
Panji yang saat ini sudah berada di istana kerajaan kucing. Terlihat sedang melamun dan didekati oleh pangeran Narendra.
" Apa yang sedang kau pikirkan? Kenapa wajahmu tampak murung?" tanya Pangeran Narendra kepada putranya.
Panji menatap Pangeran Narendra dengan lekat dan intens.
" Ayahanda. Tampaknya aku sudah mengacaukan rencana kakek dan nenek untuk melakukan kerjasama bilateral dengan kerajaan siluman ular biru." Panji terlihat begitu lesu dan merasa bingung dengan apa yang harus dia lakukan saat ini.
Narendra tahu bahwa saat ini hati putranya sedang galau memikirkan tentang nasib percintaannya.
" Sampai saat ini kerajaan siluman ular biru belum mengirimkan utusan untuk memutuskan pertunangan kalian berdua. Tenanglah Putraku pasti aku akan membantumu untuk menyelesaikan masalah kamu ini. Di alam manusia saat ini Ibumu sedang berusaha untuk membujuk Kyai Ilham agar mau menerima lamaran kita terhadap Mimpi. Akan tetapi sangat disayangkan tampaknya Ibu mau menemui kegagalan!" ucap Narendra dengan suara prihatin.
Terlihat Narendra yang begitu sedih memikirkan putranya yang mengalami patah hati karena cinta yang bertepuk sebelah tangan kepada Minsi.
Sebenarnya cinta Panji tidak bisa dikatakan sebelah tangan. Karena Minsi pun sebenarnya mencintainya juga. Akan tetapi terhalang oleh Kyai Ilham yang tidak mau merestui pernikahan dua dunia yang pastinya akan memberikan banyak kerepotan dan juga kesulitan yang tidak sederhana.
" Sudahlah Ayahanda. Bilang sama ibunda, tidak usah lagi berusaha untuk membujuk Kyai Ilham karena mungkin kami memang tidak berjodoh." terdengar suara Panji yang begitu menghiba membuat Pangeran Narendra merasa sedih di buatnya.
Pangeran Narendra pernah berada di posisi yang sama. Ketika dia harus berjuang untuk mewujudkan cintanya bersama Deniz yang ditentang oleh banyak pihak di alam manusia.
Bahkan Pangeran Narendra sampai nekat menculik Deniz ke alam siluman dan menyandra Kyai Rasyid dan rekan-rekan yang hendak membebaskan Deniz dari kerajaan kucing saat hari pernikahan Pangeran Narendra dan Deniz terjadi.
" Tenanglah anakku. Kalau memang kalian berjodoh pasti Tuhan akan mempermudah langkahmu untuk mendapatkan cintamu. Sesulit apapun itu, pasti akan ada jalan untuk kamu dan Minsi bisa bersama!" Pangeran Panji bahkan sampai berderai air matanya. Karena dia merasa terharu dengan dukungan dari sang ayah yang begitu penting baginya.
Narendra tahu kalau saat ini putranya dalam keadaan lemah dan membutuhkan dukungan yang banyak dari dirinya dan juga Deniz.
" Istirahatlah Nak. Besok ayah dan kakek kamu akan datang ke kerajaan ular biru untuk bertanya masalah rencana pernikahanmu dengan Putri Hana!" ucap Pangeran Narendra sambil menepuk bahu Panji memberikan semangat kepada putranya untuk tetap semangat walaupun apa yang akan terjadi.
__ADS_1
" Kalau sampai gara-gara pernikahan itu akan memicu perang antara dua kerajaan Panji tidak akan bisa memaafkan diri sendiri!" ucap Panji merasa bersalah sekali dan menyesali semua yang sudah dia lakukan.
Putri Hana sekarang pasti sedang merasa terhina. Setelah kecerobohannya dia lakukan di hadapannya. Apalagi Minsi yang tidak jelas bagaimana kabarnya Apakah Kyai Ilham akan mengijinkan mereka bersama atau tidak.
" Sudahlah anakku. Sekarang kau beristirahatlah dan tenangkan pikiranmu. Semua masalah pasti ada solusinya. Kita doakan semua yang terjadi adalah yang terbaik untuk masa depanmu dan juga kebahagiaanmu!" ucap Pangeran arendah berusaha untuk menenangkan dan juga menghibur putranya.
Pangeran Pance pun kemudian mengikuti nasehat ayahnya dia memilih untuk pergi ke tempat Mahaguru agar bisa bersemedi dan menangkan pikirannya di sana.
