Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
106. Usaha Minsi


__ADS_3

" Di mana pangeran kalian berobat?" tanya Minsi penasaran.


" Maafkan kami Nona. Kami tidak bisa memberikan informasi tempat itu. Karena sangat rahasia." ucap prajurit menolak keinginan Minsi.


Akan tetapi Minsi langsung menyentuh tasbihnya dan mengancam para prajurit yang akan dia bumi hanguskan, kalau mereka tidak mau memberitahukan keberadaan Pangeran wangen kepadanya.


" Cepat beritahukan di mana keberadaan Pangeran kalian atau aku akan memusnahkan kalian untuk selamanya!" ucap Minsi yang sudah bersiap untuk mengarahkan kekuatannya kepada mereka berdua.


Dua prajurit itu tanpak begitu ketakutan melihat Nur Illahi yang memancar dari tasbih yang dipegang oleh Minsi.


Cahaya itu tampak begitu menyilaukan dan menyakitkan mata mereka.


" Kalau kalian terkena sinar ini, maka kalian akan langsung hilang jadi debu!" ucap Minsi kepada mereka.


Mendengarkan kata-kata mingsih benar-benar sudah membuat kedua pengawal itu menjadi ketakutan dan gemetar.


" Tampaknya wanita ini adalah orang yang sudah membuat Pangeran kita sekarang sangat kesulitan untuk menyembuhkan lukanya." bisik pengawal itu kepada salah satu temannya yang lain.


" Kalau dia membunuh Pangeran kita bagaimana? Kita pasti akan di bumi hanguskan juga oleh yang mulia Raja. Aiya! Semuanya tidak enak untuk kita berdua." ucap pengawal itu benar-benar berada dalam Dilema yang sangat besar.


Minsi mengerti apa yang dipikirkan oleh para pengawal itu. Sementara saat ini dia sedang diburu oleh waktu untuk bisa mendapatkan penawar racun dari cakar pangeran mahkota dari siluman monyet itu untuk Dani.


" Kalian jangan khawatir. Aku akan berusaha menyembuhkan Pangeran kalian. Aku tidak akan mencelakainya. Oleh karena itu aku jauh-jauh datang dari alam manusia ke alam siluman untuk bertemu dengannya. Karena aku merasa bersalah karena kemaren tanpa sengaja telah melukai dia!" ucap Minsi dengan memasang wajah sedih.


Kedua pengawal itu saling menatap satu sama lain. Seakan sedang menanyakan pendapat temannya tentang apa yang dikatakan oleh Minsi.


" Apa benar kau akan menyelamatkan Pangeran kami bukan untuk membunuhnya?" tanya salah satu pengawal kepada Minsi.


" Apakah kalian melihat kalau aku adalah seorang pembohong?" tanya Minsi.


Minsi memang tidak membohongi para pengawal itu. Dia akan menawarkan kepada Pangeran Wangen untuk menyembuhkan Pangeran itu. Sebagai gantinya Pangeran Wangen akan memberikan obat penawar racun mililnya untuk Dhani.


" Baiklah aku akan menemanimu." ucap salah satu Pengawal.

__ADS_1


" Kau berjagalah di sini. Aku akan mengantar perempuan ini untuk bertemu dengan pangeran kita di gua kelalawar!" ucapnya kepada rekannya.


" Baiklah, hati-hati ya. Kau Lepaskanlah sinyal bahaya kalau misalkan perempuan itu berbuat macam-macam padamu agar kami bisa membantumu!" ucap pengawal lainnya kepada temannya.


Minsi benar-benar salut dengan keduanya yang begitu mempedulikan satu dengan yang lainnya.


" Jangan khawatir aku percaya kok kalau dia adalah perempuan baik-baik yang akan bertemu dengan pangeran kita secara baik-baik!" ucapnya sambil tersenyum kepada Minsi yang merasa terkejut ketika dia tadi mendengarkan ucapannya.


" Tenanglah aku hanya akan menyembuhkan Pangeran kalian. Selama Pangeran kalian mau bekerja sama denganku. Aku pasti tidak akan mencelakainya!" ucap Minsi memberikan senyum tulusnya kepada kedua pengawal itu yang akan membantu dia menemukan keberadaan pangeran wangen.


" Peganglah tanganku. Aku akan mengantar kamu untuk bertemu dengan pangeran kami!" Minsi terkejut mendengar ucapan itu.


" Ini alam siluman. Bukan dunia manusia. Aku akan melakukan teleportasi sehingga kita bisa sampai ke Goa Siluman Kelelawar dengan cepat!" ucapnya.


Minsi mengerti dengan apa yang dikatakan oleh pengawal itu. Dia pun saat ini Sedang diburu waktu karena waktu di alam manusia dan dalam siluman benar-benar tidak bisa disamakan walaupun dalam siluman hanya beberapa jam di alam manusia bisa berlaku hampir satu malam penuh.


Minsi kemudian menggenggam telapak tangan pengawal itu dan hanya dalam hitungan detik Minsi sudah berada di depan sebuah gua.


" Pangeran kami ada di dalam gua itu. Kau masuk sendiri sana. Karena aku tidak mau terlibat masalah kalau misalkan kau ternyata berbuat khianat terhadapku!" ucap pengawal itu kepada Minsi.


" Aku akan menyembuhkan luka dalammu sebagai ucapan terima kasihku karena kau telah membantuku!" ucap Minsi samb tersenyum pada pengawal itu.


Pengawal terkejut mendengarkan perkataan Minsi. " Dari mana kau tahu kalau aku memiliki luka dalam yang sudah hampir bertahun-tahun tidak pernah sembuh?" tanyanya keheranan.


