Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
149. Gelora Cinta Raja Abiyaksa


__ADS_3

Raja Abiyaksa lambat-lambat bisa mendengarkan ancaman yang dikatakan oleh Mahaguru kepada semua Abdi dalam di kerajaannya.


Raja Abiyaksa merasa percaya diri bahwa maha guru tidak akan bisa menemukan putri Deniz. Karena dia telah menyembunyikan wanita yang dia cintai di tempat yang paling rahasia yang tidak diketahui oleh siapapun.


Walaupun Mahaguru bisa mencium Aura Putri Deniz. Tetapi dia tidak bisa menangkap keberadaannya secara pasti.


Karena Raja Abiyaksa telah menutupi keberadaan Putri Denis dengan pagar gaib yang dia ciptakan khusus untuk Putri Deniz.


' Biarkan saja istanaku huluh lantak. Saat ini bagiku yang penting aku tetap bisa bersama dengan Deniz. Aku bisa kembali membangun istana kerajaanku kapan saja aku mau. Akan tetapi aku tidak akan mungkin bisa kembali bersama dengan Deniz, kalau aku mengembalikannya hari ini kepada Mahaguru yang sombong dan Arogan ini!' bathin Raja Abiyaksa dalam keadaannya yang sudah semakin lemah.


Para prajurit dan juga Abdi dalam yang bekerja di dalam istana kerajaan milik Raja Abiyaksa dengan panik Mereka pun kemudian langsung menuju ke penjara bawah tanah yang dimaksud oleh Mahaguru. Mereka pun bahkan membawa Mahaguru ke tempat itu untuk membuktikan sendiri apa yang mereka katakan.


Raja Abiyaksa diikat oleh Mahaguru dengan menggunakan tali gaib yang hanya bisa dilepaskan olehnya.


" Raja Abiyaksa sialan! Di mana kau telah menyembunyikan Putri Deniz?" Mahaguru benar-benar telah kehabisan kesabarannya.


Seluruh istana kerajaan ular hijau telah diobrak-abrik oleh Mahaguru. Tetapi dia tidak bisa menemukan keberadaan Deniz di manapun juga.


" Apa kalian yakin bahwa semua tempat sudah kalian periksa?" tanya Mahaguru yang mulai meragukan instingnya.


' Aneh sekali jelas-jelas aku bisa mencium keberadaan Putri Deniz di tempat ini. Akan tetapi kenapa aku tidak bisa menemukannya? Apakah Abiyasa sialan ini mempunyai tempat rahasia yang tidak bisa aku tembus?' bathin Mahaguru yang terus bertanya-tanya tentang kenyataan yang ada di hadapannya saat ini.


Akan tetapi Mahaguru tetap tidak mau menyerah untuk bisa menemukan keberadaan Deniz. Bagaimanapun dia sudah melangkah terlalu jauh dan tidak mungkin kembali dengan tangan hampa.


Mahaguru kembali memejamkan kelopak matanya dan berusaha untuk menajamkan kekuatan batin yang dia miliki untuk bisa menangkap keberadaan Putri Deniz yang semakin lemah saja aura yang bisa dia tangkap.


' Gawat! Kenapa auranya semakin lemah? Apa sebenarnya yang terjadi kepadamu Putri Deniz?' Mahaguru semakin khawatir dengan keadaan Deniz yang sampai saat ini belum jelas keberadaannya.


Pada saat Mahaguru terlihat begitu putus asa untuk mencari keberadaan Deniz. Tiba-tiba saja ajudan penguasa Ratu Pantai Selatan berdiri di hadapannya.

__ADS_1


" Mahaguru ikutlah bersamaku. Aku akan menunjukkan di mana keberadaan Putri Deniz dan biarkan saja Raja Abiyaksa di sana! Dia sudah kalah total dan dia tidak akan bisa melakukan hal yang tercela lagi! Sebaiknya Mahaguru melepaskannya. Karena tidak baik untuk membunuh siluman yang sudah tidak berdaya dan tidak bisa melawan kita lagi. Kalau sampai terdengar ke dunia luar nama Mahaguru akan tercemar karena tindakan tidak terpuji semacam itu!" ajudan sang ratu mencoba untuk menasehati Mahaguru yang tadi hampir saja melibaskan pedangnya ke leher Raja Abiyaksa yang saat ini sedang terkapar di bawah telapak kakinya.


" Baiklah ajudan! Aku tidak akan membunuh raja sialan ini. Aelama aku bisa membawa kembali Putri Deniz ke kerajaan kucing. karena saat ini Pangeran Narendra sudah sangat panik untuk menemukan keberadaan istrinya yang menghilang!" ucap Mahaguru yang akhirnya melepaskan Raja Abiyaksa.


Setelah Mahaguru melepaskan Raja mereka. Mereka pun kemudian merawat Raja Abiyasa di kediamannya.


Raja Abiyaksa yang sebenarnya masih setengah sadar. Dia masih percaya diri bahwa Deniz tidak akan bisa ditemukan oleh siapapun juga. Walaupun tadi ajudan sang ratu telah mengatakan bahwa dia mengetahui keberadaan Deniz.


Mahaguru yang sekarang mengikuti ajudan Sang Ratu Penguasa Pantai Selatan, mulai mengurutkan keningnya ketika sang ajudan hanya membawanya berkeliling-keliling istana kerajaan ular hijau yang sudah hampir luluh lantak karena perbuatannya yang mengamuk saat mencari Deniz.


