
Keesokkan paginya Raja Narendra dan Ratu Deniz langsung berteleportasi menuju pegunungan Pelangi untuk mengantarkan Putra mereka supaya bisa belajar dari Mahaguru sang raja.
" Putraku. Ingatlah Nak! Kau tidak boleh berbuat sesuatu yang akan mengecewakan Mahaguru maupun ayah dan ibumu. Apa kau mengerti, anakku?" tanya Raja Narendra kepada putranya yang saat ini masih tertunduk lesu.
Sejujurnya Pangeran Andalas belum siap untuk berpisah dengan kedua orang tuanya mengingat usianya yang masih begitu muda.
Akan tetapi sang pangeran mengerti bahwa dirinya memiliki tanggung jawab sebagai seorang pangeran untuk menjaga istana kerajaan mereka suatu saat nanti dari musuh kerajaan yang saat ini dipimpin oleh ayahnya.
" Hanya dengan memiliki ilmu kanuragan yang hebat baru bisa dipandang oleh dunia!" ucapan ayahnya itu selalu terngiang di telinga Pangeran Andalas yang sangat pintar dan cerdas seperti ayahnya.
" Jawablah anakku! Karena Ayahanda membutuhkan janji dari seorang pria sejati." Raja Narendra menatap putranya.
Pangeran Andalas kemudian menggenggam telapak tangan ayahnya.
" Ayahanda, Aku berjanji akan menjadi murid yang baik dan pulang membawa kebanggaan untuk kalian berdua." terdengar suara Pangeran Andalas yang bergetar membuat hati Ratu Denis menjadi tidak tega untuk melepaskan putranya.
" Apakah tidak bisa maha guru yang mendatangi istana kita saja?" tanya Ratu Denis kepada suaminya.
Raja Narendra menatap istrinya yang saat ini matanya sudah mulai berkaca-kaca.
Raja Narendra sangat mengerti bagaimana perasaan seorang ibu yang akan berpisah dengan putranya.
" Apabila maha guru yang datang ke istana kita. Putra kita hanya seorang diri saja di sana dan tidak bisa belajar bersosialisai dengan teman-teman yang lain. Percayalah sayangku tempat ini adalah tempat terbaik untuk putra kita menimba ilmu yang baik," Raja Narendra berusaha untuk menghibur istrinya yang sedang merasa sedih karena akan berpisah dengan putranya.
" Kalau kau merindukan Putra kita, kita bisa mengunjunginya di sini dan itu benar-benar sesuatu yang sangat mudah untuk kita. Sayang!! Tolonglah jangan menjadikan alasan pribadi untuk menghambat perkembangan Putra kita dalam belajar." Raja Narendra berusaha untuk menghibur istrinya yang terlihat tidak rela melepaskan Putra mereka.
" Seseorang yang tidak pernah merasakan pahitnya menuntut ilmu, maka dia tidak akan merasakan manisnya kesuksesan di masa depan. Percayalah Sayang keputusan kita ini adalah yang terbaik untuk masa depan Putra kita." Raja Narendra memeluk tubuh istrinya.
Terlihat Mahaguru yang sekarang sudah menampakkan wujudnya di hadapan mereka.
" Sungguh suatu Kemuliaan bagi pegunungan Pelangi mendapat kunjungan dari yang mulia Raja Narendra dan Ratu Deniz!" terlihat mangga guru yang hendak memberikan hormat kepada keduanya tetapi Raden arena langsung menghentikannya.
" Mahagura! Tolong jangan lakukan ini. Anda adalah Guruku dan selamanya akan seperti itu. Sehari menjadi guru, maka selamanya memiliki kedudukan seperti kedua orang tua untuk dihormati oleh muridnya." Raja Narendra kemudian membimbing Mahaguru untuk bangkit dari posisinya semula yang tadinya hendak bersujud kepadanya.
__ADS_1
Maha guru menganggukan kepalanya dia benar-benar merasa bangga dengan Raja Narendra yang tetap menjaga unggah-ungguh sebagai guru dan murid terhadap dirinya.
" Mahaguru. Pangeran Andalas sudah memasuki usia pendidikan oleh karena itu saya datang kemari untuk menitipkan Putraku agar mendapatkan pendidikan yang terbaik dari Mahaguru," maha guru Ma lirik Sekilas kepada Pangeran Andalas yang saat ini masih berdiri di samping ibunya dengan menundukkan kepalanya.
Maha guru bisa mengerti. Bagaimana perasaan ibu dan anak yang pasti belum bisa terbiasa untuk berpisah.
" Terima kasih Raja atas kepercayaan anda untuk menyerahkan kembali Pangeran dalam pengasuhan hamba," Mahaguru kemudian mendekati Pangeran Andalas.
Pangeran Andalas mengangkat wajahnya dan menatap wajah sang Mahaguru yang begitu bersinar dan penuh Wibawa.
Pangeran Andalas bisa merasakan Aura kebijaksanaan dari wajah Mahaguru yang akan menjadi gurunya mulai saat ini.
" Mahaguru terimalah diriku untuk menjadi muridmu. Ayah dan ibuku mempercayakan diriku padamu selama 10 tahun ke depan." maha guru terkejut mendengar ucapan dari pangeran Andalas.
