Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
161. Gagal


__ADS_3

Dayang istana kerajaan siluman ular biru yang diperintah oleh Putri Hana untuk turun ke alam manusia dalam rangka menggoda Pangeran Panji harus merasakan kepahitan yang sangat besar.


Tubuhnya bahkan sekarang hancur binasa menjadi abu karena Minsi yang sudah membumihanguskannya dengan tanpa ampun.


Putri Hana yang belum mengetahui kabar itu sampai sekarang masih berusaha untuk menghubungi dayang istananya.


" Ke mana dayang bodoh itu pergi? Bisa-bisanya dia tidak bisa dihubungi lagi olehku!" Putri Hana terus mondar-mandir di depan kaca ajaibnya. Karena sejak tadi dia tidak bisa mendeteksi keberadaan dayang tersebut sama sekali.


" Apa jangan-jangan dia sudah binasa? Karena aku benar-benar tidak bisa merasakan lagi auranya di dunia manusia!" Putri Hana sampai mengeram karena pikirannya sendiri.


Sementara itu Minsi yang sekarang berada di alam manusia bisa merasakan bahwa ada kekuatan yang saat ini sedang berusaha untuk mendobrak pagar gaib yang sudah dipasang oleh kedua orang tuanya di rumah yang dia tempati bersama dengan pangeran Panji dan putra mereka.


" Ada apa Sayang kenapa kau seperti ini ya tidak merasa senang?" tanya Pangeran Panji pada Minsi yang saat ini sedang memejamkan matanya untuk mengetahui. Siapakah yang sedang berusaha untuk melawan kekuatannya.


Minsi tersenyum ketika dia melihat putri Hana yang saat ini sedang uring-uringan dan terus marah mencari dayangnya yang sudah tidak bisa dia deteksi lagi.


" Rupanya kau Putri Hana yang sedang mencari gara-gara dengan keluarga kecilku di alam manusia! Tidak usah kau mencari lagi dayang bodohmu itu!! Karena dia sudah kubumihanguskan menjadi abu!!" Putri Hana menggeram kesal saat dia mendengar suara Minsi yang ternyata sudah mengetahui semua yang dia lakukan.


" Apakah kau berbangga karena sudah membumihanguskan dayang kecil seperti dia?" tanya Putri Hana yang kelihatannya sudah melupakan hubungan baik mereka di masa lalu.


Putri Hana yang saat ini sedang di Amuk amarah dan juga cemburu dia sama sekali tidak memperdulikan apapun lagi.


" Bagaimana kalau kau dan aku bertarung secara adil?? Untuk bisa memutuskan. Siapa yang berhak menjadi istri pangeran Panji?" tanya Putri Hana tanpa mau berbasa-basi ataupun bersandiwara di hadapan Minsi.


Minsi hanya tergelak mendengarkan ucapan dari Putri Hana yang sepertinya telah salah M

__ADS_1


Minum obat sehingga berani sekali untuk menantangnya.


" Putri Hana! Apakah kau lupa kalau aku memiliki kekuatan Nur Ilahi yang bisa menghempaskan kamu menjadi abu? Hanya dalam satu detik saja?" tanya Minsi yang masih berusaha untuk sabar melihat kelakuan Putri Hana yang sedang berusaha untuk menghancurkan rumah tangganya bersama dengan pangeran Panji.


Putri Hana yang merasa percaya diri dengan kemampuannya dia pun kemudian mulai menyerang Minsi dengan kekuatan batinnya.


" Kau rupanya sudah bosan hidup?!" Minsi akhirnya merasa kehilangan kesabaran juga untuk menghadapi siluman ular biru bernama Putri Hana yang sekarang bahkan berani datang ke hadapan Minsi dengan wujud aslinya sebagai siluman ular biru yang besar sekali dan menantang Minsi.


Minsi tidak mau terprovokasi dengan apa yang dilakukan oleh Putri Hana yang saat ini sedang termakan api cemburu sehingga rela melakukan apapun untuk melampiaskan emosinya.


Pangeran Narendra yang merasakan bahwa ada aura siluman yang mendatangi kediaman putranya Dia segera bergegas menuju ke tempat itu.


" Putri Hana! Apa yang kau lakukan di kediaman Putraku?" tanya Pangeran Narendra sambil mengerutkan keningnya ketika melihat pertarungan sangit antara Putri Hana dan juga Minsi.


Minsi terlihat begitu tenang menghadapi siluman ular biru yang begitu bernafsu ingin membunuhnya.


Pangeran Narendra langsung berdiri di tengah-tengah dan memisahkan mereka berdua yang tampaknya tidak ada yang mau mengalah satu sama lain.


" Ayahanda siluman ular biru ini harus diberi pelajaran. Dia sudah berani untuk mengacau di alam manusia. Kemarin dia bahkan telah mengirimkan dayangnya yang bodoh, dengan perintah untuk membunuh Putra kami dengan mematok kaki putraku dengan racun ular biru yang sangat beracun." Minsi menjelaskan kepada Pangeran Narendra alasan kemarahannya hari ini kepada putri Hana.


