
Putri Ayuningtyas menatap sinis kepada Jenderal Anom yang saat ini sedang mengurungnya di sebuah Goa yang letaknya tidak terlalu jauh dari istana kerajaan ular hijau.
"Aku benar-benar sangat kecewa kepadamu! Apa yang kau lakukan ini berani-beraninya kau menculik calon ratumu sendiri!" Putri Ayuningtyas begitu percaya diri mengklaim sebagai calon istri dari Raja Abiyaksa yang tidak pernah menginginkannya sebagai calon istrinya.
Jenderal Anom menulikan telinganya dan dia tidak peduli sama sekali dengan amarah yang sejak tadi diperlihatkan oleh Putri Ayuningtyas terhadap dirinya.
"Makanlah dulu, Putri! Bukankah dari tadi kau belum memakan apapun? Sebentar lagi Raja Abiyaksa akan datang ke sini untuk menengok dan menikahkan kita berdua. Kamu tenang saja!! Keberadaanmu di sini aman dan tidak akan ada yang berani mengganggu kamu!" Jenderal Anom tersenyum begitu manis kepada Putri Ayuningtyas yang begitu marah terhadapnya.
Putri Ayuningtyas bahkan sampai melotot sempurna, kepada pemuda tampan dan sakit yang begitu mencintai dan memujanya dengan sepenuh hati.
"Putri! Sebaiknya kau tidak usah menghabiskan energimu untuk memberontak lagi. Karena aku bisa memastikan kau tidak akan bisa keluar dari tempat ini. Karena tempat ini adalah tempat bersemedi Raja Abiyaksa dan sudah dilindungi dengan kekuatan gaib yang sangat hebat." Putri Ayuningtyas menatap tajam kepada Sang Jenderal yang sejak tadi terus menatapnya dengan penuh kekaguman dan penuh cinta.
Putri Ayuningtyas terlihat begitu muah kepada Jenderal Anom yang telah memaksakan kehendak untuk menikahinya.
"Dari mana kau memiliki kepercayaan diri yang begitu besar? Bahwa rajamu akan menikahkanmu dengan diriku?" tanya Putri Ayuningtyas.
Jenderal Anom kemudian menjelaskan semuanya kepada sang putri. Tentang rencana yang sudah disusun oleh mereka dengan begitu rapi sebelum mereka pergi menuju ke Istana Kerajaan Kucing.
"Tujuan kami pergi ke sana adalah untuk mencarimu agar kau bisa melangsungkan pernikahan denganku. Adapun hal-hal yang terjadi di luar dugaan kamu, itu benar-benar tidak bisa dihindari. Aku bisa mengerti semua yang terjadi selama kau menjadi istriku!" Putri Ayuningtyas terlihat begitu muak dengan senyum yang diperlihatkan oleh Jenderal Anom yang begitu keras kepala dan memaksa untuk menikah dengannya.
Putri Ayuningtyas terlihat meneliti Goa yang saat ini ditempati oleh mereka. Putri Ayuningtyas bisa melihat bahwa pagar gaib yang dipasang di sekitar tempat itu memang sangatlah kuat. Tetapi dia yakin bahwa ayahnya pasti bisa menembus kekuatan itu.
__ADS_1
Putri Ayuningtyas masih tetap optimis dan yakin bahwa ayahnya sebentar lagi pasti akan datang dan menyelamatkannya.
Putri Ayuningtyas tadi jelas-jelas melihat ketika ayahnya melesat mengejar kepergian Jenderal Anom dari istana kerajaan kucing.
Raja Narendra dan leluhurnya pun sama-sama berusaha untuk mengejar Jenderal Anom.
Putri Ayuningtyas sejak tadi berusaha untuk terus mengirimkan telepati kepada ayahnya guna memberitahukan keberadaannya saat ini.
Akan tetapi semua usahanya terlihat sia-sia. Karena sangat sulit untuk bisa menembus pagar gaib yang terpasang di sana. 'Sialan!! Apakah ini sebagai pertanda bahwa nasibku harus berakhir di tangan Jendral satu ini?? Ya Tuhan!! Bagaimana mungkin? Aku seorang Tuan Putri malah harus menikah dengan seorang jenderal bertahan seperti dia? Oh rusak!!' batin Putri Ayuningtyas masih tetap mempertahankan egoh dan kesombongannya.
Putri Ayuningtyas rupanya belum sadar tentang status dirinya sendiri, yang saat ini sudah tidak diakui oleh siapapun. Kecuali sang ayah yang masih menganggapnya sebagai putrinya.
Istana Kerajaan Kucing dan Raja Abiyaksa sudah menghapus statusnya sebagai seorang tuan putri karena tidak memiliki ikatan darah maupun izin dari dewan istana untuk memasukkan Putri Ayuningtyas ke dalam silsilah maupun keturunan istana kerajaan kucing.
