Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 200


__ADS_3

Setelah berdiskusi dengan suaminya yang cukup panjang, Ratu Deniz kemudian menemui Dani jangan sampai saat ini masih menunggu hasil diskusi mereka berdua.


" Bagaimana?" Dani terlihat begitu excited ketika melihat Ratu Deniz dan Raja Narendra keluar dari kamar mereka.


Ratu Denis tersenyum kepada sahabatnya yang Kelihatannya benar-benar sudah tidak sabar mendengar kabar darinya.


" Kami sudah memutuskan akan menerima keinginanmu untuk menikah dengan Halimah. Tetapi kamu harus berunding dulu dengan Kyai Rasyid dan juga keluarga Halimah. Karena bagaimanapun dia masih memiliki orang tua di alam manusia!" Raja Narendra langsung menatap istrinya.


" Sayang, kedua orang tua Halimah sudah menganggap Halimah sudah meninggal. Karena mereka menyangka sudah menumbalkan Putri mereka itu untukku sebagai pengganti dari kekayaan yang mereka dapatkan dari istana kerajaan kita." ucap Raja Narendra pada Dani.


Raja Narendra menatap kepada Dani ingin tahu bagaimana kesungguhan pemuda itu untuk menikahi Halimah yang seharusnya menjadi selirnya sesuai dengan perjanjian yang dibuat oleh kedua orang tua Halimah yang mengabdikan hidup mereka kepada istana kerajaan kucing.


Dani tidak mempermasalahkan apapun status Halimah. Baginya cukup dia tahu bahwa Halimah adalah gadis yang baik.


" Satu lagi yang penting! Apakah Halimah mau untuk menjadi istrimu?" Dani mencelos seketika mendengar ucapan dari ratu Deniz.


Dani meringis mendengarkan ucapan sahabatnya yang tidak pernah dia pikirkan sebelumnya.


" Kau benar juga. Aku belum berdiskusi dengan Halimah tentang niatku untuk menikahinya." Dani melihat raja Narendra menggelengkan kepala mendengar apa yang Dani katakan.


Raja Narendra dan Ratu Deniz saling menatap satu sama lain seakan memberikan kode untuk Ratu Deniz berbicara kepada Halimah mengenai keinginan Dani untuk menikahinya.


" Baiklah aku akan menemuinya dan bicara secara langsung padanya soal niatmu untuk menikahinya." Ratu Deniz kemudian meminta kepada seorang pengawal untuk memanggilkan Halimah ke aula kerajaan agar bisa berbicara dengannya.


Sekitar 10 menit kemudian terlihat Halimah yang berjalan tergopoh mengikuti pengawal yang membawanya ke aula.


Ratu Deniz menatap kepada suaminya yang sejak tadi terus melihat ke arah Halimah.


" Katakan padaku, sayang. Apakah kau ingin menikahi dia atau tidak? Setelah melihat wanita itu yang sangat cantik." tanya Ratu Deniz kepada suaminya sambil menatap suaminya yang sejak tadi terus melihat ke arah Halimah.

__ADS_1


Raja Narendra menatap kepada istrinya dan menggenggam telapak tangannya kemudian menciumnya dengan lembut.


" Kau tahu sayang? Bahwa Cinta Kita sejak dulu sudah ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa dan bagiku kau satu-satunya wanita yang akan ada di dalam hidupku sampai aku binasa suatu saat nanti. Tolong kamu jangan pernah meragukan apa yang kurasakan untukmu!" Raja Narendra meyakinkan sang istri untuk percaya kepadanya.


" Yakin?? Jangan sampai nanti ketika Halimah sudah menikah dengan Dhani kau ingin merebutnya dari sahabatku." Raja Narendra tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya yang dianggap lucu.


" Kau ini ada-ada saja sayang. Aku tidak akan pernah memiliki saat-saat seperti itu. Kau bisa memegang janjiku ini kepadamu!" Raja Narendra kemudian memerintahkan Halimah untuk duduk di depan mereka.


Ratu Deniz kemudian turun dari singgasana untuk mendekati Halimah yang masih menundukkan kepala karena dia tidak berani untuk melihat keagungan raja dan ratu dari istana kerajaan kucing yang menjadi sekutu ayahnya yang menginginkan kekayaan dan juga jabatan tinggi di alam manusia.


" Halimah, Angkatlah wajahmu karena aku ingin berbicara denganmu!" akan tetapi Halimah menggelengkan kepalanya dia tidak berani untuk menatap Ratu Deniz karena itu tidak sopan menurut Halimah yang dikira oleh kedua orang tuanya sudah meninggal karena sudah ditumbalkan kepada Raja Narendra.


" Kau sudah bertemu dengan laki-laki itu?" tanya Ratu Deniz sambil menunjuk Dani kepada Halimah.


Halimah pun kemudian mengikuti pandangan sang ratu yang mengarah kepada Dani yang sontak melambaikan tangan kepadanya.


" Hai, apa kabar?? Kita bertemu lagi di sini." Dani tersenyum kepada Halimah yang hanya bisa menganggukkan kepalanya.


" Laki-laki itu bernama Dani. Dia adalah sahabatku sejak kecil suatu aku hidup dan tinggal di alam manusia. Dani meminta kepada kami untuk menikahimu. Apakah kau bersedia menjadi istri Dani?" tanya Ratu Deniz kepada Halimah.


