Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
141. Deniz harus kembali ke alam ghaib


__ADS_3

Pangeran Narendra saat ini sedang berada di kediaman Deniz dan berniat untuk menjemput istrinya yang akan kembali ke istana kerajaan kucing.


Untungnya saja proses pembelian apartemen yang akan dilakukan oleh Deniz belum fix 100% sehingga masih bisa dibatalkan olehnya. Karena hari ini Deniz harus kembali bersama ke alam ghaib bersama suaminya.


" Hati Mama rasanya tidak tega untuk berpisah dengan kamu. Deniz! Tolong jangan lupakan kami ketika kau sudah berada di sana. Kami pasti akan sangat merindukan kamu!" ucap Amber ketika melepaskan Deniz untuk pergi ke alam gaib bersama pangeran Narendra.


Deniz memeluk ibunya yang dia tahu saat ini hatinya sedang sedih karena harus ditinggalkan olehnya. Sesuai dengan perjanjian bersama dengan Kyai Rasyid. Apabila Pangeran Panji sudah menikah maka dirinya akan pergi ke alam gaib bersama dengan pangeran Narendra dan menetap di sana untuk selamanya.


" Jangan khawatir! Nanti setiap bulan purnama di bulan ganjil, kami pasti akan mengunjungi kalian. Selain itu Panji dan Minsi telah diberikan kebebasan oleh Yang Mulia Ratu penguasa pantai selatan untuk bisa mengunjungi alam manusia kapanpun mereka mau. Nanti kami bisa memerintahkan mereka untuk menemani kalian di sini jadi tidak usah terlalu khawatir untuk merindukan kami ataupun Panji!" Pangeran Narendra kemudian mengajak Deniz untuk segera naik ke kereta kencana yang sudah menjemput mereka berdua.


Terlihat Amber dan Dedi yang menangis terisak melihat putrinya yang sekarang akan menetap di alam gaib untuk selama-lamanya dan akan tidak bisa bertemu secara bebas seperti sebelumnya.


" Tenanglah sayang. Deniz menetap di sana bersama suaminya. Kita percayakan Deniz kepada Pangeran Narendra!" ucap Dedi berusaha untuk menghibur Amber agar tidak terlalu sedih ketika melihat Deniz yang sekarang sudah masuk ke dalam kereta kencana dan siap pergi ke alam ghaib.


" Mama percaya kalau Pangeran Narendra dan Panji akan menjaga Deniz di sana. Kita selama ini sudah tahu bagaimana pengorbanan Pangeran Narendra selama bertahun-tahun hidup berpisah dengan Deniz. Bahkan Pangeran Narendra sampai sekarang tidak pernah mengambil selir walaupun berpisah dengan Deniz. Padahal dengan statusnya sebagai putra mahkota. Mama yakin pasti banyak wanita yang menginginkan untuk menjadi istri dari pangeran Narendra!" Mereka pun kemudian masuk ke dalam rumah setelah melihat kereta kencana yang digunakan oleh Denis dan Narendra sudah menghilang di atas awan.


Deniz dan Narendra yang saat ini sudah mulai memasuki gerbang istana kerajaan kucing. Mereka tampak terkesiap melihat istana yang sudah dibangunkan oleh sang ratu penguasa Pantai Selatan untuk putra mereka sebagai hadiah pernikahan Pangeran Panji dan Minsi.


Di gerbang istana terlihat sambutan dari raja dan ratu siluman kucing yang merasa bahagia karena akhirnya keluarga mereka berkumpul. Tidak akan ada lagi perpisahan yang akan membuat putranya merasa sedih.


Ratu kucing bahkan memeluk Deniz dengan begitu erat. Sang Ratu berterima kasih kepada menantunya yang mau menetap di alam gaib bersama dengan mereka.


" Terima kasih Deniz atas pengorbanmu untuk mempersatukan keluarga ini. Kami berdoa semoga keluarga kalian akan selalu berbahagia." doa suci dari sang ratu untuk kebahagiaan rumah tangga putranya yang sangat dia cintai.


" Terima kasih Yang Mulia Ratu semoga kebersamaan kami akan diberkahi oleh Allah." ucap Deniz memeluk ibu mertuanya yang sangat cantik dan awet muda.

__ADS_1


Pangeran Panji dan Minsi juga menyambut kedatangan mereka berdua.


" Selamat datang Ibunda!" ucap Panji benar-benar merasa bahagia karena ibunya benar-benar akan tinggal bersama dengan mereka dan tidak akan lagi berpisah.


Deniz sangat bahagia sekali melihat kebahagiaan di wajah putranya yang beberapa bulan kemarin tampak selalu murung dan bersedih. Setelah tunangannya menikahi Pangeran Wangen.


" Selamat datang Bunda!" ucap Minsi yang merasa kaku memanggil Deniz sebagai Bunda padahal usia mereka berdua tidak terlalu terpaut jauh jika di hitung dengan umur manusia.