Pangeran Narendra menatap kepada putri Hana yang saat ini sedang merasa gugup.


" Apa benar kalau kau memerintahkan dayang untuk membunuh cucuku?" tanya Pangeran Narendra pada Putri Hana yang kelihatan kesulitan untuk menjawab pertanyaannya.


Minsi benar-benar merasa geram Melihat putri Hana yang tidak mau gentle mengakui kesalahannya di hadapan Pangeran Narendra.

__ADS_1


" Ayahanda Aku memiliki bukti kalau dia adalah seseorang yang sangat jahat dan berniat untuk menghancurkan Rumah tanggaku bersama dengan pangeran Panji!" Minsi kemudian memperlihatkan semua yang telah dilakukan oleh dayang yang dikirimkan oleh Putri Hana kepada Pangeran Narendra.


Semua rekaman CCTV yang ada di toko milik mereka, diperlihatkan kepada Pangeran Narendra. Di mana seorang wanita yang selalu berpenampilan seksi setiap hari selalu mendatangi Pangeran Panji dan menggoda suaminya untuk melakukan zinah dan maksiat di tempat kerja.


Untung saja Pangeran Panji memiliki kekuatan iman yang luar biasa dia tidak terperosok dan tidak tergoda atas gangguan tersebut.


" Putri Hana! Apakah benar bahwa perempuan itu adalah anak buahmu dan atas perintahmu dia melakukan hal seperti itu?" tanya Pangeran Narendra yang benar-benar merasa marah dan juga tersinggung dengan kelakuan Putri Hana kepada putranya.


Putri Hana menundukkan kepalanya dan sekarang telah merubah wujudnya kembali berubah menjadi manusia.


" Pangeran Narendra aku merasa tidak terima melihat kebahagiaan bersama dengan Pangeran Panji! Bukankah dia dulu adalah calon suamiku? Seharusnya kebahagiaan itu semuanya adalah milikku!" Putri Hannah membuat alibi yang sangat membuat Pangeran Narendra merasa jengkel luar biasa.


" Mohon diingat kembali Putri! Siapa dulu yang sudah memutuskan rencana pernikahan di antara kalian berdua. Putri lah yang mengatakan bahwa Putri lebih mencintai pangeran wangen dan lebih memilih untuk menikah dengannya!" Pangeran Narendra kembali mengingatkan Kejadian beberapa tahun silam yang terjadi pada saat Putri Hannah lebih memilih menikahi Pangeran Wangen yang ternyata adalah samaran Suketi yang saat itu telah memerintahkan kepada Pangeran Wangen untuk berkelana di dunia manusia untuk mencari Minsi.


" Aku memang dulu mencintai Pangeran Wangen. Akan tetapi aku tidak mengetahui kalau ternyata dia mencintai Putri Minsi dan lebih memilih untuk berkelana di alam manusia serta menyerap jiwa mereka yang tersesat hanya untuk menjadi seorang manusia seutuhnya sehingga bisa menikahi Putri Minsi," Putri Hana benar-benar merasakan hatinya pilu mengetahui bahwa ternyata selama ini dirinya menikahi siluman lain bukanlah Pangeran wangen yang sesungguhnya dia cintai.


Kisah cinta Pangeran Wangen dan Putri Hana memang benar-benar sangat rumit dan sangat memusingkan siapapun yang mendengarkan kisah mereka.


" Sudahlah Putri Hana! Kau jangan mencari masalah lagi di alam manusia. Sekarang juga, kembalilah ke alammu!! Sebelum aku benar-benar kehabisan kesabaran!" Pangeran Narendra memerintahkan Putri Hana untuk segera pergi dari hadapan Minsi yang saat ini masih bersiaga penuh untuk melawan putri dari istana kerajaan siluman ular biru.


Putri Hana sebenarnya merasakan kesedihan yang luar biasa. Karena melihat emosi di mata Pangeran Narendra yang ternyata lebih memilih Minsi daripada dirinya.


" Pangeran Narendra Apakah kau benar-benar mengusirku dan tidak ingin melihatku lagi di alam manusia?" Putri Hana benar-benar merasa sedih sekali dengan kenyataan itu.


Pangeran Narendra yang merupakan ayah dari laki-laki yang saat ini sedang dia perjuangkan ternyata tidak menginginkan dirinya untuk berada di dekatnya.

__ADS_1


" Pergilah sekarang juga Putri Hana! Sebelum aku akan melayangkan protesku kepada ayahandamu. Kau tahu bukan hubunganku dengan ayahmu sangat baik? Aku bisa meyakinkan kau akan dikurung di ruang bawah tanah kalau sampai aku protes kepada ayahmu sekarang juga!" ancam Pangeran Narendra pada Putri Hana yang percaya 100% bahwa Pangeran Narendra bisa melakukan itu kepadanya.


__ADS_2