" Kenapa 10 tahun?" tanya Mahaguru kepada pangeran kecilnya.
" Karena setelah itu aku akan belajar bersama dengan kakek dan nenekku di dasar jurang." ucapan Pangeran Andalas cukup mengejutkan Mahaguru.
" Benar Mahaguru. Putraku ingin mempelajari ilmu dari kakek dan neneknya dan juga leluhurnya yang ada di dasar jurang. Dia juga ingin mendampingi mereka di masa tuanya. Biarkanlah kalau itu bisa membuatnya bersemangat dalam belajar," Raja Narendra menjelaskan kepada Mahaguru.
Mahaguru terlihat mengelus jenggotnya yang panjang dan berwarna putih. Terlihat dia terus menganggukkan kepalanya sambil menatap Pangeran Andalas dengan lekat.
" Baiklah kita akan melakukan apa yang diinginkan oleh pangeran." Pangeran Andalas terlihat begitu bahagia mendengar apa yang dikatakan oleh Mahaguru.
" Terima kasih maha guru atas pengertian Anda!" Pangeran Andalas kemudian memeluk Ratu Denis karena perasaan yang sekarang mulai meluh karena akan berpisah dengan kedua orang tuanya.
Pangeran Andalas mengerti kalau mulai hari ini dia dituntut untuk belajar dengan keras. Agar menjadi seorang pangeran yang bisa diandalkan suatu saat nanti.
" Putraku Kau pasti akan senang di sini karena banyak teman-temanmu yang juga seusiamu." Raja Narendra mengelus kepala putranya dengan penuh kasih sayang.
Terlihat Ratu Denis yang seperti tidak rela melepaskan putranya dalam pelukannya.
Dahulu Ratu Denis tidak mengalami kejadian semacam ini. Ketika Pangeran Panji masih kecil. Karena dirinya berada di alam manusia, di bawah pengawasan Kyai Rasyid dan juga para santrinya yang lainnya.
__ADS_1
" Putraku. Kami akan pergi dari sini sekarang. Kau baik-baiklah di sini bersama dengan maha guru dan teman-temanmu yang lain." ucap Raja Narendra memberikan nasehat kepada anaknya yang saat ini sedang sedih hatinya karena akan segera berpisah dengan kedua orang tuanya.
Raja Narendra bisa mengerti perasaan istrinya yang saat ini sedih karena akan berpisah dan membiarkan Putra mereka untuk belajar bersama Mahaguru.
Setelah berpamitan kepada Mahaguru. Raja Narendra dan Ratu Denis pun Kemudian berteleportasi untuk kembali ke istana kerajaan kucing yang begitu lengang dan sepi.
" Kehidupan terasa begitu sepi tanpa mereka, anak-anak kita," Ratu Deniz terlihat begitu sedih setelah kepergian Pangeran Andalas.
Raja Narendra menggengam tangan istrinya.
" Mari kita melihat Taman istana yang kemarin baru saja diperbaiki. Kau pasti suka," Raja Narendra menarik tangan istrinya untuk mengikutinya.
Ratu Deniz yang saat ini hatinya sedang sedih hanya mengikuti suaminya kemanapun dia membawanya.
Ratu Deniz begitu takjub melihat Taman istana yang sekarang begitu indah sama persis seperti taman yang ada di apartemen mereka di alam manusia.
" Bagaimana mereka bisa mengetahui taman kita yang ada di apartemen kita, sayang?" tanya Ratu Deniz yang begitu takjub dengan apa yang dilihatnya saat ini.
" Aku meminta ajudanku untuk membangun ulang taman yang ada di apartemen kita di alam manusia, sama persis. Agar kau bisa mengobati kerinduanmu akan alam manusia dan saat-saat kita berkumpul dan berbahagia di sana dengan menatap taman ini." Ratu Deniz benar-benar merasa terharu dengan usaha yang sudah dilakukan oleh suaminya.
Ratu Deniz memeluk Raja Narendra dengan erat. Tidak sanggup untuk berkata-kata.
Ratu Deniz sangat tahu seberapa banyak usaha sang suami untuk membuat dirinya bahagia hingga saat ini.
Suaminya bahkan rela menempuh bahaya akan bermusuhan dengan raja dari istana kerajaan alam dengan menolak tawaran sang raja untuk menikahi Putri mereka.
" Terimakasih!" Ratu Deniz menangis haru dalam pelukan suaminya.
Entah bagaimana kabar Putri Seruni yang telah ditolak oleh suaminya untuk menjadi selir di istana kerajaan kucing.
Hingga saat ini mereka belum mendengar kabar tentang Putri itu. Ratu Deniz sebenarnya merasa takut kalau akan terjadi sesuatu yang buruk dengan istana kerajaan mereka karena insiden di saat pelantikan sang suami untuk menjadi seorang Raja di istana kerajaan kucing.
" Asal kau bahagia, aku bisa melakukan apa pun untuk kamu. Tersenyumlah! Karena senyummu sanggup membuat hari-hariku menjadi lebih indah dan bersemangat!" Ratu Deniz memeluk suaminya dan Mereka pun kemudian menikmati keindahan taman yang sudah susah payah dibangun oleh petugas yang di tunjuk sang suami tercinta.
__ADS_1