Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
182. Tiga opsi Pangeran Andalas


__ADS_3

Ratu Deniz akhirnya menemui Pangeran Andalas yang merupakan anak keduanya bersama Raja Narendra.


" Pangeran ibunda memiliki pertanyaan untukmu. Apakah kita bisa bicara sebentar?" Ratu Denis kemudian mengajak putranya untuk berbicara di taman istana.


Ratu Deniz melihat putranya yang setiap hari semakin tampan dan gagah walaupun masih berusia belia.


" ibunda Ratu mau bicara apa?" tanya Pangeran Andalas kepada Ratu Denis.


Ratu Deniz mengelus rambut putranya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


" Putraku ibunda dan Ayahanda ingin berdiskusi tentang pendidikanmu. Kami memiliki opsi untukmu. Opsi apakah yang akan kau pilih?" tanya Ratu Deniz.


" Opsi apa yang bisa aku pertimbangkan ibunda Ratu?" Pangeran Andalas tampak begitu ceria berbicara dengan ibunya yang dia tahu sangatlah sibuk sebagai seorang Ratu.


" Anakku kau sudah masuk ke dalam usia untuk bersekolah ataupun mengenyam pendidikan. Ibunda dan ayahmu sudah berdiskusi tentang hal tersebut." Pangeran Andalas mendengarkan apa yang dikatakan oleh ibunya dengan seksama.


" Pertama kami memiliki opsi untukmu belajar bersama dengan maha guru di pegunungan Pelangi. Kedua kami memiliki opsi untukmu belajar di alam manusia dan tinggal bersama dengan kakek dan nenekmu dari pihak Ibunda yang menetap di alam manusia. Lalu yang ketiga kau akan belajar bersama dengan kakek dan nenekmu dari pihak ayahmu yang berada di dasar jurang kerajaan kucing bersama dengan leluhurmu. Diantara tiga opsi itu manakah yang ingin kau pilih." Raja Narendra yang saat ini juga sedang mengawasi ibu dan anak itu tampak memperhatikan mereka.


Ratu Deniz begitu menyayangi Pangeran Andalas yang merupakan anak mereka satu-satunya saat ini di alam siluman. Karena Pangeran Panji lebih memilih untuk menetap di alam manusia bersama keluarganya.


" Ibunda Ratu. Bolehkah aku berpikir dan mempertimbangkan semuanya dulu. Semua opsi itu semuanya baik hanya tinggal kesiapanku untuk menjalani kehidupanku yang pasti akan berbeda di masa depan." Ratu Deniz menganggukan kepalanya dan memeluk putranya.


" Kalau kau akan pergi ke alam manusia ibunda akan mengikutimu." Ratu Deniz mengelus rambut putranya dengan sayang.

__ADS_1


" Tidak! Ibumu akan di sini bersama dengan Ayah. Kau akan tinggal bersama dengan kakek dan nenekmu kalau benar-benar ingin tinggal di alam manusia." ucap Raja Narendra yang kemudian mendekati ibu dan anak yang terkejut melihatnya.


" Kenapa?"


" Karena ibumu adalah seorang Ratu di kerajaan ini. Rugasnya adalah bersama dengan ayahmu." ucap Raja Narendra sambil mengelus lembut kepala Pangeran Andalas yang sekarang cemberut.


" Tapi aku adalah putramu ayah. Bagaimana mungkin kau tega membiarkan aku tinggal di alam manusia sendirian tanpa ibuku?" terlihat Pangeran Andalas yang protes kepada raja Narendra.


Raja Narendra tersenyum kepada putranya. Raja Narendra kemudian menerangkan bahwa di alam manusia ada kakaknya yang bernama Pangeran Panji dan juga keluarganya yang menetap di sana.


" Kau akan bersama dengan kakakmu dan juga keluarganya. Selain itu ada kakek dan nenekmu juga di sana. Kau tidak akan kesepian sama sekali kalau memang benar-benar ingin tinggal di alam manusia." Raja Narendra tersenyum kepada Pangeran Andalas yang masih misuh-misuh.


" Bagaimana kalau aku memilih bersama dengan Mahaguru? Apa yang akan terjadi denganku?" tanya sang pangeran kecil.


" Kalau kau memilih untuk belajar bersama Mahaguru maka kau akan tinggal di pegunungan Pelangi sampai kau Mahir dalam ilmu kanuragan baru kau boleh kembali ke istana kerajaan ini dan kau bisa bertemu dengan ayah dan ibumu satu bulan sekali." Raja Narendra menjelaskan segalanya kepada Pangeran Andalas.