Akan tetapi kalau ditilik dari sejarah kelahiran Minsi. Mungkin usia Minsi jauh lebih tua dari Deniz karena mengingat Deniz yang 100% manusia sementara Minsi memiliki darah sebagai keturunan dari pangeran Baratayuda yang merupakan jin dari yang menetap di Pantai Selatan bersama Ratu penguasa pantai selatan.


" Jangan terlalu formal begitu, santai saja!" ucap Deniz sambil tersenyum dan berusaha untuk menenangkan Minsi yang tampaknya belum terbiasa untuk memanggilnya Ibunda karena status mereka sebagai menantu dan mertua di istana kerajaan kucing.


Setelah acara sambutan sederhana. Mereka pun kemudian kembali ke istana mereka masing-masing.


Terlihat Pangeran Panji yang saat ini sedang bersama dengan Minsi yang masih tersipu malu setiap bersama suaminya.


Sebelumnya Minsi hampir saja menarik dirinya lagi dari sang suami. Akan tetapi untuk kali ini, Pangeran Panji tidak akan mau mengizinkan istrinya meninggalkan dia lagi.


" Cukup satu minggu aku menunggumu sayang. Menstruasi kamu sudah selesai bukan?" tanya Panji di telinga Minsi yang auto tersipu bahkan wajahnya sampai memerah karena malu. Gara-gara pertanyaan sang suami tercintanya.


" Memangnya kalau aku sudah selesai mau ngapain?" tanya Minsi berusaha menarik diri dari Panji.


" Tentu saja kita melakukan ibadah bersama sayang. Masa kamu ga tahu?" tanya Panji kembali mencium bibir Minsi dengan lekat. Kali ini Pangeran Panji memeluk pinggang Minsi dan juga menyangga leher istrinya dengan kuat. Sehingga tidak memungkinkan bagi Minsi untuk melepaskan diti tanpa ijin dari sang pangeran tercinta.


Ciuman yang begitu intens. Akhirnya berakhir di atas ranjang. Malam itu Pangeran Panji akhirnya mendapatkan apa yang dia tunggu selama hampir satu minggu lamanya. Setelah acara pernikahan mereka Minsi malah dapat tamu bulannya. Sehingga membuat Pangeran Panji frustasi pada malam pertama mereka.

__ADS_1


" Terimakasih sayang!" ucap Pangeran Panji sambil mencium kening Minsi.


" Terima kasih juga. Karena Pangeran telah membuat hidupku menjadi sempurna sebagai seorang wanita!" ucap Minsi yang kemudian menyembunyikan wajahnya di dalam pelukan dada pejal sang suami.


Hati Pangeran Panji sangat bahagia. Dia sungguh benar-benar tidak pernah menyangka kalau perjalanan cintanya akan bermuara di tempat itu. Di istana yang telah di hadiahkan oleh sang ratu penguasa pantai selatan dan dia merasa sangat bahagia sekali diberikan seorang Istri secantik Minsi.


Kesabarannya dalam menerima penghianatan Putri Hana yang lebih memilih menikahi Pangeran Wangen. Walaupun telah menjadi tunangannya secara resmi. Kini telah berbuah manis dan dia merasa bahagia karena saat ini dirinya berada di atas ranjang bersama Minsi yang telah resmi menjadi istrinya dan sekarang mereka telah menyempurnakan ikatan pernikahan mereka dalam penyatuan yang penuh dengan cinta kasih di hati mereka.


***


" Selamat pagi!" sapa Pangeran Panji saat istrinya membuat matanya pagi itu.


Mereka berdua adalah setengah manusia dan setengah siluman jadi tidur dan makan adalah kebutuhan pokok mereka.


Mereka berdua sudah diberikan ilmu oleh Sang Ratu agar energi di dalam tubuh mereka tidak saling menarik satu sama lain saat mereka sudah menikah.


Bahkan memungkinkan mereka bisa hidup di dua alam tanpa akan ada gangguan dari siapa pun juga. mereka berdua bisa tinggal di manapun sesuai dengan keinginan mereka tanpa harus mengkhawatirkan apapun.


Lisensi atau ijin tinggal di dua dunia dari sang ratu penguasa pantai selatan. Bisa mereka gunakan sebagai acuan mereka menjalani kehidupan rumah tangga mereka yang baru.


" Selamat pagi!" ucap Ningsih sambil tersipu malu menatap suaminya yang langsung mencium bibirnya dengan lembut.


Minsi terkesiap dengan apa yang di lakukan sang suami. Sungguh sampai saat ini Minsi masih belum terlalu terbiasa dengan status dirinya sebagai seorang istri.


Apalagi waktu perkenalan mereka yang amat singkat. Membuat mereka belum terlalu mengenal satu sama lain.

__ADS_1


" Ayo kita mandi dan sholat shubuh dulu!" Minsi sudah bersiap untuk turun dari atas ranjang tetapi Pangeran Panji tidak mengijinkan istrinya untuk meninggalkan dirinya sekarang.


__ADS_2