Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 222


__ADS_3

Putri Ayuningtyas terkesiap mendengar apa yang dikatakan kakaknya yang ingin menjodohkan dirinya dengan Jenderal Anom. "Kaka, apa kau bercanda? Bagaimana mungkin aku kau jodohkan dengan dia? Aku adikmu kak!" Putri Ayuningtyas terlihat protes dan marah kepada kakaknya.


"Memangnya kenapa dengan Jenderal Anom? Dia adalah jenderalku yang terbaik dan selalu setia dengan istana kerajaan kita. Aku rasa kau menikah dengan dia, tidaklah terlalu menyedihkan. Adikku! Seorang wanita, lebih baik dicintai oleh suaminya. Maka kau akan menjadi ratu di dalam rumahmu. Percaya sama kakak, kau akan bahagia menikah dengan Jenderal Anom. Dia sudah mencintaimu sejak dulu dalam diam." Putri Ayuningtyas terdiam.


Putri Ayuningtyas merasa bahwa kakaknya sudah keterlaluan. Karena menjodohkan dirinya dengan jenderal yang jelas-jelas statusnya jauh lebih rendah daripada dirinya yang seorang tuan putri.


"Kakak, tapi aku belum siap untuk menikah!" Putri Ayuningtyas berusaha untuk menghindari kakaknya yang sejak tadi terus memperhatikannya.


Jenderal Anom terlihat kecewa dengan penolakan dari wanita yang dia cintai. "Apa kau tahu? Kau sangat membuat hatiku kecewa!" Putri Ayuningtyas dan Raja Abiyaksa terlihat terkejut saat melihat Jenderal Anom sudah berada di antara mereka.


"Selama ini aku selalu memperhatikanmu dari jauh dan terus mencintaimu dalam diam. Aku berharap engkau bisa mengetahui rasa cintaku kepadamu, dengan aku selalu melindungimu dalam kegelapan. Tapi, rupanya kau hanya memandang diriku rendah karena aku bukan berasal dari keluarga Kerajaan!" Jenderal Anom terlihat begitu sedih.


Putri Ayuningtyas yang memang memiliki karakter keras dan tidak takut dengan apapun. Terlihat dia menghadapi Sang Jenderal dengan tenang.


"Ku tahu kalau kau memang mencintaiku. Tapi cinta tidak bisa dipaksakan. Kau lihat bukan?? Kakaku, sejak dulu sangat mencintai Ratu Denis. Tetapi karena Ratu Deniz tidak mencintainya dan hanya menganggap dia sebagai sahabatnya. Oleh karena itu, cinta mereka tidak pernah bersatu. Tapi karena Ratu Deniz sangat mencintai Raja Narendera, maka sesulit apapun yang mereka hadapi sang ratu tetap berada di sampingnya." Raja Abiyaksa terlihat geram mendengar apa yang dikatakan adiknya.


"Kau jangan keterlaluan adikku! Kenapa kau harus membawa masalahku dengan Ratu Deniz?" Raja Abiyaksa terlihat kesal bukan kepalang.


Raja Abiyaksa merasa bahwa adiknya sangat lancang. Karena sudah berani menyinggung tentang perasaannya kepada Deniz yang sudah begitu lama.


"Yang kukatakan, bukankah hal yang benar? Ketika seseorang menjalani kehidupan dengan cinta, maka dia akan sanggup untuk menghadapi segalanya. Tetapi ketika cinta dipaksakan, tidak akan ada kebahagiaan di dalamnya!" Putri Ayuningtyas mencoba untuk membujuk kakaknya agar tidak memaksa dirinya untuk menikah dengan Jenderal Anom yang tidak dia cintai.

__ADS_1


"Lalu, siapa laki-laki yang kau cintai?" tanya Jenderal Anom pada Putri Ayuningtyas.


Putri Ayuningtyas terlihat terdiam sejenak. Dia terlihat sedang membayangkan masa-masa dirinya berpetualang di luar sana.


"Sampai saat ini, belum ada yang benar-benar kucintai. Aku masih berusaha untuk mencari cinta sejati dalam hidupku." Putri Ayuningtyas terlihat tersenyum sendiri.


Jenderal Anom mengepalkan kedua tangannya karena merasa sangat kesal dengan apa yang dikatakan oleh sang putri yang sudah lancang menolak dirinya sebagai calon suaminya.


"Kalau melihat dari senyummu, aku bisa melihat kalau kau mencintai seseorang. Apakah aku benar?" tanya Jenderal Anom pada Putri Ayuningtyas.


Putri Ayuningtyas langsung menggelengkan kepalanya dan menolak pernyataan dari Jenderal Anom yang sedang menebak isi hatinya.


