Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
46. Kasihan


__ADS_3

Istri kyai Rasyid terus menatap suaminya yang tampak begitu pucat wajahnya.


" Baba, apakah kau baik-baik saja?" Kyai Rasyid lirik sekilas kepada istrinya yang dia tahu pasti sedang khawatir dengan keadaannya.


Selama ini memang hanya istrinya yang sangat mengenal dia luar dan dalam.


" Tidak apa-apa Umi. Saya hanya merasa lelah setelah bertarung dengan Maha gurunya Narendra yang sangat sakti dan juga hebat. Pantas saja dia bisa mempunyai seorang murid seperti Narendra yang memiliki Aura dan Kharisma yang sangat besar. Pasti Narendra mendapatkannya melalui pertapaan yang sangat panjang dan gemblengan yang tidak main-main dari Maha gurunya!" ucap Kyai Rasyid mengulas senyum kepada istrinya agar istrinya tidak terlalu khawatir dengan keadaan dirinya.


" Pak Kyai! Apakah benar laki-laki yang tadi datang ke rumah sakit adalah suami dari Deniz, yang Pangeran kucing itu?" tanya salah seorang santri Kyai Rasyid yang diajak bersama mereka untuk mengiringi Kyai Rasyid dan istrinya ke rumah sakit.


Kyai Rasyid hanya menganggukkan kepalanya kemudian dia memejamkan matanya.


Tampak Kyai Rasyid yang begitu kelelahan, sehingga istrinya tidak mau mengganggu suaminya yang sedang beristirahat selama perjalanan mereka kembali ke pondok.


Para santri pun tidak ada yang berani membuka mulut untuk bercakap-cakap. Karena mereka tahu bahwa Kyai mereka telah menghadapi kesulitan yang sangat besar bertarung dengan maha gurunya Narendra.


Begitu sampai di pondok pesantren Kyai Rasyid langsung dipapah oleh istrinya menuju kamar mereka.


Dani menyambut kedatangan kedua orang tuanya dengan khawatir apalagi ketika dia melihat wajah ayahnya yang begitu pucat.


" Ada apa denganmu Baba? Kenapa wajahmu sangat pucat sekali?" tanya Dani sangat khawatir dengan keadaan ayahnya yang sudah dibimbing oleh ibunya ke dalam kamar.

__ADS_1


Ibunya Dani kemudian mengajak putranya untuk berbicara di ruang tamu.


" Biarkan Bapakmu beristirahat Dia sangat lelah setelah bertarung dengan Maha gurunya Pangeran kucing yang sangat Sakti dan mantra guna." Dani terkejut mendengarkan perkataan ibunya.


Dani terlihat menarik nafasnya dalam-dalam. Dia sebenarnya ingin bertanya kepada ibunya tentang banyak hal. Tetapi dia melihat ibunya terlihat begitu lelah. Sehingga dia pun kemudian mengundurkan diri dari hadapan Ibunya dan mencari santri-santri yang tadi ikut menyertai kepergian ayah dan ibunya keluar pondok pesantren.


" Kang bisa Jelaskan kepada saya apa saja yang sudah dialami oleh ayah dan ibuku? Kenapa Mereka tampak begitu lelah?" tanya Dani dengan wajah penuh khawatir.


Kemudian 4 orang yang tadi mengikuti Kyai Rasyid itu pun satu persatu menceritakan semua yang mereka lihat di dalam kamar perawatan Amber. Termasuk ketika kedatangan Narendra dan Deniz ke alam manusia dalam wadag mereka yang sesungguhnya.


" Deniz dan Pangeran kucing itu datang ke alam manusia dalam bentuk mereka sebagai manusia?" tanya Dani akan tidak percaya dengan pendengarannya sendiri tetapi keempat santri itu begitu antusias menceritakan tentang Narendra yang sangat Paripurna di mata mereka.


" Pantas saja Deniz rela meninggalkan alam manusia dan hidup di alam siluman. Weh, suaminya sangat tampan luar biasa begitu!" ucap salah satu di antara mereka dengan penuh rasa ketaqjuban.