" Aku tahu kalau setiap malam ganjil pada malam purnama, kau harus selalu meminum darah segar seorang manusia kan? Oleh karena itu kau selalu meminta kepada rajamu jatah tumbal dari para manusia serakah yang mengikat perjanjian dengan kalian." pengawal itu benar-benar terkejut dengan pengetahuan Minsi tentang dirinya.


" Eh, Dari mana kau tahu itu?" tanyanya kaget.


" Duduklah bersila. Aku akan menyembuhkan luka dalammu. Sehingga kau tidak perlu lagi untuk meminum darah segar dari seorang manusia." pengawal Itu tampak begitu senang walaupun sebetulnya dia merasa ragu-ragu.


" Baiklah aku akan percaya dengan yang kau katakan!" pengawal itu pun kemudian duduk bersila dan memejamkan matanya.


Minsi kemudian mengerahkan kekuatan ke tasbih yang dia pegang. Sebuah kekuatan untuk penyembuhan luka dalam.

__ADS_1


Dengan menyembuhkan siluman monyet itu, itu artinya Minsi telah menyelamatkan satu nyawa seorang manusia setiap bulannya. Bagi Minsi itu adalah sebuah Karma baik untuk dirinya. Oleh karena itu Minsi serius sekali untuk mengobati siluman monyet itu.


Setelah menyembuhkan siluman itu. Minsi kemudian berpamitan kepadanya untuk masuk ke dalam Goa siluman kelelawar yang saat ini sedang ditempati oleh pangeran wangen untuk bermeditasi. Agar bisa menyembuhkan luka dalamnya gara-gara bertarung dengan Minsi.


" Terima kasih nona atas kebaikanmu. Aku berharap semoga urusanmu dengan pangeran kami bisa selesai dengan baik. Saya permisi dulu. Nanti saya akan datang kembali ke mari untuk menjemput anda. Agar Anda bisa kembali ke alam manusia dengan aman!" ucap pengawal yang kemudian langsung menghilang dari hadapan Minsi.


Belum juga mensi mengucapkan sesuatu kepadanya pengawal itu, dia sudah tidak ada.


" Ah sudahlah. Biarkan saja paling dia nanti akan tahu sendiri. Kalau nanti aku sudah selesai urusan dengan pangeran kurang ajar itu!" monolog Minsi yang kemudian langsung bergegas masuk ke dalam Goa dengan memasang tingkat kewaspadaan yang super tinggi di dalam tubuhnya.


Tasbih tidak pernah terlepas dari talapak tangan Minsi yang dia simpan di dalam saku jaketnya sejak tadi.


" Wah gua ini benar-benar sangat gelap dan juga sangat pengap. Bagaimana mungkin ada seseorang yang sanggup hidup di tempat seperti ini?" monolog Minsi merasa heran sekali dengan Pangeran Wangen yang bisa hidup di tempat seperti itu.


Sekitar 20 menit Minsi berjalan dan akhirnya dia melihat seorang pangeran tampan yang sedang bersemedi di bawah air terjun yang ternyata ada di dalam gua itu.


Minsi melihat bahwa di sekitar tubuh Sang Pangeran tampak dipasangi pagar gaib agar tidak bisa dilewati oleh siapapun.


" Heh Pangeran gila! Cepat bangun kau! Aku ada keperluan untuk berbicara denganmu!" ucap Minsi dengan mengerahkan tenaga batinnya agar bisa didengarkan oleh Pangeran Wangen yang saat ini sedang dalam keadaan semedi.


Tidak lama kemudian, terlihat Pangeran Wangen yang membuka matanya dan terkejut melihat ada Minsi di tempat itu.


" Mau apa kau Gadis bengal? Berani sekali kau datang ke istanaku!" ucap Pangeran Wangen sambil menyentuh dadanya yang terasa begitu sakit gara-gara perbuatan Minsi ketika bertarung dengannya.


Minsi kemudian mendekati Pangeran Wangen yang membuka matanya. Pangeran Wangen yang terlihat mengerutkan keningnya. Melihat Minsi yang dengan begitu mudah menembus tembok gaib yang dia bangun dengan susah payah sebelum dia memutuskan untuk bermeditasi di tempat itu.


" Aku datang jauh-jauh ke alam siluman untuk meminta penawar racun yang sudah kau berikan kepada Dani. Sebagai gantinya aku akan mengobati lukamu, gara-gara perbuatan aku waktu itu!" ucap Minsi memberikan penawaran kepada Pangeran Wangen.


" Siapa yang tahu? Apa yang akan kau lakukan padaku saat proses penyembuhan itu?" tanya Pangeran wangen dengan wajah sinis menatap kepada Minsi yang tersenyum kepadanya dengan begitu manis.


Pangeran wangen seakan merasa tersiksa melihat Minsi yang seperti sedang meledek dirinya. Jantung pangeran wangen seakan berdebar begitu kencang ketika melihat Minsi yang kemudian mendekat ke arahnya tanpa merasa takut sama sekali.


" Ayolah Pangeran! Jangan katakan padaku, kalau seorang putra mahkota dari kerajaan monyet takut kepada seorang gadis lemah sepertiku! Hahaha. Kalau dunia luar mendengarnya pasti mereka akan sangat lucu sekali!" ucap Minsi dengan senyum lebar di bibirnya yang membuat Pangeran wangen jadi gelagapan dibuatnya.

__ADS_1


" Siapa yang takut denganmu aku Pangeran wangen pantang takut kepada siapapun!" ucap Pangeran wangen glagapan sendiri.


" Ya sudah. Ayo kita buat kesepakatan. Aku akan menyembuhkan lukamu dan kau akan membantu temanku untuk sembuh dari luka yang telah kau berikan padanya! Bagaimana?" tanya Minsi menantang Pangeran Wangen.


__ADS_2