Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
148. Mencari Deniz


__ADS_3

Setelah Pangeran Narendra pulang kembali ke istana miliknya Mahaguru langsung menuju ke ruangan pribadinya. Dia mencari pedang pusaka miliknya yang sudah sangat lama tidak pernah dia gunakan dalam pertarungan apapun.


" Aku yakin kalau Tuan Putri Deniz saat ini pasti sedang berada di istana kerajaan Raja Abiyaksa. Rupanya siluman ular hijau itu masih belum juga mau menyerah untuk mendapatkan Tuan Putri Deniz untuk dia jadikan sebagai permaisurinya!" Mahaguru segera keluar dari pegunungan Pelangi untuk menuju ke istana Raja Abiyaksa yang baru.


Sejak Raja Abiyaksa terusir dari istana kerajaan setelah kalah bersaing dengan adiknya, Raja Abimana yang sekarang sudah menikah dengan Putri Kameswari. Raja Abiyaksa sekarang telah membangun istananya sendiri dan memiliki kedaulatan sendiri dengan daerah kekuasaan yang setiap hari semakin bertambah karena sifat barbarnya yang selalu menyerang istana-istana kecil untuk dia kuasai.


Dengan kekuatannya Mahaguru langsung mendatangi istana milik Raja Abiyaksa yang bahkan sekarang jauh lebih megah daripada istana kerajaan ular biru yang dipimpin oleh Raja Abimana.


" Rupanya dia sudah semakin sukses memimpin kerajaan barunya!" monolog maha guru ketika dia melihat istana yang begitu megah di depannya.


Dua orang prajurit langsung menghentikan langkah kaki Mahaguru dan langsung dilibas begitu saja oleh pedang pusaka yang ada di tangannya tanpa banyak kata.


Mahaguru yang saat ini dalam keadaan marah karena raja biasa yang sudah berani-beraninya menculik istri dari murid kesayangannya.


" Raja Abiyasa keluar kau! Cepat keluar! Ayo hadapi aku kalau kau berani!" dengan kekuatan ilmu dalam yang dimiliki oleh Mahaguru dia terus memanggil Raja Abiyaksa di seluruh istana kerajaannya.


Suara Mahaguru menggema di seluruh istana kerajaan sehingga mengganggu Raja Abiyaksa yang saat ini sedang bermeditasi di ruangan pribadinya.


" Siapa itu? Dasar kurang ajar! Lancang sekali berani menerobos istanaku!" ucap Raja Abiyaksa dengan begitu geram dan amarah setelah mendengarkan istananya didatangi oleh tamu yang tidak tahu diri.


Dengan kekuatannya yang sekarang semakin hebat. Raja Abiyaksa pun langsung berada di hadapan Mahaguru yang langsung menodongkan pedang pusakanya ke leher Raja Abiyaksa.


" Apa maksud semua yang kau lakukan ini?" tanya Raja Abiyaksa mulai kehilangan kesabaran dengan Mahaguru yang sejak tadi terus mencari gara-gara dengannya.


Mahaguru semakin menempelkan perang pusakanya ke leher Raja Abiyaksa.


" Cepat serahkan Putri Deniz kepadaku!! Berani-beraninya kau menculik istri dari Pangeran Narendra!" Raja Abiyaksa terkesiap mendengarkan ucapan dari Mahaguru yang telah memfitnahnya menculik Putri Deniz.

__ADS_1


Raja Abiyaksa benar-benar tidak mengerti kenapa dirinya selalu saja di sangkut pautkan dengan urusan Pangeran Narendra padahal dirinya sudah sangat lama menarik diri dari hiruk pikuk dunia ghaib yang selama ini selalu membuatku pening kepalanya.


Raja Abiyaksa lebih memilih fokus untuk mengembangkan kerajaannya sendiri. Dari pada ikut campur dengan urusan siluman lain yang tidak ada hubungan dengan dirinya.


" Kau jangan sembarangan menuduh! Jangan kau kira aku tidak berani untuk melawanmu Mahaguru! Walaupun kau guru dari Pangeran Narendra yang terkenal hebat di alam ghaib ini! Tetapi aku tidak akan gentar untuk melawanmu hingga titik darah penghabisan!" Raja Abiyaksa benar-benar marah karena dia sudah difitnah telah menculik istri Pangeran Narendra yang sudah lama tidak pernah dia temui lagi.


" Kau tidak usah bersandiwara di hadapanku! Aku tahu bahwa Putri Deniz berada di dalam istanamu. Aku bisa merasakan auranya yang sangat kuat berada di tempat ini!" Raja Abiyaksa merasa terkejut mendengarkan ucapan dari Mahaguru.


' Sialan!! rupanya Aku tidak bisa membohongi hidung siluman harimau kurang ajar ini! Padahal aku sudah berusaha sangat kuat untuk menghalangi siapapun agar bisa mengendus keberadaannya!' bathin Raja Abiyaksa yang masih berusaha untuk menutupi dirinya yang telah menculik Putri Deniz yang merupakan istri Pangeran Narendra yang sejak dulu menjadi saingan dan juga musuh abadinya.


