
" Bisakah kau ikut denganku? Ada yang ingin aku bicarakan denganmu." Minsi mengajak Ayu untuk mengikutinya.
Ayo mencari Pangeran Panji untuk bertanya apakah dia boleh ikut bersama pelanggannya yang tiba-tiba mengajaknya pergi." Saya izin dulu kepada bos saya," Minsi hanya menganggukkan kepala karena dia juga tidak mau kalau sampai Ayu curiga dengan dirinya.
Ayo mencari Pangeran Panji yang saat ini masih berada di ruangannya.
Pangeran Panji masih belum mengerti. Bagaimana caranya Ayu bisa menerap Aura silman yang dia miliki. Padahal sama dia tidak merasa melakukan sesuatu yang berlebihan terhadap perempuan itu. Hanya sebatas mengobrol dan bekerja sama di toko.
" Ada apa Ayu?" tanya Pangeran Panji sambil menatap dan mengawasi Ayu yang sekarang sudah mulai kelihatan wujud aslinya di mata Pangeran Panji.
Pangeran Panji benar-benar tidak mengerti. Kenapa dia selama satu bulan bisa terkecoh oleh putri siluman ular hijau yang ada di hadapannya saat ini. Padahal dirinya bisa langsung mengenali Minsi saat berdiri di hadapannya hanya dalam hitungan menit.
" Bos pelanggan kita tadi memintaku untuk mengikutinya katanya dia ingin berbicara sesuatu denganku." Ayu yang tampaknya belum mengerti Kalau topengnya sudah terbongkar masih bersikap wajar di hadapan Pangeran Panji.
Pangeran Panji yang belum mengetahui apa yang akan dilakukan istrinya pada Ayu. Akhirnya hanya bisa mengangguk dan secara diam-diam dia mengikuti mereka di belakang.
" Apa sebenarnya yang ingin dilakukan istriku kepada siluman itu?" monolog Pangeran Panji yang terus mengikuti istrinya.
Minsi mengajak Ayu ke dimensi yang berbeda yang tampaknya masih belum disadari oleh Ayu terlihat dari wajahnya yang begitu tenang dan nyaris tanpa rasa takut.
" Bicara di sini saja Nyonya. Jangan terlalu jauh. Nanti saya tidak akan tahu jalan untuk kembali," Minsi terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Ayu.
" Tampaknya Kau sudah mengerti siapa aku." setelah mengatakan itu Minsi pun merubah wujudnya menjadi siluman ular emas yang sangat besar.
Ayu terlihat tersenyum sinis melihat perubahan wujud Minsi di hadapannya saat ini.
" Jadi kau adalah istri dari Pangeran Panji? Aku tidak menyangka kalau kau adalah siluman ular emas yang aku dengar sudah langka karena hampir punah." Minsi cukup terkejut mengetahui bahwa Ayu mengenali identitasnya sebagai istri dari pangeran Panji.
" Katakan padaku! Apa maksudmu datang ke alam manusia dan menyerap aura siluman dari tubuh suamiku?" tanya Minsi dengan raut wajah penuh amarah.
Terlihat Ayu yang tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan dari Minsi yang terdengar lucu di telinganya.
" Bukan urusanmu untuk Aku melakukan sesuatu yang kuinginkan. Kau kira aku takut denganmu hanya dengan statusmu sebagai cucu dari Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan? Kau jangan pernah bermimpi bisa keluar dari dimensi yang kau ciptakan sendiri. Aku akan membuatmu mati mengenaskan di tempat yang telah kau ciftkan ini." setelah mengatakan itu Ayu pun merubah wujudnya dengan wujud aslinya yaitu seekor ular hijau yang sangat besar sama besar dengan wujud Minsi yang sesungguhnya.
__ADS_1
Pangeran Panji yang melihat kejadian itu tampak begitu cemas melihat dua wanita yang begitu cantik di alam manusia, sekarang telah berubah menjadi seekor ular yang sangat besar dengan berbeda warna.
Kekuatan Ayu berkali-kali lipat. Setelah dia berhasil menyerap Aura siluman Pangeran Panji lebih dari 50%.
