
Setelah membicarakan masa lalu dan rencana yang akan dilakukan oleh mereka setelah kepulangan Pangeran Surya Kelana ke istana kerajaan kucing, terlihat Raja Narendra sangat bahagia.
"Ayah, karena Kakakku sudah pulang kembali ke istana kita. Maka itu artinya, tugas sebagai putra mahkota bisa dilanjutkan kembali olehnya dan aku bersama istriku bisa mengundurkan diri dari istana kerajaan kucing," Raja Narendra tersenyum kepada kakaknya yang terkejut mendengar ucapannya.
Pangeran Surya Kelana kemudian berbicara dengan adiknya terlihat wajahnya begitu serius.
"Maafkan aku! Karena aku harus mengecewakanmu, adikku. Aka tetapi, aku tidak bisa menerima statusku sebagai putra mahkota kembali. Apalagi sampai menjadi raja di Istana Kerajaan kucing. Aku tidak bisa," terlihat semua yang hadir di situ terlihat terkejut dengan hal itu.
Tak terkecuali dengan Putri Ayuningtyas yang merasa sangat kecewa dengan keputusan ayahnya yang begitu gegabah karena menolak Tahta yang diimpikan oleh banyak siluman di kerajaan kucing.
Raja Abiyaksa bahkan sangat bernafsu ingin menjadikan istana kerajaan kucing sebagai jajahan istananya. Putri Ayuningtyas menatap ayahnya dengan kecewa sekaligus kesal.
'Sial!! Seharusnya aku bisa memiliki kesempatan untuk menjadi seorang ratu di istana kerajaan kucing. Gara-gara ayahku yang bodoh itu semua itu menjadi hilang." batin Putri Ayuningtyas.
Akan tetapi dia tidak berani untuk menunjukkan sikap protesnya itu di hadapan semuanya. Karena dia takut nanti akan dikira bahwa dia mengakui sang ayah hanya karena tahta kerajaan kucing.
"Kenapa kak?" tanya Raja Narendra.
__ADS_1
"Bukankah kau tahu kalau aku adalah pendosa di kerajaan kucing? Karena aku dan istriku 500 tahun lalu, telah terjadi pembantaian besar-besaran di kerajaan kucing. Aku tidak mau kalau sampai terjadi pemberontakan besar-besaran juga pada saat aku naik tahta nantinya." Raja Narendra dan kedua orang tuanya begitu sedih melihat Pangeran Surya Kelana yang tampaknya masih belum begitu memaafkan dirinya sendiri atas kejadian buruk tersebut.
Pangeran Surya Kelana menata putrinya dengan tatapan kesedihan yang mendalam. "Maafkan ayahmu nak. Karena tidak bisa memenuhi ambisi dan cita-citamu untuk bisa naik tahta," Putri Ayuningtyas terkejut mendengar ucapan sang ayah yang ternyata bisa membaca Jalan pikirannya.
Putri Ayuningtyas menjadi gugup dan salah tinggal sendiri. Setelah sang ayah bisa dengan tepat mengungkapkan apa yang ada di hatimu saat ini.
Kedua orang tua sang pangeran bisa memahami jalan pikiran Putra dan juga cucunya. Tetapi mereka merasa bersedih karena begitu sulit untuk putra sulung mereka, bisa melupakan kejadian buruk yang sudah terjadi di masa lalu.
"Lupakanlah kejadian itu dan mulailah hidupmu dengan lembaran baru. Dengan cara memperbaiki kelakuan yang salah di masa lalu, menjadi kebijakan di masa kini." tiba-tiba saja sang leluhur sudah bergabung di antara mereka.
Mereka pun kemudian bangkit dan memberikan hormat kepada leluhur mereka yang sudah berusia ribuan tahun lamanya.
Sang leluhur kemudian menyentuh kepala Pangeran Surya Kelana yang masih menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian buruk yang pernah menimpa kerajaan kucing di masa lalu.
