Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 196. Urusan Dani


__ADS_3

Dani hanya tersenyum menanggapi pertanyaan dari Raja Narendra. Kemudian meninggalkan sang raja yang bengong di tempat.


" Aneh banget. Punya urusan apa dia di sini sampai harus menunda kepulangannya ke alam manusia?" monolog raja Narendra ketika dia melihat Dani yang masuk ke dalam kamarnya.


Raja Narendra pun mencari istrinya yang masih berada di dalam kamarnya. Raja Narendra merasa sedih melihat istrinya yang tidak bahagia.


" Sayang. Kamu sedang apa? Ko malah melamun disini?" tanya Raja Narendra sambil mendekati sang istri tercinta.


" Memangnya Apa yang bisa kulakukan di sini? Bukankah kalau aku mendekati Dani dan berbicara dengannya kau jadi cemburu? Aku kesepian di sini Putraku saja tidak ada di sini. Kau sibuk terus dengan urusanmu sendiri. Apa kau mengijinkanku? Kalau aku ikut Dani kembali ke alam manusia?" tanya Ratu Deniz dengan penuh harapan.


Ratu Deniz menatap sang suami yang memeluknya dengan lembut. " Maafkan aku yang tidak peka dengan keadaanmu sekarang. Tapi, kalau kau tinggal di alam manusia aku disini akan kesepian dan merindukanmu. Aku harus bagaimana sayang?" tanya Raja Narendra dengan berwajah sedih.


" Apa kita bersama-sama pergi ke sana saja? Setidaknya kita bisa refreshing bertemu dengan cucu dan anak kita. Bagaimana?" Ratu Deniz terlihat begitu sumringah dengan keinginannya.


Raja Narendra langsung mengangguk karena memang begitulah niatnya juga untuk membawa pergi istrinya ikut bersama Dani. Hanya saja belum sempat dia katakan kepada sang istri. Karena melihat istrinya yang begitu sedih.


Mereka berdua pun kemudian bersiap-siap untuk berangkat ke alam manusia. " Dani, Kenapa kau masih bersantai? Ayo bersiaplah kita kembali ke alam manusia sekarang. Karena aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan anak dan juga cucuku!" Raja Narendra hanya diam mematung di samping istrinya.


Raja Narendra sebenarnya paling tidak senang kalau melihat Deniz yang terlalu dekat dengan Dani. Akan tetapi dia pun tidak tega kalau harus melihat istrinya bersedih terus karena tidak memiliki teman untuk berbicara.

__ADS_1


Selama ini tidak banyak yang dekat dengan sang istri di istana kerajaannya. Karena raja Narendra memang yang membatasi pergaulan sang istri karena dia tidak mau kalau sampai istrinya terlalu lelah dengan banyak aktivitas di luar sana.


" Aku kan sudah bilang pada suamimu kita akan berangkat dua hari lagi karena aku sedang ingin menyelesaikan masalahku di sini." Dani menolak untuk segera berangkat ke alam manusia.


Ratu Deniz dan Raja Narendra saling menatap satu sama lain. " Aku penasaran sekali dengan urusanmu itu. Kau bisa bercerita padaku kalau kau tidak keberatan. Siapa tahu kami bisa membantu masalahmu!" Raja Narendra kembali menawarkan diri kepada Dani untuk membantu masalahnya.


Dani terlihat berdiam diri agak ragu tetapi Akhirnya dia pun tersenyum kepada sang raja yang begitu tampan walaupun usianya sudah ratusan tahun lamanya. " Aku ingin melamar Putri Ayuningtyas ke istana kerajaan ular hijau." Raja Narendra dan Ratu Deniz terkejut bukan kepalang mendengar apa yang dikatakan oleh Dani.


" Apa? jangan bercanda! Kyai Rasyid tidak akan merestuimu untuk menikah dengan Putri Ayuningtyas yang nakal dan pembuat onar itu!" Ratu Deniz menentang niat Dani yang menurutnya tidak masuk akal.


Dani tersenyum melihat sahabatnya yang kelihatannya tidak setuju dengan keinginannya.


Ratu Deniz menggelengkan kepalanya karena tidak setuju dengan keinginan dan untuk menikahi seorang siluman seperti Putri Ayuningtyas.


" Bukankah di alam manusia banyak wanita baik yang mencintaimu? Kenapa kau malah mencari masalah dengan ingin menikahi siluman seperti dia yang jahat dan selalu berpikir untuk menyakiti siapa saja yang berada di dekatnya?" Ratu Deniz terlihat kecewa kepada Dani karena sudah sembrono untuk memutuskan masa depannya sendiri.


