
Putri Hana terus menetap ke arah Panji yang sangat rupawan dan keren. Dia sangat kagum dengan pemuda tampan itu.
" Putri Deniz, kapan kau akan kembali ke alam manusia? Apakah boleh kalau aku ikut denganmu?" tanya Putri Hana bertanya kepada Deniz yang saat ini sedang asyik memperhatikan Panji yang masih juga belum sadar bahwa mereka berdua saat ini sedang memperhatikannya.
Deniz menatap ke arah Putri Hana, yang sejak tadi matanya terus tertuju Pada Panji.
" Mau apa ke alam manusia? Panji saja cuma tahan 2 hari berada di sana. Setelah itu dia merengek minta kembali ke mari!" ucap Deniz terkikik ketika dia ingat dengan Panji yang meminta untuk kembali lagi ke alam siluman karena merasa bosan tinggal di rumahnya.
Karena kebosanan itu, yang akhirnya membuat Deniz mengajak Panji berjalan-jalan sehingga akhirnya mereka bertemu dan berkenalan dengan Minsi tanpa mereka sadari malah telah membuat Panji jadi terikat dengan gadis itu.
" Aku penasaran. Seperti apa kehidupan manusia. Walaupun Ayahku seorang manusia, tetapi aku tidak pernah mengunjunginya!" ucap putri Hana tampak sedih.
Deniz tidak tahu bagaimana ceritanya Putri Hana bisa menjadi manusia setengah siluman. Akan tetapi dia tahu kalau saat ini Putri Hana sedih hatinya.
" Apakah kau ingin bertemu dengan ayahmu atau ingin bertemu dengan Minsi yang menurutmu akan dilamar oleh Pangeran Wangen?" tanya Deniz berusaha untuk menelisik hati Putri Hana.
Putri Hana terlihat menundukkan kepalanya, Dia tidak tahu, apakah dirinya akan berterus terang ataukah berbohong kepada Deniz yang baru saja dia kenal.
" Sejujurnya aku ingin sekali bertemu dengan dua-duanya. Tetapi aku lebih penasaran untuk bertemu dengan Minsi," ucap Hana, " Aku ingin tahu perempuan seperti apa yang sudah membuat Pangeran Wangen begitu nekat ingin melamarnya, padahal sudah jelas-jelas kalau perempuan itu sudah mengatakan tidak ingin berhubungan dengan makhluk dari alam siluman," ucap Hana tampak sendu.
Sejujurnya sangat berat untuk Putri Hana membahas tentang saingan cintanya yang sebentar lagi akan dilamar oleh Pangeran Wangan yang sudah dia cintai selama beberapa tahun lamanya.
" Minsi gadis yang baik. Dia memiliki kekuatan Nur Illahi karena keteguhannya dalam berdzikir dan membaca ayat Alquran," ucap Deniz yang kemudian menceritakan tentang Minsi secara sekilas hanya untuk memberitahukan tentang gadis itu. Dimana Putri Hana sangat penasaran sekali dengan sosok gadis yang menjadi saingan cintanya.
" Ternyata dia seorang gadis yang luar biasa. Pantas saja Pangeran Wangen sampai rela menentang kedua orang tuanya hanya untuk bisa mempersunting gadis itu," terlihat Hana mulai sedih bahkan matanya sampai berkabut karena menahan air matanya.
Deniz merasa tidak tega dengan gadis itu. " kau tidak usah khawatir. Karena Kyai Ilham sudah mewanti-wanti kepada Minsi bahwa dia hanya boleh menikah dengan manusia yang sekufu dengannya dalam iman, ilmu dan akhlak nya. Saya yakin Pangeran Wangen tidak akan masuk ke dalam kriteria Kyai Ilham untuk menjadi menantunya!" ucap Deniz.
__ADS_1
Deniz berusaha untuk membesarkan hati Hana yang langsung sumringah wajahnya setelah mendengar ucapannya.
" Apakah itu benar?" tanya nya mencoba untuk mengkonfirmasi keterangan Deniz.
Deniz tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya. Terlihat Deniz yang kemudian berdiri dan mendekati putranya yang sudah selesai dengan tugasnya.
" Sayang, ayo kita pulang, ibunda akan membuat minuman segar untuk kamu!" ucap Deniz begitu bahagia ketika menyambut putranya yang sudah selesai melaksanakan tugasnya.
Pangeran Panji yang terkejut ketika dia melihat putri Hana dan ibunya dari tadi terus memperhatikan dia dari kejauhan.
