
Deniz sangat khawatir sekali dengan keadaan Narendra yang tampak begitu payah.
" Aku tidak apa-apa kok. Kau tidak usah khawatir ya sayang?" tanya Narendra dengan nafas yang tersengal-sengal. Darah kembali muncrat dari mulutnya. Sehingga membuat Deniz menjadi sedih dibuatnya.
Deniz pergi keluar mencari Mahaguru sang kekasih. Dia berharap guru Narendra bisa membantu Narendra yang saat ini sedang menderita karena luka dalam yang sangat parah.
Maha guru yang sudah berhasil dalam melumpuhkan khodam milik Dani, sekarang tampak sedang bersemedi. Karena bagaimanapun hatinya merasa sedih karena harus bertarung dengan keturunannya sendiri yang memiliki beda pandangan satu dengan yang lainnya.
Intinya mereka berdua beda prinsip dan beda junjungan. Sehingga terpaksa harus saling bertarung dan itulah yang sekarang sedang dirasakan oleh Maha guru yaitu kesedihan yang luar biasa.
Deniz mendekati maha guru yang saat ini sedang bersemedi. Walaupun dia ragu-ragu, tetapi dia tetap membangunkan Mahaguru untuk bisa membantu Narendra.
" Maha guru, maafkan aku. Karena sudah mengganggu semedimu. Tolonglah Narendra! Karena dia saat ini sedang kesakitan!" ucap Deniz dengan mata berkaca-kaca.
Maha guru yang mendengarkan bahwa Narendra saat ini sedang terluka. Dia pun langsung membuka matanya dan turun dari batu tempat dia bersemedi sejak tadi.
Maha guru kemudian mengikuti Deniz untuk bisa bertemu dengan Narendra yang saat ini sudah pingsan. Karena tidak kuat lagi untuk menahan rasa sakit yang ada di sekujur tubuhnya.
Deniz Langsung menangis melihat Narendra yang tidak sadarkan diri.
" Nare bangunlah Aku mohon jangan pernah tinggalkan aku!" ucap Deniz sambil menangis tersedu membuat maha guru menjadi sedih dibuatnya.
Maha guru kemudian mendekati Narendra dan menempatkannya di ranjang milik Deniz.
" Tolong Tuan putri ambilkan aku air dulu. Aku akan membasuh dulu lukanya dan akan mengobatinya dari luar. Setelah itu baru akan menyalurkan tenaga dalamku untuk membuang sisa-sisa luka di dalam tubuhnya!" perintah Mahaguru kepada Deniz yang langsung menurut kepadanya.
__ADS_1
Maha guru membuka pakaian atas Narendra dan terlihat dadanya yang menghitam seperti dihantam oleh benda yang sangat berat.
" Dukun itu benar-benar sangat jahat dia menggunakan ilmu hitam untuk melawan Pangeran Narendra! Lihat saja aku pasti tidak akan melepaskan dia!" maha guru sangat geram melihat tipe luka yang ada di dalam dada Narendra yang sekarang masih pingsan.
Maha guru kemudian pergi ke ruang obat. Dia mencari obat yang bisa dia gunakan untuk mengobati luka Narendra yang terlihat serius.
Bertepatan Maha guru yang kembali ke kamar Deniz, Deniz pun sudah masuk dengan membawa sebaskom air dan kain yang akan digunakan untuk membasuh luka Narendra yang terlihat begitu parah dan sangat menyayat hati siapapun yang melihatnya.
Deniz terkejut melihat luka Narendra yang begitu parah.
" Siapa yang melakukan ini maha guru? Kenapa dia begitu jahat?" tanya Deniz dengan air mata yang berlinang di pipinya.
Maha guru sedang fokus untuk menyembuhkan dan mengobati luka-luka di tubuh Narendra.
" Siapakah guru? Dukun jahat yang begitu tega kepada Narendra?" tanya Deniz dengan begitu penasaran.
Mahaguru kemudian memperlihatkan kepada Deniz melalui kaca benggala milik Narendra dukun jahat yang dia maksud.
