
Setelah melakukan pertarungan yang sangat sengit bersama sang ayah yang sudah tua dan mulai melemah tentu saja. Adiyaksa akhirnya bisa mengalahkan ayahnya sendiri. Dengan kesombongan dan kejumawaannya, dia langsung naik ke tahta kerajaan ular hijau yang sudah sangat lama dia impikan.
Tetapi ayahnya yang sangat lama tidak mau juga untuk turun tahta dan tidak mau juga menyerahkan tahta dan kekuasaan terhadapnya sebagai putra mahkota kerajaan.
Hari itu juga Adhyaksa mengangkat dirinya sebagai Kaisar yang baru di istana kerajaan ar hijau yang telah melegenda di dunia alam siluman dan dia memerintahkan kepada anak buahnya untuk segera mengubur jasad ayahnya yang sudah mati karena luka dalam gara-gara perbuatan Adhyaksa yang telah membunuh ayahnya sendiri.
Ibunda permaisuri benar-benar sangat terpukul hatinya. Dia bahkan sampai menangis tersedu-sedu ketika dia melihat suaminya yang meninggal dalam keadaan yang sangat mengenaskan.
" Kau benar-benar seorang anak yang sangat jahat Adhyaksa. Bagaimana mungkin kau tega untuk membunuh ayahmu sendiri? Aku benar-benar sangat kecewa denganmu!" ucap permaisuri yang saat ini sedang memeluk tubuh suaminya yang terkulai lemas dengan luka di sekujur tubuhnya.
Adhyaksa hanya tertawa terbahak-bahak melihat ibunya yang sedang menangisi kematian ayahnya.
" Sudahlah ibunda! Kau tidak usah menjual drama murahan di hadapanku lagi. Bukankah sesuatu yang sangat lumrah ketika orang lemah dikalahkan oleh orang yang lebih kuat darinya, benar bukan Ibunda?" tanya Adiyaksa dengan menampilkan seringai licik yang benar-benar membuat ibunda permaisuri sangat jengkel dan marah terhadap putranya sendiri.
" Ibunda tidak akan pernah melupakan kejadian hari ini. Di mana kau telah begitu tega membunuh ayahmu sendiri, hanya karena nafsu angkara murkamu yang tidak bisa kau kekang di dalam jiwamu!" ucap ibunda permaisuri sambil menunjuk wajah Adhyaksa yang masih begitu menikmati kemenangannya di atas singgasana sang raja yang sekarang sudah terbujur kaku menjadi mayat dan bersiap-siap untuk sirna selamanya dari alam ghaib.
" Semoga kau bahagia dengan tahta yang telah kau curi dari ayahmu sendiri dengan menumpahkan darah ke atas ayahmu sendiri! Ibunda akan meninggalkan istana kerajaan setelah pemakaman ayahandamu selesai!" setelah mengatakan itu, ibunda permaisuri langsung meninggalkan Adhyaksa.
Adiyaksa yang sepertinya acuh dengan ibunya sendiri yang sudah meninggalkannya bersama beberapa orang prajurit dan dayang yang mengangkat tubuh ayahnya untuk segera dimakamkan di pemakaman kerajaan.
__ADS_1
Setelah semua orang sudah pergi menuju pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang raja mereka. Semua warga di kerajaan ular hijau tampak bersedih karena harus menerima kenyataan sang raja telah mangkat.
" Kira-kira apa ya yang sudah membuat sang raja kita tiba-tiba saja mati begitu saja dengan tubuh yang begitu mengenaskan!" bisik-bisik warga ketika mereka menghadiri pemakaman sang raja.
Sementara itu Adiyaksa yang mendengarkan semua percakapan serta gunjingan dari warga-warganya. Dia mulai merasa kesal dan jengkel hingga akhirnya dia mengusir semua orang dari kerajaannya untuk segera kembali kediaman mereka masing-masing.
Sementara itu di kerajaan kucing mereka sudah mendengar segala huru-hara yang terjadi di kediaman ular hijau yang telah kehilangan sang raja yang kabarnya meninggal gara-gara sakit yang sudah menahun.
Tetapi berita memang sudah sampai menyebar ke mana-mana dan terbongkar juga pada akhirnya bahwa kematian sang raja adalah karena dibunuh oleh Adiyaksa yang menginginkan tahta Sang ayah yang selama ini memang sudah sakit dan juga lebih banyak mediatasi di dalam ruangan khusus milik sang raja dengan dijaga oleh sang permaisuri yang dia cintai.