Entah di mulai sejak kapan tidak ada yang tahu. Pangeran Narendra dan Raja Abiyaksa selalu berseteru dalam segala hal.


" Cepat kau serahkan baik-baik atau akan ku bumi hanguskan istana kerajaanmu yang sudah susah payah kau bangunin ini. Kau tahu kan? Kalau aku paling ahli dalam menghancurkan istana kerajaan macam kau ini!" ancaman Mahaguru benar-benar sangat dahsyat hanya dalam satu kali auman aula kerajaan Raja Abhyaksa seakan hendak runtuh.


Raja Abiyaksa mulai panik dan merasa terganggu dengan apa yang dilakukan oleh Mahaguru kepada istananya.


" Kau benar-benar sangat lancang! Karena sudah mengganggu istana kerajaanku!" hanya dengan satu kali sentakan Raja Abiyaksa langsung berubah menjadi seekor ular hijau yang sangat besar.


Di atas kepalanya terdapat sebuah mahkota yang berkilau dan sangat menyilaukan mata siapapun yang melihatnya.


Mahaguru pun langsung merubah dirinya menjadi seekor harimau besar yang siap untuk bertarung dengan Raja Abiyaksa.


Dalam sekejap mata terjadilah pertarungan yang sangat sengit di antara keduanya yang mengundang para prajurit dan juga para komandan dari istana kerajaan yang dipimpin oleh Raja Abiyaksa untuk menyaksiakan pertarungan antara mereka berdua.


Tidak ada satu siluman pun yang berani mengganggu pertarungan itu. Karena kalau sampai membantu itu sama saja dengan menyepelekan raja mereka dan pasti nyawa mereka yang akan menjadi taruhannya.


" Kemampuan Raja kita semakin hari semakin meningkat saja!"

__ADS_1


" Kau benar! Lihatlah Mahaguru dari Pangeran Narendra dia semakin terdesak! padahal kalian tahu kan dia adalah termasuk sesepuh di alam gaib yang sangat dihormati oleh semua warga karena ilmunya yang sangat hebat dan tanpa tanding!"


" Tetapi sekarang Raja kita sudah berhasil mendesaknya semakin ke pojokan! Lihatlah! Bagaimana caranya Raja kita nanti akan mengalahkan maha guru yang sombong dan Arogan itu!"


Semua komentar para prajurit maupun komandan terus menggema di aula kerajaan.


Akan tetapi mata mereka terkesiap ketika melihat Raja Abiyaksa yang kini malah bisa dikalahkan oleh Mahaguru.


" Cepat kau serahkan Putri Deniz! Sebelum aku meluluhlantakkan seluruh istana kerajaanmu dan membumihanguskan semua wargamu yang bodoh itu!" Mahaguru menyapu seluruh siluman yang ada di aula istana kerajaan yang sejak tadi terus memperhatikan pertarungan mereka.


" Cepat kalian serahkan Putri Deniz ke hadapanku sekarang juga! Sebelum aku mencacah tubuh Raja kalian di hadapan kalian semua!" ucapan maha guru menggema di seluruh ruangan aula istana kerajaan.


Raja Abiyaksa yang sekarang sudah terkapar di bawah telapak kaki sang Mahaguru tidak bisa berkata-kata.


Tubuhnya sudah dipenuhi dengan darah. Bahkan ekornya sudah diputuskan oleh sang maha guru dengan menggunakan pedang pusaka miliknya.


Aemua Abdi dalam kerajaan yang tadi merasa begitu bangga dengan raja Abiyaksa kini nyali mereka mulai menciut melihat raja mereka yang sudah tidak berdaya di hadapan Maha guru yang ternyata kebesaran namanya bukanlah pepesan kosong belaka.


" Kami tidak tahu kalau Tuan Putri Deniz berada di istana kami. Karena kami selama ini tidak pernah melihat keberadaannya!" ucap seorang komandan yang maju ke hadapan Mahaguru yang saat ini sedang menatap tajam ke arah mereka dengan penuh emosi.


" Benar maha guru! Kami tidak pernah melihat adanya Putri Deniz di istana kami."


Mahaguru menatap satu persatu pada siluman yang ada di aula kerajaan dia tidak mau percaya begitu saja dengan ucapan mereka yang selama ini memang terkenal sebagai pembohong dan banyak sekali tipu muslihatnya.


Jelas-jelas Mahaguru bisa mencium aura Putri Deniz di istana kerajaan Raja Abiyaksa. Dan instingnya tidak pernah meleset. Dia percaya bahwa apa yang dia lihat dengan mata batinnya adalah suatu kebenaran.


Mahaguru kemudian mengarahkan pedangnya ke leher Raja Abiyaksa yang saat ini sedang pingsan karena mengalami banyak sekali luka-luka di sekujur tubuhnya karena serangan dari Mahaguru yang bertubi-tubi.

__ADS_1


" Cepat kalian cari di semua penjara bawah tanah yang ada di istana kerajaan kalian dan bawah Putri Deniz ke hadapanku sekarang juga!" perintah Mahaguru.


__ADS_2