" Lalu bagaimana kalau aku memilih kakek dan nenek yang ada di dasar jurang bersama leluhur kita?" tanya Raja Narendra.


" Maka kau akan diajarkan ilmu-ilmu tinggi sebagai Pangeran kucing oleh mereka bertiga!" Ratu Deniz menjelaskan kepada putranya.


Sejujurnya Ratu Denis ingin sekali melihat putranya belajar di alam manusia dan hidup selayaknya manusia biasa yang tanpa harus memikirkan tugas sebagai seorang pangeran kucing di alam siluman yang sangat berat.


Pangeran Andalas tampak menatap kepada kedua orang tuanya. Dia benar-benar sedang berpikir keras untuk mendapatkan keputusan. Debuah keputusan yang akan menjadi masa depannya selama beberapa tahun ke depan.

__ADS_1


" Ibunda mungkin aku akan menetap di pegunungan Pelangi bersama dengan Maha guru yang memungkinkan untuk bisa bertemu dengan ibunda dan juga Ayahanda. Setelah 10 tahun aku akan belajar kepada kakek dan nenekku yang ada di dasar jurang. Dan 5 tahun kemudian aku akan pergi ke alam manusia untuk belajar di sana bersama dengan kakakku dan keluarganya." Ratu Deniz benar-benar terkejut dengan pemikiran dari putranya.


Raja Narendra tidak menyangka kalau putranya akan memiliki pemikiran seperti itu.


" Tidak disangka kau malah akan mengambil ketiganya dalam Pikiranmu. Ayahanda benar-benar sangat kagum kepadamu Putraku." Raja Narendra menepuk bahu Pangeran Andalas yang hanya bisa tersenyum kepada ayahnya.


Anak seusia Pangeran Andalas memang masih membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya dan tidak bisa berjauhan dengan keduanya. Oleh karena itu raja Narendra menyetujui keinginan putranya.


" Baiklah Istriku besok kita akan mengantarkan Pangeran Andalas ke pegunungan Pelangi untuk menemui Mahaguru agar dia bisa dididik di sana bersama dengan murid-murid yang lain." Ratu Deniz hanya menganggukkan kepalanya karena dia merasa bersyukur bahwa di dalam pikiran putranya masih ada keinginan untuk ke alam manusia bertemu dengan keluarganya di sana.


Bagi Pangeran Andalas yang masih memiliki Aura manusia yang sangat kuat. Karena dulu dia lahir di alam manusia. Sebenarnya tidak masalah kalau dia ingin menetap di alam manusia pada usianya saat ini.


" Baiklah putraku sebaiknya sekarang kau beristirahat karena besok pagi-pagi kita akan menuju ke pegunungan Pelangi untuk mengantarkanmu kepada Mahaguru." Ratu Deniz kemudian menggandeng telapak tangan Pangeran Andalas menuju ke kamarnya.


Raja Narendra melihat bahwa wajah istrinya terlihat begitu sedih setelah mendengar keputusan dari putranya.


Raja Narendra sebenarnya tahu kalau istrinya menginginkan putranya menetap di alam manusia karena sang istri menginginkan untuk pergi ke sana juga.


' Bagaimana aku akan sanggup hidup tanpa dirimu sayang? Semoga lima belas tahun yang akan datang pangeran Panji sudah siap untuk mengambil alih tampuk kekuasaan sebagai seorang raja di istana kerajaan kucing untuk menggantikanku. Sehingga aku akan menemani Pangeran Andalas yang akan belajar di alam manusia. bersama Ratu Deniz. Aku tidak akan sanggup hidup berlama-lama tanpa dia!' monolog Raja Narendra ketika melihat istrinya yang begitu sedih karena butanya ternyata memilih untuk belajar di pegunungan Pelangi.


Pangeran Andalas memang sangat dekat dengan Ratu Denis oleh karena itu Raja Narendra bisa memahami Ratu Denis yang begitu sedih karena akan berpisah dengan putranya yang akan tinggal di pegunungan Pelangi sesuai dengan pilihan putanya.


' Tidak kusangka Pangeran Andalas yang masih kecil tetapi memiliki kebijaksanaan yang sangat tinggi. Dia memilih tiga opsi yang sebelumnya tidak aku pikirkan sama sekali akan dia pilih.' Raja Narendra kemudian menuju ke kamarnya sambil menunggu istrinya yang saat ini sedang bersama dengan putranya di dalam kamar untuk menidurkannya.

__ADS_1


__ADS_2