Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 248


__ADS_3

"Kenapa ibunda mengizinkan Ayah untuk pergi menyelamatkan perempuan itu? Aih!! Membuat kita semua repot saja. Dasar menyebalkan sekali!" Pangeran Andalas sejak bertemu dengan Putri Ayuningtyas memang tidak suka dengan perangai sepupunya yang bisa dikatakan urakan dan nakal.


Ratu Deniz bisa memahami apa yang dirasakan oleh putranya saat ini. "Anakku! Kau jangan mengatakan hal itu di hadapan pamanmu. Dia pasti akan sangat sedih kalau mengetahui putrinya tidak diterima oleh keluarga kita! Ingat itu?" tanya Ratu Deniz kepada putranya yang langsung cemberut dan tidak suka dengan peringatan dari ibunya.


Ratu Deniz terus berdoa agar suaminya baik-baik saja. Ratu Deniz merasa bahwa pertikaian antara mereka bertiga harus segera diselesaikan. Ratu Deniz tidak ingin hal itu terus berlarut-larut sehingga menjadi beban pikirannya yang berkepanjangan.


"Di mana sekarang Mahaguru dan juga leluhur istana kerajaan kucing? Apakah juga bertarung dengan raja kalian?" tanya Ratu Deniz kepada siluman kecil yang tadi memberikan informasi kepadanya.


Siluman kecil itu kemudian menjelaskan secara rinci, apa yang terjadi di istana kerajaan ular hijau, yang sekarang sudah hancur porak-poranda. Karena perbuatan dua raja yang sedang menyelesaikan masalah mereka hingga salah satu diantara mereka mati. Sesuai dengan perjanjian yang dibuat oleh mereka sebelum memulai pertarungan.


Ratu Deniz benar-benar gelisah mendengar cerita tersebut. Dia tidak mau kalau dua raja yang sama-sama keras kepala itu akan mengalami kecelakaan ataupun mati di Medan laga.


Pangeran Andalas semakin kesal kepada sepupunya yang sudah membuat ayahnya, bahkan sampai bertarung mati-matian seperti itu demi dia.


"Sungguh! Usaha yang dilakukan Ayahanda benar-benar tidak sepadan. Putri Ayuningtyas tidak layak mendapatkan itu semua dari ayahku." Pangeran Andalas benar-benar kesal setengah mati mendengar cerita dari siluman kecil tadi.


Siluman kecil yang merasa bangga karena naik kereta kencana yang begitu mewah, bersama dengan orang-orang penting dari istana kerajaan kucing. Kerajaan yang selama ini menjadi musuh mereka karena persaingan untuk mendapatkan sang ratu kucing. Dia terlihat membusungkan dadanya.


"Bukan seperti itu Pangeran! Karena mereka bertarung demi Ratu Deniz! Siapa yang menang dalam pertarungan itu maka dialah yang akan menjadi pemilik dari sang ratu. Oleh karena itu, mereka berdua bertarung dengan mati-matian dan tidak ada yang mau mengalah satupun." ujar siluman kecil itu dengan penuh kebanggaan karena menjadi sumber informasi dari Ratu Deniz dan Pangeran Andalas.


Apa yang dikatakan oleh siluman kecil itu malah membuat Ratu Deniz semakin kalang kabut. Hati sang ratu jadi khawatir dan tidak tenang.


Ratu Deniz kemudian menjelaskan segalanya kepada putranya tentang permusuhan mereka yang sudah berjalan puluhan tahun karena cinta Raja Abiyaksa yang tidak masuk akal terhadap dirinya.

__ADS_1


"Ibunda hanya menganggap dia sebagai sahabat yang baik, tidak lebih dari itu. Tetapi dia malah merasa salah paham dan menganggap bahwa ibunda juga memiliki perasaan kepadanya sebagai seorang kekasih. Ini adalah masalah yang sangat serius yang sudah terpendam sejak dulu." Pangeran Andalas sekarang mengerti masalah yang sedang terjadi kepada ayah dan ibunya.


"Pantas saja Putri Ayuningtyas yang waktu itu masih menganggap Raja Abiyaka sebagai kakaknya begitu membenciku. Dia pasti menganggap bahwa kerajaan kita adalah musuh bebuyutannya karena selalu bertarung dengan kakak tercintanya!" Pangeran Andalas benar-benar tidak mengerti dengan pola pikir Raja Abiyaksa yang tidak juga mau menyerah setelah ditolak puluhan kali oleh ibunya. Selama puluhan tahun telah berlalu.


Begitu mereka sampai di istana kerajaan ular hijau, Mereka pun kemudian menemui kerajaan Arendra yang terlihat sedang bertarung mati-matian dengan Raja Abiyaksa.


"Ayah!!" Pangeran Andalas berseru memanggil ayahnya yang masih fokus bertarung melawan Raja Abiyaksa yang sudah terluka di banyak tempat.


