
Semua yang hadir di aula istana kerajaan ular hijau yang didirikan oleh Raja Abiyaksa tampak begitu tegang. Semuanya tidak berani untuk melakukan sesuatu yang akan memancing amarah semua ksatria yang sedang emosi.
Raja Abimana dan istrinya yang mendapatkan kabar dari anak buahnya yang dia tanam untuk mengawasi kegiatan kakaknya di istana kerajaan ular hijau yang baru yang di dirikan oleh sang kakak yang dulu terusir oleh bangsanya. Karena membunuh ayah kandung mereka demi merampas tahta kerajaan.
"Kakak! Hentikan semua kekacauan ini! Mau berapa lama lagi kau terus bertarung untuk sesuatu yang bukan menjadi hakmu?" tanya Raja Abimana yang terlihat begitu kecewa dengan kakaknya sendiri yang sangat egois menurut pandangannya.
Raja Abiyaksa kemudian mendekati Raja Abimana yang datang bersama istri dan juga anaknya yang sekarang sudah hampir menginjak dewasa seusia Pangeran Andalas.
"Lihatlah Putraku sekarang, Kak! Kalau kau bisa melepaskan obsesi dan juga ambisimu terhadap Ratu Deniz, kau juga pasti sudah memiliki beberapa orang anak yang akan mewarisi kerajaanmu suatu saat nanti. Kakak!! Tolong hentikan semua ini! Sudah cukup kehancuran dan peperangan yang Kau tumpahkan demi ambisimu itu!" ucapan Raja Abimana sedikit banyak membuat Raja Abiyaksa bisa berpikir sedikit jernih.
Putra Raja Abimana kemudian mendekati pamannya yang tadi masih bersemedi untuk mengatur pernapasan dan mengobati luka dalamnya.
Raja Narendra pun melakukan hal yang sama karena dia pun juga memiliki luka dalam yang sangat serius seperti Raja Abiyaksa. "Paman! Kenapa kau suka sekali membuat huru-hara di mana-mana karena istri Paman Narendra? Apakah kau tidak malu dengan usiamu?" tanya Pangeran Aditama yang terlihat begitu tampan seperti ayahnya.
Istri Raja Abimana saat ini sedang mendekati kakaknya dan menolong untuk menyalurkan tenaga dalam kepada sang kakak tercinta.
"Kakak, kau baik-baik saja?" tanyanya kepada Raja Narendra yang sudah mulai lebih baik.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja, adikku! Terima kasih atas bantuanmu," ucap Raja Narendra sambil tersenyum kepada adiknya yang semakin cantik dan semakin dewasa seiring bertambah usianya.
Sementara Raja Abimana membantu Raja Abiyaksa untuk memulihkan tenaga dalamnya yang terkuras banyak karena pertarungan itu.
"Terimakasih," ucap Raja Abiyaksa sambil tersenyum kepada adiknya yang mau repot-repot datang jauh ke istana kerajaan yang dia Pimpin bersama keluarga kecilnya yang terlihat bahagia dan selalu harmonis.
Jujur saja, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, Raja Abiyaksa merasa iri dengan kesuksesan adiknya yang berhasil membangun keluarganya dengan begitu menakjubkan.
"Semuanya ayo kita berusaha untuk membereskan kerajaan ini agar layak huni kembali!" Raja Abimana kemudian memerintahkan kepada pasukan yang dia bawa dan juga para pengawal dan dayang yang bekerja di istana kerajaan ular hijau yang dipimpin oleh Kakaknya.
Mereka pun bahu-membahu untuk membersihkan kembali puing-puing kehancuran yang menjadi saksi bisu pertarungan antara Raja Narendra dan Raja Abiyaksa.
Raja Abimana menarik nafas dalam-dalam. Dia terlihat begitu kecewa kepada kakaknya yang sampai saat ini masih belum juga bisa melepaskan obsesi dan cinta sepihaknya kepada Ratu Deniz.
Pangeran Wangen dan Putri Hana juga tampak hadir di antara tamu-tamu yang mulai berdatangan untuk melihat situasi di istana kerajaan ular hijau.
Rupanya keributan yang terjadi di sana sudah menjadi buah bibir di santero kerajaan yang ada di alam siluman. Raja Abi Saka dah Ratu Trisna juga tidak ketinggalan hadir di sana bersama dengan Putri dan menantunya. Putri Seruni dan Dani.
__ADS_1
Putri Seruni terlihat sedang hamil dan saat ini dia terus berdiri di samping Dani yang sudah mengenakan pakaian kebesaran sebagai seorang putra mahkota dari kerajaan alam gaib.
