Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 237


__ADS_3

"Aku percaya dengan kemampuan kalian dalam menghadapi setiap masalah yang ada. Tapi, kalau kita membatalkan apa yang sudah menjadi hasil diskusi itu juga tidak baik sama sekali. Pangeran Surya Kelana bisa merasa tersinggung karenanya. Hal itu jauh akan lebih berbahaya daripada peperangan yang ditimbulkan oleh Raja Abiyaksa!" Pangeran Andalas mengerutkan keningnya karena dia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Luhur mereka tadi.


"Maksudnya?"


"Perang saudara karena tahta itu jauh lebih buruk daripada peperangan yang diakibatkan oleh pihak luar! Selain Kita akan kehabisan segala sumber daya yang ada secara internal, hal itu juga akan melemahkan mental para prajurit yang berjuang di garda terdepan!" Pangeran Andalas sekarang mengerti apa yang dimaksud oleh leluhurnya.


"Apa yang kakek katakan memang benar sekali. Lalu sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya Pangeran Andalas yang mulai bingung sendiri dengan hasil pemikirannya tadi.


"Kita diskusikan saja bersama dengan dewan istana dan yang lainnya. Biarkan segala sesuatunya terjadi secara alami agar tidak ada pihak yang merasa tersinggung ataupun merasa sakit hati!" Mereka pun akhirnya setuju dengan apa yang dikatakan oleh leluhur yang memang sangat bijaksana.


Raja Narendra dan Ratu Deniz kemudian berpamitan kepada kedua orang tuanya dan sang leluhur untuk bisa kembali ke istana kerajaan kucing. Karena mereka sudah sangat lama meninggalkan istana untuk mengurus segala keperluan Pangeran Andalas yang akan memulai kehidupan barunya di dasar jurang bersama mereka bertiga untuk mempelajari ilmu dari kedua orang tuanya.


"Anakku! Seriuslah dalam belajar dan kau tidak boleh mengecewakan Ayah dan ibumu yang sudah menempatkan banyak harapan ke bahumu. Apa kau mengerti?" tanya Ratu Deniz kepada putranya yang sejak tadi hanya bisa menatap kedua orang tuanya.


"Ayah! Pokoknya Ayah harus melindungi status Pangeran Panji sebagai putra mahkota Istana Kerajaan Kucing. Karena aku tidak mau kalau sampai Putri Ayuningtyas mengambil alih kerajaan kita dan membahayakannya di masa yang akan datang!" Pangeran Andalas kembali mewanti-wanti kepada kedua orang tuanya sebelum mereka benar-benar meninggalkan dasar jurang dan kembali ke Istana Kerajaan Kucing.


"Belajarlah yang benar dan tidak usah memikirkan tentang kerajaan. Karena itu akan menjadi tugas kami sebagai raja dan ratu dari Istana Kerajaan Kucing!" Pangeran Andalas kemudian melepaskan kedua orang tuanya yang harus kembali.

__ADS_1


Setelah kepergian kedua orang tuanya terlihat Pangeran Andalas kembali berdiskusi dengan kedua kakek dan neneknya serta leluhur mereka.


"Diantara begitu banyak laki-laki, kenapa kakek harus menjodohkan Putri Ayuningtyas dengan Raja Abiyaksa yang jahat dan terkenal selalu memberikan kerugian kepada kerajaan kita?" tanya Pangeran Andalas yang kelihatannya masih penasaran dengan keputusan leluhurnya.


"Bukankah kakek sudah bilang kalau itu sudah diatur jauh hari sebelum mereka lahir! Sudahlah, Pangeran! Kau masih kecil! Sebaiknya kau belajarlah yang betul dan tidak usah ikut campur urusan orang dewasa!" Pangeran Andalas berdecak kesal mendengar jawaban dari leluhur yang terkesan meremehkan dirinya sebagai anak kecil.


Pangeran Andalas memilih untuk meninggalkan mereka dan masuk ke dalam kamar yang sudah disediakan oleh raja dan ratu sebelumnya untuk cucu kesayangan mereka.


***


Sementara itu Raja Narendra dan ratu Deniz sudah kembali ke istana kerajaan kucing dan memulai untuk menyiapkan rapat dewan istana dalam rangka membicarakan tentang status kota mahkota yang dulu pernah dimiliki oleh kakaknya.


