
Minsi yang saat ini sedang tidur. Tiba-tiba dia merasa rohnya seakan tertarik keluar dari tubuhnya. " Apa yang terjadi padaku?" tanya Minsi merasa terkejut dengan apa yang terjadi kepada dirinya.
Minsi melihat Pangeran Panji yang saat ini sedang berenang di danau yang begitu jernih airnya. Di atasnya air terjun mengalir dengan begitu deras.
Minsi terpesona dengan keindahan yang ada di hadapannya. Sebuah mahakarya yang luar biasa yang di ciftakan Allah ke atas hambanya.
" Astaghfirullahaladzim!" ujar Minsi ketika dia menyadari bahwa apa yang dia lakukan itu adalah sebuah kesalahan besar. Minsi pun kemudian mengalihkan pandangannya.
Pangeran Panji yang menyadari bahwa ada seseorang selain dirinya di tempat itu. Dia kemudian langsung menyambar pakaiannya dan menggunakannya secara cepat.
" Siapa itu?" kewaspadaan benar-benar ditingkatkan oleh Panji.
" Apa kau sudah menggunakan pakaianmu?" tanya Minsi yang masih menutup matanya.
" Jadi kamu yang sedang mengintip aku mandi?" tanya Pangeran Panji dengan ketus.
Bagaimana mungkin hal itu terjadi? Harusnya seorang laki-laki yang mengintip seorang perempuan yang sedang mandi. Kenapa ini malah jadi terbalik? Pangeran Panji sampai kehabisan akal sendiri.
" Apa yang kau lakukan di sini? Bagaimana caranya kau bisa masuk ke alam siluman?" tanya Pangeran Panji menatap Minsi dengan lekat dan penasaran.
Minsi terkejut mendengarkan perkataan dari pangeran Panji yang mengatakan bahwa dirinya saat ini sedang berada di alam Siluman. " Benarkah?" tanya Minsi kaget.
Seketika Minsi pun kemudian mengedarkan pandangannya melihat ke sekeliling.
" Wah sungguh indah sekali alam kamu!" ucap Minsi tampak begitu terpesona dengan semua yang ada di hadapan nya.
" Tentu saja alamku lebih indah tidak seperti alammu yang setiap hari hanya ribut untuk mencari uang dan permusuhan setiap hari ada di mana-mana!" ujar Pangeran Panji ketus dan bersiap untuk meninggalkan Minsi di sana.
" Eh tunggu! Apa kau tega meninggalkan aku sendirian di sini?" tanya Minsi yang kemudian mengikuti Pangeran Panji kemanapun dia pergi.
Pangeran Panji yang merasa risih diikuti terus oleh Minsi, dia pun kemudian berhenti dan langsung mengusir Minsi agar tidak mengikuti dirinya lagi.
" Jangan mengikuti aku! Kembalilah ke alammu! Kau menggangguku!" ucap Pangeran Panji yang tidak tahan lagi dengan Minsi yang terus saja mengekor di belakangnya.
Akan tetapi Minsi yang tidak kenal dengan seluk beluk alam siluman dia tidak berani untuk pergi jauh-jauh dari pangeran Panji.
" Ayolah Pangeran Panji! Kau jangan terlalu kejam terhadapku. Aku juga tidak punya dosa denganmu bukan? Kenapa kau harus mengusirku begitu? Anggaplah sekarang kau menolongku, kita impas! Bukankah dulu aku pernah menolongmu?" ucap Minsi dengan senyum cerahnya membuat Pangeran Panji menjadi kesal dibuatnya.
" Eh aku tidak pernah ya minta bantuan sama kamu. Kau saja yang enggak tahu diri dan tiba-tiba datang dan sok-sok jadi jagoan!" ucap Pangeran Panji yang mulai naik darah melihat Minsi yang semakin menjadi dan membuat dia merasa kesal.
Akan tetapi Minsi lebih cenderung kepada rasa penasarannya dengan alam siluman yang saat ini sedang dia kunjungi tanpa di sengaja. Entah apa yang sudah membuat dia datang ke alam ini.
