
Narendra yang saat ini sedang berada di kantor perusahaan milik Ayah mertuanya yang akan diserahkan kepadanya. Setelah ayah mertuanya pensiun. Dedi memutuskan untuk menikmati masa tuanya bersama sang istri tercinta. Bersama anaik dan cucu mereka yang sekarang sudah memutuskan untuk menetap di alam manusia.
Tak terbendung betapa besar kebahagiaan mereka. Setelah melewati puluhan tahun hidup dalam kesedihan. Karena Putri semata wayang mereka yang hidup di alam ghaib bersama suaminya yang merupakan pangeran dari alam gaib.
Mereka Langsung mengatur semua kebutuhan Deniz dan Narendra maupun Pangeran Andalas yang akan menetap di alam manusia.
"Wah ternyata pengganti Pak Dedi sangat tampan sekali. Kita akan semakin bersemangat dalam bekerja kayaknya." ucap salah seorang wanita yang akan menjadi sekretaris Narendra mulai hari itu.
Perempuan itu terus menetap kepada Narendra dengan penuh kagum.
Akan tetapi Narendra sendiri merasa biasa saja ketika melihat gadis itu. Dedi sudah menyewa tutor terbaik untuk mengajari menantunya agar bisa menjalankan perusahaannya dengan baik.
Selama lebih dari 3 bulan Narendra belajar dan dibimbing oleh tutor-tutor terbaik yang disewa oleh Dedi dan akhirnya dia bisa dilepaskan untuk mengelola perusahaan dengan baik.
Sementara itu Deniz tampak begitu nikmati profesi barunya sebagai pemilik agensi modeling dan juga mengurus semua usaha yang dimiliki oleh pangeran Panji dan Minsi sebelum mereka memutuskan untuk mengganti Ayahnya di kerajaan kucing.
"Sayang, aku membawa makan siang untukmu." Deniz memberikan surprise kepada suaminya yang saat itu sedang sibuk bekerja di kantornya.
Narendra terlihat begitu bahagia dengan istrinya yang sekarang semakin cantik dan selalu awet muda. Narendra bangkit dan menyambut kedatangan istrinya sambil mencium bibirnya yang lembut. Narendra memeluk Deniz dan memangku Deniz di kakinya.
Sekretaris Narendra yang telah jatuh cinta kepada Narendra, sejak pandangan pertama. Dia benar-benar tidak sanggup menyaksikan kemesraan antara pasangan suami istri yang terlihat begitu berbahagia dan sangat serasi dalam segala hal.
"Tampaknya seumur hidupku pun tidak akan pernah bisa mengetuk pintu hati Tuan Narendra. Lihatlah! Betapa besar cinta yang dia miliki untuk istrinya terlihat jelas di dalam matanya yang begitu berbinar ketika bertemu dengannya. Sebaiknya aku mengundurkan diri menjadi sekretarisnya, untuk menjaga kewarasanku dari perasaan cemburu yang begitu besar ketika melihat dia bersama istrinya." Nova kemudian Kembali ke tempat kerjanya dan menuliskan surat pengunduran diri yang akan diarahkan kepada Narendra setelah Deniz keluar dari ruangannya.
Nova terlihat begitu terpesona ketika melihat Pangeran Andalas yang datang untuk menemui orang tuanya.
Visualisasi Nova
Nova benar-benar tidak bisa berkedip ketika melihat kedatangan Pangeran Andalas di hadapannya.
__ADS_1
"Hey!! Jawab pertanyaanku! Apakah Ayahku ada di dalam ruangannya?" tanya Pangeran Andalas sambil melambaikan tangannya di depan mata Nova.
Nova terkesiap dan mengedipkan matanya ketika dia menyadari kehadiran Pangeran Andalas di hadapannya.
"Kau, kau putra dari tuan Narendra? Bagaimana bisa?" tanya Nova yang tampak begitu kebingungan melihat Pangeran Andalas yang begitu tampan dan sudah berusia matang tetapi ternyata merupakan putra dari Narendra yang dia pikir masih berusia sekitar 25 tahun.
