
Tampak Deniz tersipu malu diperlakukan begitu lembut oleh Narendra yang mengaku sebagai calon suaminya.
Deniz merasa jantung nya berdebar sangat kencang ketika Narendra ngecup bibirnya sekilas tadi. Itu adalah ciuman pertama Deniz. Baru pertama kali Deniz benar-benar dekat dengan seorang laki-laki seperti saat ini.
" Apakah benar kalau kau adalah calon suamiku yang sudah dipilih oleh kakekku 50 tahun yang lalu?" tanya Deniz seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Narendra kepadanya.
Narendra menganggukkan kepalanya. Dia pun kemudian menggenggam telapak tangan Deniz dan membimbingnya untuk pergi menuju sebuah pondok yang berada di antara hamparan bunga asoka yang sekarang terpampang di hadapan mereka berdua.
" Indah sekali!" ujar Deniz mengagumi keindahan yang ada di hadapannya.
Narendra sangat senang karena melihat Deniz yang sepertinya sudah melupakan teman-temannya yang dia tinggalkan di alam manusia.
" Pada saat usiamu 20 tahun, kita berdua akan menikah dan akan tinggal di sini selamanya!" ucap Narendra lembut sekali.
Deniz merasa terkejut mendengarkan perkataan Arendra yang mengatakan bahwa dirinya akan tinggal di tempat itu selamanya sebagai istri Narendra.
" Kau akan menjadi ratu di tempat ini. Semua yang kau inginkan pasti akan dikabulkan oleh kami!" Deniz terkesiap mendengarkan perkataan Narendra tentang masa depan mereka berdua yang terdengar begitu ambigu di telinga Deniz.
Deniz tidak mengetahui bahwa dirinya saat ini sedang berada di alam gaib yaitu di kerajaan kucing yang berada di puncak gunung Pangrango.
" Tetapi aku mempunyai cita-cita ingin menjadi seorang dokter. Kalau aku menjadi istrimu pada usia 20 tahun dan tinggal di sini selamanya. Apakah itu artinya aku harus kehilangan cita-citaku?" tanya Deniz dengan mata berkaca-kaca menatap Narendra.
Narendra merasa sedih melihat Deniz yang tampaknya keberatan untuk tinggal bersamanya setelah pernikahan mereka.
" Apakah kau menginginkan tetap tinggal di duniamu ketika kita menikah nanti?" tanya Narendra kepada Deniz dengan wajah serius.
Narendra menarik nafasnya dalam-dalam ketika dia melihat Deniz menganggukkan kepalanya dengan begitu mantap dan penuh keyakinan.
__ADS_1
" Tetapi aku tidak bisa tinggal lama-lama di dunia manusia. Karena itu secara perlahan akan menghabiskan energi spiritualku dan membuatku setelah perlahan akan binasa untuk selamanya!" ucap Narendra mencoba menerangkan semua hal tentang dirinya kepada Deniz secara jujur.
Deniz merasa terkejut dan heran mendengarkan penuturan Narendra.
" Kenapa kamu bisa binasa ketika tinggal di dunia manusia?" tanya Deniz keheranan sambil terus menatap Narendra yang wajahnya begitu tampan dengan mata yang bening, sebening kristal.
Narendra kemudian memperlihatkan sebuah kalung kepada Deniz. Kemudian dia menyerahkannya ke tangan Deniz yang masih belum juga ngeh dengan maksud Narendra melakukan itu.
" Apakah kau mengingat kalung ini?" tanya Narendra kepada Deniz.
Denis pun kemudian memperhatikan kalung yang diberikan oleh Narendra kepadanya.
" Ini adalah kalung yang ada di leher kucing yang aku temukan beberapa bulan yang lalu. Kenapa kalung ini berada di tanganmu?" tanya Deniz dengan wajah penuh pertanyaan.
" Kaau aku tinggal di dunia manusia dengan waktu yang lama, maka wujudku adalah seekor kucing yang dulu pernah kau selamatkan dari tembakan seorang pemburu jahat. Apakah kau mengingatnya?" tanya Narendra kepada Deniz yang tampak terkejut.
Deniz sampai bangkit dari duduknya, kemudian menjauh dari Narendra. Sangking terkejutnya dengan apa yang dikatakan oleh Narendra baru saja.
" Apakah kamu mau melihat bentuk asliku sebagai seekor kucing?" tanya Narendra.
Deniz yang sebetulnya memang benar-benar tidak percaya dan juga ketakutan. Dia sontak menggelengkan kepalanya karena dia belum siap mengetahui kenyataan itu.
