
Deniz yang saat ini sedang bertemu dengan Narendra, tampak terus cemberut. Membuat Narendra jadi bingung dengan istrinya.
" Ada apa sayang?" tanya Narendra sambil berusaha untuk memeluk Deniz akan tetapi Deniz malah menjauh darinya.
" Ada apa?" masih penasaran.
" Kamu udah ga cinta sama aku kan?" tanya Deniz dengan wajah masam.
" Ko nanya gitu sih?" Narendra bingung sungguh di buatnya dengan istrinya yang tumben sekali pake acara merajuk segala saat mereka berdua bertemu.
" Sekarang kau semakin jarang untuk mengajak bertemu denganku dan bahkan sekarang kau semakin jarang untuk meminta jatahmu!" Deniz sampai memerah wajahnya saat mengucapkan kata-kata itu.
Narendra sampai tertawa terbahak melihat ekspresi istrinya yang begitu lucu.
" Oh, Jadi istriku inginnya aku mencarinya berapa hari sekali?" tanya Narendra sambil menatap Deniz dengan tatapan penuh menggoda. Sehingga membuat Deniz pada akhirnya salah tingkah sendiri.
" Apa an? Bukan itu maksud ku!" Deniz berusaha menghindari sang suami yang sedang menggodanya dalam melakukan hal-hal yang membuat Deniz menjadi tersipu.
" Aku mencintai kamu sayang. Kamu mau ya, kembali ke sisiku, menjadi putri mahkota di istana kerajaan kucing?" tanya Narendra setelah mereka selesai bercinta.
Deniz tampak terdiam, bagaimanapun dia ingat dengan janjinya kepada Kyai Rasyid kalau dia baru mau kembali ke sisi suaminya setelah putranya menikah.
" Tidak bisa sayang. Maafkan aku!" ucap Deniz menyesal sekali.
" Apakah ini tentang janjimu kepada Kyai Rasyid?" suasana di dalam ruangan pribadi Narendra tampak begitu terlihat Narendra maupun Deniz masing-masing sibuk dengan pikiran mereka sendiri.
Narendra kemudian bangkit dari atas ranjang.
Mengambil pakaian dan menggunakannya lagi.
" Apakah kau marah padaku?" tanya Deniz merasa menyesal kepada suaminya.
Deniz sadar kalau pangeran Narendra sudah terlalu banyak bersabar dengannya. Tetapi dia melakukan semua itu adalah demi kebaikan pangeran Panji dan juga istana kerajaan kucing. Deniz tidak mau membuat kerajaan kucing mengalami peperangan lagi gara-gara dirinya yang sampai saat ini masih dikejar oleh Raja Abiyaksa untuk dijadikan sebagai permaisurinya di kerajaan baru yang dia bangun dengan susah payah.
Raja Abiyaksa telah memerintah kerajaan ular hijau versi terbaru. Karena kerajaan lama dipimpin oleh adiknya raja Abimana yang sekarang sudah menikah dengan Putri Kameswari yang sudah diangkat menjadi permaisurinya di sana.
Bahkan mereka sudah hampir memiliki anak. Hanya tinggal menunggu melahirkan saja.
__ADS_1
" Baiklah aku kembali dulu. Karena sepertinya subuh hampir tiba. Oh ya sebentar lagi juga Kyai Rasyid akan menemui ayahmu. Dia ingin mengembalikan batu Azhura kepada kedua orang tuamu, aku tidak tahu kenapa Kyai Rasyid sangat ingin untuk mengembalikan batu itu!" ucap Deniz yang hanya ditanggapi biasa saja oleh Pangeran Narendra.
Pangeran Narendra kemudian menatap Deniz dengan lekat. Ingin sekali rasanya. Dirinya menahan istrinya untuk berada di samping dirinya untuk selamany. Ingin rasanya dia mengurung istrinya di istananya dan tidak akan membiarkan Deniz pergi meninggalkan dirinya lagi. Tapi pada akhirnya Pangeran Narendra hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam karena dia tidak mampu untuk melakukan kekerasan.
Narendra ingin istrinya berada di sampingnya adalah karena kemauannya sendiri bukan karena paksaan dirinya ataupun siapapun.
" Karena batu Azhura sedikit demi sedikit akan menyerap amalan dari penggunanya. Kalau tidak diberikan makanan berupa dzikir khusus maka secara perlahan akan memakan jiwa orang yang pernah dia tolong!" ucap Pangeran Narendra kepada Deniz.