"Deniz, kamu tidak apa-apakan?" tanya Dani kepada sahabatnya yang saat ini masih bersimpuh di samping suaminya yang sedang berusaha untuk memulihkan kembali kekuatan dan tenaganya seperti sedia kala.
Belati yang digenggam oleh Ratu Deniz pun kini sudah diambil oleh Pangeran Andalas dan diamankan olehnya. Hal itu dilakukan oleh sang pangeran untuk menjaga agar ibunya tidak berlaku nekat dan menyakiti dirinya sendiri.
"Aku baik-baik saja Dani. Bagaimana dengan dirimu dan istri kamu? Ah, syukurlah sebentar lagi kau akan menjadi seorang ayah!" Ratu Deniz terlihat begitu bahagia melihat kehidupan sahabatnya sekarang sudah menemukan kebahagiaan dan titik pencarian yang sudah sampai ke finish.
Ratu Deniz melirik ke arah Raja Abiyaksa yang terus menetap kepadanya sejak tadi.
"Kau lihatlah, Raja Abiyaksa! Pasangan Putri Seruni dan Dani. Dulu dia pun tergila-gila dan selalu terobsesi denganku. Tetapi syukurlah dia bisa melepaskan obsesi tersebut dan akhirnya mau menikah dengan Putri Seruni. Sekarang dia sudah menemukan kebahagiaannya dan akan segera memiliki anak. Raja Abiyaksa! Apakah kau ingin selamanya terkekang dalam obsesi dan ambisimu yang tidak bertepi dan tiada akhir? Kau ingat-ingatlah berapa banyak istana kerajaan yang sudah kau hancurkan untuk obsesimu yang menggila itu!" Ratu Deniz masih tidak ada lelahnya untuk menasehati Raja Abiyaksa agar bisa sadar dan Insaf dengan kesalahan yang dilakukannya.
Dani kemudian melihat ke arah Raja Abiyaksa yang seperti tidak suka melihat dirinya mendekati Ratu Deniz yang selalu di hatinya.
"Raja Abiyaksa! Kau dengarkanlah nasihat dariku yang juga pernah berada di posisimu. Kau tahu?? Aku mengenal Ratu Deniz sejak kami masih kecil. Bahkan mungkin sejak dia masih orok sudah selalu bersamaku. Selama bertahun-tahun lamanya aku juga mencintai Ratu Deniz dengan tulus. Akan tetapi kemudian aku menyadari bahwa Ratu Deniz hanya mencintai Raja Narendra. Aku pun kemudian mulai sadar bahwa semua yang kulakukan itu tidak akan pernah membuahkan hasil apapun. Hanya memberikan penderitaan untuk diriku sendiri dan orang-orang di sekitarku. Sampai pada akhirnya kedua orang tuaku yang sudah tidak tahan dengan kelakuanku yang masih saja mencintai Ratu Deniz yang sudah memiliki anak dan suami. Akhirnya mereka menekankan padaku untuk segera menikah. hingga akhirnya aku kabur ke alam siluman dan bertemu kembali dengan Ratu Deniz dan suaminya di istana kerajaan kucing." Dani mengedarkan pandangannya kepada semua orang yang saat ini sedang mendengarkan ucapannya.
"Aku sadar bahwa sedalam apapun cinta yang kumiliki, selamanya tidak akan pernah bisa aku raih. Karena Ratu Deniz hanya mencintai Raja Narendra dan begitu juga dengan sebaliknya. Kemudian aku belajar untuk membuka pintu hatiku dan melihat ke sekeliling. Ternyata aku bisa melihat begitu banyak wanita cantik yang menarik hatiku. Sehingga akhirnya aku terjatuh dalam pesona Putri Seruni awalnya hanya iseng saja, kemudian aku menyadari bahwa aku sangat mencintai dia. Sekarang dia telah menjadi istriku dan calon ibu dari anakku! Raja Abiyaksa! Belajarlah untuk membuka hatimu, agar Kau bisa melihat sekeliling. Kau akan melihat begitu banyak wanita yang menarik dan bisa kau cintai selain Ratu Deniz yang sudah menjadi istri dari Raja Narendra!" ucap Dani tanpa lelah.
__ADS_1
Dani terus berusaha menasehati Raja Abiyaksa agar terbuka pikiran dan hatinya. Sehingga melupakan kisah cintanya yang sepihak kepada Ratu Deniz yang telah mengorbankan ratusan bahkan ribuan prajurit dalam peperangan mereka.
Pangeran Wangen juga mendekati Raja Abiyaksa dan mengatakan hal yang sama seperti Dani. Karena dia pun pernah memiliki kisah yang sama ketika mencintai Mansi yang telah menjadi istri dari pangeran Panji.