"Jangan Katakan padaku, kalau kau mencintai laki-laki yang ada di istana kerajaan kucing! Ngaku! Diantara tiga laki-laki yang ada di sana. Siapakah yang kau cintai?" Jenderal Anom terlihat begitu penasaran ingin mengetahui sosok yang dicintai oleh Putri Ayuningtyas.


"Kalau aku mencintai seseorang, aku pasti akan mengatakan kepada kakakku, bukan kepadamu!" Putri Ayuningtyas begitu sengit matanya saat melihat Jenderal Anom yang marah.


Raja Abiyaksa berusaha untuk membujuk adiknya agar kembali mempertimbangkan niatnya untuk menjodohkannya dengan Jenderal Anom.


"Pikirkan lagi dan carilah cara untuk kau bisa mengambil keputusan secara bijaksana. Aku tidak terima dengan alasanmu yang tidak masuk akal. Kakakmu ini, akan memberikan waktu selama satu minggu untuk kau bisa mengambil keputusan yang baik. Ingat, adikku! Dalam waktu satu minggu, kalau kau tidak menemukan laki-laki yang mencintaimu dan kau cintai sepenuh hati. Maka kau harus menerima lamaran dari Jenderal Anom! Paham?" Putri Ayuningtyas sampai tidak bisa berkata-kata mendengar apa yang dikatakan oleh kakaknya.


Putri Ayuningtyas menatap sinis kepada Jenderal Anom, yang sudah memanfaatkan kakaknya, untuk bisa mewujudkan ambisinya menjadi keluarga Kerajaan.

__ADS_1


"Kau seorang laki-laki bukan? Bagaimana kalau kita memutuskan dengan cara kita bertanding saja?? Kalau kau menang melawanku dalam 100 jurus, maka aku akan bersedia untuk menjadi istrimu!" Putri Ayuningtyas terlihat menantang Jenderal Anom yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Jangan macam-macam kamu!" ucap Raja Abiyaksa yang terlihat begitu geram dengan kelakuan adiknya yang tidak punya sopan santun.


Jenderal Anom jadi tidak enak melihat sang raja yang begitu murka kepada Adiknya sendiri demi membela kehormatannya.


"Baiklah, Putri Ayuningtyas. Mari kita bertarung secara adil. Apabila dalam 100 jurus kau bisa mengalahkanku, maka aku akan menyerah untuk mencintaimu. Aku akan merestui dengan siapapun kelak kau akan menikah! Tapi, apabila dalam 100 jurus aku bisa mengalahkanmu, maka kau harus dengan sukarela menikah denganku dan rela untuk mengabdikan dirimu sebagai istriku sepanjang hidupmu." Jenderal Anom berusaha untuk tegar dan kuat dalam menghadapi wanita seperti Putri Ayuningtyas yang keras kepala dan selalu bertindak sewenang-wenang kepada orang yang dianggap lebih rendah dari dirinya.


Raja Abiyaksa terus menggelengkan kepalanya. Karena dia tidak setuju dengan cara mereka untuk menentukan perjodohan keduanya.


"Apa kau tahu? Kau sedang menggali penyakit untuk dirimu sendiri. Jenderal Anom adalah Jenderal ku yang terbaik Sejak pertama kali aku mendirikan istana kerajaan ini. Adikku! Kau bukanlah lawan tanding bagi Jenderal Anom.


Putri Ayuningtyas tidak peduli sama sekali dengan apa yang dikatakan oleh kakaknya karena saat ini dia tidak ingin untuk menikahi Jenderal Anom.


"Baiklah aku setuju dengan semua itu!" Jenderal Anom kemudian mengajak Putri Ayuningtyas untuk keluar dari istananya.


"Raja, kau menjadi saksi dari pertandingan ini. Semoga kami berdua memang benar-benar berjodoh dengan aku berhasil mengalahkannya." Jenderal Anom terlihat tersenyum karena dia yakin akan bisa mengalahkan Putri Ayuningtyas yang usianya masih jauh di bawah dirinya.


Jenderal Anom merasa percaya diri dengan kemampuan yang dia punya sebagai seorang siluman yang sudah terlatih selama ratusan tahun dan berpengalaman sebagai seorang jenderal yang sudah terlatih selama puluhan tahun lamanya.


Putri Ayuningtyas sebenarnya sudah ketar-ketir melihat kepercayaan diri Jenderal Anom dalam menghadapi dirinya.

__ADS_1


'Gawat! Apa yang harus aku lakukan sekarang?' kalau aku tidak menyerangnya secara licik aku yakin aku tidak akan bisa menang melawan Jenderal yang hebat seperti dia. Aku harus memikirkan cara untuk bisa menang darinya tanpa harus mengalami cedera yang berarti!' batin Putri Ayuningtyas.


Raja Abiyaksa yang sudah mengenal adiknya dengan baim, dia langsung memberikan peringatan kepada Putri Ayuningtyas agar tidak bermain licik dalam pertandingan itu.


__ADS_2