Terlihat Ayu yang tidak merasa takut sama sekali kepada Minsi. Minsi menjadi bingung sendiri melihat gelagat tersebut.
Bagaimana mungkin seorang putri ular hijau yang berkemampuan biasa seperti Ayu begitu berani untuk menghadapinya.
" Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau begitu berani berhadapan denganku?" tanya Minsi yang benar-benar sangat penasaran dengan Ayu. Pikir Minsi, kalau Ayu tidak memiliki kekuatan yang hebat tidak mungkin dia berani begitu lancang menantang seorang putri seperti dirinya yang mempunyai kekuatan Nur Illahi yang hebat.
" Aku adalah Putri Ayuningtyas, Putri kedua dari istana kerajaan ular hijau!" ucap Ayu menyatakan identitasnya kepada Minsi.
" Apakah itu artinya Kau adalah adik dari Raja Abi Yaksa?" tanya Minsi yang benar-benar merasa heran atas kelancangan Ayu.
" Ya! Aku ingin membalas dendam kepada kalian yang sudah memporak-porandakan pasukan kakakku saat dulu menyerang istana kerajaan siluman kucing!" Ayu akhirnya Berbicara jujur tentang tujuannya turun ke alam manusia.
" Apa maksudmu? Kenapa kau menyerap aura siluman suamiku?" tanya Minsi ingin mengetahui alasan yang sesungguhnya.
Pangeran Panji yang sejak tadi hanya mendengarkan dan mengawasi. Dia sudah mulai bersiaga untuk membantu sang istri kalau sampai terjadi sesuatu kepada Minsi.
" Tampaknya Ayu tergolong siluman yang cukup hebat. Dia bisa menyerap aura silumanku tanpa aku sadari. Apa itu artinya kalau dia lebih hebat dariku? Mustahil rasanya kalau ilmuku jauh di bawah Ayu!" Pangeran panci terlihat begitu penasaran dengan semua yang terjadi kepada dirinya.
Ketika Pangeran Panji berusaha untuk mengerahkan energinya, tidak terasa dirinya seperti kehilangan tenaga yang begitu besar.
" Ya Tuhan apa yang terjadi denganku?" karena Aura siluman yang sudah tersedot hampir 50% kekuatan Pangeran Panji pun berkurang begitu drastis.
Pangeran Panji kemudian duduk bersila dan berusaha untuk kembali menarik Aura siluman yang telah diserap oleh Ayu.
Ayu yang saat ini sedang bertarung bersama Minsi merasakan bahwa ada energi yang saat ini sedang berusaha untuk menarik kekuatannya yang sedang dikerahkan sepenuhnya untuk bisa berhasil melumpuhkan Minsi.
" Kalian suami istri mau mengeroyokku? Sungguh memalukan sekali!" Ayu mulai menyerang mental mimpi dan pangeran Panji yang masih berusaha ingin menyerap kembali kekuatannya yang telah dicuri oleh Ayu tanpa dia sadari.
Ayu memang memiliki ilmu sesat yang bisa menyerap aura siluman yang berada di dekatnya tanpa disadari oleh yang bersangkutan. Walaupun hanya sekedar sentuhan ringan di bagian tubuh yang bersangkutan sudah bisa menjadi perantara untuk Ayu menyerap aura siluman yang dimiliki siluman yang dia incar.
__ADS_1
Pangeran Panji berusaha sangat keras untuk bisa merebut kembali aura yang diserap oleh Ayu. Secara perlahan Ayu semakin lemas karena hampir sebagian kekuatan yang dari Pangeran Panji sudah mulai tersedot kembali setelah tadi Minsi berhasil membuka saluran aura di tubuh Ayu.
Ayo terlihat begitu geram dengan apa yang dilakukan oleh sepasang suami istri yang saling membantu untuk menjatuhkannya.
" Kalian mengaku sebagai keturunan siluman yang terhormat. Tetapi kalian sungguh tidak punya malu karena mengeroyok seorang wanita." Ayu yang sudah semakin terdesak berusaha untuk melepaskan diri dari kekuatan Minsi dan Pangeran Panji yang semakin menekan dirinya.