" Ayolah Pangeran Panji. Kau tunjukkan saja kepadaku di mana portal untuk kembali ke alam manusia agar aku bisa pulang!" ucap Minsi meminta tolong kepada Pangeran Panji.
" Kamu aneh banget deh! Kau datang kemari dengan kemampuanmu sendiri. Lalu kenapa sekarang kau merengek bantuan aku untuk bisa kembali ke alam kamu?" tanya Panji benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh Minsi.
__ADS_1
Minsi terdiam mendengarkan perkataan dari Pangeran Panji.
" Cobalah kau ingat-ingat apa yang kau lakukan sebelum kau tidur. Sehingga membuatmu bisa datang kemari!" ucap Pangeran Panji menatap Minsi yang sekarang membeku di tempatnya.
Minsi tampak terkesiap mendengarkan penjelasan dari Pangeran Panji. Dia terus mengingat apa yang telah dia lakukan sebelum tidur.
" Apa yang kulakukan sebelum tidur Biasanya aku hanya salat isya setelah itu mengaji dan berdzikir." ucap Minsi agak ragu.
" Selain itu apalagi yang kau lakukan?" tanya Pangeran Panji lagi.
Minsi tampak kesulitan menelan salivanya sendiri karena dia seketika ingat dengan amalan apa yang dia lakukan sesuai dengan petunjuk dari Deniz ketika ingin menembus dunia siluman.
Minsi merona wajahnya karena dia kembali mengingat apa yang dia rasakan ketika dengan nekat dia melakukan amalan itu.
' Aku merindukan Pangeran Panji. Oleh karena itu aku begitu nekat melakukan amalan untuk bisa menembus alam gaib!' bathin Minsi sambil terus melirik laki-laki yang ada di sampingnya.
" Kenapa kau menatapku?" tanya Pangeran Panji merasa risih karena terus dilihatin seperti itu oleh Minsi.
" Ih GR amat sih mata-mataku sendiri!" ucap Ningsih yang kemudian berjalan asal saja tanpa melihat tujuan ataupun arahnya.
Akan tetapi Pangeran Panji langsung menyambar tubuhnya ketika hampir saja Minsi masuk ke area kerajaan monyet yang menjadi musuh besar kerajaan mereka.
" Ya ampun kau benar-benar gadis yang ceroboh!" teriak Pangeran Panji kesal luar biasa dengan Minsi yang sudah membuat jantungnya berdebar begitu kencang.
" Memangnya kenapa? Kau berlebihan sekali! Aku kan cuma melangkah ke sana saja!" ucap Minsi sambil misuh-misuh.
" Tadi kau hampir saja masuk ke area kekuasaan Kerajaan monyet. Mereka adalah siluman-siluman yang jahat dan suka memangsa jiwa-jiwa manusia yang tersesat di alam siluman!" ucap Pangeran Panji menjelaskan semuanya kepada Minsi yang auto merinding mendengarkannya.
" Ya udah ayo cepat kita tinggalkan tempat ini aku takut kalau sampai mereka datang dan mengganggu kita!" ucap Minsi yang langsung mengajak Pangeran Panji untuk segera keluar dari area terlarang itu.
Walaupun Pangeran Panji merasa sangat kesal kepada Minsi. Tetapi dia pun merasa tidak tega kalau sampai gadis itu binasa gara-gara jiwanya di mangsa oleh kerajaan monyet yang sangat kejam.
Akan tetapi belum juga mereka berdua pergi dan melangkahkan kakinya 10 langkah dari area perbatasan antara Kerajaan kucing dan kerajaan monyet. Tiba-tiba sepasukan monyet ratusan jumlahnya telah mengepung mereka berdua yang membuat Pangeran Panji langsung lemas ketika.
" Lihatlah gara-gara kecerobohanmu! Sekarang kita harus bertarung melawan monyet-monyet busuk itu! Dasar merepotkan!" ucap Pangeran Panji merasa kesal luar biasa dengan apa yang dilakukan oleh Minsi yang sudah membuatnya masuk ke dalam tanah bahaya.
