Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
59. Kembali ke Alam siluman


__ADS_3

Denis merasa terkejut mendengarkan bahwa Abiyaksa telah membunuh ayahnya sendiri hanya untuk bisa memerintahkan pasukan kerajaan ular hijau untuk berperang dengan kerajaan kucing dalam rangka merebut dirinya dari sang suami.


" Percayalah padaku Tuan Putri. Raja Abiyaksa itu sangat kejam dan kita tidak bisa berteman dengan dia. Itu akan sangat berbahaya untuk tuan putri dan janin tuan putri!" ucap Sang Jenderal merasa khawatir dengan Deniz.


Bagaimanapun Deniz saat ini sedang mengandung keturunan kerajaan kucing yang kelak akan menjadi pewaris setelah sang raja mangkat dan meninggalkan tahtanya.


" Saya harus melindungi tuan putri. Karena itu adalah kewajiban saya sebagai Jenderal kerajaan kucing yang harus melindungi sang pewaris yang sekarang berada di dalam kandungan Tuan Putri!" Deniz benar-benar dilema. Apakah dia akan mengikuti Sang Jenderal atau tetap bersama dengan kedua orang tuanya. Bagaimanapun dia masih merindukan kedua orang tuanya yang sangat menyayangi dirinya.


Sementara itu orang tua Deniz masih penasaran. Siapakah kamu yang datang ke kediaman mereka saat ini?


Berkali-kali Mereka mencoba untuk bisa mendengarkan pembicaraan Deniz dengan tamunya tetapi mereka nggak bisa mendengarkan apapun.


" Sebenarnya apa yang mereka bicarakan kenapa kita tidak bisa mencuri dengar pembicaraan mereka?" tanya Amber.


Dedi terus menatap ke arah Deniz dan juga Sang Jenderal yang bicara dengan begitu serius. Tampak Deniz terus menggeleng dan mengerutkan keningnya dengan dalam.


" Jangan-jangan laki-laki itu berasal dari alam siluman juga. Oleh karena itu kita tidak bisa mendengarkan pembicaraan mereka pasti laki-laki itu sudah membuat telinga kita menjadi tuli dengan pembicaraannya!" ucap Dedi sambil terus memperhatikan putrinya.


Deniz dan Jenderal berbicara begitu serius sekali. Sehingga mereka tidak menyadari kalau Abiyaksa sudah berada di sekitar mereka dan saat ini sedang mendengarkan percakapan mereka dengan sangat marah.


" Kurang ajar! Pria itu sepertinya kiriman dari istana kerajaan kucing. Sungguh lancang! Dia berani sekali mencuci otak calon istriku dengan menceritakan hal-hal buruk tentang diriku di masa lalu kepada Deniz! Lihatlah! Bagaimana aku akan memberikan pelajaran kepadanya!" ucap Abiyaksa begitu geram.


Walau bagaimanapun Abiyaksa sudah berusaha untuk menjadi manusia yang baik ketika dia berada di alam manusia dia tidak pernah membuat keributan dengan siapapun ataupun merugikan siapapun. Semua itu dia lakukan demi mendapatkan simpati dari Deniz dan juga kedua orang tuanya.


Saat ini Abiyaksa benar-benar sangat kecewa. Karena usahanya hampir 1 bulan ternyata tidak membuahkan hasil. Deniz tampak ragu dengan ketulusannya.


Abiyaksa marah sekali kepada Jenderal yang sekarang sedang bicara dengan Deniz dan dia berjanji akan memberikan pelajaran kepada Jenderal itu yang sudah membuat Deniz membencinya dan meninggalkan dirinya.

__ADS_1


Bagaimanapun selama beberapa hari tinggal bersama dengan Deniz secara akrab dan dekat. Telah membuat Abiyaksa mengerti bahwa satu-satunya cara untuk bisa dengan dekat dengan Deniz adalah dengan menjadi orang baik dan tidak melakukan kejahatan.


Dan Abiyaksa sudah berusaha sangat keras untuk tidak melakukan kejahatan yang bisa membuat Deniz meninggalkannya.


Deniz terlihat sedang berbicara dengan kedua orang tuanya. Karena dia harus kembali ke kerajaan kucing dan mengikuti Sang Jenderal yang datang untuk menjemputnya atas perintah kedua mertuanya.


Hal yang membuat Deniz khawatir adalah tentang keberadaan Pangeran Narendra yang menurut kabar dari Sang Jenderal bahwa suaminya sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.


" Ayo Jenderal. Kita segera kembali ke alam siluman dan kita akan mencari di mana suamiku saat in berada." Deniz benar-benar sangat khawatir dengan Narendra. Oleh karena itu tanpa pikir panjang dia langsung mengikuti Sang Jenderal untuk pergi ke alam siluman demi mencari sang suami.


Akan tetapi ketika Deniz sudah bersiap untuk naik ke kereta kencana yang sejak tadi sudah dipersiapkan oleh sang Jenderal tiba-tiba saja Abiyaksa merebut kendali Kereta Kencana tersebut dari kusir yang bertanggung jawab mengendalikan kereta kencana tersebut.


Sang Kusir ketakutan melihat aura yang begitu kuat yang ditunjukkan oleh Raja Abiyaksa sehingga membuatnya lari tunggang langgang dan menyerahkan Kereta Kencana terhadap Raja Abiyaksa yang langsung melepaskan Kusir tersebut untuk meninggalkannya bersama dengan Deniz.