Setelah mendapatkan kembali seluruh aura yang di serap oleh Ayu. Pangeran Panji pun kemudian meminta kepada istrinya untuk melepaskan Ayu agar kembali ke alam siluman tanpa banyak ribut.
" Istriku! Sudahlah sayang. Kita lepaskan saja dia. Agar kembali ke alamnya. Sebaiknya kita tidak usah perpanjang lagi masa ini. Aku takut kalau nanti kita memiliki urusan yang panjang dengan kerajaan siluman ular hijau." Pangeran Panji berusaha membujuk istrinya agar mau melepaskan Ayu dari cengkraman lilitannya yang sangat kuat.
Lilitan Minsi bisa meremukan seluruh tulang karena dia kerahkan dengan tenaga dalam yang sangat kuat.
" Lepaskanlah dia istriku. Bagaimanapun juga Paman Raja Abimana telah membantu istana kerajaan kucing ketika terjadinya perang yang diakibatkan oleh Raja Abi Yaksa yang jahat. Aku khawatir akan terjadi masalah bersama dengan Bibiku di sana," Pangeran Panji terus berusaha untuk membujuk istrinya agar mau berdamai dengan apa yang sudah dilakukan oleh Ayu kepada dirinya.
Minsi yang mendengarkan apa yang dikatakan suaminya akhirnya secara perlahan mulai melepaskan lilitan tubuhnya ke atas tubuh Ayu yang sudah terlihat begitu lemas.
Begitu Minsi melepaskan lilitannya, Ayu langsung berubah menjadi manusia kembali.
" Pergilah ke alam kamu dan jangan pernah coba-coba kau mengganggu kami lagi atau aku akan membinasakanmu menjadi abu!" Ancam Minsi yang benar-benar sangat geram kepada Ayu yang sudah begitu lancang menghadapi dirinya dan berniat mencelakai suaminya yang tercinta.
Ayu menatap tajam kepada Minsi yang dengan begitu mudah berhasil mengalahkan dirinya." Kalian suami istri sungguh merasa bangga karena sudah berhasil mengalahkan aku?? Cih!! Kalau bukan karena kalian mengeroyokku tidak mungkin kau berhasil untuk menjatuhkanku!" Minsi benar-benar geram mendengar semua ocehan yang dikatakan oleh Ayu tentang mereka berdua.
Ketika Minsi hendak melilitnya kembali Pangeran Panji melarang istrinya untuk mencelakai Ayu." Sabarlah istriku! Tahanlah dirimu untuk marah." Pangeran Panji berusaha membujuk Minsi yang terlihat begitu marah mendengar ocehan Ayu yang sudah menyakiti harga dirinya.
" Perempuan ini harus di bumi hanguskan Kanda. Kalau tidak, suatu saat dia akan mencari masalah dengan kita. kita akan kesulitan lagi untuk menangkapnya kalau suatu saat dia datang lagi dengan bala bantuan yang lainnya!" akan tetapi Pangeran Panji menggelengkan kepalanya tidak setuju dengan apa yang dikatakan istrinya.
" Sudahlah sayang tolong lepaskan dia. Dua sudah terluka berat sekali tidak baik untuk perhitungan dengan siluman yang sudah tidak berdaya." Pangeran Panji memohon keselamatan untuk Ayu kepada istrinya.
Minsi yang sangat tahu kalau suaminya berhati lembut dan tidak pernah mau melukai siapapun. Hal itu karena pengalaman buruk yang pernah dialami oleh pangeran Panji ketika dulu dia menyerang Kyai Rasyid dan hampir menewaskannya.
Sejak saat itu Pangeran Panji selalu berusaha untuk hati-hati dalam menghadapi sesuatu dan tidak mau ceroboh untuk mengambil keputusan di dalam hidupnya.
" Pergilah dan jangan pernah lagi datang ke sini untuk menemui kami. Percayalah kalau kau nekat datang kemari lagi Kami tidak akan lagi mengampunimu ataupun memandang paman nabi mana sebagai bagian dari keluargamu!" Pangeran Panji menatap Ayu yang sejak tadi terus menatapnya dengan sendu. Seperti ingin mengatakan sesuatu yang sangat sulit keluar dari mulutnya yang kelu.
__ADS_1