" Ajudan bukankah kau mengatakan kalau kau tahu di mana keberadaan Putri Deniz?" tanya Mahaguru pada ajudan itu.


" Sabarlah maha guru! Saat ini aku sedang menunjukkan kepadamu keberadaan Putri Deniz." Ajudan itu pun kembali melangkahkan kakinya mengelilingi istana milik Raja biasa dengan ilmu meringankan tubuh yang dia miliki.


Mahaguru hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan ajudan yang seperti orang hilang akal mengelilingi istana kerajaan Raja Abiyasa sebanyak tujuh kali.


Mahaguru tampak terkesiap melihat kenyataan itu. Dia seakan tidak percaya dengan pandangannya sendiri.


" Apa ini ajudan? Kenapa tiba-tiba di sana ada sebuah istana?" tanya Mahaguru yang tampak bingung sekali.


Ajudan Sang Ratu Pantai Selatan kemudian menjelaskan apa yang sebenarnya sedang terjadi kepada tempat itu.


" Raja Abiyaksa telah memasang pagar gaib khusus untuk Putri Deniz. Sehingga tidak akan bisa lebih deteksi keberadaannya oleh siapapun yang mencarinya. Tadi aku mengelilingi istana kerajaan Raja Abiyaksa sebanyak tujuh kali untuk membuka segel yang telah dia pasang untuk mengunci keberadaan istana kecil itu agar tidak terlihat oleh pandangan mata kita!" Mahaguru tampak begitu pesona dengan kemampuan sang ajudan yang sangat luar biasa.


Saat Mahaguru hendak masuk ke dalam istana itu. Ternyata masih ada pagar gaib yang melingkupi tempat itu yang membuat dirinya tidak bisa menembus ke dalam.


" Kenapa aku tidak bisa masuk ke dalam sini?" katanya Mahaguru kepada sang ajudan yang sekarang tersenyum kepadanya.


" Sabarlah maha guru! Jangan grasa grusu seperti itu! Kita harus menghancurkan pagar gaib yang dipasang oleh Raja Abiyaksa untuk istana itu!" setelah mengatakan itu terlihat ajudan mulai duduk bersimpuh di tanah dan memejamkan matanya.

__ADS_1


Terlihat mulut sang ajudan yang komat-kamit dan begitu khusuk hingga tidak bisa di ganggu. Entah ajudan sang ratu penguasa pantai selatatan saat ini sedang membacakan apa. Karena maha guru pun tidak mengetahui semua yang di lakukannya.


Sekitar setengah jam Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan terus fokus dengan yang sedang dia kerjakan dan Mahaguru hanya menjaganya dengan terus memperhatikan.


Ajaib! Tiba-tiba saja pagar gaib yang melingkupi istana kecil yang tadi timbul kini tampak seperti retak sedikit demi sedikit. Sehingga akhirnya pecah dan tak bersisa.


" Ayo kita masuk!" ucap Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan kepada Mahaguru.


Mahaguru terus mengikuti apapun yang dilakukan oleh sang ajudan karena dia sendiri tidak memahami apa yang terjadi di istana tersebut.


Sebenarnya Mahaguru ingin bertanya. Merasa penasaran luar biasa. Tetapi dia tidak mau mengganggu konsentrasi sang ajudan yang tampaknya sedang mendeteksi keberadaan Deniz. Terlihat dari betapa seriusnya wajah sang ajudan dan mulutnya yang tidak lepas dari komat-kamit yang entah sedang merapalkan apa hanya beliau yang tahu.


" Mahaguru bukalah pintu itu! Kau jangan lupa ucapkanlah Bismillah dulu!" perintah Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan kepada Mahaguru yang kemudian mengikuti apa yang dikatakan olehnya.


Mahaguru benar-benar terkejut ketika melihat Deniz yang saat ini sedang terbaring di atas ranjang dalam keadaan mata tertutup.


Ketika Mahaguru hendak mendekatinya, namun tiba-tiba saja dilarang oleh sang ajudan yang tampak khawatir sekali.


" Sabarlah Mahaguru! Saya akan menetralkan dulu tempat ini agar tidak memberikan dampak negatif kepada kita!" Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan kemudian kembali duduk bersila di lantai sama seperti ketika dia memecahkan pagar gaib yang dipasang oleh Raja Abiyasa di Istana kecil yang baru muncul ke permukaan itu.


Mahaguru hanya bisa menatap semua yang dilakukan oleh sang ajudan.


' Ilmu apa sebenarnya yang diterapkan oleh Raja Abiyaksa untuk melingkupi istana kecil ini kenapa begitu banyak misteri di dalamnya?' bathin Mahaguru yang benar-benar merasa sangat penasaran.


Setelah Sang ajudan berhasil menetralkan tempat itu, barulah Mahaguru diizinkan untuk mendekati Deniz yang saat ini masih memejamkan matanya di atas ranjang.


" Berhati-hatilah Maha guru barangkali ada jebakan di sekitar sini!" Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan mencoba untuk mengingatkan kepada Maha guru untuk terus berhati-hati karena mengingat Raja bijaksana yang memiliki sifat licik dan sangat sulit untuk dipercaya.


Maha guru memegang pedang pusakanya di tangan kanan dan terus bersikap waspada dengan segala kemungkinan yang mungkin saja akan menghadang usahanya membebaskan Deniz dari sana.

__ADS_1


__ADS_2