Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 229


__ADS_3

Pangeran Surya Kelana kemudian memutuskan untuk menemui ayah dan ibunya di dasar jurang. Pangeran Surya Kelana tahu lokasi tempat yang di maksud. Dia langsung merubah wujudnya menjadi seekor kucing raksasa yang sangat besar dan dia membawa Putri Ayuningtyas bersamanya ke dasar jurang.


Putri Ayuningtyas terlihat mengerutkan keningnya saat dia berada di dasar dan melihat tidak ada apapun di sana.


"Ayah, disini tidak ada apa-apa. Lagi pula bagaimana mungkin ada seseorang yang bisa hidup di sini?" tanya Putri Ayuningtyas yang terlihat kebingungan karena dia hanya melihat semak belukar dan dasar jurang yang gelap.


Pangeran Surya Kelana kemudian duduk bersemedi untuk memanggil leluhurnya yang menetap dsn tinggal di tempat itu.


Tak lama kemudian, terlihat seperti sebuah tirai yang di buka seseorang, terlihat sebuah istana yang indah terpampang di hadapan mereka.


Sejak mantan raja dan permaisuri tinggal di situ untuk menemani leluhur mereka yang masih hidup, mereka memang membuat sebuah istana untuk tempat tinggal mereka.


Selama ini Mereka sudah terbiasa tinggal di istana berada dalam kesederhanaan dan hidup di dalam sebuah goa tidak cocok untuk hidup mereka.


"Anakku?" permaisuri langsung memeluk Pangeran Surya Kelana dengan perasaan begitu haru Karena airnya Setelah sekian lama dia bisa kembali melihat wujud putranya dalam bentuk manusia.


Benar-benar sesuatu yang sangat spesial untuk dirinya dan sang suami. Ratu Deniz dan Raja Narendra saling menatap satu sama lain. Karena mereka baru bertemu secara langsung dengan kakak Raja Narendra yang sama ini hidup mengasingkan diri di Hutan Larangan.


"Ibunda! Apa kabarmu?" Raja Narendra terlihat begitu bahagia dengan pertemuan itu yang sudah sangat lama dinantikan oleh kedua orang tuanya.


Ayah mereka bahkan sampai meneteskan air mata karena merasa haru dan bahagia. selama ini mereka sudah membujuk Putra mereka untuk melepaskan sumpahnya yang akan selamanya hidup dalam wadah siluman kucing raksaksa seumur hidupnya.


"Anakku apa yang sudah membuatmu merubah pikiranmu? Sehingga sekarang kembali berwujud manusia?" tanya ayah mereka yang terlihat begitu penasaran dengan keputusan putranya.


Karena mereka masih ingat betapa kerasnya Sang putra menolak keinginan mereka untuk melepaskan rasa bersalah di dalam hati Pangeran Surya Kelana karena peperangan yang sudah membuat rakyat kerajaan Mereka banyak yang mati dan binasa.

__ADS_1


"Syukurlah anakku. Akhirnya kau sadar bahwa yang kau lakukan adalah sebuah kesalahan dan sekarang kau sudah kembali kepada kami. Ibu dan Ayah merasa sangat bahagia dengan kembalinya dirimu di sisi kami." Ibunya lalu mempersilahkan kepada Pangeran Surya Kelana untuk masuk ke dalam istana kecil yang menjadi tempat tinggal mereka selama berada di dasar jurang bersama leluhur mereka yang sudah semakin tua.


Pangeran Surya Kelana melihat Raja Narendra dan Ratu Deniz yang menyambut kedatangan mereka berdua dengan perasaan bahagia.


Putri Ayuningtyas terlihat cemberut karena ayahnya tidak memperkenalkan dirinya kepada mereka.


"Ayah bukankah kau mengajakku kemari karena ingin memperkenalkan kepada mereka sebagai anakmu?" tanya Putri Ayuningtyas pada Pangeran Surya Kelana yang terlihat lupa dengan tujuan dirinya mendatangi kedua orang tuanya di sana.


Raja Narendra cukup terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh Putri Ayuningtyas.


"Gadis bengal! Apa maksudmu mengatakan hal itu? Sejak kapan kakakku menjadi ayahmu?" Putri Ayuningtyas terlihat kesal kepada raja Narendra yang tidak bersahabat kepadanya.


Putri Ayuningtyas kalau tidak memandang ayahnya pasti sudah menyerang Raja Narendra sejak tadi.


Kalau sampai Putri Ayuningtyas berani berbuat macam-macam di sana, sudah pasti dia akan langsung ditendang oleh leluhurnya yang sangat tidak suka dengan keributan.


