Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
131. Amarah sang Kyai Ilham


__ADS_3

Saat ini Kyai Ilham sedang mengurung maha guru di dalam tasbih miliknya yang sengaja dia persiapkan untuk menahan para siluman maupun jin nakal.


Saat ini Kyai Ilham mengeluarkan maha guru dari dalam tasbihnya. Tentu saja setelah dia mengikat maha guru dengan pagar ghaib, yang nanti tidak akan bisa ditembus olehnya.


" Cepat katakan padaku! Di mana raja kalian mengurung putriku?" tanya Kyai Ilham dengan menahan emosi di hatinya.


Bagaimana mungkin Kyai Ilham tidak marah? Setelah dia mengetahui putrinya menghilang begitu saja dari dalam kamarnya, hanya dengan meninggalkan sepucuk surat yang mengatakan bahwa dia akan pergi mencari Panji. Kyai Ilham sangat kenal watak putrinya yang selama ini selalu menurut kepadanya dan tidak pernah membangkang.


Bisa dipastikan oleh Kyai Ilham bahwa tulisan itu bukanlah milik putrinya akan tetapi dia benar-benar merasa penasaran kenapa orang yang saat ini membawa pergi putrinya harus mengatasnamakan Pangeran Panji?


Seketika Kyai Ilham mengingat tentang Deniz yang beberapa saat lalu pernah datang padanya meminta restu untuk anaknya.


" Cepat mengaku lah! Di mana raja kalian menyembunyikan putriku?" tanya Kyai Ilham masih berusaha untuk bersikap lembut kepada makhluk yang sudah berulang kali mengatakan bahwa tidak ada di kerajaan Kucing mereka.


Maha guru yang seumur hidupnya baru diperlakukan seperti itu benar-benar tidak mengerti apalagi yang harus dilakukan untuk membuat sang Kyai memahami bahasanya.


" Bukankah saya sudah berkata berkali-kali? Bahwa kami tidak pernah mengurung putrimu di manapun." ucap Mahaguru dengan keyakinan dan juga tanpa rasa takut sama sekali. Ya lah dia tidak merasa bersalah Kenapa harus takut?


Kyai Ilham terdiam, menimbang-nimbang apa yang dikatakan oleh Mahaguru kepadanya.


" Lihatlah! Ada surat ini di kamar putriku. Dia mengatakan kalau dia akan mencari Pangeran Panji!" ucap Maha guru dengan wajah khawatir yang luar biasa.


Maha guru mengerutkan keningnya ketika melihat surat yang diserahkan oleh Kyai Ilham kepadanya.


" Ini bukan tulisan dari putrimu dan aku juga tidak melihat unsur Pangeran Panji ataupun kerajaan kucing di dalam surat ini. Tunggulah Kyai aku akan meneliti surat ini dengan seksama. Agar kita bisa mengetahui keberadaan putrimu saat ini!" ucap Mahaguru yang kemudian membacakan mantra yang dia ketahui. Untuk mencari jejak di dalam surat tersebut.


Ketika Mahaguru membuka matanya di dinding kamar milik Sang Kiai terlihat seperti Layar Tancap di mana kejadian pada hari di mana Minsi menghilang tergambar jelas di sana.


" Ternyata itu adalah ulah dari siluman monyet. Apa maksud dia melakukan hal seperti ini? Apakah dia memang sedang mengadu domba Kyai dengan kerajaan kami?" terlihat Kyai Ilham yang terus memperhatikan apa yang tergambar di dinding.


" Siapa laki-laki yang membawa putriku itu dan bagaimana caranya dia bisa mengelabui putriku untuk mengikutinya?" tanya Kyai Ilham kepada Mahaguru.

__ADS_1


" Dia adalah Pangeran Wangen. Tampaknya Putri anda telah dibohonginnya dengan menggunakan nama Pangeran Panji. Sehingga membuat Putri Anda mengikuti dia tanpa paksaan sama sekali." ucap Mahaguru menyampaikan apa yang dia lihat dari surat yang menurut Kyai Ilham telah ditinggalkan oleh Minsi.


Akan tetapi mereka berdua sudah sepakat bahwa tulisan itu bukanlah tulisan Minsi. Sehingga membuat Kyai Ilham menjadi kebingungan dan tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi sekarang.


" Siapa itu pangeran Wangen? Dan kenapa dia sampai menculik putriku dengan menggunakan Pangeran Panji sebagai umpan dia?" terlihat Kyai Ilham yang begitu penasaran dengan apa yang terjadi terhadap putrinya saat ini.


Kyai Ilham merasa khawatir karena kepergian Minsi tanpa pamit dengan sepucuk surat yang sangat mencurigakan dirinya. Kalau dia sudah hafal seperti apa style tulisan putrinya dan surat yang ditinggalkan itu benar-benar bukanlah milik putrinya.


Mahaguru kemudian menjelaskan tentang identitas Pangeran Wangen kepada Kyai ilham. Tampak wajah Kyai Ilham yang begitu khawatir tentang putrinya yang sudah selama dua hari menghilang dari rumahnya.


