
Narendra sedang mendapatkan laporan dari anak buahnya yang dia tanamkan di kerajaan ular hijau yang sengaja dia lakukan untuk selalu mendapatkan update terbaru tentang kerajaan itu yang selama ini selalu menjadi musuh bebuyutan bagi kerajaan kucing.
" Yang mulia raja ular hijau. Sudah dibunuh oleh Pangeran Abiyaksa dan sekarang dia mengangkat dirinya sebagai Raja di kerajaan ular hijau.Pangeran Abimana sudah meninggalkan kerajaan bersama dengan sang permaisuri dengan membawa stempel kerajaan!" ucapnya memberikan informasi.
Narendra benar-benar sangat terkejut mendapatkan laporan tersebut. Bagaimana mungkin ada seorang anak yang tega membunuh ayahnya sendiri hanya demi tahta kerajaan? Sungguh anak durhaka yang kejam!
" Apa yang menjadi latar belakang dari keributan itu? Bagaimana mungkin seorang anak tega membunuh ayahnya sendiri?" tanya Narendra merasa pusing sendiri.
Mata-mata itu kemudian menceritakan semua kejadian dari awal hingga akhir. Dimana sang Raja menolak untuk menyerang istana kerajaan kucing hingga akhirnya mereka bertarung dan sang raja mati terbunuh dalam pertarungan itu. Karena perbedaan pendapat antara Pangeran Abiyaksa dan sang ayah yang menolak untuk menyerang kerajaan kucing.
" Jadi pangeran Abiyaksa ingin melakukan perang kembali dengan kerajaan kita? Sungguh lancang! Dia pikir dia itu siapa?" tanya Narendra dengan geram sekali.
Narendra terus mengerutkan keningnya kembali memikirkan kejadian yang terjadi di istana kerajaan ular hijau yang benar-benar sangat menggemparkan alam siluman.
" Itu karena putra mahkota Abiyaksa yang menginginkan untuk merebut Putri mahkota Deniz yang ingin dijadikan sebagai istrinya!" ucapannya sungguh membuat Narendra murka tingkat dewa.
Narendra sampai bangkit dari tempat duduknya dan menatap kepada mata-mata itu yang sudah bekerja dengannya selama ratusan tahun lamanya. Karena dia percaya dengan semua informasi yang di bawanya.
" Sungguh lancang! Bagaimana mungkin dia menginginkan istri siluman lain? Tidak tahu diri sekali!" ucap Narendra dengan geram.
Mata-mata itu tampak sangat ketakutan melihat amarah yang terlihat di wajah Narendra yang sangat tampan dan bersinar.
__ADS_1
" Pangeran, pangeran harus selalu melindungi Tuan Putri Deniz. Karena mulai sekarang kehidupannya tidak akan aman lagi. Raja Abiyaksa sudah mengerahkan banyak sekali anak buahnya yang berusaha untuk menangkap Tuan Putri Deniz dimanapun dia berada!" ucapannya benar-benar membuat Narendra sampai geram.
Setelah merasa cukup dengan semua informasi yang diberikannya. Narendra pun kembali menyuruh mata-matanya untuk kembali ke posnya.
" Ingatlah kau harus selalu waspada selama di sana. Jangan sampai keberadaanmu di sana membahayakan dirimu sendiri. Segera kau berikan sinyal bahaya kalau keberadaan kamu di sana di ketahui, agar kami segera menolongmu!" pesan Narendra kepada mata-matanya yang langsung menghilang seketika. Setelah mendapatkan izin dari Narendra untuk meninggalkan istana kucing.
Setelah kepergian mata-matanya, Narendra langsung mencari istrinya untuk segera memberitahukan Deniz agar tidak pergi sembarangan dari istana kerajaannya.
" Ayahanda di mana Deniz?" tanya Pangeran Narendra ketika dia melihat ayahnya dan ibunya sedang berbincang-bincang di taman istana kerajaan.
Ayah Narendra kemudian memanggil putranya untuk duduk bersama dengan mereka.
" Duduklah dulu nak dan ceritakan kepada kami. Kenapa kau begitu khawatir dengan keadaan istrimu?" tanya sang raja dengan tatapan teduhnya menatap putranya yang sangat dia sayangi.