Padahal selama ratusan tahun belakangan ini kerajaan monyet dan kerajaan kucing sudah berusaha untuk menjaga perdamaian dan tidak sampai terjadi bentrokan di antara mereka. Namun hari ini semuanya harus dipatahkan. Semua gara-gara Minsi yang tanpa sengaja menginjakkan kakinya di area kerajaan monyet.
" Ya ampun aku cuma melangkahkan kakiku satu jengkal masa iya mereka sudah datang kepada kita?" tanya Minsi benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang terjadi.
" Mereka itu pemangsa jiwa manusia yang tersesat di alam siluman. Aku kan sudah bilang padamu. Jiwamu yang ada di sini, menjadi semacam magnet bagi mereka! Hal itu pulalah yang membuat ibundaku lebih memilih untuk tinggal di alam manusia daripada di alam siluman setelah melahirkan aku! Karena ibuku tidak mau memicu peperangan antar dua kerajaan! Apa kau faham?" tanya Pangeran Panji kepada Minsi yang sejak tadi terus menggenggam telapak tangannya dengan erat.
" Pangeran Panji serahkan manusia itu kepada kami Dia sudah berani melangkahkan kakinya di area kekuasaan kami. Maka dia adalah hak kami untuk memberikan hukuman kepadanya!" ucap Jenderal kerajaan monyet dengan mata bengisnya menatap Min sih yang sudah ketakutan luar biasa.
Akan tetapi Minsi tiba-tiba ingat bahwa dia memiliki kemampuan yang luar biasa yang bisa menghancurkan siluman hanya dalam beberapa detik.
__ADS_1
Ya! Minsi memiliki kekuatan Nur Ilahi yang bisa menghancurkan siluman hanya dengan membaca ayat-ayat suci alquran. Minsi kemudian mengambil tasbih yang selalu dia simpan di saku bajunya.
" Syukurlah! Tasbih ini tidak tertinggal di alam manusia!" ucap Ningsih merasa bahagia sekali melihat tasbih yang selama ini selalu dia isi dengan dzikir dan ayat-ayat suci Alquran yang berguna untuk mengusir setan dan juga jin jin yang jahat.
Minsi kemudian mulai duduk dan bersila di atas tanah. Tampak mulutnya mulai membacakan ayat-ayat suci Alquran dengan begitu fasih. Jarinya tidak hentinya terus menggulirkan tasbih yang ada di tangannya.
Secara tiba-tiba tubuh Minsi langsung dipenuhi oleh cahaya yang begitu terang benderang dan para siluman monyet pun langsung berteriak kepanasan dan setelah itu menghilang dari hadapan mereka.
Jenderal monyet yang merasa marah karena anak buahnya kocar-kacir gara-gara perbuatan Minsi. Dia pun mengepalkan telapak tangannya dan bersiap untuk menyerang Pangeran Panji yang saat ini sedang terpesona dengan kemampuan Minsi yang luar biasa.
" Wah perempuan ini memang luar biasa hanya dalam hitungan detik dia sudah mengusir ratusan ekor monyet jalan itu!" ucap Pangeran Panji benar-benar merasa takjub dengan kemampuan Minsi yang luar biasa.
Pangeran Panji langsung menarik pedangnya ketika melihat Jenderal monyet yang langsung menyerangnya dengan kekuatan penuh.
" Ayo bertarung denganku! Jangan kau bersembunyi di belakang ketek seorang perempuan. Dasar kau Pangeran tak berguna!" ucap Jenderal monyet yang kemudian langsung menyerang Pangeran Panji dengan membabi buta.
Kemarahan luar biasa yang telah mengerahkan begitu banyak energi di dalam tubuhnya. Sehingga Pangeran Panji tampak begitu kewalahan untuk melawan Jenderal monyet yang sangat hebat dan digjaya dalam kemampuan berperang dan juga bertarungnya.
Sementara itu Pangeran Narendra dan juga Mahaguru yang saat ini sedang berpatroli mereka Langsung terkesiap melihat Pangeran Panji yang saat ini sedang bertarung melawan Jenderal monyet yang sangat hebat dan sudah mulai mendesak Pangeran Panji.