Deniz sangat terkejut mendengarkan perkataan itu. Dia tidak menyangka kalau ternyata pengaruh batu Azhura sangat luar biasa sekali. Berbahaya kalau sampai lupa berdzikir untuk memberikan makan padanya.
" Bagaimana selama ini ayahmu memberikan makan kepada batu Azhura itu sehingga dia eksis begitu lama di kerajaan kucing?" Deniz sungguh penasaran.
" Manusia-manusia yang mengikat perjanjian dengan kerajaan kami, kami berikan salah satu syaratnya adalah dengan selalu mendawamkan dzikir-zikir khusus yang akan diajukan untuk batu Azhura pada saat malam-malam tertentu. Sehingga batu itu akan selalu bersinar dan kekuatan nya akan semakin besar." Denis manggut-manggut mendengarkan penjelasan dari pangeran Narendra.
" Karena sekarang batu itu tidak ada di sini lagi. Maka secara otomatis batu itu pun sudah terputus dengan para pemujanya. Jadi Kyai Rasyid harus memikirkan sendiri bagaimana caranya untuk memberikan makan batu itu agar tetap berfungsi!" Deniz pun sekarang mengerti kenapa Kyai Rasyid bersikeras dengan niatnya mengembalikan batu itu ke istana kerajaan kucing.
Setelah terdengar suara adzan, jiwa Deniz tertarik untuk kembali masuk ke dalam wadagnya. Sehingga dia kembali bangun dan berpisah dengan Pangeran Narendra.
" Rasanya begitu cepat pertemuan itu tiba-tiba sudah subuh saja!" ucap Deniz lirih.
" Kyai Apakah anda sudah bertemu dengan kedua mertua saya?" tanya Deniz ketika dia sudah berada di samping Kyai Rasyid.
Rasyid kemudian membuka matanya dan tersenyum kepada Deniz.
" Aku tadi mau mengajakmu tapi kulihat kau sedang bertemu dengan suamimu. Jadi aku pergi sendiri untuk bertemu dengan kedua mertuamu dan mengembalikan batu Azhura kepada mereka." Deniz tersipu malu. Karena tampaknya Kyai Rasyid mengetahui tentang pertemuannya dengan pangeran Narendra di alam mimpi.
" Maafkan Kyai. Hal itu bukanlah rencana saya sebenarnya. Awalnya saya hanya ingin tidur dan beristirahat saja sambil mempersiapkan fisik saya untuk ikut bersama dengan Kyai. Tapi tidak tahu kenapa, tiba-tiba saja saya bertemu dengan suami saya. Mungkin kebetulan dia sedang merindukan saya juga sehingga jiwa kami akhirnya bertemu di sana. Sehingga membuat saya malah jadi lupa waktu. Maafkan saya Kyai!" ucap Deniz sambil tertunduk malu kepada Kyai Rasyid.
Kyai Rasyid melihat ke sekeliling. Para santri yang ada di pondoknya sudah mulai berduyun-duyun datang ke masjid untuk melaksanakan salat Subuh dan dia pun harus segera beranjak dari tempatnya untuk mengimami salat para santri dan juga penghuni pondok pesantren yang dia pimpin.
" Sudahlah Deniz. Kau tidak usah merasa bersalah ataupun merasa takut seperti itu. Kau bertemu dengan suamimu sendiri itu adalah hakmu dan juga hak suamimu. Bukan ranah saya untuk melarang hal seperti itu! Karena sekarang kemampuan di dalam dirimu sudah semakin kuat. Kau bisa bertemu dengan suamimu di manapun kalian inginkan tidak harus selalu berada di rumah ini!" Deniz benar-benar merasa bahagia mendengarkan apa yang dikatakan oleh Kyai Rasyid.
" Benarkah itu Kyai?" tanya Deniz merasa sangat excited dengan berita gembira itu.
" Apa itu artinya saya setiap hari bisa bertemu dengan suami saya di manapun saya mau?" tanya Deniz mencoba mengkonfirmasi semuanya kepada Kyai Rasyid.
Deniz bahagia sekali setelah mendengarkan penuturan dari Kyai Rasyid yang mengatakan bahwa sekarang dirinya sudah bisa melindungi roh atau jiwanya ketika keluar dari tubuhnya saat bertemu dengan Pangeran Narendra di alam siluman.
__ADS_1
Rupanya amalan-amalan dan juga ilmu yang selama ini diberikan Kyai Rasyid kepada Deniz adalah untuk memperkuat fisik maupun jiwanya. Sehingga dia bisa melakukan perjalanan dari alam manusia ke alam siluman tanpa harus takut jiwanya akan terserap selamanya di alam siluman.
