
Setelah membicarakan semua keperluan mereka kepada Kyai Rasyid, mereka pun kembali ke alam ghaib tanpa banyak ribut. Bagaimana pun semua keputusan ada di tangan para pemuda-pemudi itu.
Kyai Rasyid maupun istrinya tidak mau terlalu ikut campur dengan urusan pernikahan mereka. Kalau Dani dan Putri Seruni memang saling mencintai, mereka tidak akan terlalu mempermasalahkan hal itu. Semua pasti akan setuju kalau memang benar kedua insan itu saling mencintai.
Kyai Rasyid dan istrinya akhirnya mengikuti mereka ke istana kerajaan kucing untuk memastikan apakah benar-benar mereka berdua memiliki hubungan.
"Kami senang kalau misalkan Kyai tidak terlalu mempermasalahkan tentang masalah ini. Kami pasti akan menjaga Dani di alam siluman. Jangan khawatir Kyai." Raja Abi Saka tidak pernah mempermasalahkan putrinya akan memilih siapa.
Satu yang pasti, dirinya hanya menginginkan putrinya bahagia tanpa harus melakukan sesuatu yang menyakitkan orang lain.
"Apakah benar Anda tidak keberatan Kalau Putri Anda menikahi Putri Seruni ? Putraku hanya manusia biasa yang tidak memiliki kelebihan apapun." Kyai Rasyid menatap kepada pasangan suami istri yang terus terlihat muda.
__ADS_1
"Bagi kami yang penting putriku mencintai anak kalian. Itu sudah lebih dari cukup." Raja Narendra menggenggam telapak tangan istrinya dengan erat.
Raja Narendra sebenarnya tidak terlalu memikirkan masalah pernikahan Dani dengan Putri Seruni. Baginya tidak ada perbedaan apapun.
Raja Narendra hanya menginginkan agar mereka berdoa tidak mengganggu stabilitas di istana kerajaan kucing dengan kehadiran mereka di sana.
"Kami ingin mengunjungi Pangeran Panji dan cucu kami. Apakah kalian akan ikut atau bagaimana?" tanya Raja Narendra kepada yang lainnya.
Mereka semua terlihat begitu bahagia karena akan mengunjungi kediaman pangeran Panji yang sekarang sangat ramai usahanya.
"Kami akan sangat senang untuk mengikuti kalian kemanapun kalian pergi. Sejujurnya kalau bukan karena kalian, kami berdua tidak ada alasan untuk berjalan-jalan di alam manusia." Ratu Deniz tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Ratu jujur yang sangat jujur.
__ADS_1
Mereka berdua selama ini memang hanya disibukkan dengan urusan kerajaan dan pemerintahan yang tidak ada habisnya.
"Katakan padaku. Apakah kalian selama ini sudah lama tidak mengunjungi alam manusia?" tanya Kyai Rasyid yang terlihat penasaran dengan mereka.
"Kami mengunjungi alam manusia ketika ibuku meninggal. Setelah itu aku tidak pernah datang lagi kemari. Selain itu karena kamk memang sudah sangat sibuk dengan urusan kerajaan dan Putri Seruni yang sudah mulai harus belajar agar menjadi pribadi yang kuat dan memiliki kesakitan sehingga tidak akan diremehkan oleh siapapun." ucap Rati Trisna dengan menerawang jauh mengingat masa lalu, ketika ibu dan ayahnya masih hidup.
Raja Abi saka menggenggam telapak tangan istrinya dengan erat. Dia sangat mencintai sang ratu yang sudah begitu banyak berjasa dalam hidupnya selama ini.
Sungguh dia benar-benar sangat terima kasih kepada Ratu Trisna yang sudah sdtia terus mendampingi dirinya selama ratusan tahun.
"Kalau bukan karena istriku, aku mungkin tidak akan pernah bisa membuka kunci kerajaan alam gaib yang lama sekali tersembunyi. Mungkin, selamanya alam ghaib tidak memiliki pemimpin untuk mengatur kedamaian semua kerajaan yang ada di alam ghaib!" Ratu Trisna hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan suaminya yang terlalu melebih-lebihkan segalanya.
__ADS_1
Rati Trisna percaya bahwa semua yang terjadi kepada hidup mereka adalah karena kehendakyang Maha Kuasa. Tanpa campur tangan sang pemguasa kehidupan, tidak mungkin segala sesuatu berjalan dengan baik.
Kita sebagai umat dan hamba Allah, kita hanya bisa menjalani apa yang sudah ditakdirkan dan digariskan oleh Yang Maha Kuasa. Semampunya untuk selalu berpikir positif dan tidak menyerah ketika menemukan kesulitan di dalam kehidupan kita." ucap Rati Trisna yang disetujui oleh suaminya.