" Itu adalah ayahnya Abigail. Bagaimana mungkin dia adalah seorang dukun jahat Guru? Kalau ga salah, yang aku tahu, dia juga seorang Kyai. Orang lebih menyebutnya sebagai dukun putih. Karena dia selali menggunakan media ilmu gaib untuk dapat menyembuhkan pasien-pasiennya!" ucap Deniz menerangkan kepada Mahaguru apa saja yang dia ketahui tentang ayahnya Abigail.
Maha guru menarik nafasnya dalam-dalam. Setelah selesai membersihkan luka-luka Narendra dan dia juga mengoleskan obat untuk mengobatinya. Maha guru kemudian duduk bersila di belakang punggung Narendra dan bersiap untuk mengerahkan tenaga dalamnya guna mengusir aura jahat yang bersemayam di tubuh pangeran.
Setelah semua aura jahat sudah terusir dari tubuh Narendra. Dia pun akhirnya secara perlahan mulai sadarkan diri dan membuat Deniz menjadi senang dibuatnya!
" Alhamdulillah akhirnya kau bangun juga dan yang penting kau terlihat baik-baik saja! Aku benar-benar sangat cemas sekali dengan keselamatanmu Nare! Huhu!" ucap Deniz sambil menggugu dan menangis dipelukan Narendra yang meringis karena kesakitan lukanya tanpa sengaja tertekan oleh Deniz yang tadi memeluk dirinya.
__ADS_1
Deniz jadi merasa tuh salah tingkah setelah membuat Narendra kembali merasakan sakit gara-gara kecerobohannya.
Setelah melihat Narendra sudah mulai siuman, maha guru pun kemudian meninggalkan dua sejoli itu untuk meluapkan rasa cinta mereka tanpa merasa terganggu oleh kehadirannya.
" Aku akan bersemedi kembali. Tolong pastikan untuk membalurkan obat keluar ini ke luka yang ada di dada pangeran. Nanti sekitar 5 jam lagi saya akan menyalurkan kembali tenaga dalamku kepadanya!" ucap Mahaguru menjelaskan semuanya kepada Deniz yang langsung menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia mengerti dengan apa yang dikatakan oleh sang Mahaguru.
Setelah Mahaguru meninggalkan mereka berdua, Deniz dan Narendra pun kemudian duduk bersama di tepi ranjang.
" Apakah kau baik-baik saja bagaimana perasaanmu sekarang?" tanya Deniz merasa khawatir dengan kondisi Narendra.
Narendra menggenggam telapak tangan Deniz dan kemudian menciumnya dengan begitu lembut membuat tenis jadi salah tingkah dibuatnya.
" Aku baik-baik saja sayang. Tenanglah aku tidak apa-apa. Bagaimana denganmu? Apakah kau baik-baik saja? Maafkan aku karena aku sudah memberikan begitu banyak goncangan kepada mu selama kau berada di istana kami!" ucap Narendra dengan menundukkan kepalanya.
Sejujurnya dia benar-benar merasa tidak enak kepada Deniz karena belum bisa dan belum mampu menyuguhkan kedamaian di dalam hubungan mereka berdua.
" Maafkan aku sayang!" ucap Narendra kembali mengecup pucuk kepala Deniz dengan penuh kasih sayang.
Deniz tersenyum kepada Narendra dan bagaimanapun dia merasa senang berada di sisi kekasihnya. Walaupun kadang dia merasa sedih karena harus berjauhan dengan kedua orang tuanya.
" Jangan khwatir! Aku tidak apa-apa kok. Aku hanya merasa tidak enak karena pasti banyak prajurit yang harus bertarung dengan para Kyai dan juga Ustadz yang datang mencari aku di alam ini. Maafkan aku gara-gara aku istana kalian mengalami banyak kerugian!" ucap Deniz dengan sangat sedih.
Narendra tersenyum melihat Deniz yang begitu peduli dengan istananya dan juga alam tempat dia hidup.
" Sayang, apakah Kau tidak takut denganku? Mereka bilang Aku adalah seorang siluman yang tidak ada layak untuk dicintai olehmu!" ucap Narendra dengan suara yang tersekat di tenggorokan karena dia merasa sangat sedih kisah cintanya bersama Deniz tidak berjalan mulus sesuai dengan impiannya selama ini.
__ADS_1