Selama ini pegunungan Pelangi selalu menjadi tempat favorit untuk Panji karena di sanalah dirinya pernah bertemu dengan Minsi saat gadis itu datang ke alam siluman.
Walaupun kebersamaan mereka hanya sejenak. Akan tetapi Panji merasa bahagia sekali dengan kebersamaan singkat di antara dirinya dan Minsi.
Maha guru terus memperhatikan Panji yang gerak-geriknya sungguh berbeda dari biasanya.
" Pangeran, kenapa Pangeran terlihat begitu lesu?" tanya mahaguru pada Panji.
" Sabarlah Pangeran! Yakinlah bahwa cinta sejati suatu saat pasti akan dipertemukan!" ucap Mahaguru yang juga tampak mendung wajahnya dan Panji bisa merasakan kalau mahagurunya juga sedang sedih.
" Apakah Mahaguru juga pernah mengalami patah hati sepertiku? Mengalami kerumitan cinta yang sangat sulit untuk dihapuskan ataupun diwujudkan?" tanya Panji yang tampak begitu penasaran dengan kisah cinta Maha gurunya yang selama ini dia lihat selalu hidup sendirian selama ratusan tahun.
" Yah aku pernah mengalaminya juga. Bahkan sekarang kekasihku sudah terlahir kembali di alam manusia!" Panji benar-benar terkejut mendengarkan perkataan dari Mahaguru tentang kisah percintaannya yang selama ini selalu begitu rapat ditutupi oleh sang Mahaguru.
" Benarkah?" tanya Panji.
" Ya! Itu benar!" ucapannya terdengar begitu pilu dan menyayat hati.
Wajah Panji tampak begitu sumringah mendengarkan ucapan dari Mahagurunya.
__ADS_1
" Lalu di mana sekarang wanita itu?"
" Di rumah Kyai Rasyid. Karena dia adalah adik dari Dani. Dia saat ini sedang mondok di pulau Jawa untuk menjadi seorang Hafizah." Pance benar-benar terkejut luar biasa mendengarkan pengakuan dari maha guru tentang wanita yang ada di dalam kehidupan maha gurunya.
" Kenapa Mahaguru tidak memperjuangkan cinta Mahaguru?" tanya Panji heran.
Padahal seingat Panji Kyai Rasyid pernah terjebak di alam siluman saat dulu bertarung dengan dirinya dan mengalami luka yang begitu serius.
Pada saat itu Pangeran Panji yang sedang bersikap gegabah terhadap Kyai Rasyid tidak sengaja telah melukainya.
Pada masa itu Maha gurulah yang selalu menjaga dan melindungi Kyai Rasyid agar tetap bertahan dan tetap hidup.
Mungkin kalau bukan karena kekuatan Mahaguru yang menahan penyakit itu. Maka saat ini Maha guru mungkin sudah meninggal sejak lama.
" Kenapa maha guru waktu itu tidak meminta kepada Kyai Rasyid untuk mau menikahkan kalian berdua? Padahal Kyai Rasyid pernah berhutang Budi kepada Maha guru!" ucap Panji dengan begitu bersemangat.
" Tidak Panji! Aku tidak mau mendapatkan cintaku dengan cara seperti itu. Aku ingin Kyai Rasyid lah yang datang sendiri padaku dan menyerahkan putrinya dengan sukarela untuk menjadi pengantin ku!" Panji benar-benar terkejut mendengarkan pengakuan Maha gurunya.
" Bagaimana caranya kayak Rasyid bisa datang kemari dan menyerahkan putrinya untuk menikah dengan Maha guru?" tanya Panji merasa bingung dengan ucapan mahagurunya.
Mahaguru tersenyum Getir tetapi Panji bisa menangkap Harapan yang sangat besar di dalam matanya.
" Ternyata penderitaanku ini, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Maha guru maupun ayahanda dan Ibunda! Aih, Aku benar-benar sangat malu sebagai seorang pangeran dari istana kerajaan kucing yang begini cengeng dan sangat manja!" ucap Panji sambil menundukkan kepalanya.
Terlihat Mahaguru yang sedang tertawa mendengarkan ucapan dari muridnya.
" Sudahlah Pangeran Panji. Kau jangan terlalu dilenakkan dengan masalah cinta. Apalagi Pangeran memiliki begitu banyak tugas dan tanggung jawab yang harus dibebankan di dalam pundakmu. rakyat dan juga kerajaan ini sangat mengharapkan bakti dan kerja kerasnmu untuk membangun kerajaan kita agar tetap aman dan sentosa!" ucap Mahaguru.
__ADS_1