Ratu Deniz terlihat begitu prihatin melihat keadaan Istana yang sudah porak poranda karena perbuatan mereka berdua. pantas saja siluman kecil itu bahkan sampai rela pergi untuk mencarinya demi bisa menghentikan mereka berdua.


"Hentikan kalian berdua atau aku akan mati di hadapan kalian semua!" Ratu Deniz yang sudah tidak tahan dengan pertentangan dan juga keributan diantara mereka berdua. Ratu Deniz akhirnya mengacungkan sebuah berlati yang amat tajam menuju jantungnya.


Raja Narendra dan Raja Abiyaksa sontak menghentikan pertarungan Mereka melihat apa yang terjadi pada Ratu Deniz yang sudah hampir putus asa untuk bisa menghentikan mereka.


Hati seorang istri yang saat ini tidak tega melihat laki-laki yang dia cintai terluka sedemikian rupa, oleh laki-laki yang mengaku mencintainya sejak lama.


Raja Narendra langsung mendekati Ratu Deniz. Begitu pula dengan Raja Abiyaksa yang khawatir dengan keselamatannya.


"Istriku! Kenapa kau bisa berada di sini? Siapa yang membawamu kemari?" Raja Narendra mendekati Ratu Deniz yang terlihat menangis tersedu-sedu melihat kondisi suaminya yang sangat menyedihkan.


"Deniz! Kau baik-baik saja kan? Tenanglah, Deniz! Aku pasti akan memenangkan pertarungan ini dan membawamu untuk tinggal di istanaku. Aku akan membangun kembali istana ini menjadi istana yang paling megah yang ada di alam siluman. Aku janji kepadamu!" Raja Abiyaksa terlihat menggenggam telapak tangan Ratu Deniz, akan tetapi langsung dihempaskan oleh Ratu Deniz.


Pangeran Andalas terlihat begitu murka melihat kelancangan Raja Abiyaksa terhadap ibunya.

__ADS_1


Apalagi Raja Narendra yang sontak langsung kembali menghunuskan pedangnya dan bersiap untuk bertarung lagi demi mengalahkan Raja Abiyaksa yang sudah begitu lancang terhadap istrinya yang amat dia cintai.


Raja Narendra menghentikan langkahnya ketika melihat ratu Deniz yang menggenggam telapak tangannya sambil terus menggelengkan kepalanya.


"Aku mohon kepada kalian berdua, tolong hentikan semua ini!" Raja Narendra langsung mendekati istrinya yang saat ini sedang bersimpuh di lantai dengan air mata yang berderai. Hati Ratu Deniz begitu sedih memikirkan mereka berdua yang tidak juga mau berhenti bertarung.


"Apakah kalau aku mati kalian baru puas?" tanya Ratu Deniz yang menatap sendu kepada suaminya.


Raja Narendra kemudian memeluk istrinya dengan erat dan mencium kening Ratu Deniz. Hal itu benar-benar membuat Raja Abiyaksa sangat cemburu dan marah sekali.


Raja Abiyaksa langsung mengarahkan pedangnya untuk membunuh raja Narendra.


Untung saja Pangeran Andalas sejak tadi sudah bersiaga dan menjaga ayahnya dari kelicikan Raja Abiyaksa yang sudah mendarah daging di tubuhnya.


Akhirnya terjadilah pertempuran yang sengit antara Raja Abiyaksa dan Pangeran Andalas. "Kalau kau berani membunuh atau melukao Putraku! Aku bersumpah demi langit dan bumi Aku tidak akan pernah mengampunimu Abiyaksa!" suara Ratu Deniz begitu menggelegar di seantaro istana kerajaan ular hijau. Siluman-siluman lainnya yang hadir dan menyaksikan pertarungan Itu tampak merinding mendengarnya.


Raja abiyaksa sontak menghentikan pertarungan yang tadi dia lakukan bersama dengan Pangeran Andalas.


Pangeran Andalas yang melihat Raja Abiyaksa yang terlihat lengah, dia sontak menghunuskan pedangnya menuju ke arah jantungnya.


Akan tetapi Raja Abiyaksa selalu waspada dengan segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya, sehingga dengan mudah dia langsung menghindari tusukan pedang dari Pangeran Andalas.


" Putraku! Apa yang kau lakukan?" Raja Narendra terlihat tidak senang dengan kelicikan yang dilakukan oleh pangeran Andalas yang menyerang di saat Raja Abiyaksa tidak siap untuk bertarung.

__ADS_1


Raja Narendra kemudian memperingatkan kepada putranya untuk tidak mengulangi kejadian seperti itu lagi yang pasti akan mencoreng nama baik istana kerajaan kucing sebagai Kesatria yang berwibawa dan menjunjung tinggi martabat sebagai seorang pendekar yang sejati.


__ADS_2