Raja Narendra memeluk maha guru satu kali lagi sebelum gurunya meninggalkan istana kerajaan yang sekarang telah dipasrahkan di bawah kepemimpinannya.
__ADS_1