Ratu Deniz memperhatikan Halimah yang begitu cantik dan muda belia. sejujurnya di dalam hati Ratu Denis dia takut kalau sampai suaminya akan tergoda untuk memiliki Halimah.


" Bagaimana mungkin saya menikah dengan laki-laki lain yang mulia Ratu? Sementara saya adalah calon istri dari Raja Narendra." Ratu Deniz cukup terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Halimah yang begitu lancang mengatakan hal seperti itu di hadapannya.


Raja Narendra langsung turun meminta kepada istrinya untuk naik kembali ke atas Singgasana kerajaan. Sejak tadi sang raja tidak suka melihat Ratu Deniz yang merendahkan dirinya untuk turun dari Singgasana hanya untuk berbicara dengan Halimah secara dekat.


Siapa yang menyangka kalau hal itu malah membuat Harimau menjadi kurang ajar terhadap istrinya.


" Bukankah aku sudah mengatakan padamu? Kalau aku membawamu ke istana ini hanya untuk menyelamatkanmu dari pembunuhan yang akan dilakukan oleh ayahmu? Aku di sini hanya menyelamatkanmu, bukan untuk menjadikanmu sebagai istriku!" Raja Narendra menatap Halimah dengan tajam karena dia tidak suka dengan kelancaran Gadis itu yang berbicara langsung kepada istrinya.

__ADS_1


Ratu Deniz bisa melihat amarah di mata suaminya ketika berbicara dengan Halimah secara langsung.


Ratu Deniz menyentuh telapak tangan suaminya dan meminta kepadanya untuk bersabar dalam menghadapi Halimah yang masih belum terlalu familiar dengan istana kerajaan mereka.


" Dani. Katakanlah maksud hatimu kepada Halimah kami berdua menyerahkan semua keputusannya kepada kalian. Apapun keputusannya kami akan mendukung kalian dan kami akan mengantarkan kalian ke alam manusia untuk bertemu dengan Kyai Rasyid dan keluarga gadis itu." Ratu Deniz kemudian mengajak Raja Narendra untuk keluar dari Allah istana membiarkan kepada keduanya agar bisa berbicara secara Empat Mata tanpa merasa terganggu dengan mereka berdua.


Halimah sekilas melirik ke arah Dani yang memiliki wajah tampan tidak kalah tampan dari Raja Narendra.


" Katakan padaku! Kenapa kau ingin menikah denganku padahal kau tahu kalau aku adalah calon istri dari Raja Narendra. Hal itu sudah menjadi kesepakatan kedua orang tuaku dan sang raja. Sejak kemarin aku sudah menunggu panggilan dari beliau yang akan menikahiku." Dani cukup terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Halimah yang ternyata menginginkan pernikahannya bersama Raja Narendra yang merupakan suami dari sahabatnya.


Dani tertawa sekilas mendengar semua yang dikatakan oleh Halimah.


" Apa kamu tahu kalau Raja Narendra hanya mencintai Ratu Denis dan tidak akan pernah menikahi wanita manapun yang disodorkan kepadanya." Halimah mengurutkan keningnya mendengar apa yang dikatakan oleh Dani.


Halimah hanya ingin haknya sebagai calon istri yang sudah Direstui oleh dewan istana. Oleh karena itu dia ingin berjuang mendapatkan haknya itu.


Halimah sudah mendengar dari para dayang kalau sang ratu juga adalah manusia seperti dirinya yang merupakan tumbal dari kakeknya seperti dirinya yang ditumbalkan oleh kedua orang tuanya.


" Aku rasa statusku di istana kerajaan ini sama seperti Ratu Deniz yang sama-sama ditumbalkan oleh keluarga kami demi kekayaan dan kelimpahan harta." Dani tertawa terbahak-bahak mendengar apa yang dikatakan oleh Halimah yang menurutnya terlalu berhalusinasi.


" Kenapa kau tertawa? Apakah ada yang lucu?" Halimah terlihat merasa tersinggung dengan apa yang dilakukan oleh Dani.


" Aku hanya bingung saja dari mana kepercayaan dirimu itu yang merasa dirimu mempunyai status yang sama seperti sang ratu yang dicintai oleh sang raja? Darah mereka itu sudah disatukan sejak sang Ratu masih bayi. Hanya maut yang bisa memisahkan mereka berdua!" Dani menjelaskan semua hal tentang Raja Narendra dan Ratu Deniz pada Halimah.


Dani cukup terkesiap melihat kepribadian Halimah yang sekarang cukup berbeda dari kemarin ketika bertemu dengannya di taman istana.


" Kalau begitu aku tinggal menyatukan darahku dan sang raja agar aku pun memiliki status yang sama seperti sang Ratu!" Dani benar-benar heran dengan apa yang ada di dalam kepala Halimah yang sepertinya menginginkan untuk menjadi istri dari Raja Narendra.


" Jadi kamu ingin tetap ngotot untuk menikah dengan sang raja?" tanya Dani mengkonfirmasi perasaan dan keinginan Halimah saat ini.

__ADS_1


Dani cukup kecewa ketika melihat Halimah yang mengangguk dengan penuh keyakinan tanpa merasa ragu sama sekali.


__ADS_2