Narendra kemudian menceritakan semuanya kepada ayahnya. Semua kejadian yang menimpa kerajaan ular hijau yang sekarang sudah berganti raja, setelah Raja sebelumnya dibunuh oleh pangeran Abiyaksa, Sang putra mahkota kerajaan ular hijau.
Tampak kedua orang tuanya sangat terkejut. Mendengarkan berita tersebut. Walaupun mereka juga sudah mendengar selentingan-selentingan yang berada di alam siluman tentang hal itu. Akan tetapi, Awalnya mereka tidak percaya kalau ada hal yang sangat buruk terjadi di sana.
" Sungguh jahat sekali pangeran Abiyaksa yang sangat tega membunuh ayahnya sendiri hanya karena tahta??!" tanya sang raja sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya dengan semua informasi itu.
Dia merasa sangat prihatin dengan nasib musuh bebuyutannya yang selama ratusan tahun selalu memusuhi kerajaannya.
__ADS_1
Walaupun kerajaan mereka sudah lama tidak bertarung ataupun berperang. Tetapi tetap saja hubungan antar kedua kerajaan selalu memanas setiap kali ada percocokan sedikit antar warga mereka.
Walaupun tidak sampai peperangan terjadi, tetapi sedikit banyak hal itu membuat hubungan Kerajaan menjadi merenggang.
" Kita harus mewaspadakan semua pasukan kerajaan kita dan selalu bersiap untuk mendapatkan serangan dari kerajaan ular hijau!" ucap Raja kepada anak istrinya.
Terlihat sang permaisuri yang sangat khawatir dengan keadaan menantunya yang telah dijadikan target peperangan berikutnya oleh Raja Abiyaksa yang kejam, dia bahkan telah rela membunuh ayahnya sendiri demi peperangan itu bisa di laksanakan.
" Ayah jangan khawatir. Karena Pangeran Abimana sudah membawa pergi stempel kerajaan ular biru bersama sang permaisuri. Oleh karena itu raja Abiyaksa tidak bisa memerintahkan pasukan mereka untuk menyerang istana kita untuk saat ini!" ucap Narendra yang untuk sejenak melupakan keberadaan istrinya.
Kedua orang tua Narendra tampak lega. Mendengarkan berita itu. Setidaknya mereka memiliki kesempatan untuk kembali mengatur istana mereka dan juga para bala tentara untuk bersiap menerima serangan kapan saja dari kerajaan ular hijau yang selama ini terkenal sangat brutal dan kejam terhadap musuh mereka.
" Kita harus mengatur para Jenderal dan juga Panglima kita untuk melatih bala tentara istana kita mulai saat ini. Sehingga kita bisa melindungi kejayaan kerajaan kita!" ucap Sang Raja sambil menggengam telapak tangan istrinya yang mulai cemas dengan keselamatan istana dan juga seluruh warga bangsa mereka.
Narendra kemudian berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk mencari keberadaan Deniz yang sejak tadi pagi belum dia lihat di istananya.
" Kemana sebenarnya Deniz? Aku sangat cemas sekali dengan dia. Apalagi Deniz tidak memiliki ilmu kanuragan apapun untuk bisa bertahan hidup di alam siluman. Kalau sampai Deniz menemui mara bahaya di alam ini, maka hidupnya akan benar-benar berakhir di alam manusia!" ucap Narendra benar-benar mengkhawatirkan sang istri.
Narendra kemudian membuka kaca benggalanya untuk mencari keberadaan istrinya yang telah sukses membuat dia menjadi jumpalitan dan sangat khawatir.
" Ya ampun! Apa yang sedang dilakukan oleh Deniz di luar hutan itu? Dia benar-benar tidak mempunyai rasa takut sama sekali. Aku harus segera menyusul Deniz kesana dan menjemputnya untuk segera kembali ke istana. Jangan sampai orang-orang Raja Abiyaksa mendahuluiku untuk menculik Deniz. Raja gila itu sejak dulu selalu mencari masalah denganku!" Narendra pun kemudian langsung menutup Kaca Benggala dan segera mencari Deniz di luar hutan yang terlihat di dalam kaca benggalang miliknya.
__ADS_1