" Bunda Sejak kapan berada di sini?" tanya Panji terlihat gugup.
Keringat yang bercucuran di dahi dan juga leher panji benar-benar sangat menawan dan Putri Hana begitu terpesona dibuatnya.
Sejak tadi Putri Hana terus menatap Panji dengan tatapan kagum. "Dari tadi kami ada di sini, kau yang terlalu sibuk dengan pekerjaan kamu sehingga tidak memperhatikan kami!" ucap Deniz yang tampak begitu bahagia melihat putranya yang sudah dewasa.
Akan tetapi Panji langsung tersenyum masam ketika dia melihat putri Hana yang terus memperhatikan dirinya.
" Kenapa kau belum juga kembali ke istana kamu? Bukankah kedua orang tuamu seharusnya sudah kembali ke kerajaan ular biru?" tanya Panji kepada putri Hana dengan ketus.
Harga diri Panji sebagai seorang laki-laki merasa tertantang dengan penolakan Putri Hana yang akan dijodohkan dengannya oleh kakeknya. Kerjasama bilateral antar dua kerajaan benar-benar membuat kepala Panji hampir meledak.
Bagaimanapun Panji tidak mau mengecewakan kakeknya yang sudah berharap begitu banyak dengan pernikahan itu. Akan tetapi ketika Putri Hana yang terang-terangan menolak Perjodohan mereka, membuatnya menjadi kesal seketika tanpa Panji tahu alasannya.
" Dia akan ikut ibunda ke alam manusia, katanya dia ingin berkenalan dengan Minsi," ucap Deniz. Panji benar-benar terkejut mendapatkan pernyataan itu.
" Buat apa kamu bertemu dengan Minsi?? Jangan berbuat macam-macam sama Dia. Karena dia memiliki kekuatan yang hebat. Kau akan langsung binasa dalam satu detik!" ucap Pangeran Panji memperingatkan Hana.
__ADS_1
Terlihat Hana yang misuh-misuh sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
" Apa yang kau katakan? Kalau begitu aku akan mengajaknya bertarung dan kita akan lihat siapa yang lebih hebat di antara kami berdua!" ucap Putri Hannah yang sedang marah kepada Panji yang sudah memuji Minsi secara berlebihan.
Deniz hanya menggelengkan kepalanya melihat Panji dan Putri Hana yang mulai terlihat tidak akur.
" Sudah kalian ini calon suami istri tetapi selalu saja berantem seperti kucing dan anjing!" ucap Deniz tidak habis pikir dengan keduanya yang selalu tampak bermusuhan.
" Memangnya siapa yang akan menerima Perjodohan itu?" ucap Hana dan Panji serempak dan membuat Deniz geleng-geleng kepala dengan kelakuan mereka yang bahkan sekarang saling membelakangi dengan melipat ke dua tangan mereka di dada.
Deniz kemudian meninggalkan mereka berdua untuk menyelesaikan urusan mereka.
" Sayang, apa yang mereka lakukan kenapa seperti itu?" katanya Pangeran Narendra yang datang menjemput Deniz untuk kembali ke istananya.
Deniz hanya tersenyum saat dia menyambut suaminya yang begitu dia rindukan.
" Biarkan saja mereka mau melakukan apa. Ayo kita kembali ke istana kita saja. Karena aku harus segera kembali ke alam manusia. Aku sudah terlalu lama berada di sini kedua orang tuaku pasti khawatir denganku!" ucap Deniz sambil tersenyum kepada Narendra.
Narendra terlihat sedih mendengarkan ucapan istrinya.
" Apa kau bisa di sini saja dan tidak usah kembali ke alam manusia lagi? Sayang, setiap berpisah denganmu benar-benar sangat berat untukku!" ucap Narendra terlihat begitu lesu.
Deniz kemudian mencium bibir Narendra dengan begitu lembut. Terjadilah ciuman yang menggelora di antara kedua nya. Sampai akhirnya Narendra langsung menyambar tubuh Deniz dan langsung berlari menuju ke istana mereka.
Sementara itu Panji dan Putri Hana yang melihat adegan itu wajah. Mereka tampak memerah karena malu.
" Ya ampun! Apakah kedua orang tuamu selalu melakukan itu di depan publik?" tanya Hana sampai terus menggelengkan kepalanya karena tidak percaya dengan pemandangan di depannya beberapa saat yang lalu. Hana terlihat masih polos dengan hal-hal macam itu.
__ADS_1