
Pangeran Baratayudha dan Sekar akhirnya mengajak keluarga Pangeran Narendra untuk berkunjung ke istana kerajaan sang ratu Penguasa laut selatan.
Keluarga Pangeran Narendra kemudian mempersiapkan apa saja yang harus mereka bawa untuk melamar Minsi untuk dijadikan sebagai calon istri Panji.
" Pangeran! Apakah tidak masalah kalau kita datang begitu saja kepada sang ratu?" tanya Deniz yang masih khawatir dengan kedatangan mereka kesana.
" Tidak masalah. Gusti Kanjeng Ratu adalah seorang Ratu yang baik dan bijaksana. Dia pasti akan senang menerima kehadiran kalian di istana kami!" ucap Pangeran Baratayudha kepada Pangeran Narendra dan Deniz.
Pangeran Baratayudha yang terlihat sangat tampan itu, kemudian melambaikan sebuah tangannya ke atas langit. Seketika keluarlah Kereta Kencana yang sangat cantik yang akhirnya membawa mereka menuju istana sang ratu laut selatan.
Lautan seketika membelah menjadi dua dan menghantarkan mereka semua ke dalam istana sang ratu laut selatan.
Di dalam istana terlihat Minsi dan sang ratu yang menyambut kedatangan mereka.
Minsi yang sudah dijelaskan oleh sang ratu tentang identitasnya yang sesungguhnya. Dia begitu terharu ketika melihat Kyai Ilham yang datang bersama dengan keluarga Pangeran Narendra dan kedua orang tuanya.
" Kakek!" walaupun merasa canggung memanggil Kyai Ilham dengan panggilan kakek tetapi Minsi akhirnya bisa juga melakukan itu.
Kyai Ilham tampak berderai air mata mendengarkan Minsi memanggilnya kakek.
Walaupun tidak terbiasa dengan panggilan itu tetapi Kyai Ilham pun langsung memeluk Minsi karena merasa kerinduan dan kebahagiaan karena melihat Minsi selamat dari cengkraman siluman monyet yang telah menculiknya.
" Maafkan saya yang mulia Ratu. Apakah bisa membantu saya untuk memulihkan istana kerajaan kucing? Karena kecerobohan saya yang mengira bahwa Minsi telah diculik oleh pangeran mereka. Sehingga saya telah memporak-porandakan istana mereka!" ucap Kyai Ilham kepada sang ratu yang sedang tersenyum kepadanya.
" Kau khawatir Kiai! Saat ini para anak buahku sedang membereskan semua kekacauan yang telah kau buat dan sekarang kerajaan istana kucing sudah kembali cantik seperti sebelum kau datang ke sana! Aku juga sudah mengutus beberapa prajurit dan juga ajudanku untuk menjaga kerajaan kucing dari pengaruh kerajaan monyet yang selalu mencari permusuhan dengan mereka!" ucap sang ratu membuat Kyai Ilham benar-benar merasa lega.
__ADS_1
Bagaimanapun Sang Kyai benar-benar merasa sangat bersalah dan merasa malu kepada Pangeran Narendra karena sikap cerobohnya yang sudah termakan hasutan dari pangeran Wangen yang sudah membuat seakan-akan kepergian Minsi adalah karena diculik oleh pangeran Panji.
" Pangeran panji datanglah mendekat kemari. Karena saya ingin melihat calon suami dari cucuku!" ucap sang ratu sambil Melambaikan tangannya ke arah Pangeran Panji yang saat ini masih menundukkan kepalanya dan tidak berani untuk melihat langsung ke arah Mata Sang Ratu yang begitu berwibawa dan memiliki pamor yang sangat kuat.
Pangeran Panji yang merasa gugup dengan hal itu, dia jadi tidak berani untuk mendekati sang ratu yang kemudian tersenyum padanya.
" Tidak apa-apa Pangeran. Kemarilah! Saya hanya ingin melihatmu dan saya tidak akan melakukan hal yang akan membuatmu celaka. Percaya lah padaku!" ucap sang ratu berusaha untuk meyakinkan Pangeran Panji agar berani mendekatinya.
Beberapa saat lamanya Pangeran Panji hanya melirik ke arah Pangeran Narendra dan juga Deniz yang tampak menganggukan kepala kepadanya.
Dengan perlahan dan juga jantung yang berdegup begitu kencang. Pangeran Panji pun kemudian mendekati sang ratu yang tampak begitu senang melihatnya.
" Kau memang seorang pangeran yang sangat tampan dan juga didjaya pantas saja kalau cucuku mencintaimu. Aku merestui pernikahanmu bersama dengan cucuku. Dan aku akan menghadiahkan sebuah istana untuk kerajaan kucing. Sebuah istana khusus untuk kalian berdua tinggal di sana. Istana itu adalah hadiahku untuk pernikahan kalian berdua!" ucap sang ratu sambil tersenyum kepada Panji dan Minsi yang sejak tadi hanya bisa menundukkan kepala mereka.
Minsi benar-benar tidak percaya bahwa perasaannya terhadap Pangeran Panji ternyata terbalas dan akhirnya bisa menikah.