" Apa yang sedang kau lakukan Abiyaksa? cepat kau kembali ke kediamanmu dan jangan coba-coba mengganggu Apa yang mau aku lakukan!" ucap Deniz ketika dia melihat raja biasa yang sekarang bersiap meninggalkan kediaman kedua orang tuanya.


Sementara itu Jenderal kerajaan kucing, dia sudah bersiap untuk bertarung dengan Abiyaksa dia sudah mengerahkan semua kemampuannya untuk mengirimkan pukulan telak kepada Abiyaksa.


Kekuatan Abiyaksa sudah meningkat puluhan kali lipat. Tidak seperti ketika dia mendiami tubuh manusia biasa. Dia benar-benar berada di atas awan. Setelah melakukan pertarungan hebat bersama dengan Jenderal dia pun mendapatkan kemenangan tanpa harus berusaha terlalu keras.


Sang Jenderal tampak begitu kewalahan untuk melawan Abiyaksa yang hebat sekali.


Disaat keadaan semakin mendesak, tiba-tiba saja munculnya Narendra yang langsung menghadapi Abiyaksa yang tampak sangat terkejut melihat Pangeran Narendra masih sehat dan bugar.


Padahal Abiyaksa sangat yakin kalau Narendra akan mati terkena racun ular hijau yang telah dilepaskan oleh anak buah kepercayaannya yang telah berupa sebagai dirinya sebelum dirinya meninggalkan alam siluman untuk mengejar Deniz.


" Ah nyawamu memang sangat banyak! Kita akan lihat. Apakah kau masih hidup dengan baik? Setelah aku menggigitmu kembali dengan menggunakan racun ular hijau yang jauh lebih dahsyat efeknya?!" ucapan Abiyaksa benar-benar telah membuat Deniz merasa kesal kepadanya.

__ADS_1


Deniz kemudian mendekati pertarungan mereka yang sangat seru dan tampak begitu mencengangkan.


Hawa di sekitar tempat pertarungan terasa begitu panas. Bahkan kedua orang tua Deniz yang sudah tidur lelap pun merasakan bahwa malam itu auranya benar-benar berbeda.


" Lihat saja kalau kau berani melukai suami ku maka aku akan pastikan bahwa aku tidak akan pernah memaafkanmu seumur hidupku!" ucap Deniz dengan mata berapi-api sambil menatap Abiyaksa.


Abiyaksa tampak terdiam sejenak terlihat begitu lengah sehingga hal itu dimanfaatkan oleh Pangeran Narendra untuk memberikan serangan fatal kepada nya.


" Tolong jangan bunuh dia!" tiba-tiba Denis berteriak dan mengejutkan Narendra yang hendak memberikan serangan terakhir untuk membunuh Abiyaksa.


" Kenapa kau melindunginya?" tanya Narendra bingung melihat Deniz yang memeluk tubuh Narendra dan meminta kepadaNya untuk tidak membunuh Abiyaksa.


Deniz menatap Abiyaksa dengan penuh pengharapan. Agar dia meninggalkan tempat itu tanpa membuat keributan lagi.


" Aku mohon Abiyaksa. Tinggalkanlah tempat ini dan kembalilah ke tempat asalmu! Hmm?" tanya Deniz sambil terus memegang tangan Narendra agar tidak menyerang Abiyaksa yang terlihat terluka akibat dari serangan fatal dari Narendra.


Abiyaksa tersenyum kepada Deniz dan itu membuat Narendra menjadi tidak senang. Amarahnya sudah mendidih sejak tadi.


" Tolong Abiyaksa cepatlah pergi dari sini. Oh ya, tolong kau kembalikan lagi, wadag anak muda yang telah kau culik untuk kau tempati. Ketika kau berada di alam manusia. Orang tuanya sekarang pasti sedang mencari dia." ucap Deniz berusaha untuk bicara dengan Abiyasa yang saat ini mulai berusaha bangkit.


Narendra terus menatap interaksi antara Deniz dan Abiyaksa. Hatinya saat ini benar-benar sedang panas dan penuh dengan rasa cemburu.


Sebenarnya sejak tadi Narendra tidak tahan untuk tidak membunuh Abiyaksa. Tetapi dia tidak mau mengambil resiko membuat Deniz membencinya.


" Pergilah jangan sampai aku melihatmu lagi berada di sekitar istriku. Kalau aku melihatmu lagi, akan aku pastikan kau pasti akan aku bumi hanguskan sampai jadi abu!" ucap Narendra memberikan peringatan kepada Abiyaksa yang terlihat begitu geram.


Kalau bukan karena memandang Deniz. Abiyaksa pasti sudah menghabisi Narendra sejak tadi mengingat ilmu dia yang tinggi dan memiliki racun yang sangat mematikan.

__ADS_1


Racun ular hijau memang tiada bandingannya kalau tidak segera meminum penawarnya, maka pasti akan seketika mati.


Apalagi kalau racun itu diberikan oleh orang yang berilmu tinggi seperti Abiyaksa yang notabene adalah seorang raja dari kerajaan Ular hijau. Maka efeknya akan 100 kali lipat. Dan pasti akan sangat mematikan bagi siapapun yang menerima serangan dia.


__ADS_2