
Narendra yang marah dengan Deniz yang sejak tadi terus sibuk mengobrol dengan Dani melakukan hal yang benar-benar tidak boleh dilakukan olehnya selama berada di alam manusia yaitu melukai manusia dengan cakar dan juga gigitannya.
Kyai Raayid dan yang lainnya keluar, untuk melihat ada apa gerangan yang terjadi di taman di mana Deniz dan Dani sedang bercakap-cakap.
Kyai Rasyid melihat kucing yang saat ini berada dipelukan Deniz dan tampak menatapnya dengan begitu tajam. Kyai Rasyid tahu bahwa kucing itu adalah jelmaan sosok pangeran Narendra yang datang mengunjungi istrinya di alam manusia.
" Kalau kau ingin berkunjung di kediamanku. Tolong perhatikan sopan santunmu jangan coba-coba kau untuk melukai siapapun yang berada di rumah ini!" ucap Kyai Rasyid di dalam hatinya mengajak berkomunikasi Narendra yang sedang marah kepada Dani.
Narendra yang mendengarkan perkataan Kyai Rasyid dia pun langsung menimpali apa yang dikatakan Kyai Rasyid padanya.
" Putramu yang kurang ajar! Dia sudah tahu kalau Deniz adalah istriku. Tapi dia masih berani menggoda istriku di depan mataku sendiri. Heh, dia layak untuk diberikan pelajaran yang setimpal untuk perbuatannya yang tidak senonoh itu!" ucap Narendra dengan sangat kesal karena Kyai Rasyid tampaknya membela putranya yang salah.
Kyai Rasyid menggelengkan kepalanya mendengarkan protes Narendra melihat kedekatan Dani dan Denis yang begitu akrab sehingga mengakibatkan kesalahpahaman pada diri Narendra.
" Mereka hanya bercakap-cakap biasa tidak melakukan hal senonoh yang seperti yang kau tuduhkan!" ucap Kyai Rasyid berusaha untuk menenangkan Narendra yang masih emosi melihat Dani masih melihat istrinya dengan penuh ketertarikan.
Narendra bisa merasakan kalau perasaan Dani terhadap istrinya bukanlah perasaan biasa. Seorang teman terhadap temannya yang lain. Tetapi lebih kepada seorang laki-laki yang mencintai seorang wanita dan ingin memilikinya.
Narendra sangat merasa terganggu dengan perasaan seperti itu yang diberikan oleh Dani kepada istrinya.
__ADS_1
" Ayolah! Kau adalah seorang pangeran kucing yang terhormat. Tidak mungkin kan kalau kau takut dengan Putraku yang hanya manusia biasa?" ucap Kyai Rasyid sambil tertawa. Dia memang sengaja melakukan itu untuk membuat Narendra menjadi sedikit tersentil dengan kecemburuannya yang terlalu berlebihan.
Mendengarkan ejekan Kyai Rasyid, membuat Narendra menjadi geram. Tetapi dia pun sadar kalau dia tidak boleh banyak macam ketika berada di alam manusia. Apalagi Kyai Rasyid memiliki kekuatan yang sangat besar kekuatan Ilahi yang akan sulit untuk ditangani kalau pria sepuh yang sakti dan tawadhu itu sampai mengamuk dan mengusirnya dari kediamannya.
" Kalau kau tidak bisa bersikap tenang selama berada di sini, maka aku terpaksa harus mengusirmu dari sini. Karena sejujurnya kau sudah membahayakan keselamatan Putraku. Cepat kau hisap kembali racun yang telah kau masukkan ke dalam tubuh Putraku!" perintah Kyai Rasyid kepada Narendra yang merasa kesal. Tetapi dia pun tahu kalau dirinya memang telah berbuat salah.
Narendra kemudian mendekati tubuh Dani yang mulai kejang-kejang karena racun yang tadi dia masukkan ke dalam tubuh Dani sudah mulai bekerja.
Semua orang merasa terkejut melihat kucing yang lucu dan menggemaskan itu ternyata bisa agresif dan menyerang Dani tanpa berpikir panjang.