Dani sewaktu berada di alam siluman, tidak sengaja pernah melihat Narendra berada di dalam masjid yang ada di alam siluman. Dani melihatnya sedang salat dan mengaji dengan suara merdu sekali. Sungguh tidak ada bedanya seperti manusia kebanyakan.


Dani bisa mengerti kenapa bacaan ayat Alquran yang dibacakan oleh ayahnya tidak bisa membakar Narendra karena ternyata Narendra adalah seorang Hafidz dan juga Imam di masjid yang ada di kerajaannya.


Dani menarik nafasnya dalam-dalam. Karena dia tahu bahwa sangat sulit untuk bisa memisahkan Deniz dan Narendra yang tidak akan bisa tersentuh oleh mereka.


Apalagi Narendra yang dilindungi oleh maha gurunya yang sangat Sakti mandraguna lengkap sudah sesuatu mustahil untuk memisahkan mereka berdua.

__ADS_1


" Dan sebaiknya mulai sekarang kau harus mulai move on dari Deniz. Lupakanlah dia! Karena dia sudah menjadi pengantin dari pangeran kucing dan kelihatannya Deniz sangat mencintai pria itu!" ucap Amin menasehati Dhani yang terlihat sedang termenung seorang diri memikirkan tentang nasib Deniz yang sekarang sudah tinggal dan menetap di alam gaib bersama dengan suaminya.


" Lagi pula ya Dan, kalaupun misalkan Deniz dan Pangeran Narendra itu berpisah, tetap saja akan membuat Deniz menjadi gila ketika salah satu di antara mereka dipisahkan di dua alam yang berbuda. Karena darah mereka sudah disatukan ketika Deniz masih kecil dulu oleh raja kucing itu! Kasihan kan kalau Denis sampai gila gara-gara berpisah dengan suaminya?" tanya Amin lagi sambil menatap tajam kepada dan yang masih belum merespon apapun yang dia katakan.


Dani kemudian meninggalkan para santri ayahnya yang masih heboh membicarakan tentang pertemuan mereka dengan Deniz dan Narendra yang hadir di kamar perawatan Amber malam ini.


Sementara itu Dani yang berada di dalam kamarnya dia pun kemudian memanggil khodam ya selama ini selalu menjaganya.


" Paman Apakah kau bisa menyampaikan pesanku kepada Deniz?" tanya Dani kepada kodamnya yang tampak terlihat sedih.


Dani merasa bingung kenapa khodamnya itu terlihat begitu murung dan tampak tidak bersemangat.


" Maafkan saya tuan. Tetapi saya sudah terkunci oleh leluhur saya untuk tidak bisa menembus alam siluman lagi selama 100 tahun ke depan. Hal ini adalah hukuman saya karena sudah melawan dia yang merupakan leluhur saya sendiri!" ucap khodamnya Dani tampak begitu sedih karena sekarang dia tidak bisa lagi menghubungi teman-temannya yang ada di alam siluman.


Sekarang hidupnya harus puas berada di dalam tubuh Dani tanpa bisa bercakap-cakap lagi dengan teman-teman yang lain yang ada di negeri siluman.


Dani bisa merasakan kesedihan khodam yang selama ini setia menjaga keselamatannya dari orang-orang jahat maupun dari kejahatan para makhluk-makhluk usil yang suka mengganggu manusia ketika dia berada di tempat-tempat bahaya dan wingit.


" Ya sudah kau Kembalilah ke tempatmu berasal!" ucapkan nih menyuruh khodamnya untuk kembali ke tempatnya bersembunyi di dalam aliran darahnya.


Khodam itu pun kemudian langsung menghilang begitu saja dari hadapan Dani.

__ADS_1


Dani sekarang Melihat Langit Malam yang begitu kelam sekelam hatinya yang sedang merindukan Denis yang selama ini terlalu menjadi Pujaan hatinya tanpa dia berani untuk mengatakan kepada Deniz tentang perasaan dia yang sesungguhnya.


Kalau ada sebuah penyesalan di hati Dani, yaitu kenapa selama ini dia tidak pernah berani mengungkapkan perasaan cintanya kepada Deniz? Kalau saja dulu dia berani, pasti sekarang dia bisa menyelamatkan hidup Deniz dari pangeran kucing yang sekarang sudah menjadi suaminya.


__ADS_2