Karena sang Raja yang memang dalam keadaan sakit dan tidak fit. Jadi wajar kalau dia sampai tidak bisa mengimbangi ilmu yang dimiliki oleh Adiyaksa.
" Akhirnya aku menjadi raja dari kerajaan ular hijau! Akan ku pastikan kerajaan ini untuk bertarung dengan kerajaan kucing dan merebut Putri mahkota untuk menjadi permaisuriku di kerajaan ular hijau! Hahaha!" ucap Adhyaksa yang saat ini sedang duduk di atas Singgasana sang ayah yang berlumuran darahnya setelah bertarung mati-matian dengan putranya yang durhaka.
Walaupun status istana kerajaan ular hijau dan kerajaan kucing sebagai musuh bebuyutan tetapi selama hampir ratusan tahun dua kerajaan hidup dalam tenang dan tanpa ada pertentangan apapun.
" Aku harus segera memanggil Panglima dan jenderal kerajaan istana ini untuk segera mengerahkan pasukan dan menghancurkan kesombongan istana kucing dengan cara mendapatkan putri mahkota untuk menjadi Permaisurinya.
Para Panglima dan juga Jenderal kerajaan merasa terkejut mendapatkan perintah pertama dari Raja barunya yaitu berperang dengan kerajaan kucing.
__ADS_1
Ketika Adhyaksa melihat Ada anak buahnya yang tidak mau menurut. Seketika itu juga dia langsung membunuh siluman tersebut di hadapan publik yang kemudian dengan jumawa dia akan memberikan orasinya membenarkan apa yang dia lakukan terhadap anak buah.
" Selama kalian menurut dengan perintahku, maka kehidupan kalian akan terjamin di kerajaan ini. Tetapi kalau sampai kalian berani menantangku. Percayalah aku tidak akan segan-segan untuk membunuh kalian semua!" ancam Adhyaksa dengan mata berapi-api menatap satu persatu pada punggawa kerajaan yang tampak takut kepadanya.
Sementara itu permaisuri langsung pergi dari kerajaan dan mencari Putra bungsunya yang telah membawa lari stempel kerajaan sesuai dengan instruksi darinya ketika terjadi kekacauan di istana.
" Aku berharap kerajaan kucing bisa segera menghentikan kejahatan Adiyaksa yang sudah sangat keterlaluan karena sudah berani membunuh Ayah kandungnya sendiri hanya karena ingin merebut istri orang lain yang bukan merupakan haknya!" ucap sang permaisuri di tengah perjalanannya setelah tadi dia sibuk mengurus pemakaman suaminya di pemakaman kerajaan.
Sang permaisuri langsung pergi menuju tempat persembunyian putranya yang sudah berhasil meninggalkan kerajaan ular hijau.
" Baguslah nak kalau kau sudah berhasil melewati ini semua. Ingatlah bahwa kita akan kembali membangun istana kerajaan ular hijau di tempat lain dan ibu menginginkanmu untuk menjadi rajanya!" ucapin Bunda permaisuri dengan begitu yakin dengan kemampuan putranya sendiri.
" Tapi ibunda, Abi mana tidak kuat untuk melawan Kakak yang sangat Sakti!" ucap adik dari Adhyaksa yang sangat mengenal karakter dan temperamen sang kakak yang sangat sulit untuk ditebak.
" Tenanglah Abi ibunda pasti akan membantumu untuk kembali membangun istana kerajaan ular hijau! ibunda tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian Percayalah pada ku!" bujuk sang permaisuri untuk menenangkan hati putranya yang tampak bimbang untuk kembali membangun kerajaan istana yang sudah porak-paranda gara-gara perbuatan Abiyaksa yang bertarung di dalam ruangan bersama dengan ayahnya yang sampai mati mengenaskan.
Sang permaisuri kemudian menceritakan semua kejadian buruk yang menimpa kerajaannya sejak Abiyasa menggantikan sang ayah untuk naik tahta.
Abimana yang mendengarkan semua cerita itu merasa sangat sedih karena ayahnya sudah meninggal gara-gara dibunuh oleh Kakaknya sendiri yang memperebutkan tahta kerajaan istana ular hijau yang melegenda di dunia siluman.
__ADS_1