Pada saat Kyai Ilham hendak keluar dari rumah terdengar suara pintu rumahnya diketuk dari luar.


" Pak Kyai, di luar ada tamu yang mencari Kyai!" ucap santri yang mondok di pondok pesantren milik Kyai Ilham.


Kyai Ilham kemudian membuka pintu dan melihat Siapa yang bertamu ke pondok pesantrennya.


" Siapa yang datang bertamu malam-malam begini?" tanya Kyai Ilham tampak tidak senang.


" Seorang wanita Kyai bernama Deniz dan juga dua orang siluman yang berasal dari kerajaan kucing." ucap Santri tersebut.


Santri yang saat ini menghadap kepada Kyai Ilham adalah santri senior yang biasanya diandalkan oleh Sang Kiai untuk mendampinginya ketika berhadapan dengan makhluk gaib dan para siluman.


" Suruh mereka masuk ke mari. Ingaah! Kau pimpinlah teman-temanmu untuk menjaga tempat ini!" ucap Kyai Ilham pada santrinya.


Tidak butuh waktu lama Deniz, Pangeran panji dan Pangeran Narendra kini sudah berada di hadapan Kyai Ilham.


" Ada apa Kyai? Kenapa Kyai mengunjungi istana kami, hanya untuk memporak porandakannya?" tanya Narendra to the point.


Bagaimanapun saat ini Narendra benar-benar merasakan penasaran dengan kelakuan Kyai Ilham yang telah benar-benar mengecewakan dirinya. Bertindak gegabah tanpa bertanya tentang kebenaran yang dia ragukan ke pada pihak kerajaan kucing.


Kyai Ilham tampak menatap ke arah Panji dan juga pangeran Narendra.

__ADS_1


" Di antara kalian berdua. Siapakah yang bernama Pangeran panji?" tanya Kyai ilham.


Panji kemudian mengangkat wajahnya dan menatap Kyai Ilham dengan lekat.


" Ada masalah apakah Kyai dengan saya? Sampai Kyai datang ke istana kami hanya untuk memporak-porandakan istana kami?" tanya Panji yang benar-benar penasaran sama seperti ayahnya.


" Silakan kalian duduk dulu supaya kita bisa berbicara lebih tenang." ucap Kyai Ilham.


Deniz pun kemudian mengajak kepada Putra dan suaminya untuk duduk di dalam ruang tamu Sang Kyai.


Namun ketika Narendra masuk ke dalam ruang tamu tersebut. Seketika Narendra bisa merasakan aura Mahaguru di dalam rumah itu. Narendra menatap ke sekeliling dan berusaha untuk menembus semua ruangan yang ada di dalam rumah Kyai Ilham.


Kyai Ilham tahu apa yang sedang dilakukan oleh pangeran Narendra.


" Apa kalian datang kemari untuk siluman harimau itu?" tanya Kyai Ilham.


Ketika melihat mereka bertiga mengangguk kan kepala Kyai Ilham pun kemudian memanggil Mahaguru dengan kekuatan batinnya untuk bergabung dengan mereka.


Hanya dalam sekejap maha guru sudah berada di hadapan mereka.


" Mahaguru!" ucapan terlihat sedih melihat Maha gurunya saat ini tengah terikat oleh pagar gaib yang sangat kuat.


Panji menatap Kyai Ilham dan kemudian dia menatap kepada ayah dan ibunya.


" Ayah, ibu! Apa yang harus kita lakukan sekarang? Apakah kita akan membiarkan Mahaguru diperlakukan seperti ini oleh dia?" tanya Panji yang mulai tidak senang kepada Kyai Ilham yang sudah berbuat sewenang-wenang terhadap dirinya dan juga semua orang yang dekat dengannya.


Kyai Ilham bisa merasakan aura kebencian di mata panji terhadap dirinya.


Kyai Ilham bisa merasakan bahwa semua itu memang adalah kesalahannya yang sudah terlalu gegabah dalam bertindak dan sekarang dia sangat menyesali itu. Setelah mengetahui bahwa Minsi ternyata tidak diculik oleh pangeran Panji, akan tetapi Pangeran Wangen lah sebagai pelaku yang sesungguhnya.


" Maafkan saya Pangeran Panji karena saya sudah bertindak ke gabah dengan apa yang saya lakukan di istana kalian. Percayalah Saya pasti akan membantu untuk membangun kembali istana yang sudah saya porak-porandakan!" janji Kyai Ilham kepada Panji dan juga Narendra.

__ADS_1


Deniz menatap suaminya kemudian menganggukkan kepalanya.


" Kyai tidak usah mengganti istana kami yang sudah hancur gara-gara Kyai. Kami akan memperbaikinya sendiri. Kami hanya meminta agar Kyai mau merestui hubungan Minsi dan juga Pangeran panji. Ketika nanti kami sudah menemukan keberadaannya!" ucap Narendra.


__ADS_2