" Mahaguru tampaknya Panji sedang bertarung dengan Jenderal monyet ayo cepat kita bantu dia!" ucap Pangeran Narendra yang langsung melesat secepat kilat dan langsung berada di hadapan Pangeran Panji yang saat ini sudah terengah-engah melawan Jenderal monyet yang sangat hebat.
Namun tiba-tiba saja seberkas sinar biru melesat ke arah Jenderal monyet yang membuat Jenderal tersebut sangat terkejut dan kemudian langsung menghilang dari tempat itu.
" Tunggulah pembalasan dari kerajaan monyet yang akan membinasakan kerajaan kucing!" ucap Jenderal monyet dengan amarah yang begitu besar.
Pangeran Narendra melihat ke arah Minsi yang tadi melemparkan sebuah batu yang sudah dia bacakan dengan ayat suci Alquran sehingga membuat takut Jenderal kerajaan monyet yang tidak beragama islam.
" Kau memang benar-benar hebat kekuatan Nur ilahimu sangat keren?!" Puji Pangeran Narendra kepada Minsi yang hanya bisa tersenyum mendapatkan pujian dari pangeran Narendra yang sangat tampan.
Ketampanan Pangeran Narendra dan Panji memang patut diacungi jempol. Ketampanan mereka yang hakiki yang tidak bisa dibantah oleh siapapun.
" Pangeran Panji kau tidak apa-apa?" tanya Mahaguru sambil memeriksa murid kesayangannya yang tadi sempat terdesak oleh Jenderal kerajaan monyet.
" Aku tidak apa-apa Mahaguru. Aku baik-baik saja!" ucap Pangeran Panji tersenyum kepada ayah dan juga gurunya.
" Lihatlah apa yang sudah kau timpakan ke kerajaan kami. Eahai gadis ceroboh! Kau datang ke istana kami sebentar tetapi kau sudah menabuhkan genderang perang untuk kerajaan kami dengan kerajaan monyet yang selama ini selalu berdamai tanpa keributan. Padahal ibuku saja sampai rela berpisah dengan kami semua. Hanya untuk menjaga perdamaian kerajaan kucing bersama dengan kerajaan di alam siluman lainnya!" ucap Pangeran Panji dengan sengit karena dia merasa kesal luar biasa dengan kesulitan yang telah ditimpakan oleh Minsi pada kerajaan mereka.
Minsi yang merasa bersalah karena telah menabuhkan genderang perang antara Kerajaan monyet dan kerajaan kucing. Dia sejak tadi terus menundukkan kepalanya tidak berani menatap Pangeran Panji yang sedang menatap sinis ke arahnya.
Mahaguru dan Pangeran Narendra yang merasa tidak enak dengan semua kekasaran yang diucapkan oleh pangeran Panji kepada Minsi. Mereka pun kemudian meminta maaf kepada Gadis itu yang tampak mulai menangis karena sedih.
" Sudahlah berhenti Kau pangeran Panji! Kau seperti perempuan PMS saja yang ngomel terus dari tadi!" ucap Pangeran Narendra menyuruh Pangeran Panji untuk berhenti dan tidak bicara lagi karena dia tidak tega dengan Minsi yang bersedih hatinya.
Pangeran Panji kemudian langsung melesat meninggalkan mereka bertiga menuju ke istananya sendiri untuk beristirahat dan mengobati luka-lukanya karena pertarungannya bersama dengan Jenderal monyet yang tadi hampir saja melumpuhkan dirinya kalau tidak karena ditolong oleh Minsi.
__ADS_1
Seketika pipi Pangeran Panji merona ketika dia ingat bahwa untuk dua kalinya dia telah ditolong oleh Minsi dengan menggunakan kekuatan Nur Ilahi yang dimiliki oleh gadis itu.
" Gadis itu luar biasa masih berusia 18 tahun. Tetapi dia sudah memiliki kekuatan Nur Ilahi yang sangat hebat yang bisa menghancurkan siluman siluman itu hanya dalam hitungan detik!" tanpa terasa Pangeran Panji hatinya berdebar-debar ketika memikirkan tentang mimpi yang sudah dua kali menyelamatkan nyawanya dari kejahatan siluman monyet dan juga siluman ular hijau yang dulu pernah mengkeroyok dirinya sewaktu di alam manusia.