Ketika melihat Narendra hendak mendekati Dani, istri kyai Rasyid tampak yang hendak mencegah. Tetapi Kyai Rasyid meyakinkan bahwa itu tidak kenapa-napa.
Dengan sangat terpaksa, akhirnya Narendra pun menjilati luka-luka yang tadi dia berikan kepada Dani. Sampai wajah Dani kembali cerah dan menghilang warna hitamnya.
Narenda pun kemudian memberikan tenaga dalamnya ke tubuh Dani untuk mendorong semua racun yang telah terlanjur masuk ke organ tubuhnya. Agar keadaan Dani menjadi sembuh total dari pengaruh racun yang tadi dia berikan kepada Dani di saat dia merasa cemburu dan marah melihat Doni yang mendekati istrinya.
" Lihatlah benarkan apa yang Abi katakan kalau kucing itu tidak akan membahayakan putra kita." ucapp Kyai Rasyid sambil tersenyum kepada istrinya yang sekarang mulai mendekati Dani yang kembali sadar setelah tadi pingsan karena menerima racun berbahaya dari Narendra.
Dani yang kembali membuka matanya melihat ke sekeliling dan melihat keberadaan kucing yang tadi telah menyerangnya dengan sangat brutal hingga akhirnya dia jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri.
__ADS_1
" Abi usir kucing itu kucing itu tampaknya seekor kucing siluman! Lihatlah! Dia telah menyerangku dengan begitu ganas!" ucap Dani sambil memperlihatkan luka-lukanya yang sekarang sudah menghilang setelah tadi dijilati oleh Narendra untuk menarik kembali racun yang dia berikan kepada Dani.
Deniz merasa tersinggung mendengarkan perkataan Dani yang mengatakan kucing yang ada di dalam pelukannya adalah seekor siluman. Walaupun dia tahu bahwa kucing itu adalah jelmaan dari Narendra sang suami.
" Maafkan! Dia adalah suamiku dia hanya merasa cemburu melihatmu mendekatiku!" ucap Deniz merasa tidak enak kepada Dani yang sudah menderita karena perbuatan Narendra yang dibakar api cemburu.
Dedi dan Amber mendekati Deniz. Mereka berniat untuk mengambil kucing yang ada di dalam pelukan Deniz. Tetapi Deniz tidak mau karena dia tidak mau dijauhkan dengan suaminya lagi.
Deniz tahu selama ini hanya suaminya yang bisa melindungi dia dari para mahluk usil yang selalu berusaha untuk mengganggu Deniz dan kandungannya. Apalagi sejak tadi banyak makhluk-makhluk usil yang berusaha untuk menembus pertahanan kediaman Kyai Rasyid yang bisa dikatakan tergolong kuat karena terdiri dari beberapa lapis.
Narendra saja hanya bisa masuk ke dalam tempat itu dalam bentuknya sebagai kucing bukan dalam bentuknya sebagai manusia.
Padahal kemampuan dan juga ilmu yang dimiliki oleh Narendra. Sudah bisa dikatakan terbilang hebat mengingat Narendra sering sekali mengamalkan dzikir-dzikir dan juga selalu rajin mengaji Alquran.
" Maafkan aku Mah, Pah. Sepertinya aku akan kembali bersama dengan Narendra hidup di alam siluman. Bagaimanapun aku tidak bisa menjauhkan anakku dengan ayahnya!" ucap Deniz yang mulai merasa sadar kalau yang dia lakukan sekarang adalah salah dengan memisahkan anaknya dengan sang ayah yang pasti merasa tersiksa karena berjauhan dengan anak dan istrinya.
Narendra tampak tersenyum mendengarkan perkataan istrinya. Dia pun kemudian mengajak Deniz untuk keluar dari kediaman Kyai Rasyid. Agar dia bisa kembali merubah wujudnya menjadi manusia seperti yang diketahui oleh Deniz selama ini.
Amber dan Dedi tampak terkejut melihat putrinya yang mengikuti kucing yang tadi dia peluk dengan begitu menurut tanpa banyak melawan. Dedi dan Amber merasa sedih sekali melihat putri mereka lebih memilih untuk tinggal di alam siluman bersama suaminya yang siluman kucing itu daripada bersama dengan mereka.
__ADS_1