Nova berpikir kalau Narendra masih berusia muda karena wajahnya yang selalu awet muda dan selalu bersinar.
"Tentu saja bisa! Aku terlahir karena cinta kedua orang tuaku. Memang apa masalahnya denganmu? Dasar perempuan aneh! Cepat jawab pertanyaanku! Apakah ayahku ada di dalam sana?" tanya Pangeran Andalas dengan wajah juteknya terhadap Nova.
Nova berdehem beberapa kali untuk menetralkan perasaannya yang saat ini sedang kacau balau gara-gara kehadiran Pangeran Andalas di kantornya.
"Aku tidak jadi untuk mengandurkan diri dari perusahaan ini. Kalau kau memang benar-benar adalah putra dari Tuan Narendra. Halo! Perkenalkan namaku adalah Nova. Aku adalah sekretaris ayahmu!" Nova langsung menyobek surat pengunduran diri yang tadi dia buat sambil mengeluarkan telapak tangannya kepada Pangeran Andalas untuk bersalaman dengan Pemuda tampan yang muda dan tentu saja menjanjikan kehidupan bahagia di masa depan untuk dirinya.
Pangeran Andalas menghela nafas, saat melihat kelakuan Nova yang absurd baginya." Dasar perempuan aneh! Ditanya apa Kau menjawab apa. Sudahlah aku masuk saja sendiri! Oh ya! Kau jangan berharap untuk menjadi kekasihku, ya! Karena aku sudah memiliki seorang kekasih yang sangat cantik! Walaupun sadis itu sedikit absurd seperti kamu, tetapi selama ini dia sudah membuat aku merasa nyaman berada di atas dunia ini! Jadi, buang jauh-jauh impianmu untuk menjadi kekasihku!" mendengar apa yang dikatakan oleh pangeran Andalas benar-benar membuat Nova seakan di skakmat olehnya.
Nova langsung lemas tubuhnya dan terduduk lesu di atas kursi tempat dia bekerja.
"Ya ampun! Dimana-mana kalian berdua selalu saja mengotori mata suciku. Kenapa kalian bermesran seperti itu di kantor, huh? Bagaimana kalau ada orang lain yang masuk ke sini? Dasar bikin orang iri saja!" protes Pangeran Andalas kepada kedua orang tuanya yang hanya tersenyum melihat Putra mereka yang misuh-misuh dan cemberut sejak tadi.
Narendra dan Deniz kemudian melepaskan ciuman mereka lalu menyambut kedatangan putranya yang hendak meminta pekerjaan kepada Narendra.
"Salahmu sendiri! Kenapa masuk ke ruangan orang tanpa mengetuk ataupun mengucapkan salam!" Pangeran andalasana berdecak lidah mendengar apa yang dikatakan ayahnya.
"Aku mengetuk pintu pun, tidak ada bedanya! Tetap saja kalian pasti bermesraan di depan mataku yang suci ini!" Narendra tersenyum melihat kelakuan putranya yang selalu saja cemburu dengan kemesraan orang tuanya.
Narendra kemudian menanyakan maksud kedatangan Pangeran Andalas ke kantornya.
"Mau apa kau datang kemari? Bukannya kau harusnya kuliah?" tanya Narendra sambil menatap tajam kepada putranya yang seperti bosan.
Baru tinggal beberapa bulan di alam manusia Pangeran Andalas sudah merasakan kebosanan tingkat akut. "Ayah berikanlah aku pekerjaan disini. Sungguh! Aku benar-benar sangat bosan menjadi seorang mahasiswa yang harus belajar ini dan itu. Ya ampun! Hal itu benar-benar sangat melelahkan!" Narendra dan Deniz bukannya merasa kasihan kepada putranya mereka malah tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Putra mereka yang sangat lucu.