' Ya Tuhan ini benar-benar gila Bagaimana mungkin calon suamiku adalah seekor siluman kucing? Tolong bangunkan aku kalau saat ini aku sedang tidur. Agar aku bisa keluar dari mimpi yang begini panjang. Aku saat ini benar-benar merindukan kedua orang tuaku!' batin Daniz sambil terus menatap Narendra yang tampak kecewa dengan jawabannya.
Deniz menjauh dari Narendra karena dia mulai merasa tidak nyaman berada di samping laki-laki tampan yang mengaku sebagai calon suaminya.
Hati Narendra merasa sangat sedih mendapatkan penolakan dari Deniz.
__ADS_1
' Kalau sampai Aku gagal bertaruh dengan Dani. Maka aku harus siap untuk kehilangan jiwaku selamanya dan binasa dari atas dunia!' batin Narendra merasa sangat sedih.
Dua makhluk beda alam itu pun saat ini sedang sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
Deniz benar-benar tidak habis pikir dengan sang kakek. Bagaimana mungkin calon suaminya adalah Pangeran kucing?
" Tolong kau jelaskan padaku bagaimana caranya kau bisa menjadi calon suamiku? Kalau benar yang kau katakan tadi, bahwa wujudmu adalah seekor kucing Bukankah itu artinya bahwa kau adalah seorang siluman kucing?" tanya Deniz dengan hati-hati. Karena bagaimanapun dia takut membuat Narendra merasa tersinggung dengan pertanyaannya.
Narendra melihat keindahan yang tadi begitu menyejukkan matanya sekarang terasa begitu menyesak kan jiwanya.
Dia tahu bahwa Deniz merasa tidak nyaman dengan statusnya sebagai siluman kucing.
" Statusku di kerajaan ini adalah Pangeran kucing yang suatu saat akan menjadi raja di Istana ini menggantikan ayahandaku!" ketika mereka berdua sedang asyik berdiskusi sesuatu yang begitu serius tiba-tiba saja ibunda permaisuri dan sang raja memasuki tempat di mana mereka berdua sedang berbincang-bincang.
" Narendra! Kenapa kau tidak memanggil kami berdua? Bahwa kau sudah berhasil mengundang calon menantu kami?" protes ibunda permaisuri sambil mendekati Deniz yang tampak begitu takjub melihat kecantikan sang permaisuri yang begitu luar biasa.
Pakaian kerajaan yang digunakan oleh raja dan permaisuri benar-benar sangat kemilau dan mewah sekali.
' Apakah mereka raja dan ratu di istana in' bathin Deniz masih begitu takjub dengan keindahan yang ada di hadapannya.
" Benar calon menantuku. Kami adalah raja dan permaisuri di istana ini!" ucap Ibu permaisuri sambil memeluk Deniz yang masih terpesona dengan kehadiran mereka berdua.
Deniz bener-bener tidak menyangka bahwa dalam hidupnya dia bisa bertemu dengan raja dan permaisuri dari kerajaan kucing yang begitu melegenda di masa lalu.
Deniz pernah membaca buku yang ada di rumah Abigail tentang kerajaan kucing. Dan sekarang dia merasa bahwa dirinya sedang benar-benar berada di dalam buku tersebut.
" Ini sangat luar biasa sekali bahwa aku benar-benar berada di istana kerajaan kucing yang sangat melegenda di zaman dahulu. Apakah saya tidak sedang bermimpi?" tanya Deniz berusaha mengkonfirmasi bahwa yang dihadapannya adalah sebuah kenyataan.
__ADS_1
Ibunda Ratu dan permaisuri menatap Deniz dengan lekat. Mereka merasa sangat puas dan senang ketika melihat Deniz yang begitu cantik dan juga baik hatinya. Wanita seperti itu kelak akan menjadi permaisuri di kerajaan mereka mendampingi Putra kesayangannya Narendra Baratayuda memerintah istana kerajaan mereka. Deniz sampai saat ini masih belum mempercayai apa yang terjadi kepada dirinya saat ini.
' Bagaimana mungkin aku benar-benar berada di kerajaan siluman kucing? Apakah itu artinya bahwa aku akan menjadi siluman juga setelah menikah dengan Narendra?' tanya Deniz, hatinya merintih dan menjerit. Deniz benar-benar sangat pusing kepala, saat dia memikirkan masa depannya ketika dia kelak benar-benar menikah dengan Narendra.