" Istri ataupun pasangan hidup kita di masa depan, tidak bisa dibuat main-main. Karena kita akan menghabiskan hidup kita bersamanya. Sekali kau salah melangkah maka penyesalan seumur hidup yang bisa kau terima. Tolong pikirkan lagi Dani. Apa yang menjadi keputusan kamu!" Ratu Deniz kemudian meninggalkan sahabatnya yang masih membeku di tempat.


Raja Narendra hanya menggelengkan kepala melihat Dani kemudian mengikuti istrinya yang terlihat pergi menuju Taman istana.

__ADS_1


" Sayang!! Kenapa kau melarang Dani untuk melamar Putri Ayuningtyas itu?? Bukankah bagus kalau Dani bisa mengendalikan gadis bengal itu?" tanya Raja Narendra kepada istrinya.


" Kita jangan bermain-main dengan yang namanya jodoh. Sekali salah melangkah maka penderitaan selamanya yang akan didapatkan. Aku gak mau Dani mengalami nasib seperti itu. Putri Ayuningtyas itu seorang siluman yang sangat kecil hatinya hanya ada kotoran yang ingin menyakiti orang lain. Dani, sahabatku terlalu bagus untuk wanita seperti dia!" Ratu Deniz menatap wajah suaminya yang terlihat cemberut kepadanya.


" Apakah kau menyesal karena sudah menikah denganku yang juga seorang siluman?" tanya Raja Narendra yang terlihat sedih sekali.


" Aku gak pernah merasa menyesal untuk menikah denganmu. Aku merasa sangat beruntung dan berbahagia menjadi istrimu. Kau adalah suami terbaik yang Allah berikan kepadaku. Kau dan Putri Ayuningtyas tidak bisa disamaratakan. Apa kau tahu?? Kalian memiliki kualitas yang berbeda dan tidak akan pernah bisa di bandingkan. Aku sangat mencintaimu walaupun kau pangeran dari alam gaib." Ratu Deniz kemudian menyandarkan kepalanya di dada sang suami.


" Seandainya kau bukan seorang raja di istana kerajaan ini. Mungkin aku akan mengajakmu untuk tinggal di alam manusia dan hidup berbahagia di sana. Tapi, Kau adalah seorang raja yang memiliki tanggung jawab besar untuk istana kerajaan ini. Kalau aku memaksakanmu untuk mengikutiku itu sama saja aku menghancurkanmu dengan keegoisanku. Itu artinya aku telah mengecewakan kedua orang tua yang sudah mempercayakan istana kerajaan ini kepada kita berdua!" Ratu Deniz terlihat begitu sendu wajahnya sehingga membuat Raja Narendra menjadi sedih karena tidak memisah memberikan kebahagiaan untuk istrinya.


" Apakah kau tahu? Aku sangat bahagia sekali menjadi ratu di istana ini dan menguasaimu sebagai suamiku seorang diri. Apa kau tahu sayang?? para wanita di alam gaib semuanya merasa iri dan cemburu denganku karena memiliki seorang suami setampan dan sesakti dirimu." Ratu Deniz tersenyum untuk memberikan semangat kepada suaminya yang merasa sedih karena sudah membuat istrinya bersedih.


" Apa kau yakin kalau kau merasa bangga menjadi istriku, tidak menyesalinya?" tanya Raja Narendra sambil menggenggam telapak tangan istri tercinta.


Rati Deniz menganggukan kepalanya dan mencium bibir suaminya yang amat dia cintai. Sang ratu paling tahu bagaimana caranya untuk menaklukkan sang suami ketika sang raja terlihat murung.


" Percayalah kalau aku tuh berbahagia menjadi istrimu. Aku hanya sedikit merasa bosan dengan suasana di istana kerajaan yang begitu monoton dan tidak ada kegiatan apapun. Kau selalu melarangku dan membatasi setiap kegiatanku. sementara dirimu begitu sibuk dengan urusan kenegaraan dan tugasmu sebagai seorang raja. Sejauh itu hanya itulah yang membuatku tidak betah berada di sini." Ratu Deniz menyuarakan isi hatinya kepada sang suami yang memang sudah sangat jarang untuk bisa bercakap-cakap seperti itu.


Biasanya kalau sang raja sudah pergi melakukan perjalanan jauh akan lama untuk kembali membuat Ratu Deniz sedih dan kesepian menunggu suaminya kembali dari tugas kerajaan.

__ADS_1


__ADS_2