"Sampai kapanpun juga kami tidak akan pernah menerima status Pangeran Surya Kelana dipulihkan kembali! kami juga tidak akan pernah menerima Putri Ayuningtyas menjadi bagian dari istana kerajaan kita. Dia adalah seorang putri yang dilahirkan dari wanita penghianat yang sudah menghancurkan istana kerajaan kita 500 tahun lalu. Kami menentang keras kehadiran mereka di istana kita!" raja dan ratu hanya bisa saling menatap satu sama lain walaupun sebenarnya mereka merasa tidak tega kepada putri Ayuningtyas yang sudah ditolak mentah-mentah oleh seluruh dewan istana.


Putri Ayuningtyas yang kebetulan hadir di dalam rapat tersebut terlihat begitu murka dan marah.


Raja Abiyaksa yang sudah sepakat untuk menikah dengan Putri Ayuningtyas juga terlihat begitu marsh dan hampir sajangamuk di aula istana kerajaan kucing yang saat ini riuh rendah dengan banyak suara dari setiap orang yang hadir di sana.

__ADS_1


"Kalian benar-benar sangat keterlaluan sekali! Padahal ayahku sudah menghukum dirinya sendiri selama 500 tahun di Hutan larangan untuk kejadian di masa lalu. Apakah itu semua tidak cukup untuk kalian?" Putri Ayuningtyas terlihat begitu marah ketika dia berdiri di hadapan di seluruh anggota dewan yang menentang kembalinya sang ayah ke istana kerajaan kucing.


Pangeran Surya Kelana dari tadi sudah berusaha menghentikan putrinya yang terus saja marah kepada semuanya.


"Apakah kau pikir dengan cara Pangeran Surya Kelana mengasingkan diri di Hutan Larangan akan mengembalikan semua nyawa yang binasa karena hari? Tidak sama sekali!! Banyak anak-anak yang harus kehilangan ayah mereka dan banyak istri yang harus kehilangan suami mereka gara-gara tragedi itu!" terlihat anggota dewan istana kerajaan begitu murka melihat keangkuhan Putri Ayuningtyas yang tidak mau menerima Sikap yang ditunjukkan oleh seluruh anggota dewan istana kerajaan kucing.


Putri Ayuningtyas terlihat hendak mendebat anggota dewan istana, tetapi Pangeran Surya Kelana langsung menarik tangan putrinya untuk mendekat kepadanya.


"Putriku! Tolong kau hentikanlah semua ini! Ayah juga tidak ada niat untuk kembali ke istana kerajaan. Ayah keluar dari Hutan Larangan hanya karena ingin memperkenalkan kamu kepada keluarga kita. Tidak lebih dari itu!" Pangeran Surya Kelana merasakan hatinya terhiris melihat semua orang di istana kerajaan ternyata masih belum melupakan tragedi yang terjadi 500 tahun yang lalu karena perbuatan istrinya yang jahat.


"Tapi ayah! Mereka benar-benar sangat keterlaluan sekali! Aku tidak terima dengan semua yang dia katakan kepada ayah!" Pangeran Surya Kelana merasa terharu melihat putrinya yang mati-matian membela dirinya yang saat ini sedang di pojokkan dan diadili oleh seluruh anggota dewan istana kerajaan yang hadir di aula istana.


"Aku benar-benar minta maaf atas kesalahan kami di masa lalu. Sekarang kami mohon diri untuk kembali ke Hutan Larangan dan menghabiskan hidup kami di sana." Pangeran Surya Kelana kemudian mengajak putrinya untuk ikut bersamanya menuju Hutan Larangan dan hidup di sana sepanjang hidup mereka.


Akan tetapi Putri Ayuningtyas tidak mau menerima nasib seperti itu. Karena dia memiliki impian dan ambisi yang besar untuk bisa menjadi penguasa di istana kerajaan kucing, sesuai dengan apa yang dikatakan oleh pangeran Andalas.


"Aku tidak mau Ayah untuk meninggalkan istana kerajaan kucing! Karena bagaimana pun juga, aku memiliki hak di dalamnya sebagai putrimu!" Putri Ayuningtyas terlihat bersikeras untuk tetap berada di istana kerajaan kucing dan meminta kepada ayahnya untuk tidak mengarah kepada mereka semua yang menentangnya.

__ADS_1


Pangeran Surya Kelana terlihat begitu kecewa dengan putrinya yang sangat ambisius.


__ADS_2