Minsi menatap Kyai Ilham dengan lekat. Kyai Ilham saat ini tidak bisa melakukan apa-apa. Karena bagaimanapun kedua orang tua Minsi dan sang ratu sudah merestui pernikahan mereka. Kyai Ilham saat ini hanya bisa menatap Minsi dengan mata sayu dan rindu.
Kyai Ilham selama ini memang benar-benar sangat menyayangi Minsi. Cucu yang telah dia urus sejak masih bayi. Karena Sekar yang harus tinggal di istana kerajaan sang ratu bersama dengan pangeran Baratayudha.
" Kakek, aku merindukanmu!" ucap Minsi sambil memeluk Kyai Ilham yang saat ini sedang menangis karena terharu bisa kembali bertemu dengan Minsi yang dia kira telah menghilang ke mana.
" Ceritakan pada kakek. Bagaimana caranya kamu bisa pergi bersama dengan pangeran wangen? Apa kau tahu Minsi? Gara-gara suratmu itu, telah membuat kakek sudah memporak-porandakan kerajaan kucing. Karena berpikir bahwa Pangeran Panji telah menculikmu!" ucap Kyai Ilham kepada Minsi yang saat ini sedang berada di dalam pelukannya yang selalu menjadi tempat favorit bagi Minsi.
Minsi pun kemudian menceritakan bahwa Pangeran Panji sedang berada di dalam bahaya. Setidaknya itulah yang dikatakan oleh pangeran Wangen kepada Minsi agar dia mengikuti sang pangeran siluman monyet.
__ADS_1
" Lain kali kau tidak boleh mempercayai omongan Siapapun!" ucap Kyai Ilham menasehati Minsi yang saat ini sedang menatapnya.
Kyai Ilham benar-benar sangat bahagia karena melihat cucunya ternyata baik-baik saja. Hati Kyai Ilham benar-benar mencelos ketika melihat Minsi yang begitu menderita di Kaca Benggala milik Pangeran Narendra ketika berada di gua kelelawar yang ada di dalam kerajaan monyet.
" Kakek benar-benar sangat khawatir dengan keadaanmu. Syukurlah kalau kau sekarang baik-baik saja." ucap Kyai Ilham merasa senang dengan Minsi yang saat ini terlihat baik-baik saja.
Setelah acara lamaran Pangeran panji untuk Minsi berjalan dengan lancar. Keluarga Pangeran Narendra pun akhirnya berpamitan kepada sang ratu dan diantarkan oleh ajudan menuju istana kerajaan kucing.
Setelah itu ajudan mengantarkan Kyai ilham dan Minsi ke alam manusia.
" Baiklah Tuan Putri. Kami pamit undur diri!" ucap sang ajudan kepada Minsi dan juga Kyai Ilham yang sekarang sudah kembali ke pondok pesantren sang Kyai.
Minsi menatap Kyai Ilham yang sekarang terlihat semakin tua.
' Ya Allah kenapa kemarin aku tidak peka Bagaimana mungkin kakek yang begini tua? Dia bisa memiliki anak seusiaku? Seharusnya Aku curiga sejak dulu dengan kemampuanku sendiri yang sangat Pro untuk mengusir para siluman jahat maupun makhluk sosial yang selalu mengganggu manusia!' bathin Minsi ketika dia sudah berada di dalam kamarnya.
Minsi benar-benar sangat terkejut pertama kali mengetahui kalau ternyata Kyai Ilham bukanlah ayahnya akan tetapi kakeknya.
Ternyata kedua orang tua Minsi berada di istana kerajaan Sang Ratu Pantai Selatan.
" Ya Allah ternyata aku pun setengah siluman seperti Pangeran Panji! Aku sekarang sudah memiliki kemampuan untuk bisa hidup di dua alam. Tidak masalah kalau misalkan nanti aku akan menikah dengan pangeran Panji!" seketika wajah Minsi menjadi merona ketika mengingat dirinya yang sekarang telah berstatus sebagai tunangan dari pangeran Panji yang tampa dia sadar telah dia cintai.
Minsi merasa bersyukur karena sekarang pangeran wangen dan Putri Hanna sudah menikah. Sehingga tidak ada yang akan menghalangi hubungannya bersama pangeran Panji.
" Aku benar-benar penasaran kenapa Pangeran wangen menculik kepada hari itu? Untung saja ajudan Kanjeng Ratu berhasil menolongku. Kalau tidak, aku pasti akan mati konyol di tangan Pangeran Wangen yang ternyata jahat itu!" ucap Minsi yang tiba-tiba merasa marah kepada pangeran wangen yang sudah menipunya mentah-mentah.
__ADS_1
Kalau bukan karena pangeran wangen yang mengatasnamakan Panji yang sedang dalam bahaya, Minsi pun pasti tidak akan mengikuti Pangeran itu untuk pergi ke alam siluman.
" Apa yang waktu itu dia katakan sama aku ya? Aku melupakannya. Karena waktu itu aku hampir pingsan gara-gara dia. Aih, aku kenapa harus lupa sih?" rutuk Minsi merasa kesal luar biasa.