__ADS_1
Denis berusaha untuk menghibur Pangeran Andalas dan meyakinkan kepada putranya bahwa semua itu hanyalah perasaan sesaat.
"Percayalah Sayangku! Saat Kau telah menemukan motivasi dan tujuan untuk hidup, maka kau akan mempunyai semangat dalam menjalani kehidupan kamu. Percaya sama Ibunda!" ucap Deniz memberikan semangat kepada putranya yang terlihat mulai down dan kehilangan semangat belajar.
Pangeran Andalas memang terkenal sebagai sosok yang cepat bosan dalam melakukan segala sesuatu. Oleh karena itu, dahulu ketika berada di istana kerajaan kucing, Narendra sengaja mengatur tempat pendidikannya di berbagai tempat. Hal itu untuk mengantisipasi kebosanan putra mereka.
"Baiklah ayah akan memberikan pekerjaan untukmu. Kau harus janji sama ayah, jangan meninggalkan tanggung jawabmu di dalam pekerjaan, hanya karena kau merasa bosan. Paham?" tanya Narendra pada Pangeran Andalas yang auto bersemangat mendengarkan apa yang dikatakan ayahnya.
Mulai hari itu Pangeran Andalas bekerja bersama ayahnya. Tetapi dia tidak meninggalkan kuliahnya tanah pendidikan juga tetap penting baginya apabila dia ingin menetap di alam manusia.
Deniz dan Narendra berbahagia dengan kehidupan mereka di alam manusia yang begitu sempurna dengan kebahagiaan yang sangat besar yang di anugerahkan oleh sang pemberi kehidupan kepada mereka.
Mereka telah membuktikan, bahwa kekuatan cinta mereka telah sanggup melewati berbagai rintangan dan halangan yang menyertai perjalanan cinta mereka selama puluhan tahun. Tidak perduli walaupun mereka berasal dari dua dunia yang berbeda. Kekuatan cinta mereka telah menjadi pondasi yang kokoh dan kuat untuk mereka menapaki kehidupan di masa lalu, masa kini dan masa depan yang pasti akan mereka lewati dengan penuh kebahagiaan.
Adapun Pangeran Panji dan Minsi telah berhasil dalam melaksanakan tugasnya sebagai seorang raja di Istana Kerajaan kucing.
Setiap bulan ganjil mereka selalu datang ke alam manusia untuk mengunjungi kedua orang tuanya dan juga anak mereka.
Begitu pula dengan Raja Abiyaksa dan Halimah yang kini telah memiliki seorang Putra dan hidup di istana kerajaan ular hijau. Raja Abiyaksa benar-benar bersyukur dengan kehadiran Halimah di dalam hidupnya yang telah memberikan warna baru dan juga kehidupan baru untuk dirinya.
Akhirnya semua tokoh yang ada di dalam novel ini hidup bahagia dengan cinta mereka masing-masing.
Percayalah kekuatan cinta akan selalu membimbing kita menemukan sebuah kebahagiaan selama kehidupan kita di atas dunia ini.
Untuk kita-kita semua yang sedang saat ini masih mencari makna cinta di dalam hidupnya. Tetap semangat dan percayalah bahwa jodoh kita sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa dan terimalah dengan keikhlasan maka kebahagiaan pasti akan selalu menyertaimu.
Karena apa yang kita benci mungkin saja adalah sesuatu yang baik di mata Tuhan dan sesuatu yang kita cintai belum tentu adalah yang terbaik di mata Tuhan. Intinya, selalu berpikir positif dengan kehidupan yang digariskan untuk kita semua.
Ada pepatah berkata jangan terlalu membenci sesuatu dan jangan terlalu mencintai sesuatu terlalu berlebihan. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan sana dengan kehidupan kita. Cintai dan benci segala sesuatu sesuai dengan porsinya, agar kita tetap berada di jalannya dan tetap berada dalam kebenaran yang Maha Kuasa. Semangat untuk kita semua.
TAMAT
__ADS_1