"Dia benar adikku! Putri Ayuningtyas adalah putriku. aku sudah mengkonfirmasi sendiri bahwa dia memang benar-benar putriku dari hasil pernikahanku yang aku lakukan secara diam-diam bersama dengan Putri Asuman. Maafkan aku, ibu dan ayah! Aku memang menutupi fakta tentang pernikahanku dengan Putri Asuman. Karena aku tidak tahu bagaimana harus mengungkapkan keinginan kami untuk menikah kepada kalian semua. Sementara kalian selalu berperang satu sama lain untuk mempertahankan ego kalian masing-masing." Mantan Raja dan Ratu hanya bisa mengelus dada mengetahui semua kenyataan tersebut.


Putri Ayuningtyas terlihat tidak suka dengan ekspresi yang ditunjukkan oleh kakek dan neneknya yang seperti tidak menyukai kehadirannya di dunia ini.


"Apakah kalian tidak suka aku menjadi cucu kalian?" tanya Putri Ayuningtyas dengan ketus dan tidak sopan sama sekali kepada yang lebih tua.


Pangeran Andalas benar-benar tidak percaya kalau wanita begal itu adalah sepupunya. Pangeran Andalas merasa bahwa saat ini dia sedang bermimpi dan dia sangat berharap untuk segera bangun dari tidur panjangnya.


Terlihat sang pangeran yang sedang mencubit pipinya sendiri bahkan sampai meringis kesakitan.

__ADS_1


"Apa yang sedang kau lakukan Putraku? Kenapa kau mencubit dirimu sendiri?" tanya Ratu Deniz pada Pangeran Andalas.


Pangeran Andalas hanya meringis mendengar pertanyaan dari ibunya.


Pangeran Andalas kemudian menjelaskan bahwa dirinya saat ini sedang merasa bermimpi karena mengetahui fakta tentang Putri Ayuningtyas yang merupakan sepupunya.


"Aku benar-benar tidak bisa membayangkan, kalau wanita bengal itu adalah bagian dari keluarga kita. Sungguh suatu aib yang sangat besar untuk istana kerajaan kita!" Ratu Deniz langsung melotot kepada putranya ketika mendengar Pangeran Andalas mengatakan hal yang tidak sopan seperti itu di hadapan kakak iparnya yang sejak tadi terus saja memperhatikan dia.


Pangeran Andalas sebenarnya sangat kecewa mengetahui kebenaran tentang Putri Ayuningtyas yang merupakan anak dari sosok yang sangat dia kagumi selama ini.


Ya! sejak Pangeran Andalas bertemu dengan kucing raksasa yang menetap di hutan larangan. Sejak saat ini Pangeran Andalas sudah memutuskan akan menjadikan kucing raksasa itu sebagai idolanya.


Akan tetapi, sekarang kucing raksasa yang dia kagumi telah berubah menjadi manusia yang sangat tampan dengan mengaku sebagai ayah dari musuh yang sangat dia tidak sukai. Putri Ayuningtyas yang terkenal di alam siluman sebagai pembuat masalah dan pembuat onar.


"Aku hanya tidak mengira kalau Pamanku yang sakti mandraguna, ternyata memiliki seorang putri pembuat keributan di mana-mana. Sungguh amat di sayangkan sekali!" Putri Ayuningtyas terlihat begitu murkah mendengar apa yang dikatakan oleh pangeran Andalas tentang dirinya.


"Heh! Kamu anak kecil! Bagaimanapun kau harus menghormatiku karena aku adalah kakak sepupumu! Lihat aja kalau kau berani tidak sopan padaku, maka aku pasti tidak akan segan untuk memberikan hukuman padamu!" Putri Ayuningtyas terlihat begitu murkah kepada Pangeran Andalas yang terlihat sangat meremehkan dirinya.


Ratu Denis sebenarnya bisa mengerti kenapa Putri Ayuningtyas begitu liar dan seperti tidak memiliki etiket sama sekali. Kalau melihat seluk beluk kedua orang tuanya yang berpisah dengannya sejak kecil hal itu sangatlah wajar.


Putri Ayuningtyas selama ini hidup dengan dibesarkan oleh orang lain tanpa tahu siapa kedua orang tua aslinya selama ratusan tahun lamanya, tentu tidak mudah untuknya bisa menerima kenyataan seperti itu.


Akan tetapi Ratu Deniz merasa sangat bersyukur karena terlihat Putri Ayuningtyas yang sudah bisa menerima tentang kebenaran di dalam hidupnya. Bahwa dirinya bukan bagian dari kerajaan ular hijau yang selama ini dianggap sebagai keluarganya.


"Pangeran Andalas! Tolong kau jagalah kelakuanmu jangan terlalu diikuti hawa nafsumu yang seperti itu. Bagaimanapun juga dia masih saudaramu yang terdekat. Kau harus menghormatinya dan belajar menerima kehadirannya di antara keluarga kita!" ucap neneknya yang sejak tadi terus melotot kepadanya karena memperolok kehadiran Putri Ayuningtyas di sana.

__ADS_1


__ADS_2