Sementara Raja Abiyaksa pun tidak mungkin lagi untuk mengakui Putri Ayuningtyas sebagai adiknya. Sementara mereka tidak memiliki hubungan darah.
Putri Ayuningtyas saat ini tampak begitu pasrah dengan nasibnya sendiri dan menunggu seseorang untuk menolongnya dari cengkraman Jenderal Anom yang begitu tergila-gila kepadanya.
"Makanlah Putri aku mohon padamu. Aku tidak mau kalau kau sampai nanti sakit di hari pernikahan kita berdua." Jenderal Anom terus berusaha dan membujuk Putri Ayuningtyas agar mau memakan makanan yang sudah disiapkan.
Putri Ayuningtyas akhirnya luluh juga melihat usaha dari Sang Jenderal yang tanpa putus asa.
__ADS_1
Apalagi saat ini dirinya juga sedang lapar. Karena selama beberapa hari dia belum makan. Karena Putri Ayuningtyas terlalu disibukkan dengan urusan tentang pernikahannya bersama Raja Abiyaksa.
Putri Ayuningtyas terlihat meneteskan air matanya. Karena saat ini nasibnya luntang lantung tidak ada yang mau menolong. Semua orang seakan sudah membiarkannya untuk jatuh ke tangan jenderal Anom. Seorang Jenderal yang hendak memaksakan dirinya untuk menikahi seseorang yang sebenarnya dia sendiri mengakui bahwa Jenderal itu tampan dan berwibawa.
Akan tetapi Putri Ayuningtyas hatinya sudah terlanjur menyukai Raja Abiyaksa. Setelah dia mengetahui tentang rencana perjodohan yang sudah diatur oleh leluhur mereka sejak ratusan tahun yang lalu.
"Kau mungkin bisa menikahiku, tetapi kau hanya mendapatkan cangkang kosong yang tidak ada artinya. Karena aku hanya mencintai Raja Abiyaksa!" Jenderal Anom hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Putri Ayuningtyas.
Pada saat Sang Jenderal hendak menjawab apa yang dikatakan oleh Putri Ayuningtyas, terlihat Raja Abiyaksa yang sekarang sudah berada di ruangan itu dengan senyum manisnya.
"Putri, kau tahu kan? Sejak dulu aku hanya menganggap kamu sebagai adikku. Cintaku sudah aku kubur jauh-jauh di lubuk hatiku yang paling dalam hanya untuk Ratu Deniz! Sampai kapanpun aku akan berjuang dan berusaha untuk mendapatkan dia menjadi istriku!" Jenderal Anom kemudian menyambut kedatangan rajanya yang tidak akan menikahi wanita yang dia cintai.
Sungguh! Kalau benar-benar Putri Ayuningtyas akan menikah dengan Raja Abiyaksa, maka dipastikan dirinya pasti akan menyerang kerajaan ular hijau untuk melampiaskan dendam di hatinya kepada sang raja yang sudah khianat kepada dirinya.
"Yang Mulia Raja! Saya kesulitan untuk membujuk Putri Ayuningtyas agar mau menerima pernikahan kami berdua. Saya merasa bingung dan tidak tahu lagi harus melakukan apa untuk bisa merealisasikan pernikahan ini." Jenderal Anom terlihat tengah menundukkan kepalanya di hadapan sang raja yang sangat dia hormati.
Raja Abiyaksa mendekati Sang Jenderal kemudian menepuk bahunya untuk memberikan semangat kepada Jenderal Anom.
"Tenanglah, Jenderal Anom! Aku bisa membuat Putri Ayuningtyas mau menikah denganmu!" Putri Ayuningtyas cukup terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Raja Abiyaksa.
"Jangan coba-coba kau memberikan pelet untukku agar mau menerima laki-laki itu sebagai suamiku! Karena semua yang kau lakukan itu tidak akan mempan sama sekali kepadaku!" Putri Ayuningtyas berusaha untuk mempengaruhi Raja Abiyaksa agar tidak melakukan hal gila seperti itu terhadap dirinya.
__ADS_1
Akan tetapi Raja Abiyaksa malah tertawa tergelak mendengarkan semua perkataannya.
"Nanti kita akan lihat seperti apa kekuatanmu, Putri Ayuningtyas. Kau harus ingat, Putri Ayuningtyas! Bahwa akulah yang dulu telah mengajarkanmu ilmu tenaga dalam maupun ilmu kanuragan yang sekarang kau miliki. Jadi, aku juga yang bisa melemahkan kekuatan yang kau miliki agar kau bisa dikendalikan olehku dan mau menerima pernikahan itu dengan mudah!" Putri Ayuningtyas benar-benar terkejut mendengar kegilaan yang akan dilakukan oleh Raja Abiyaksa terhadap dirinya.