"Setiap kejadian yang terjadi kepada mahluk yang hidup, sudah pasti tidak akan terjadi tanpa kuasa dan izin dari yang maha pencipta. Semua itu memang harus terjadi. Belajarlah untuk memaafkan dirimu sendiri dan perbaiki semua kesalahan tersebut dengan kebijakan yang akan memberikan kemakmuran untuk istana kerajaan kita. Pangeran Surya Kelana, kau sudah menghukum dirimu sendiri selama 500 tahun di hutan larangan. Aku rasa itu sudah cukup untuk merebus dosa-dosamu. Kamu bisa kembali memegang statusmu sebagai putra mahkota dan setelah itu mengemban jabatan sebagai raja yang baru." Ratu Deniz dan Raja Narendra merasa sangat bahagia sekali. Karena akhirnya cita-cita mereka untuk melepaskan tanggung jawab di istana kerajaan kucing bisa segera terwujud.
Berbeda dengan pangeran Andalas yang terlihat tidak suka dengan hal itu. Karena bagaimanapun Dia sudah terbiasa dengan status sebagai pangeran dari seorang raja yang selalu dihormati oleh siapapun yang bertemu dengannya di istana kerajaan kucing.
__ADS_1
Raja Narendra bisa merasakan kekecewaan di wajah putranya. Akan tetapi dia juga tidak mungkin untuk selamanya mengemban tugas sebagai seorang raja.
Dia harus memikirkan tentang perasaan istrinya yang tidak nyaman, selama tinggal di istana kerajaan kucing. Para dewan istana yang terus saja mendesak dirinya untuk memiliki beberapa orang selir demi keturunan yang banyak bagi kerajaan kucing.
Raja Narendra menggengam telapak tangan istrinya dengan lembut. Ratu Deniz tersenyum kepada suaminya. Terlihat kelegaan di wajah Ratu Deniz yang tidak bisa berbohong.
Ibu mertuanya dari tadi terus memperhatikan interaksi Ratu Deniz dan Raja Narendra. Dia hanya menghela nafas dengan berat. Sungguh! jauh di dalam lubuk hatinya dia jauh lebih menyukai Raja Narendra yang tetap bertugas sebagai seorang raja ketimbang Pangeran Surya Kelana yang terkadang bersikap emosional dan sangat mudah untuk dipengaruhi siapapun disekitarnya.
Sang mantan permaisuri melirik kepada suaminya dan berusaha untuk menyampaikan apa yang ada di dalam pikirannya saat ini.
"Maafkan aku leluhur dan juga ayah dan ibu. Tapi aku benar-benar tidak sanggup untuk menjadi seorang raja di istana kerajaan kucing. Aku kembali kepada khalayak umum, karena aku ingin memperkenalkan putriku kepada kalian. Aku tidak mau kalau sampai keberadaan putriku selamanya akan tidak diakui oleh keluarga kita. Kalau aku tidak mau muncul dan juga memperkenalkannya pada kalian." Pangeran Surya Kelana terus menundukkan kepalanya dia benar-benar tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.
Kejadian 500 tahun lalu, benar-benar sudah mempengaruhi mental dan kepercayaan dirinya, untuk mengemban tugas sebagai putra mahkota. Apalagi menjadi seorang raja. Hal itu benar-benar tidak ada di dalam kamus hidupnya sekarang.
"Setelah putriku menikah. Aku akan kembali ke Hutan Larangan dan menghabiskan sisa hidupku di sana bersama jenazah istriku hingga maut menurutmu." semua yang hadir tampak begitu sedih dengan keputusan Pangeran Surya Kelana.
Pangeran Surya Kelana memang adalah pribadi yang sangat keras. Keputusan yang dia ambil tidak pernah bisa diganggu gugat siapapun. Ayahnya hanya bisa menghalang nafas berat sambil mengelus jenggotnya yang berwarna putih dan panjang.
__ADS_1
"Baiklah kalau itu memang adalah keputusanmu. Kami tidak bisa memaksa kamu untuk kembali mengambil statusmu sebagai putra mahkota di istana kerajaan kita. Kami tidak akan menghalangi apapun kepurusan yang sudah kau ambil. Hidupmu, Kamu sendiri yang harus memutuskannya. Oh ya, apakah kau sudah memiliki calon untuk putrimu?" tanya sang ibu yang sebenarnya merasa legah dengan keputusan Pangeran Surya Kelana yang menolak statusnya sebagai putra mahkota dan juga raja menggantikan raja Narendra.