Kyai Rasyid dan Deniz kemudian pergi bersama-sama ke masjid untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah bersama dengan para santri lainnya yang sudah menunggu ke Rasyid sejak tadi.
" Alhamdulillah ya Allah. Aku bahagia sekali. Karena sekarang aku bisa bertemu dengan suamiku di manapun aku mau, tanpa harus jauh-jauh datang kemari lagi!" doa Deniz yang sangat bersyukur atas karunia itu. Di mana sekarang dirinya tidak harus merasa lelah untuk bolak-balik lagi dari kediaman orang tuanya, menuju pondok pesantren Kyai Rasyid yang jaraknya lumayan jauh hanya untuk bertemu suami.
Dia tidak perlu berbohong lagi kepada kedua orang tuanya mengenai melakukan tugas kuliah di tempat temannya hanya untuk bisa mendatangi pondok pesantren Kyai Rasyid agar bisa bertemu dengan suaminya.
Setelah selesai sarapan Deniz pun kemudian berpamitan kepada Kyai Rasyid.
" Terima kasih banyak Kyai atas bimbingan Kiai selama ini dan atas tempat yang sudah Kyai pinjamkan kepada saya dan suami saya untuk selalu bertemu!" ucap Deniz dengan rasa haru yang ada di dalam hatinya.
" Sama-sama Deniz. Saya yang sudah memisahkan kalian berdua, tentu saja saya juga yang harus bertanggung jawab untuk bisa mempertemukan kalian berdua. Karena bagaimanapun kalian adalah suami istri. Sungguh dosa besar kalau saya bersikeras dengan pendirian saya. Untuk bersikeras tidak memperbolehkan kalian bertemu satu sama lain. Sementara suamimu pun memiliki haknya atas dirimu sebagai istrinya!" ucap Kyai Rasyid sambil tersenyum kepada Denis yang saat ini perasaannya sedang bahagia.
Setelah melihat kondisi Dani dan juga berpamitan kepada istrinya Kyai Rasyid. Deniz pun kemudian kembali ke kediaman kedua orang tuanya.
Sepanjang perjalanan Deniz selalu tersenyum penuh dengan kebahagiaan. Karena tidak ada hal yang lebih membahagiakan baginya selain kebebasan untuk bertemu dengan suaminya dan juga putranya yang sekarang hidup di alam siluman.
" Sekarang aku harus memikirkan untuk masalah pernikahan Pangeran Panji. Agar kami bisa bersama lagi sebagai sebuah keluarga tanpa harus dipisahkan seperti saat ini!" ucap Deniz saat dia sudah ada di dalam kamarnya.
Deniz kemudian mengambil kucing yang sedang tertidur malas di atas kasurnya.
Deniz tidak tahu kalau sebenarnya kucing itu adalah Pangeran Panji yang sedang menyelinap ke alam manusia hanya untuk melihat ibunya yang sangat dia rindukan.
Kekuatan Pangeran Panji nemang luar biasa. Sehingga dia bisa menyamarkan aura silumannya di alam manusia. Sehingga tidak bisa dideteksi oleh Deniz maupun orang yang memiliki kemampuan tentang ilmu alam gaib.
Pangeran Panji yang menyadari kedatangan ibunya dia pun langsung membuka matanya dan langsung menjilati kaki ibunya dengan lidahnya.
Dalam sekejap luka yang ada di kaki Deniz langsung sembuh. Dengan apa yang dilakukan oleh Pangeran Panji kepadanya.
" Wah kau rupanya adalah kucing ajaib yang bisa menyembuhkan lukaku?" Deniz tampak begitu bahagia melihat luka kakinya. Akibat pertarungannya dengan makhluk-makhluk penunggu gua milik ayahnya Abigail, di saat membebaskan Dani sekarang sudah sembuh.
Deniz mengelus leher kucing itu dengan penuh kasih sayang. Sehingga membuat Pangeran Panji merasa sangat bahagia karena mendapatkan hadiah seperti itu dari ibunya. Ibu yang sangat dia rindukan siang dan malam.
Pangeran Panji tahu bahwa ibunya selalu memikirkan kebaikan untuknya. Sehingga ibunya itu bahkan rela berkorban sangat besar dengan hidup berpisah dengan ayahnya. Hanya untuk keberlangsungan hidupnya di alam siluman tanpa gangguan dari pihak manapun atau siapapun.
Setelah mengetahui alasan ibunya tinggal di alam manusia. Pangeran Panji semakin menyayangi ibunya dan mencintainya dengan tulus.
__ADS_1